Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 30. Masa Lalu Zhang Xuan


__ADS_3

"Siapa kamu..? Menyingkir dari sini..! Ini bukan urusanmu." Seorang pria paruh baya berpakaian hitam berteriak kepada Ling Tian.


"Kamu tidak perlu tahu siapa aku..! Yang ingin aku tahu, mengapa kamu memukulnya..?"


"Hahahaha.. anak nakal sepertimu berani bersifat arogan di depanku..! Apakah kamu tidak sayang terhadap nyawamu..?" Kata pria itu lagi sambil mentertawakan Ling Tian.


"Aku paling benci jika di ancam..! Aku akan memberikan waktu kepadamu selama 3 nafas. Jika kamu tidak menjawab pertanyaanku, aku akan mengantarkanmu melihat Dewa Kematian."


"Hahahaha.. aku ingin melihat apa yang bisa kamu perbuat."


"SATU.."


"Tak perlu menghitung lagi, kesinilah..!"


"DUA.."


"Hitunglah sepuasmu, setelah itu aku akan membunuh kalian berdua..! Hahahaha.."


"MATI.."


Setelah selesai mengatakan itu, Ling Tian melambaikan tangannya ke arah pria tersebut.


"BOOM"


Tubuh pria paruh baya itu langsung meledak seperti daging cingcang. Kabut darah bertebaran di tempat pria itu berdiri.


"Huuuhhh.. Aku telah memberimu kesempatan, tapi kamu tidak mau menerimanya." Kata Ling Tian sambil mengangkat bahunya.


Wajah orang-orang yang keluar untuk melihat pertunjukan itu seketika berubah pucat. Seorang pemuda berusia sekitar 16-17 tahun membunuh seorang kultivator tahap ketujuh Bintang Emas seperti membunuh seekor Semut. Dalam pikiran semua orang, hanya ada satu kata yang pantas di tujukan untuk Ling Tian.. "MONSTER"


Mereka dengan cepat kembali memasuki ruangan masing-masing karena takut akan terlibat dengan masalah tersebut, apalagi harus terlibat dengan Monster seperti Ling Tian.


Sedangkan untuk Ling Han yang telah berada di samping Ling Tian, langsung muntah melihat semua itu. Dia segera berbalik untuk membelakangi tubuh yang telah hancur tersebut.


Dia baru pertama kali melihat Ling Tian membunuh, dan tubuh orang yang di bunuhnya berubah menjadi seperti bubur daging.

__ADS_1


Lin Yue hanya tetap berdiri diam di samping Ling Tian. Dia telah terbiasa melihat sepak terjang dari Monster itu.


"Apa yang sebenarnya terjadi Paman Zhang..? Mengapa orang tersebut akan membunuhmu..?" Ling Tian membantu Zhang Xuan berdiri setelah tahu bahwa lukanya telah sembuh.


Inilah perbedaan dari Pil Penyembuh buatan Ling Tian dengan Pil Penyembuh yang di jual di pasaran.


Zhang Xuan kemudian mulai menceritakannya kepada Ling Tian.


"Dia adalah Kakak seperguruanku, namanya He Jun. Kami berasal dari sekte yang sama di Ibukota Kekaisaran yaitu Sekte Gelap Malam. Dia juga anak dari pemimpin Sekte."


"Sebenarnya, murid langsung pemimpin sekte ada 3 orang dan salah satunya adalah wanita yaitu Zhi Lan. Kami bertiga selalu berlatih bersama dan tidak pernah berpisah saat melakukan misi dari Sekte."


"Itu semua berawal dari 15 tahun yang lalu.. He Jun jatuh cinta kepada Zhi Lan, tetapi Zhi Lan hanya mencintaiku. He Jun tidak bisa menerimanya. Dia mencoba membunuhku tapi Zhi Lan menghalanginya hingga akhirnya membuat Zhi Lan terbunuh."


"Kami berdua pun bertarung.. Aku kalah dan terluka sangat parah. Aku segera melarikan diri dan bersembunyi. Dia terus mencariku tapi tidak menemukanku. Karena kemarahannya, dia membantai seluruh keluargaku."


"Saat keluar dari tempat persembunyian, aku mendengar semua itu. Aku sangat marah tetapi tidak bisa melakukan apa-apa karena lukaku semakin parah, dan akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkan Sekte sejauh mungkin hingga akhirnya aku sampai di kota ini."


"Aku membangun rumah makan ini dan mencoba mengobati lukaku dengan uang yang tersisa. Setelah 5 tahun, akhirnya semua lukaku bisa sembuh. Aku mulai berkultivasi kembali tetapi kultivasiku telah tertinggal jauh dari He Jun."


"Sekte Gelap Malam mungkin ke kota ini karena ingin mengikuti Turnamen. He Jun datang ke rumah makan ini karena ingin mencoba daging dari Binatang Roh tingkat 3. Saat aku berjalan untuk menyambut para tamu, dia melihatku dan langsung menyerangku."


"Tidak perlu seperti itu Paman Zhang, aku telah menganggapmu seperti keluargaku sendiri. Tenanglah..! Selama aku di sini, semuanya akan baik-baik saja. Jika pemimpin sekte Gelap Malam akan membalas kematian anaknya, aku juga akan menghancurkannya."


Zhang Xuan sangat bersyukur telah mengenal seseorang seperti Ling Tian, semua keberhasilan yang di capai oleh rumah makannya ini juga berkat Ling Tian. Hari ini dia hampir terbunuh.. Jika Ling Tian tidak berada di sini, mungkin saat ini dia telah bertemu dengan Dewa Kematian.


"Baiklah Paman Zhang..! Tidak perlu memikirkannya lagi, yang terpenting adalah apakah stok Binatang Roh tingkat 3 masih banyak..?"


"Masih ada beberapa lagi Tuan Muda Ling. Jika rumah makan ini ramai terus seperti ini, mungkin stok kita hanya sampai sebulan lagi."


"Baguslah Paman Zhang, masalah Binatang Roh tingkat 3, biar jadi urusanku."


"Ooo iya.. Paman Zhang, perkenalkan ini Kakakku namanya Ling Han." Ling Tian menunjuk ke arah Ling Han yang baru selesai muntah tetapi masih tetap jongkok di tanah.


"Salam kenal Tuan Muda Ling Han."

__ADS_1


Ling Han tidak menjawab Zhang Xuan, dia hanya mengangkat tangannya karena masih merasakan mual.


"Baiklah Tuan Muda Ling.. Aku akan pergi memanggil beberapa orang untuk membersihkan sisa-sisa dari tubuh He Jun." Zhang Xuan segera pergi meninggalkan mereka bertiga.


Mendengar perkataan Zhang Xuan, Ling Han langsung muntah kembali. Ling Tian hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Kakaknya itu.


**


Ibukota Kekaisaran, kediaman Sekte Gelap Malam..


"Ayah.. Ayah..!"


Seorang pria paruh baya berlari memasuki sebuah ruangan yang sangat luas, itu adalah ruangan pribadi pemimpin Sekte Gelap Malam.


"Mengapa kamu berteriak seperti anak kecil yang kehilangan permennya..? Apakah aku tidak pernah mengajarkanmu tata krama hingga membuatmu bebas bertindak seperti itu..?" Suara seorang pria tua terdengar sangat marah. Dia adalah He Jing, pemimpin sekte Gelap Malam.


"Aku tidak akan pernah melakukannya jika tidak ada sesuatu yang sangat penting untuk di laporkan kepada Ayah."


"Segera katakan..!" Kata He Jing dengan nada ketus.


"Mutiara Jiwa adikku He Jun telah padam, dia mungkin telah terbunuh di kota Bulan Biru saat membawa para jenius Sekte kita untuk mengikuti Turnamen."


Setiap anggota Sekte tingkat menengah seperti Sekte Gelap Malam, di wajibkan memasukkan kekuatan jiwanya ke dalam Mutiara Jiwa yang berfungsi untuk mendeteksi keadaan dari setiap anggotanya melalui Mutiara Jiwa tersebut.


"Apaaaaa..! Siapa yang berani melakukannya..?" He Jing berteriak karena terkejut dan sangat marah.


"Aku tidak tahu siapa yang membunuhnya..! Mungkinkah He Jun telah menyinggung seorang kultivator yang kuat di kota Bulan Biru..?"


"He Mang..! Segera siapkan kendaraanku, aku akan segera ke kota Bulan Biru." Kata He Jing dengan gigi bergeretak dan tinju yang terkepal erat.


"Baiklah Ayah..! Aku juga akan mengikutimu." He Mang segera berlari untuk menyiapkan kendaraan Ayahnya.


Kendaraan pribadi pemimpin sekte Gelap Malam adalah seekor Binatang Roh Tingkat 3 yaitu Bangau Air yang kultivasinya pada tahap keenam Bintang Emas, dan kecepatan terbangnya juga sangat cepat tetapi itu masih sangat jauh dari kecepatan Xiaohai.


Beberapa saat kemudian, mereka berdua telah melesat ke langit dengan Bangau Air menuju ke arah kota Bulan Biru.

__ADS_1


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


__ADS_2