
Tatapan kagum dan takjub dari semua kultivator yang berada di dalam Formasi Pertahanan kota itu, semuanya kini tertuju pada Ling Tian yang berdiri seorang diri di atas udara.
"Sangat kuat! Dengan usianya yang masih sangat muda, dia sudah memiliki kekuatan seperti itu dan bahkan telah melampaui tingkat kultivasi para kultivator tua seperti kita ini."
"Aku merasa telah menyia-nyiakan kehidupanku untuk berkultivasi, setelah melihat kemampuan yang di tampilkan oleh pemuda itu."
"Huuhh... Sepertinya, era baru akan segera di mulai bersamaan dengan kemunculan anak muda tersebut."
"Aahh! Mungkin sudah saatnya aku harus lebih memperhatikan keluargaku, daripada terus berkultivasi meningkatkan kekuatanku yang hanya membuat mereka merasa terabaikan."
"Hmmm... Aku juga akan melakukan hal sama. Ini bukan lagi zaman para jenius seperti kita. Dengan kemunculan pemuda itu, mungkin era ini akan disebut sebagai era para Monster seperti dirinya."
"Aku tiba-tiba merindukan keluargaku yang telah lama aku tinggalkan demi mengejar kekuatan, dan akhirnya semua menjadi sia-sia di hadapan Monster ini."
Para kultivator yang melihat langsung pertarungan Ling Tian dan Dong Fang tersebut, mulai berkomentar dan mengeluh.
Ling Tian yang dapat mendengar semua percakapan mereka dengan sangat jelas, hanya bisa tersenyum canggung. Lalu dia pun menghilang dari tempatnya dan langsung muncul di kediamannya.
"Terima kasih, Tuan Ling! Jika bukan karena bantuanmu, mungkin aku dan keluargaku telah di bunuh oleh Dong Fang." Wu Dunrui berkata ketika melihat kedatangan Ling Tian, sambil membungkuk memberi hormat ke arahnya.
Xiu Rong dan Wu Lihua pun segera ikut membungkuk ke arah Ling Tian juga.
"Benar 'kan apa yang aku katakan sebelumnya, Bibi? Guruku itu memang pantas dijuluki sebagai Monster." Ucap Xiao Jun setengah berbisik pada Xiu Rong, kemudian segera bergegas menuju ke arah Ling Tian.
"Hehehe... Tak perlu sungkan, Paman!Kultivator seperti Dong Fang yang menggunakan teknik iblis tersebut, memang sudah sepantasnya untuk mati." Ling Tian berkata pelan sambil tertawa lirih.
"Jika kita membiarkannya hidup, itu juga akan sangat membahayakan orang lain." Lanjut Ling Tian lagi.
"Tuan Ling! Aku juga ingin berterima kasih padamu karena telah menyelamatkan aku dari pengaruh teknik iblis pria berpakaian hitam tadi."
"Jika kamu masih mencari seorang murid lagi, aku sangat ingin menjadi muridmu dan bersedia mengikuti ke mana pun engkau pergi."
Wu Lihua yang sedari tadi terus berada di samping Xiu Rong, bergegas maju dan menangkupkan tangannya lalu membungkuk memberi hormat sekali lagi kepada Ling Tian.
"Aaiihh... Anak nakal ini. Maafkan atas kelancangan dan ketidaksopanan putri kami, Tuan Ling!" Xiu Rong dengan cepat meminta maaf kepada Ling Tian setelah melihat tingkah Wu Lihua tersebut.
Ling Tian tidak segera menjawab perkataan mereka itu. Namun, matanya memandang beberapa kali ke arah Wu Lihua dan Xiao Jun.
__ADS_1
Kemudian Ling Tian terdiam sejenak selama beberapa saat, lalu akhirnya dia pun secara perlahan mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Yaah... Baiklah! Mungkin itu adalah hal yang baik bagi Xiao Jun agar memiliki teman untuk berlatih dengannya."
"Tapi, untuk menjadi muridku akan sangat sulit. Kamu akan mengalami siksaan yang mungkin belum pernah kamu alami sebelumnya."
"Jika kamu merasa tidak sanggup melakukannya, mending kamu menyerah dari sekarang dan jangan pernah berpikir untuk menjadi muridku."
Meskipun Ling Tian berkata sambil tersenyum, namun nada bicaranya terdengar sangat serius.
"Aku benar-benar ingin menjadi muridmu! Apapun siksaan yang akan aku jalani nanti, itu tidak akan menggoyahkan pendirianku."
"Aku, Wu Lihua! Memberi hormat kepada Guru!"
Setelah mengatakan hal tersebut, Wu Lihua pun langsung berlutut di depan Ling Tian, lalu bersujud sebanyak tiga kali kepadanya.
"Hehehe... Jun! Sekarang kamu telah mempunyai adik seperguruan. Dan kini, kamu juga tidak akan berlatih seorang diri lagi." Ling Tian tertawa pelan sambil melambaikan tangannya untuk mengangkat tubuh Wu Lihua yang masih berlutut di tanah, dengan menggunakan energi Qi-nya.
"Hahaha... Ini akan sangat menyenangkan, Guru!" Xiao Jun tertawa gembira.
"Terima kasih, Tuan Ling! Karena sudah mau menjadi Guru dari putri kami yang nakal ini." Ujar Wu Dunrui dengan nada senang dan bersemangat.
"Hehehe... Apakah masih pantas bagiku untuk mengikuti acara turnamen itu? Mungkin hal tersebut sangat bagus bagi Jun dan Lihua untuk menguji kemampuan mereka."
"Dan... Paman serta Bibi jangan memanggilku sebagai Tuan Ling lagi. Aku kini telah menjadi Guru dari Lihua. Mungkin sebaiknya kalian memanggil namaku saja karena aku masih sangat muda, dan umurku juga tidak terlalu jauh dari Lihua."
"Aahh! Kami tidak akan berani memanggil namamu secara langsung. Meskipun usiamu masih sangat muda, tetapi bagiku yang juga seorang Master Formasi, kamu sudah seperti seorang senior di mataku." Wu Dunrui berkata dengan nada sedikit panik.
"Hmmm... Bagaimana jika kami memanggilmu sebagai Tuan Muda Ling saja?" Tanya Xiu Rong pelan.
"Aaiihh... Terserah kalianlah mau memanggilku apapun, asalkan jangan menyebutku sebagai Tuan Ling lagi."
"Jun! Apakah kamu ingin mengikuti turnamen beladiri tersebut? Hal itu sangat bagus bagimu dan akan menambah pengalaman bertarungmu." Ling Tian menoleh dan bertanya pada Xiao Jun.
"Aku ingin mencobanya, Guru! Tapi Jika aku kalah, jangan memarahi dan menghukumku karena telah mempermalukan dirimu yang sebagai Guruku." Jawab Xiao Jun dengan nada canggung.
"Hmmm... Nanti aku akan memikirkan apa yang harus aku lakukan padamu jika ada yang berhasil mengalahkanmu." Ling Tian tersenyum dengan sinis.
__ADS_1
Melihat hal tersebut, Xiao Jun dengan cepat berkata, "Aahh, Guru! Aku hanya bercanda saja. Sebenarnya aku tidak menyukai acara turnamen seperti itu."
"Dari matamu, aku bisa melihat bahwa kamu sangat ingin mengikuti turnamen beladiri tersebut. Jika kamu takut kalah, kamu tidak layak lagi menjadi muridku." Ucap Ling Tian tegas.
"Pernahkah kamu melihat aku takut saat menghadapi musuh-musuhku dalam pertempuran hidup dan mati?"
"Ma-maaf, Guru! Baiklah, aku akan mengikuti turnamen beladiri itu dan berusaha keras untuk memenangkan setiap pertarunganku." Jawab Xiao Jun terbata.
"Nah! Seperti itu lebih baik. Bila kamu kalah, kamu juga harus berani menanggung konsekuensi dari hukuman yang akan aku berikan padamu."
"Hmmm... Untuk Lihua, mulai besok aku akan melatihmu. Namun, aku mungkin akan sedikit merepotkan Bibi untuk membantuku." Ucap Ling Tian sambil menoleh ke arah Xiu Rong.
Ling Tian kemudian menjelaskan semua kepada Xiu Rong agar membantunya untuk merendam tubuh Wu Lihua di dalam bak mandi dan menuangkan beberapa tetes Susu Stalaktit ke dalamnya.
Wu Dunrui dan Xiu Rong sangat terkejut ketika mendengarkan penjelasan Ling Tian tersebut. Mereka juga terkesima dengan khasiat dan efek dari Susu Stalaktit.
Walaupun keduanya termasuk kultivator tingkat tinggi, namun selama ini mereka belum pernah melihat dan mengetahui apa yang disebut dengan Susu Stalaktit itu.
"Hmmm... Kalian kembalilah terlebih dahulu untuk menyiapkan segalanya. Lihua juga harus beristirahat sebelum melakukan proses penempaan seluruh tulangnya besok."
"Baiklah, Tuan Muda Ling!" Wu Dunrui dan Xiu Rong pun pamit untuk kembali ke kediaman mereka.
"Baik, Guru!" Wu Lihua membungkuk memberi hormat, lalu segera bergegas mengikuti Ayah dan Ibunya.
Setelah kepergian mereka bertiga, Ling Tian berbalik ke arah Xiao Jun dan berkata dengan santai, "Jun! Mulailah berlatih lagi. Mungkin dalam turnamen nanti, kamu akan menemukan lawan yang lebih kuat darimu."
"Siap, Guru!"
Sesudah mengatakan hal itu, Xiao Jun segera mulai berlatih menyempurnakan teknik bermain pedangnya.
Sedangkan untuk Xiaohai yang sedari tadi berada tidak jauh dari mereka semua, hanya berbaring santai di lantai sambil memainkan batu cermin di tangannya, seolah tidak mempedulikan apa yang di lakukan oleh Ling Tian dan yang lainnya.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.
__ADS_1
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.