
Ling Tian menyuruh Xiaohai untuk terbang melewati Gunung Kematian karena itu satu-satunya jalan tercepat ke kota Daun Wangi.
Dengan kecepatan Xiaohai, dia hanya membutuhkan sekitar 6 jam saja untuk sampai ke kota tersebut. Ling Tian menyuruhnya untuk berhenti 20 km dari gerbang kota dan juga menyuruhnya untuk tinggal di gunung terdekat. Jika Ling Tian membutuhkannya, dia bisa segera sampai ke tempat Ling Tian.
Xiaohai pun langsung menghilang dari pandangan mereka. Ling Tian segera membawa Lin Yue berjalan mendekati gerbang kota Daun Wangi.
"SAMPAH ini telah kembali..!" Gumam Ling Tian pelan saat mereka telah memasuki kota.
Lin Yue yang mendengar itu sangat terkejut dengan perkataan dari Ling Tian. Dia bisa merasakan ada kesedihan di balik kata-kata Ling Tian tersebut.
"Mengapa Monster ini mengatakan dirinya sampah..?" Lin Yue membatin dengan perasaan heran.
"Hei.. bukankah itu Ling Tian, sampah dari Klan Ling..?"
"Yaa.. itu benar, dia sampah yang telah menghilang setahun yang lalu. Mengapa dia kembali..?"
"Woouuww..! Coba lihat gadis di samping sampah itu, dia sangat cantik seperti seorang Dewi."
"Sampah itu juga terlihat sangat tampan sekarang, tapi yang namanya sampah tetap sampah."
Lin Yue segera menggenggam tangan Ling Tian untuk menenangkannya, saat melihatnya tersenyum kecut mendengar perkataan dari orang-orang itu. Dia juga takut jika Ling Tian membunuh mereka semua karena marah.
"Dari dulu aku telah terbiasa mendengar semua kata-kata itu." Ling Tian balas menggenggam tangan Lin Yue dengan erat sambil ternsenyum kecut.
"Apakah dia kembali setelah mendengar Klannya telah hampir musnah, dan jenius dari Klan Ling itu juga telah terluka parah."
"Aku mendengar dia tidak bisa lagi berkultivasi karena Dantiannya telah hancur."
Langkah kaki Ling Tian tiba-tiba berhenti, tubuhnya bergetar keras mendengar perkataan orang tersebut. Dia segera melepaskan genggaman tangan Lin Yue, dan dalam sekejap mata dia telah mencekik leher orang tersebut dan mengangkatnya ke udara.
"Katakan.. Katakan.. Katakan apa yang terjadi..?" Gigi Ling Tian bergeretak dan berkata terbata-bata.
"Arrgghh.. Arrgghh.." Suara orang tersebut tertahan di tenggorokkannya.
Lin Yue yang melihat itu, dengan sangat cepat menuju ke arah Ling Tian lalu memegang tangannya dan berkata.. "Dia akan segera mati jika kamu tidak melepaskannya."
Ling Tian pun menjatuhkan tubuh orang itu hingga tersungkur di tanah. orang tersebut mulai terengah-engah sambil berusaha menghirup udara sebanyak-banyaknya.
"Aku tidak tahu terlalu banyak. Aku hanya tahu Klan Ling di serang sekitar 2 bulan yang lalu, dan sekarang Klan Ling hampir musnah." Kata orang itu sambil masih terengah-engah.
__ADS_1
Ling Tian segera membawa Lin Yue dengan kecepatan penuhnya ke kediaman Klan Ling. Saat di depan gerbang, Ling Tian tidak lagi melihat penjaga yang berdiri disitu.
Pintu gerbang itu telah hancur, dan papan nama yang bertuliskan kediaman Klan Ling juga hancur berkeping-keping.
Semakin masuk kedalam, Ling Tian melihat banyak bangunan telah roboh.
Sepanjang jalan dia tidak menemukan satu pun anggota Klannya. Ling Tian segera menyelimuti seluruh area Klan Ling dengan indera spiritualnya. Tujuan pertama Ling Tian adalah merasakan keberadaan kedua orang tuanya dan Kakaknya.
Dia segera merasakan bahwa ada banyak aura yang berkumpul di satu tempat, kemudian dia mempersempit pencariannya lagi untuk merasakan aura dari kedua orang tuannya dan kakaknya.
Ling Tian segera bernafas lega setelah merasakan aura mereka bertiga walaupun aura Ayah dan Kakaknya sangat lemah.
Dalam sekejap mata, dia telah sampai di depan tempat tersebut. Itu adalah kawasan terlarang dari Klan Ling yaitu Hutan Bambu Hijau. Ling Tian tidak pernah masuk kesini karena ini adalah tempat khusus yang di buat oleh leluhurnya sebagai tempat perlindungan jika Klan dalam bahaya.
Hutan Bambu Hijau memiliki Formasi Kamuflase sehingga itu tidak akan terdeteksi oleh kultivator di bawah tingkat Bintang Berlian. Sedangkan untuk Ling Tian sendiri, kekuatannya telah mencapai itu meskipun kultivasinya masih pada tahap Bintang Emas.
Ling Tian segera masuk ke dalam Formasi Kamuflase tersebut dan menuju ke tempat kedua orang tuanya dan Kakaknya.
Para anggota Klannya sangat terkejut melihat Ling Tian tiba-tiba berada bersama mereka, karena sesungguhnya Formasi Kamuflase memiliki sistem pertahanan yang sangat membingungkan seperti sebuah labirin.
Mereka juga terkejut melihat seorang gadis yang sangat cantik berdiri di sampingnya sambil menggenggam erat tangan Ling Tian.
Ibunya segera melepaskan pelukannya pada Ling Tian dan menariknya menjauh dari Ayahnya dan Kakaknya sebab dia merasa Ling Tian akan syok dan tidak akan sanggup melihat keadaan mereka.
Ling Tian heran dengan perlakuan Ibunya itu dan hanya mengikuti keinginan dari Ibunya. Setelah agak jauh, Ibunya segera berhenti lalu berkata.. "Tidak apa-apa nak, Ayah dan Kakakmu baik-baik saja."
Ling Tian tidak sabar lagi ingin melihat keadaan Ayah dan Kakaknya, karena dia tahu mereka berdua terluka parah. Kemudian dia segera bertanya apa yang terjadi.
Ibunya menjelaskan bahwa Klan Wang, Klan Jiang, dan Klan Bai menyerang Klan mereka 2 bulan yang lalu. Itu semua berawal dari Kakaknya dan Nona Wang yang saling mencintai. Jiang Feng tidak menerima itu dan kemudian mendatangi Kakaknya dan bertarung dengannya.
Kakaknya tanpa sengaja melukai Jiang Feng dengan sangat parah hingga dia di rawat selama 3 bulan di rumahnya. Setelah Jiang Feng sembuh, Ayahnya masih menyimpan dendam terhadap kejadian tersebut. Dia menghubungi Klan Wang dan Klan Bai untuk membantu melampiaskan dendamnya tersebut terhadap Klan Ling.
Selanjutnya, Ibunya tidak tahu lagi karena mereka di serang tiba-tiba sehingga membuat banyak anggota Klannya terbunuh. Untungnya Patriark segera membawa mereka ke dalam Formasi Kamuflase ini untuk mencegah lebih banyak lagi yang terbunuh.
Tubuh Ling Tian bergetar mendengar itu, tetapi dengan cepat mengendalikan amarahnya.
Setelah selesai menjelaskan semua yang dia tahu kepada Ling Tian, Ibunya segera menyadari bahwa ada seorang gadis yang sangat cantik berada disisi anaknya tersebut.
"Tian'er, ini siapa..? Apakah dia temanmu..?" Tanya Ibunya yang kebingungan.
__ADS_1
"Namanya Lin Yue. Yaa.. anggap saja dia calon menantumu Bu..!"
Lin Yue yang mendengar itu segera tertunduk dengan wajah memerah. Ibu Ling Tian mengambil tangan Lin Yue lalu berkata.. "Calon menantu Ibu sangat cantik seperti seorang Dewi."
"Hentikan dulu menggoda calon menantumu Bu, ayo pergi melihat Ayah dan Kakak..!"
"Aahh, baiklah..! tapi kamu jangan kaget jika melihat keadaan mereka." Nada sedih Ibunya terdengar jelas membuat Ling Tian semakin ingin cepat bertemu mereka.
Saat mereka telah dekat dengan tempat Ayah dan Kakaknya, mereka melihat Patriark membagi-bagikan pil penyembuh kepada semua anggota Klan yang masih mengalami cidera. Ling Tian segera menyapanya dan kemudian terus berjalan ke tempat Ayah dan Kakaknya.
Sesampainya disana, tubuh Ling Tian langsung terdiam seperti patung. Tak terasa, air matanya mengalir dengan sendirinya. Di depannya, tubuh ayahnya tidak lagi memiliki kaki. Sedangkan untuk Kakaknya, walaupun terlihat baik-baik saja, tetapi Dantiannya telah hancur dan seluruh Meridiannya pecah. Meskipun sembuh, dia tidak akan lagi bisa berkultivasi.
"Seorang kultivator akan merasa lebih baik mati jika dia tidak bisa lagi untuk berkultivasi."
Air mata Ling Tian yang keluar bukan lagi berwarna bening tetapi berwarna merah, itu adalah air mata darah. Mereka yang melakukan ini telah menyentuh hal yang sangat tabu bagi Ling Tian, yaitu keluarganya.
"Inilah yang biasa di sebut Naga memiliki skala terbaliknya."
Lin Yue yang melihat keadaan Ling Tian tersebut langsung menangis, karena dia sangat mengerti jika seorang kultivator tidak lagi bisa menahan kesedihannya, air matanya akan berubah menjadi darah.
Sedangkan untuk Ibu Ling Tian, dia terduduk di tanah sambil terguncang menahan tangisnya melihat keadaan anaknya tersebut.
"Roooaaarrr"
Tiba-tiba raungan kemarahan dari Auman Naga terdengar menggelegar ke langit dan membuat seluruh Hutan Bambu Hijau itu bergetar seperti sedang terjadi gempa bumi. Formasi Kamuflase itu hancur karena tidak bisa menahan raungan tersebut.
Semua wajah orang-orang yang berada disitu segera berubah pucat, dan tatapan mereka semua tertuju kepada Ling Tian. Sedangkan untuk seluruh penduduk kota Daun Wangi yang mendengar raungan tersebut sangat terkejut dan bergegas keluar dari rumah-rumah mereka.
Xiaohai menggigil ketakutan mendengar Auman Naga itu karena merasakan kemarahan yang tak terbatas dari Ling Tian. Dia segera melesat sangat cepat menuju ke asal suara Auman Naga tersebut.
Hanya beberapa detik saja, Xiaohai telah berada tepat 10 meter di atas Ling Tian.
Ling Tian mengangkat kepalanya dan memandang ke arah langit dan berkata.. "BUNUH"
Lalu tubuhnya menghilang dan langsung muncul di atas punggung Xiaohai, kemudian mereka terbang dan melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
__ADS_1