
Shen Tu Jiang dan teman-temannya terus bertarung untuk menyingkirkan para peserta kompetisi lainnya. Hanya dalam beberapa menit saja, sudah lebih dari setengah para peserta yang mereka singkirkan dari atas arena.
"Aaiihh ... Sepertinya tahun ini kita akan benar-benar gagal untuk memasuki Sekte Kabut Racun," keluh salah seorang peserta yang sedang terluka.
"Ini kesalahan kita dari awal. Seandainya saja ... Aahh, sudahlah! Tak ada yang bisa menghentikan tim mereka," balas peserta lainnya. Kemudian melanjutkan, "Aku akan menyerah saja sebelum terluka lebih parah lagi."
Setelah mengatakan hal tersebut, peserta itu pun berjalan ke tepi arena dan melompat keluar dari dalam Formasi Pelindung. Melihat apa yang dilakukannya, para peserta lainnya yang juga telah terluka, saling pandang sejenak sebelum akhirnya ikut melompat keluar dari atas arena kompetisi.
"Hmph ... Dasar pecundang! Sampah tetaplah sampah," ujar Qingxue dengan nada menghina.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Qingxue, beberapa peserta yang akan melompat keluar dari atas arena segera menghentikan langkahnya. Mereka hendak mengucapkan sesuatu, namun langsung menelan kembali kata-kata yang akan keluar dari mulut mereka masing-masing.
Itu adalah penghinaan yang sangat memalukan bagi mereka semua. Tetapi, mereka sungguh tak bisa membalasnya karena apa yang dikatakan oleh Qingxue memang benar bahwa mereka adalah pencundang. Para peserta tersebut hanya bisa menahan perasaan malu sembari menggeretakan gigi serta mengepalkan tangan erat-erat, lalu meninggalkan arena dengan wajah tertunduk.
"Hahaha ... Begitu lebih baik. Itu akan lebih memudahkan kami untuk membersihkan sampah-sampah yang tersisa." Nalan Peng tertawa keras ketika melihat satu per satu dari para peserta kompetisi meninggalkan arena.
----------
Setelah beberapa saat kemudian, Shen Tu Jiang dan teman-temannya sudah mengalahkan semua peserta kompetisi dan hanya menyisakan Ling Tian saja yang terus berdiri di tepi arena dengan berpura-pura menunjukkan wajah lega karena pertempuran itu telah selesai.
"Huuhh ... Pemuda tersebut sangat beruntung karena tim Shen Tu Jiang tidak menyerangnya dan membiarkan dirinya lolos untuk menjadi murid Sekte Kabut Racun."
"Hmmm ... Seandainya saja pemuda bernama Wen Hao itu tak melakukan tindakan ceroboh sebelumnya, maka sudah dapat dipastikan bahwa dialah salah satu yang terpilih untuk menjadi murid Sekte Kabut Racun."
"Hehehe ... Kalian semua salah. Faktor keberuntungan juga sangatlah penting di dalam pertarungan. Sebagai seorang kultivator, kita bisa selalu terselamatkan dari bahaya yang mengancam nyawa ketika keberuntungan ada bersama kita."
__ADS_1
"Yaah ... Aku sangat setuju dengan pendapatmu, Senior! Kekuatan serta kemampuan memanglah sangat penting bagi seorang kultivator. Namun, bila kita tidak memiliki keberuntungan, mungkin kita sudah akan mati berkali-kali saat berada dalam situasi yang sangat berbahaya."
Beberapa penonton mulai mengeluarkan pendapat mereka terhadap situasi yang sedang terjadi pada Ling Tian. Ada yang mengeluh karena merasa tidak terima dengan dirinya yang berhasil lolos dan menjadi murid Sekte Kabut Racun tanpa bersusah payah bertarung di atas arena. Namun, ada pula yang memuji Ling Tian karena memiliki keberuntungan yang sangat besar di dalam kompetisi tersebut.
Sementara untuk Shen Tu Jiang dan teman-temannya, mereka semua memandang Ling Tian sambil tersenyum sinis seperti sedang menatap mangsa empuk yang siap untuk dimakan.
Ini disebabkan oleh teknik pergerakan yang ditampilkan oleh Ling Tian saat Nalan Peng mengejarnya, yang membuat mereka berpikir untuk memaksa Ling Tian agar memberikan teknik pergerakannya itu kepada mereka ketika telah berada di dalam Sekte Kabut Racun.
Ling Tian yang telah mengetahui keinginan Shen Tu Jiang dan teman-temannya tersebut, hanya menekuk sedikit sudut-sudut bibirnya dan tertawa lirih di dalam hatinya dengan nada mencemooh, "Hehehe ... Bermimpilah selagi kalian semua masih bisa bermimpi."
Ketiga pria paruh baya yang berdiri di atas udara menatap ke arah sepuluh orang yang tersisa di atas arena. Kemudian salah seorang di antara mereka mulai bersiul keras menggunakan energi Qi-nya.
Dalam rentang waktu satu napas, seekor Elang Putih yang panjangnya sekitar seratus meter sudah berada di samping ketiga pria paruh baya tersebut.
Setelah mendengarkan apa yang baru saja dikatakan oleh pria paruh baya tersebut, semua penonton dan para peserta yang telah kalah dalam kompetisi itu merasa iri kepada Shen Tu Jiang dan yang lainnya. Sebab, mereka semua tahu bahwa sumber daya yang akan diberikan oleh Sekte Kabut Racun lebih berharga dari apa yang biasa mereka peroleh dari klannya masing-masing.
"Terima kasih, Tetua!"
Shen Tu Jiang dan teman-temannya segera membungkuk memberi hormat kepada ketiga pria paruh baya itu. Ling Tian juga ikut membungkuk dan mengucapkan terima kasih dengan menunjukkan wajah yang bersemangat. Ling Tian terus bertingkah seperti orang yang sangat bersyukur dapat memasuki Sekte Kabut Racun dan menjadi murid di sana.
"Hmph ... Tunggulah! Setelah berada di dalam sekte, aku akan menyiksamu hingga kamu menyerahkan teknik pergerakanmu itu." Shen Tu Jiang membatin sambil menoleh ke arah Ling Tian, kemudian berbalik lalu dengan cepat ia melesat terbang dan berdiri di depan ketiga pria paruh baya yang menatapnya dengan penuh semangat seolah-olah dia adalah harta yang paling berharga.
Ling Tian beserta yang lainnya juga segera menyusul Shen Tu Jiang dan berdiri di sampingnya. Semuanya sekali lagi membungkuk memberi hormat ke arah ketiga pria paruh baya yang sekarang berada tepat di depan mereka.
"Hmmm ... Ini adalah lencana kalian yang juga merupakan tanda bukti bahwa kalian semua sekarang adalah murid Sekte Kabut Racun." Salah seorang dari ketiga pria paruh baya tersebut melemparkan sepuluh lencana ke arah Shen Tu Jiang dan yang lainnya. Kemudian melanjutkan, "Lencana itu juga berfungsi agar kalian bisa keluar dan masuk ke dalam sekte tanpa takut terhalang oleh Formasi Pelindung yang ada di sana."
__ADS_1
"Terima kasih, Tetua!"
Secara serempak Shen Tu Jiang dan yang lainnya mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada ketiga pria paruh baya tersebut.
"Hahaha ... Tak perlu sungkan. Lencana itu memang pantas untuk kalian yang telah berhasil lolos dalam kompetisi tahun ini. Baiklah, mari kita segera kembali ke sekte!"
Ketiga pria paruh baya itu pun melompat ke atas punggung Elang Putih, kemudian diikuti oleh Shen Tu Jiang dan yang lainnya. Setelah semuanya sudah berada di atas punggungnya, Elang Putih tersebut langsung memekik dengan keras, lalu melesat terbang dengan cepat dan menghilang dari pandangan semua orang.
Kecepatan terbang dari elang putih sangatlah cepat. Hanya dalam waktu satu jam saja mereka telah memasuki wilayah Sekte Kabut Racun yang dikelilingi oleh beberapa gunung besar serta hutan yang sangat luas.
Elang Putih segera menukik tajam ketika sampai pada sebuah lembah yang dipenuhi oleh kabut tebal. Dengan indra spiritualnya, Ling Tian dapat mengetahui bahwa kabut tersebut mengandung racun yang sangat berbahaya dan mematikan.
"Hmmm ... Rupanya kabut tebal dan beracun ini adalah bagian dari Formasi Pelindung. Pantas saja lencana yang diberikan oleh Tetua tadi memiliki sebuah formasi di dalamnya. Pemikiran yang sangat cerdas. Namun, sangat berbahaya bagi orang-orang yang tidak sengaja melewati tempat ini," batin Ling Tian sambil tersenyum kecil.
"Kita telah sampai di wilayah terluar dari Sekte Kabut Racun. Gunakan lencana kalian untuk melindungi diri kalian masing-masing dari serangan racun yang terdapat di dalam kabut ini," ujar salah seorang pria paruh baya yang berdiri paling depan di atas punggung Elang Putih saat mereka akan memasuki lembah berkabut tersebut.
Untuk menghindari kecurigaan dari orang-orang yang ada di sekitarnya, Ling Tian segera mengeluarkan lencana yang diberikan kepadanya. Shen Tu Jiang beserta teman-temannya juga melakukan hal yang sama.
Ketika akhirnya mereka semua masuk ke dalam kabut, secara otomatis lencana di tangan mereka semua bersinar terang dan membentuk sebuah dinding transparan yang melindungi diri mereka masing-masing dari racun yang terdapat di dalam kabut itu. Sedangkan untuk Elang Putih sendiri, racun di dalam kabut tersebut tak memiliki efek terhadap dirinya, karena tubuhnya telah kebal dengan racun setelah sekian lama berada di dalam Sekte Kabut Racun.
"Hehehe ... Trik murahan seperti ini sebenarnya takkan bisa menghalangi seorang Master Formasi tingkat tinggi untuk memasuki Sekte Kabut Racun," gumam Ling Tian di dalam hatinya seraya tertawa lirih, "Namun, itu juga akan berakibat fatal jika sedikit saja tersentuh oleh kabut beracun bila tak memiliki penawarnya."
Setelah beberapa saat, akhirnya mereka semua telah melewati kabut beracun dengan aman. Secara otomatis lagi, dinding pelindung pada diri mereka masing-masing langsung menghilang.
Kini yang tampak di depan mata semua orang adalah hutan hijau yang sangat subur. Di dalam hutan tersebut terdapat area yang sangat luas dan dipenuhi oleh begitu banyak bangunan. Itu tampak terlihat seperti sebuah kota yang berada di dalam hutan. Sebuah papan besar bertuliskan Sekte Kabut Racun terpampang jelas di atas pintu gerbang.
__ADS_1