
Setelah mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Xiao Jun, wajah para peserta lainnya langsung berubah menjadi merah karena marah. Mereka semua merasa telah sangat diremehkan olehnya.
Tanpa basa-basi lagi, ke delapan peserta yang belum ikut menyerang Xiao Jun, segera mengeluarkan senjatanya masing-masing. Sedangkan untuk Feng Chu sendiri, ia juga telah bersiap lagi untuk menyerang kembali ke arah Xiao Jun.
"Nah, seperti inilah yang aku inginkan. Sekarang aku juga akan mulai serius ketika bermain bersama dengan kalian semua." Xiao Jun menurunkan pedang yang sejak awal dipanggul di atas pundaknya, lalu memasang kuda-kuda dengan posisi siap untuk bertarung.
"Ayo, majulah!" lanjut Xiao Jun lagi sambil menggerak-gerakkan pedangnya seraya memanggil peserta lainnya agar segera menyerangnya.
"Baiklah, mari kita akhiri pertarungan ini dengan cepat! Aku juga sudah muak melihat tingkah bocah ini." Long Haocun yang sedari tadi diam saja mengamati Xiao Jun, segera melesat dengan sangat cepat setelah selesai mengatakan hal itu.
Feng Chu dan yang lainnya juga langsung melesat menggunakan kecepatan penuhnya. Mereka semua mengarahkan senjatanya ke bagian titik yang berbahaya pada tubuh Xiao Jun.
Dengan cekatan dan gerakan sangat gesit, Xiao Jun mengelak setiap serangan yang ditujukan padanya. Sebagian serangan itu juga ditangkis dengan menggunakan kedua pedang yang berada di tangannya.
TRANG ... TRANG
Bunyi senjata saling beradu pun terdengar lagi. Udara di sekitar tempat pertarungan itu juga ikut berfluktuasi akibat energi Qi yang dikeluarkan oleh mereka.
"Apakah hanya ini yang bisa kalian lakukan? Ayo keluarkan seluruh kekuatan penuh kalian semua! Tak perlu menahan diri lagi," kata Xiao Jun di sela-sela pertarungan itu, sambil terus menangkis dan mengelak setiap serangan yang datang ke arahnya.
Mendengar perkataan Xiao Jun tersebut, seluruh peserta yang menyerangnya semakin geram. Semuanya langsung meningkatkan kekuatan serangan mereka menjadi lebih ganas lagi.
Akan tetapi, semua serangan yang mereka lancarkan masih bisa ditangkis dengan mudah oleh Xiao Jun. Bahkan terlihat jelas, bahwa Xiao Jun seperti sedang bermain-main saja dengan setiap serangan yang tertuju ke arah tubuhnya.
Pedang kembar di kedua tanganya terus menari dengan indah seakan membuat pertahan yang absolut dan tidak bisa ditembus sedikitpun oleh serangan dari lawan-lawannya itu.
"Hmmm... Ini seperti dugaanku sebelumnya. Ternyata pemuda tersebut benar-benar menguasai teknik pedang ganda. Setiap gerakan yang dilakukannya tertata rapi tanpa cela."
"Benar apa yang kamu katakan. Teknik pedang ganda yang ditampilkannya juga terlihat aneh tapi sangat kuat. Aku belum pernah melihat teknik pedang ganda yang seperti itu."
"Pertarungan ini memang pantas menjadi yang terbaik dari semua pertarungan yang diadakan dalam acara turnamen beladiri pada tahun-tahun sebelumnya."
"Namun, jika hanya seperti ini, pemuda tersebut akan kalah karena kehabisan energi Qi-nya."
"Mari kita lihat apa yang bisa dilakukan oleh pemuda itu selanjutnya."
Beberapa hakim dan juri yang menilai pertarungan tersebut, mulai ikut berkomentar juga.
TRANG ... TRANG
Di dalam arena pertarungan, Xiao Jun masih terus menangkis setiap senjata dari lawan-lawannya dengan gerakan yang sangat cepat.
"Hehehe... Serangan kalian semua memiliki celah yang sangat mudah terbaca," ucap Xiao Jun sambil tertawa lirih.
"Omong kosong!" teriak Long Haocun yang terus menyerang Xiao Jun dengan sengit.
__ADS_1
"Jika kalian tak percaya padaku, baiklah. Aku akan menunjukkannya pada kalian semua."
Setelah mengatakan hal tersebut, Xiao Jun seketika mengubah gerakannya. Kini kedua pedang di tangannya mulai silih berganti melakukan pertahanan dan penyerangan.
"Di sini!" seru Xiao Jun seraya mengayunkan kakinya ke arah salah satu peserta yang menyerangnya.
BUK
Tendangan Xiao Jun tepat mengenai perut lawannya tersebut hingga membuat tubuhnya terdorong mundur beberapa meter dari yang lainnya.
"Di sini juga!"
BUK
"Dan di sini!"
BUK .. BUK
Seruan Xiao Jun terdengar seiring bunyi gedebuk ketika beberapa peserta turnamen beladiri itu telah terkena tendangannya.
"Sedangkan untukmu, celah pertahananmu tampak jelas berada di sini!" Xiao Jun memutar pedang di tangan kanannya dengan cepat dan langsung menyerang ke arah bahu Feng Chu.
SRET
Tebasan pedang Xiao Jun langsung tepat mengenai sasarannya yang membuat bahu Feng Chu teriris dan berdarah.
SRET
"Aaahhh!" Long Haocun segera mundur dan memegang pipinya yang berdarah akibat terkena goresan pedang milik Xiao Jun.
Para penonton yang bertaruh pada ke sembilan peserta tersebut mulai merasakan jantung mereka berdetak kencang ketika melihat kejadian itu. Sedangkan untuk sebagian kecil dari para penonton yang memaksakan dirinya bertaruh pada Xiao Jun, wajah mereka seketika terlihat sangat bersemangat.
Dan untuk orang-orang yang berasal dari klan besar ataupun Sekte terkenal, wajah mereka tampak redup tak bercahaya saat melihat para muridnya dipermainkan oleh Xiao Jun. Beberapa dari mereka juga segera menoleh ke arah Ling Tian yang berdiri dengan tenang di sisi arena sambil masih tetap menyunggingkan senyum khasnya.
"Aku sudah bosan bermain dengan kalian semua. Mari kita akhiri saja pertarungan ini!" ucap Xiao Jun yang bersiap akan menyerang lawan-lawannya.
"Aaiihh... Jun selalu meniru kata-kataku ketika saat bertarung. Apakah dia tidak bisa memilih kata-kata yang lebih kreatif lagi?" gerutu Ling Tian pelan.
Sembilan peserta lainnya yang berada di dalam arena langsung menjadi waspada ketika melihat Xiao Jun yang akan menyerang ke arah mereka.
"Hehehe... Kamu yang pertama!" Xiao Jun tertawa lirih, lalu segera menghilang dari tempatnya dan melesat dengan cepat ke arah salah satu lawannya.
Mendapatkan serangan yang sangat cepat dan ganas dari Xiao Jun, salah satu peserta turnamen beladiri tersebut berusaha menahan dan menangkis dengan seluruh kemampuannya.
Melihat hal itu, peserta yang lainnya langsung melesat ke arahnya dan ikut membantu menghadapi setiap serangan yang dilancarkan oleh Xiao Jun.
__ADS_1
"Hahaha... Baiklah kalau begitu!" Xiao Jun tertawa senang sambil terus menyerang dan bertahan dengan memainkan kedua pedang di tangannya.
TRANG ... TRANG
Suara senjata yang saling beradu terdengar kembali. Gerakan menusuk dan menebas terus ditampilkan oleh mereka semua untuk mencari celah serta kelemahan Xiao Jun.
Namun, semuanya sia-sia saja. Sebab, Xiao Jun sudah dapat membaca pola serangan yang ditujukan padanya.
SRET ... SRET
Kedua pedang di tangan Xiao Jun telah bergantian menebas tubuh beberapa peserta lainnya. Sebagian dari mereka juga sudah terkapar di tanah dengan luka yang cukup parah. Mereka hanya bisa meringis menahan sakit akibat luka-luka yang diakibatkan oleh tebasan dari pedang Xiao Jun.
Kini yang tersisa di antara semuanya tinggal empat orang lagi, termasuk Long Haocun dan Feng Chu. Mereka berempat terus menyerang Xiao Jun dengan sangat ganas, tanpa mempedulikan peserta lainnya yang sudah tidak mampu untuk bangkit bertarung kembali.
Xiao Jun dengan sangat lincah bergerak untuk mengelak semua serangan dari keempat orang tersebut. Dia pun melancarkan serangan balasan yang membuat keempat peserta yang tersisa semakin kewalahan.
Tubuh dari kempat orang itu juga telah memiliki luka tebasan dari kedua pedang di tangan Xiao Jun. Satu per satu dari mereka pun tak mampu bertahan lebih lama lagi menerima setiap serangannya yang sangat ganas. Hingga orang terakhir yang tersisa hanyalah Long Haocun saja.
Xiao Jun terlihat masih sempat menyunggingkan senyumnya, lalu dengan ayunan yang sangat cepat, kedua pedangnya menari di sekujur tubuh Long Haocun.
Setelah itu, Xiao Jun segera menghentikan semua gerakannya. Tanpa menghiraukan tubuh Long Haocun yang sudah terkapar tak berdaya di tanah, dia pun memasukkan kembali kedua pedang ke dalam Cincin Ruangnya dan langsung bergegas menuju ke arah sisi arena tempat Ling Tian berada.
"Guru, apakah kamu melihatnya? Aku terlihat cukup keren juga 'kan? Yaah, meskipun aku sedikit meniru gaya Guru ketika sedang bertarung," kata Xiao Jun pelan sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Jun, mendekatlah ke sini!" ucap Ling Tian tenang.
"Baik, Guru!"
TUK
"Aaahhh!" seru Xiao Jun yang mengusap kepalanya karena mendapat jitakan keras dari Ling Tian.
"Lain kali kamu harus membuat penampilanmu sendiri dan jangan meniru apa yang aku lakukan. Aku tidak ingin sikap kerenku itu ditiru oleh siapapun juga termasuk dirimu dan Xiaohai. Karena hal itu juga akan membuat pamorku sebagai pria tertampan di Benua Langit menjadi tercemar."
"Iya, Guru!" Xiao Jun masih mengusap kepalanya sambil menunjukkan wajah yang terlihat sedih.
Semua yang melihat tingkah keduanya hanya bisa tersenyum canggung. Dalam hati setiap orang, mereka merasa bahwa tindakan Ling Tian tersebut sangat tidak pantas.
Bukannya memberi selamat kepada muridnya yang telah memenangkan pertarungan itu, tapi malah memberikan pukulan terhadapnya.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.
__ADS_1
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.