
"Apa?!"
Mulut semua orang terbuka lebar seolah rahang mereka akan jatuh ke tanah saat mendengar perkataan Ling Tian. Tak pernah ada yang berpikir dia akan berani menantang kedua pemimpin sekte tersebut untuk bertarung dengannya.
Para murid serta para tetua yang berasal dari kedua sekte itu langsung geram. Karena menurut mereka, Ling Tian telah sangat meremehkan kedua pemimpin sekte yang paling dihormati itu.
"Ciihh ... Beraninya kamu berkata demikian? Apakah kamu layak untuk mengeluarkan tantangan pada kakekku? Cukup aku saja yang melawanmu," ujar Zi Nan dengan nada mencibir.
"Hehe ... Percayalah, kau bukan lawanku!" Ling Tian hanya tertawa kecil menanggapi perkataan Zi Nan.
"Sombong!" seru Zi Nan keras dan hendak menyerang Ling Tian. Namun, seketika itu juga tubuhnya tidak bisa bergerak dan terdiam seperti patung di tempatnya.
"Apakah kamu kini percaya?" tanya Ling Tian dengan nada bercanda sembari mengangkat kedua bahunya.
Para murid di sekitar Zi Nan tidak ada yang mengerti dengan maksud ucapan Ling Tian. Mereka hanya melihat Zi Nan tidak segera menyerang Ling Tian dan terus berdiri diam di tempatnya tanpa melakukan apa-apa. Bahkan Zi Nan tidak bisa menjawab pertanyaan Ling Tian.
Para tetua yang menyaksikan hal itu segera tahu bahwa Ling Tian telah menggunakan energi Qi-nya untuk mengunci pergerakan Zi Nan. Mengetahui hal tersebut, salah seorang tetua langsung menghilang dari tempatnya dan bergegas menyerang Ling Tian dari arah belakang.
Akan tetapi, ketika tetua itu sudah berjarak sekitar satu meter dari Ling Tian, tubuhnya langsung terpental jauh dan memutahkan seteguk darah segar dari mulutnya.
Mata semua orang yang menyaksikan kejadian tersebut terbelalak seolah-olah akan melompat keluar. Tanpa bergerak, Ling Tian telah membuat seorang tetua yang tingkat kultivasinya berada di tahap ketiga Bintang Langit itu terpental.
Ling Tian pun segera menghilangkan energi Qi yang mengekang pergerakan Zi Nan, sehingga Zi Nan bisa kembali bergerak secara bebas. Tapi sekarang, Zi Nan hanya terdiam seperti seekor kucing kebasahan dan tidak berani lagi untuk berbicara.
Melihat hal ini, kedua pemimpin sekte tersebut saling berpandangan, kemudian menghela napas panjang secara bersamaan.
__ADS_1
"Hmmm ... Baiklah. Kami berdua akan menyerangmu sekaligus. Siapa di antara kami yang terlebih dahulu membuat dirimu terluka, maka dialah pemenangnya." Pemimpin Sekte Pedang Angin Selatan akhirnya menyetujui ide Ling Tian.
"Bagaimana kalau kita bertarung tanpa menggunakan energi Qi dan hanya menggunakan teknik bela diri saja? Sebab, tempat ini akan hancur porak-poranda jika kita menggunakan energi Qi. Aku juga ingin mencoba merasakan keganasan dari teknik pedang yang diturunkan oleh Guru kalian itu." Ling Tian menyarankan pada kedua pemimpin sekte tersebut.
"Yah ... Aku setuju! Bagaimana dengan dirimu, Zi Tua?" tanya Pemimpin Sekte Pedang Awan.
"Aku pun sama denganmu, Chao Tua!" jawab Pemimpin Sekte Pedang Angin Selatan tegas.
"Hei, Zi Tua! Tidak bisakah kamu berhenti untuk mengikuti pendapatku? Mengapa kamu tidak memiliki pemikiran yang kreatif? Mungkin kamu bisa berpura-pura bertindak untuk menolak, atau apa pun itu asalkan berbeda dengan pendapatku," ujar Pemimpin Pedang Awan dengan tidak senang.
"Kamu yang tidak kreatif, Chao Tua! Seluruh keluargamu juga tidak kreatif! Bagaimana mungkin aku harus berpura-pura menolak saran Ling Tian, sementara hatiku mengatakan setuju?" Pemimpin Sekte Pedang Angin Selatan berteriak marah.
"Ooh, benarkah? Kalau begitu, apakah kamu juga setuju untuk bertarung melawanku sekarang?" kata Pemimpin Sekte Pedang Awan dengan suara yang juga meninggi, seraya mengeluar pedang dari Cincin Ruangnya.
"Tentu saja aku setuju! Hanya anak kecil saja yang takut dengan gertakan pria tua jelek sepertimu," balas Pemimpin Sekte Pedang Angin Selatan sambil mengeluarkan pedangnya juga.
Kedua pemimpin sekte tersebut langsung berhenti saat mendengar ucapan Ling Tian.
"Hmmm ... Baiklah, Zi Tua! Mari kita lihat siapa yang terbaik di antara kita berdua. Bukalah matamu lebar-lebar dan lihatlah! Aku yang akan terlebih dahulu membuat Ling Tian terluka," ucap Pemimpin Sekte Pedang Awan dengan percaya diri.
"Hmph! Belum dapat dipastikan siapa yang akan lebih dulu melukai Ling Tian. Tapi satu hal yang aku tahu, bahwa teknik pedangku lebih kuat darimu," balas Pemimpin Sekte Pedang Angin Selatan sambil mendengus.
Sebelum keduanya akan bertengkar lagi, Ling Tian segera berseru, "Mari kita mulai!"
"Kalau begitu, aku akan mulai terlebih dahulu," kata Pemimpin Sekte Pedang Awan yang langsung melesat dan menebaskan pedangnya ke arah Ling Tian.
__ADS_1
"Huuhh ... Kamu berniat mengambil kesempatan untuk menjadi orang pertama yang memberikan luka terhadap Ling Tian. Apakah kamu berpikir bahwa aku bodoh, Chao Tua?" Pemimpin Sekte Pedang Angin Selatan pun bergegas ikut menyerang Ling Tian.
Pedang di tangan kedua pemimpin sekte tersebut menerjang dengan ganas ke arah tubuh Ling Tian. Gerakan mereka sangat cepat dan sangat kuat, hingga terdengar bunyi deru angin yang cukup keras di sekitarnya.
Mendapat serangan yang sangat sengit seperti itu, Ling Tian pun tak tinggal diam. Dengan gerakan yang sangat cepat pula, ia menghindari semua serangan yang datang kepadanya.
Pertarungan tersebut murni hanya menggunakan kekuatan tubuh, kecepatan pergerakan dan teknik bela diri mereka masing-masing tanpa menggunakan energi Qi.
Kedua pemimpin sekte yang memiliki sifat eksentrik itu, terus meningkatkan intensitas serangan mereka pada Ling Tian. Mereka berdua seperti sedang berlomba untuk menjadi orang yang pertama kali membuat Ling Tian terluka.
Walau sudah beberapa menit berlalu, belum ada di antara mereka yang dapat melukai Ling Tian. Bahkan untuk menyentuh sehelai kain pada pakaian Ling Tian tak bisa mereka lakukan.
"Aaiihh ... Jika serangan kalian hanya seperti ini, berarti teknik yang diajarkan oleh Guru kalian itu masih banyak kekurangannya," gerutu Ling Tian di sela-sela pertarungan, kemudian melanjutkan, "Apakah tidak ada jurus pamungkas pada teknik pedang kalian itu?"
Mendengar keluhan Ling Tian tersebut, Pemimpin Sekte Pedang Awan segera menanggapinya, "Baiklah! Aku takkan bermain-main lagi. Terimalah serangan pamungkas dari Teknik Pedang Awan milikku ini!"
"Kalau begitu, aku juga takkan menahan lagi. Ini adalah Teknik Pedang Angin yang telah aku sempurnakan," ujar Pemimpin Sekte Pedang Angin Selatan yang tak mau kalah juga dari Pemimpin Sekte Pedang Awan.
Kecepatan pergerakan keduanya menjadi lebih cepat dari yang sebelumnya. Begitu pula dengan kecepatan dari serangan yang mereka lepaskan.
Untuk mengimbangi pergerakan yang sangat cepat dari kedua pemimpin sekte itu, Ling Tian pun akhirnya menggunakan Teknik Langkah Dewa Naga miliknya.
"Hmmm ... Teknik pedang kalian memang terbilang sangat cepat dan kuat. Akan tetapi, masih terdapat banyak kekurangan di dalamnya," ucap Ling Tian sambil terus bergerak menghindari setiap serangan yang tertuju padanya.
Beberapa menit lagi berlalu, namun kedua pemimpin sekte tersebut belum bisa melukai Ling Tian sedikit pun.
__ADS_1
Setelah mengetahui bahwa serangan mereka tak membuahkan hasil dan tampak sia-sia saja, kedua pemimpin sekte itu pun mundur secara bersamaan.
"Hehehe ... Kedua Kakek Tua! Menurut penilaianku, sepertinya kekuatan kalian berdua seimbang karena tidak ada di antara kalian yang bisa melukaiku." Ling Tian tertawa lirih seraya mengangkat bahunya.