
Waktu terus berputar, tanpa terasa sudah 2 jam berlalu. Proses pemurnian Ramuan Roh yang dilakukan oleh Yun Feilong juga telah selesai. Seluruh Ramuan Roh tersebut kini akhirnya berubah menjadi warna yang lebih cerah dari warna awalnya, meskipun masih ada beberapa titik hitam kecil yang terlihat menempel padanya.
Titik hitam ini jugalah yang menjadi penentu tingkat efektivitas dari sebuah pil. Jika saja Yun Feilong bisa menghilangkan semua titik hitam itu pada Ramuan Roh yang dimurnikannya, maka pil yang dibuatnya juga akan mendekati efektivitas 100%.
Tetapi karena proses pemurniannya masih menggunakan wadah kuali dan juga api yang hanya berasal dari Batu Semangat Api, maka hal itu pula yang membuat Yun Feilong tak bisa menghilangkan semua kotoran dan racun yang berada di dalam Ramuan Roh tersebut.
"Jatuhkanlah semuanya ke dalam kuali, lalu tutup dengan sangat rapat agar esensi dari Ramuan Rohnya tak menyebar keluar!" ujar Ling Tian dengan nada santai.
Yun Feilong segera mengikuti instruksi dari Ling Tian untuk menjatuhkan semua Ramuan Roh ke dalam kuali pil, kemudian langsung menutupnya dengan sangat rapat seraya tetap mempertahankan senyum di wajahnya.
Para Alkemis yang berada di dalam aula itu pun terus berfokus dan lebih meningkatkan lagi konsentrasinya masing-masing melalui indra spiritual mereka agar dapat memperhatikan proses mencairnya seluruh Ramuan Roh yang tertutup rapat di dalam kuali pil.
"Saudara Zhang, bawakanlah segelas teh kepada saudara Yun! Biarkan pikirannya menjadi sedikit lebih rileks sebelum melakukan proses pembentukan pilnya."
Perkataan Ling Tian tersebut seketika mengejutkan semua orang yang berada di tempat itu. Mereka pun segera menoleh ke arahnya dengan tatapan aneh dan penuh tanda tanya.
"Aaiihh... Jangan menatapku seperti itu! Lakukanlah apa yang aku katakan! Sebab, saudara Yun tak perlu lagi membuang-buang energi spiritualnya hanya untuk memperhatikan proses mencairnya Ramuan Roh tersebut."
"Hal ini juga tak akan menyebabkan kualinya meledak karena telah melalui proses pemurnian terlebih dahulu dan resepnya juga sudah tepat."
"Tunggulah selama 1 batang dupa hingga seluruh Ramuan Roh itu mencair dan kemudian lanjutkan dengan proses pembentukan pil."
"Aahh... Rupanya begitu! Baiklah, senior Ling." Zhang He langsung menghilang dari tempatnya dan kemudian muncul kembali dengan membawa segelas teh.
Melihat Yun Feilong meminum tehnya sambil tetap mempertahankan senyum di wajahnya yang keriput itu, membuat Ling Tian hampir tertawa lepas tapi dengan cepat ia segera menahannya. Dan juga, kini tampang Yun Feilong terlihat seperti orang gila yang senyam senyum sendiri di depan kuali pilnya.
Meskipun demikian, tak ada satu orang pun dari anggota Asosiasi Alkemis yang berani menertawakannya. Sebab, mereka semua terlalu serius memperhatikan apa yang terjadi pada proses mencairnya Ramuan Roh tersebut dengan menggunakan indra spiritual mereka masing-masing.
Setelah menunggu selama sejam lagi, Ling Tian pun akhirnya berkata pelan, "Bersiaplah! Proses pembentukan pil akan segera dimulai!"
Yun Feilong segera mengaktifkan indra spiritualnya lalu memusatkannya pada kuali pil sambil menunggu perintah selanjutnya dari Ling Tian.
"Buka!" seru Ling Tian.
__ADS_1
Yun Feilong dengan cepat melambaikan tangannya hingga membuat penutup kuali pil langsung terbuka dan terhempas cukup jauh ke lantai aula. Ia sangat terkejut ketika melihat cairan sangat bening yang berada di dalam kuali.
Tetapi, belum sempat dirinya mengagumi cairan yang sangat bening itu, suara Ling Tian yang cukup keras langsung menyadarkan Yun Feilong dari keterkejutannya, "Mulailah proses pembentukan pilnya!"
Mendengar instruksi dari Ling Tian tersebut, Yun Feilong segera mengangkat tangannya untuk menyalurkan energi Qi-nya pada cairan yang ada di dalam kuali. Lalu dengan bantuan dari indra spiritualnya, ia pun mulai melakukan proses pembuatan pil.
Secara perlahan cairan bening di dalam kuali mulai mengeras dan membentuk bulatan-bulatan kecil seperti sebuah mutiara. Setelah 20 menit kemudian, akhirnya proses pembentukan pil itu pun selesai dengan sempurna.
Hal yang paling mengejutkan bagi para Alkemis yang berada di dalam aula tersebut adalah karena Yun Feilong tidak hanya membuat 1 butir pil saja, melainkan ia telah berhasil membuat 3 butir pil dan juga pil yang dibuatnya itu adalah Pil Awan Bening dengan efektivitas 91%.
Yun Feilong bergerak sangat cepat menangkap ketiga butir Pil Awan Bening tersebut dan langsung memasukkannya ke dalam botol yang sudah disiapkan sebelumnya.
"Selamat, ketua!"
Semua anggota Asosiasi Alkemis secara serempak memberikan ucapan selamat kepadanya. Namun, Yun Feilong seakan tak mempedulikan itu semua. Ia segera bergegas ke arah Ling Tian dengan ekspresi wajah yang sangat gembira dan penuh semangat.
"Senior Ling, lihatlah! Karena dengan mengikuti semua istruksi darimu, akhirnya aku berhasil membuat 3 butir Pil Awan Bening dengan efektivitas 91%. Terima kasih, senior Ling!" Yun Feilong berkata sambil membungkukkan badannya memberi hormat pada Ling Tian dengan sangat tulus.
"Huuhh... Apa yang kamu banggakan? Tahukah kamu bahwa sebenarnya kamu telah membuang-buang Ramuan Roh dengan kualitas tinggi hanya untuk menghasilkan 3 butir pil sampah seperti itu!" gerutu Ling Tian dengan nada mengeluh.
"Jika para anggota Sekteku yang menelan pil buatanmu ini, mungkin mereka semua akan langsung sakit perut."
"Dan juga untuk semuanya! Apakah kalian tak merasa malu berbangga diri sebagai seorang Alkemis yang hanya mampu membuat sebutir pil dengan tingkat efektivitas sampah seperti itu?" lanjut Ling Tian lagi dengan menunjukkan wajah cemberutnya.
"Aku paling merasa jijik saat melihat orang-orang yang merasa bangga hingga menjadikan dirinya sombong karena telah mendapatkan penghormatan yang sangat tinggi dengan gelar yang disandangnya sebagai seorang Alkemis, padahal semua pil yang dibuatnya adalah sampah!"
Semua anggota Asosiasi Alkemis hanya bisa tertunduk malu ketika mendengar Ling Tian memarahi mereka seperti anak kecil. Perkataan Ling Tian tersebut telah memukul telak di hati mereka.
Sebab, apa yang dikatakan oleh Ling Tian sangat benar. Mereka semua dipandang tinggi dan sangat dihormati oleh penduduk Kota Primordial karena memiliki gelar sebagai seorang Alkemis. Sehingga ini jugalah yang membuat mereka semua menjadi arogan serta sombong dan sering memandang rendah pada orang lain.
Ling Tian memang sengaja menyindir semua anggota Asosiasi Alkemis itu agar sedikit dapat menghilangkan sifat buruk mereka dan juga untuk membangkitkan semangat pada jalan yang sudah mereka ambil, yaitu sebagai seorang Alkemis.
"Aaiihh... Lupakanlah! Aku telah berada di tempat ini cukup lama. Sudah saatnya aku kembali." Ling Tian menghela napas panjang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Senior Ling! Tolong jadikan aku sebagai anggota Sektemu juga! Meskipun syarat untuk masuk ke dalam Sektemu itu sangat berat, aku tetap akan berusaha semampuku agar bisa bergabung bersamamu." Yun Feilong berkata dengan nada memohon.
"Aku juga ingin bergabung, senior Ling!"
"Aku juga, senior Ling!"
"Aku juga...."
"Aku pun demikian...."
Zhang He dan Meng Hu serta di ikuti oleh semua anggota Asosiasi Alkemis, langsung membungkuk memberi hormat pada Ling Tian.
"Hmmm... Apakah kalian semua benar-benar ingin bergabung dengan Sekteku? Aku merasa kalian takkan sanggup karena syarat untuk masuk dan menjadi bagian dari Sekteku sangat berat," ucap Ling Tian sambil memandang ke arah para anggota Asosiasi Alkemis tersebut, karena ingin melihat reaksi dari mereka semua.
"Kami akan berusaha dengan keras untuk memenuhi syarat yang kamu ajukan itu, senior Ling!"
"Kami juga, senior Ling!"
Tak ada satupun dari anggota Asosiasi Alkemis yang memiliki keraguan di hatinya untuk bergabung dengan Sekte Ling Tian. Mereka semua berteriak hampir secara bersamaan dengan nada yang tegas.
"Aaiihh... Baiklah! Karena kalian sendiri yang memaksa ingin bergabung dengan Sekteku, maka aku akan menerima kalian semua. Tapi aku sangat malas untuk menjelaskan semua aturan dari Sekteku itu. Jadi, biarkan Jun yang menjelaskannya."
Xiao Jun segera berdiri dari tempat duduknya ketika mendengar Ling Tian menyuruhnya untuk menjelaskan peraturan dari Sekte mereka.
"Ehem... Sebelum aku menjelaskan semua peraturan Sekte, aku akan memberitahu pada kalian nama Sekte kami terlebih dahulu. Namanya adalah Sekte Pria Tertampan di Benua Langit!" ujar Xiao Jun dengan nada canggung.
Yun Feilong dan yang lainnya langsung ternganga lebar saat mengetahui nama Sekte Ling Tian. Mereka segera menoleh ke arahnya dengan raut wajah penuh tanda tanya. Namun, Ling Tian hanya menyunggingkan senyum khasnya sebagai jawaban dari pertanyaan mereka semua.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.
__ADS_1
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.