
Kaisar Qing menatap lekat-lekat pada Ling Tian sambil mengernyitkan alisnya. Kata-kata Ling Tian yang mengatakan 'Sungguh sial orang tua yang melahirkan anak tak tahu diri' itulah yang membuat Kaisar Qing bertingkah demikian.
Sebab, orang yang baru saja ditegur dan dimarahi oleh Ling Tian adalah Pangeran pertama Kekaisaran Qing, yang juga adalah kakak dari Kaisar Qing sendiri, yaitu Pangeran Qing Yi. Meski bukan saudara kandung dari Kaisar Qing, akan tetapi Pangeran Qing Yi juga adalah keturunan Kaisar sebelumnya yang merupakan ayah Kaisar Qing.
Itu sama saja dengan mengatakan bahwa ayah Kaisar Qing telah sial karena telah menghasilkan anak seperti Pangeran Qing Yi dan itu juga merupakan sebuah kutukan yang secara tak langsung ditujukan pada Kaisar sebelumnya.
"Apakah ayahku benar-benar telah sial?" tanya Kaisar Qing dalam hati.
Kaisar Qing sebenarnya sangat tahu dengan sikap Pangeran Qing Yi yang selalu bertindak arogan. Bahkan Kaisar Qing tahu bahwa Pangeran Qing Yi sangat iri kepadanya karena dialah yang dipilih oleh Kaisar sebelumnya untuk meneruskan takhta dan menjadi Kaisar yang sekarang.
"Yang Mulia! Izinkan aku untuk memberikan sedikit pelajaran pada pemuda kurang ajar ini agar dia tahu tempatnya. Dia nanti akan menjadi menantu Yang Mulia. Tapi sebelum itu, dia harus diberi pelajaran agar tahu sopan santun ketika berbicara dengan orang yang lebih tua darinya." Seorang pemuda berusia 32-33 tahun berdiri dan berbicara pada Kaisar Qing.
Pemuda tersebut adalah putra dari Pangeran Qing Yi. Ia berkata seperti itu karena tidak terima jika ayahnya ditegur dan dimarahi oleh Ling Tian yang statusnya hanya orang biasa saja. Sebab, menurutnya hanya Kaisar Qing yang bisa menegur dan memarahi ayahnya jika melakukan kesalahan. Sedangkan untuk Ling Tian, itu sangat tidak pantas melakukan hal tersebut pada ayahnya.
Sebelum Kaisar Qing menjawab, Ling Tian sudah terlebih dahulu menyela, "Kurang ajar? Siapa yang kurang ajar? Bukankah yang aku katakan semuanya benar! Di mana aku bersikap kurang ajar? Coba jelaskan padaku!"
Pemuda tersebut berbalik menatap Ling Tian dan berkata dengan nada mencibir, "Siapa kamu? Beraninya kamu berbicara begitu kepadanya. Tahukah kamu siapa dia? Sebelum kamu berbicara kasar, perhatikan dulu baik-baik di mana tempatmu berada saat ini."
"Ooh ... Sangat kebetulan kalau begitu! Sebab, aku juga ingin tahu siapa pria tidak punya sopan santun itu yang berani berteriak keras di depan Yang Mulia Kaisar!?" balas Ling Tian santai sambil mengangkat bahunya.
"Kamu ...." Pemuda tersebut mengencangkan rahang menahan emosinya yang akan meledak karena sekali lagi ia mendengar Ling Tian mengatakan ayahnya pria yang tak punya sopan santun. Kemudian berkata lagi, "Dia adalah ayahku, yaitu Pangeran Pertama Kekaisaran Qing, Pangeran Qing Yi yang juga kakak Yang Mulia Kaisar! Jadi, sekarang kamu tahu di mana letak kesalahanmu. Yang boleh menegur dan memarahi ayahku hanyalah Yang Mulia Kaisar."
"Ooh ... Jadi, dia adalah ayahmu?! Pantas saja ...." ucap Ling Tian seraya mengangguk-anggukkan kepalanya dan tidak melanjutkan kalimatnya.
"Pantas saja apa? Karena kamu sudah mengetahui letak kesalahanmu, maka segeralah berlutut dan memohon ampun kepada Yang Mulia Kaisar. Jika tidak, jangan salahkan aku bersikap kasar dan memberikan pelajaran kepadamu."
"Hehehe ... Maksudku, pantas saja sifatmu sama dengan pria itu. Ternyata dia adalah ayahmu," jawab Ling Tian sambil tertawa lirih.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Tian, hampir saja Putri Qing Ruan tertawa cekikikan. Tapi dengan cepat pula dia menahannya, kemudian membatin, "Pemuda yang menarik! Dia berani berkata begitu terhadap Paman dan juga sepupu Qing Nan, seakan ia tak takut sedikit pun terhadap mereka berdua meski telah mengetahui statusnya."
"Berhentilah! Mari kita tidak memperpanjang lagi masalah ini," ucap Kaisar Qing dengan nada tegas.
"Baik, Yang Mulia!" ujar pemuda yang bernama Qing Nan tersebut, lalu berbalik memelototkan matanya kepada Ling Tian, kemudian duduk kembali di kursinya.
Ling Tian hanya tersenyum kecil ke arahnya, lalu memandang ke arah Kaisar Qing dengan tatapan tenang, seolah-olah tidak terjadi apa-apa di dalam aula itu.
"Hmmm ... Seperti yang aku janjikan sebelumnya, bahwa siapa pun yang bisa mengalahkan putriku di dalam kompetisi, maka aku akan menikahkan dengannya. Aku juga akan memberikan Buah Roh Langit Ungu sebagai hadiah pemenang kompetisi," kata Kaisar Qing, lalu mengeluarkan sebuah kotak kayu dari Cincin Ruangnya.
__ADS_1
Pria tua yang merupakan pengawal pribadi Kaisar Qing segera mengambil kotak kayu tersebut dan berjalan ke arah Ling Tian.
Dengan indra spiritualnya, Ling Tian dapat melihat bahwa kotak kayu itu memiliki Formasi Pelindung di sekitarnya dan di dalamnya benar-benar Buah Roh Langit Ungu.
Jika tak ada seorang pun di dalam aula tersebut, mungkin Ling Tian akan melompat-lompat kegirangan karena mendapatkan apa yang dicarinya, yaitu sesuatu yang sangat penting dan dapat meningkatkan kultivasinya untuk menerobos ke tahap Bintang Langit.
Sang pria tua menyerahkan kotak kayu tersebut kepada Ling Tian, lalu berkata pelan, "Di sekitar kotak ini memiliki Formasi Pelindung yang sangat kuat. Bila sekarang kamu ingin mengambil Buah Roh Langit Ungu yang ada di dalamnya, maka aku akan menghapus Formasi Pelindung-nya untukmu."
"Terima kasih! Tapi itu tidak perlu." Ling Tian tersenyum gembira dan segera mengambil kotak kayu dari tangan pria tua tersebut, kemudian langsung memasukkan ke dalam Cincin Ruangnya.
Sang pria tua sedikit tersentak mendengar ucapan Ling Tian. Bahkan wajah Kaisar Qing menunjukkan sedikit keterkejutannya. Sebab, Formasi Pelindung yang terdapat pada kotak kayu itu adalah formasi yang sangat kuat bernama Formasi Tujuh Kunci. Hanya seorang Master Formasi tingkat delapan yang dapat membukanya.
Kaisar Qing sendiri yang bukan seorang Master Formasi tidak akan bisa membuka kotak kayu tersebut. Tapi dengan kekuatannya yang berada di tahap pertama Bintang Langit, dia akan dapat menghancurkan Formasi Tujuh Kunci itu. Namun, kotak kayu juga akan hancur bersama dengan Buah Roh Langit Ungu yang ada di dalamnya.
"Hmmm ... Baiklah! Karena tingkat kultivasimu juga belum hendak memasuki tahap Bintang Langit, maka kamu juga belum akan menggunakan Buah Roh Langit Ungu. Bila suatu saat kamu ingin membuka kotak kayu itu, hubungi saja aku! Aku akan membukakannya untukmu," ucap pria tua tersebut, lalu berjalan kembali ke sisi Kaisar Qing.
"Mmm!" Ling Tian hanya mengangguk pelan untuk menanggapinya dan tidak mengatakan apa-apa lagi untuk menjelaskan yang sebenarnya. Karena jika mereka tahu bahwa Formasi Tujuh Kunci itu hanyalah seperti mainan anak-anak bagi Ling Tian, maka mungkin pria tua tersebut yang juga adalah seorang Master Formasi tingkat delapan, akan langsung berlutut kepadanya.
"Baiklah! Karena hadiah pemenang kompetisi telah aku berikan, maka sekarang kita akan membicarakan tentang pernikahanmu bersama putriku. Pertama-tama aku akan ...."
"Aku mohon maaf, Yang Mulia Kaisar! Aku tidak bisa menikah dengan Tuan Putri," Sebelum Kaisar Qing melanjutkan kalimatnya, Ling Tian sudah terlebih dahulu menyelanya.
Tubuh Putri Qing Ruan bergetar saat mendengar perkataan Ling Tian yang seolah mengatakan bahwa dirinya tidak pantas untuk menjadi istri Ling Tian. Pantas saja sebelumnya Ling Tian menampilkan wajah masam ketika acara kompetisi telah usai.
Wajah Kaisar Qing seketika langsung berubah cemberut. Sementara untuk semua orang yang berada di dalam aula istana itu, menatap ke arah Ling Tian dengan tatapan membunuh.
Sedangkan untuk Qing Nan, seringai jahat muncul di wajahnya dan berharap semua orang segera bergerak untuk membunuh Ling Tian. Hatinya kini dipenuhi dengan dendam terhadap Ling Tian karena telah berani menghina ayahnya dan juga dirinya.
Ling Tian hanya bisa tersenyum kecut merasakan kemarahan dari semua orang yang tertuju padanya. Bahkan Ling Tian melihat pria tua yang merupakan pengawal pribadi Kaisar Qing tersebut telah bersiap-siap untuk menyerangnya.
Kaisar Qing mengangkat tangannya memberi tanda kepada pria tua itu untuk tenang, kemudian berkata, "Mari kita dengarkan alasannya!"
Setelah Kaisar Qing selesai berbicara, semua orang sekarang menunggu apa yang akan dikatakan oleh Ling Tian. Putri Qing Ruan juga menatap lekat-lekat pada Ling Tian, ingin mendengar penjelasannya.
Ling Tian menghela napas panjang, lalu berkata, "Yang Mulia Kaisar! Bukannya aku tidak ingin menikah dengan Tuan Putri. Hanya orang bodoh yang tidak ingin menikah dengan wanita yang dijuluki sebagai kecantikan nomor satu di Benua Persimpangan Langit. Hanya saja, aku sebenarnya telah memiliki istri dan bahkan jumlahnya ada tiga orang."
"Apa?!"
__ADS_1
Semua orang sangat terkejut dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Ling Tian. Mereka memandang Ling Tian dengan saksama untuk mencari tahu apakah ada kebohongan yang tersirat di wajahnya.
"Ciihh! Jika kamu ingin menolak pernikahan ini, katakan saja dengan jujur. Tak perlu berdalih dengan alasan yang seperti itu. Dengan usiamu yang masih sangat muda, siapa yang akan percaya bahwa kamu telah memiliki tiga istri. Bahkan mungkin satu saja kamu belum punya." Qing Nan berkata dengan nada mencibir. Dia berniat memanas-manasi keadaan di dalam aula tersebut agar semua orang menjadi semakin marah kepada Ling Tian.
Mendengar perkataan Qing Nan itu, Ling Tian menggeleng-gelengkan kepala pelan, lalu berjalan santai ke arahnya. Setelah sampai di depan Qing Nan, Ling Tian mengayunkan tangannya memberikan tamparan keras ke wajah Qing Nan.
Namun, tamparan yang diberikan oleh Ling Tian tidak mengandung energi Qi dan itu hanyalah tamparan biasa saja. Ling Tian cuma menggunakan energi Qi-nya untuk mengunci pergerakan Qing Nan.
PLAK
Bunyi tamparan tersebut menggema di dalam aula istana dan membuat semua orang yang mendengarnya tersentak kaget. Mereka tidak pernah berpikir bahwa Ling Tian akan melakukan hal itu.
"Apakah ini tempat dan waktumu untuk berbicara?" tanya Ling Tian sambil mengayunkan tangannya lagi.
PLAK
"Apakah ada hubungannya denganmu tentang pernikahanku ini?"
PLAK
"Mengapa kamu mencampuri urusan pernikahanku?"
PLAK
"Apakah ayahmu tak pernah mengajarkanmu untuk tidak mencampuri urusan orang lain.
PLAK
"Aahh ... Aku baru ingat, ternyata sifat ayah dan anak sama saja."
PLAK ... PLAK
Bunyi tamparan tersebut menggetarkan hati semua orang yang mendengarnya. Pipi mereka menjadi panas seolah-olah sedang terbakar dan seakan-akan mereka bisa merasakan sakitnya tamparan itu.
Ling Tian terus menampar wajah Qing Nan dengan keras. Setelah gigi Qing Nan telah rontok semua dan wajahnya juga telah babak belur mirip seperti kepala seekor b4bi, barulah Ling Tian berhenti dan kembali berdiri di tempatnya semula.
Ayah Qing Nan, yaitu Pangeran Qing Yi, tidak dapat berbuat apa-apa dan hanya bisa menggeretakkan gigi menahan amarahnya. Jika saja Kaisar Qing tidak ada di dalam aula tersebut, mungkin sedari tadi ia bergerak menyerang Ling Tian.
__ADS_1
Terlebih lagi, apa yang dikatakan oleh Ling Tian semuanya benar, bahwa pernikahannya memang sama sekali tidak ada hubungannya dengan Qing Nan. Dan juga, itu bukanlah tempat Qing Nan berbicara ketika Kaisar Qing dan Ling Tian sedang berunding.