
Semua orang yang berada di sekitar arena pertarungan ikut terharu menyaksikan pertemuan Ling Tian bersama ketiga istrinya itu.
"Senior! Apakah dia benar-benar pemimpin sekte kita?" tanya salah satu gadis dengan nada setengah berbisik pada kultivator wanita yang berada di sebelahnya.
"Ya! Itu memang pemimpin sekte."
"Woah ... Dia terlihat lebih tampan dari patungnya sendiri," balas gadis tersebut dengan mata berbinar.
"Hmph! Matamu selalu dipenuhi dengan bintang-bintang bila melihat pemuda tampan. Jika pemimpin sekte tidak tampan, mana mungkin nama sekte ini disebut sebagai Sekte Pria Tertampan Di Benua Langit?!"
"Ahaha ... Tapi ini berbeda, Senior! Aku belum pernah bertemu dengan pria yang sangat tampan seperti pemimpin sekte kita," ujar gadis itu seraya terkikik pelan.
"Huuhh ... Jika membahas tentang pria tampan, kamu sangat bersemangat."
Sementara itu, di tempat yang tidak jauh dari para kultivator wanita tersebut, para kultivator pria juga membicarakan tentang Ling Tian.
"Selama bergabung dengan sekte ini, aku hanya mendengar bahwa pemimpin masih berusia sangat muda. Ternyata setelah melihatnya secara langsung, dia benar-benar jauh lebih muda dari usiaku yang sekarang," ungkap seorang pemuda yang seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Pemimpin bukan hanya masih sangat muda, tapi ia juga memiliki kekuatan yang luar biasa. Aku mendengar rumor yang mengatakan bahwa pemimpin lebih kuat dari Tetua Yun dan Kera Salju."
"Kalian terlambat datang. Aku tadi melihatnya dengan mata kepalaku sendiri ketika Nyonya Pertama terus menebaskan pedangnya ke tubuh pemimpin. Namun, lihatlah! Bahkan pakaian pemimpin tidak memiliki goresan sedikit pun. Padahal, pedang Nyonya Pertama adalah senjata Pusaka Tingkat Langit."
"Hah! Benarkah? Jika seperti itu, pemimpin benar-benar sangat kuat dari apa yang dirumorkan."
__ADS_1
Berbagai macam komentar mulai keluar dari mulut para kultivator yang belum pernah bertemu dengan Ling Tian, karena mereka semua baru bergabung saat Ling Tian telah meninggalkan sekte.
ROAR
Akan tetapi, secara tiba-tiba semua orang terganggu dengan suara auman yang sangat keras di sekitar wilayah arena pertarungan.
Ling Yuemeilan yang kini sedang menangis, menggunakan Teknik Auman Naga-nya hingga membuat semua orang terkejut. Bahkan beberapa kultivator yang tingkat kultivasinya lemah, langsung jatuh pingsan dengan telinga berdarah.
"Huwaaa ... Kenapa semua orang mengabaikanku? Apakah kamu benar-benar Ayahku? Kalau benar, kenapa Ayah tidak memelukku juga?! Apakah Ayah tidak merindukanku? Apakah Ayah tidak menyayangiku? Apakah Ayah hanya menyayangi ketiga ibuku saja?" Ling Yuemeilan menangis keras menggunakan energi Qi-nya sambil terus mengusap-usap air matanya dengan tangannya sendiri.
Ling Tian seketika membuka matanya. Lin Yue, Su Mei dan Jia Xiulan juga segera melepaskan pelukan mereka terhadap Ling Tian dan hendak melesat ke arah Ling Yuemeilan. Namun, reaksi mereka sangat lambat dibanding Ling Tian yang hanya dalam sekejap saja sudah berada di depan putrinya tersebut.
Ling Tian lalu berjongkok dengan satu lututnya yang menyentuh tanah di depan Ling Yuemeilan, seraya menunjukkan raut wajah yang sangat bersalah dan langsung menyeka air mata yang mengalir di pipi putrinya itu.
"Ling Tian, hentikan! Jangan mengatakan hal-hal seperti itu di depan putrimu! Dia masih anak kecil," seru Lin Yue dengan nada kesal. Lalu ia pun segera muncul di samping Ling Yuemeilan bersama Su Mei dan Jia Xiulan.
Di antara ketiga istrinya itu, hanya Lin Yue sajalah yang berani memarahi dan membentak Ling Tian. Sementara untuk Su Mei dan Jia Xiulan, mereka berdua hanya akan diam dan selalu tersenyum melihat tingkahnya tersebut.
Ini dikarenakan mereka sudah sangat terbiasa melihat adegan yang demikian antara Lin Yue dan Ling Tian. Sebab, mereka tahu bahwa sikap Lin Yue yang seperti itu adalah bentuk perwujudan kasih sayangnya terhadap Ling Tian.
Ini pula merupakan ciri khas dan keunikan dari sifat ketiga istri Ling Tian tersebut. Lin Yue memiliki sifat atau watak yang keras dan periang. Su Mei memiliki sifat yang dingin, namun ia juga sangat menyayangi Ling Tian. Dan Jia Xiaulan yang memiliki sifat lembut.
Karena hal ini jugalah, hanya Lin Yue saja yang dapat mengontrol sikap ceroboh dari Ling Tian yang selalu bertindak semaunya itu. Meski Ling Tian memiliki kekuatan yang sangat hebat, orang yang paling didengarnya selain kedua orang tuanya adalah Lin Yue.
__ADS_1
Oleh karena itu pula, Jia Xiulan yang mempunyai sifat lembut tersebut, sangat menghargai istri Ling Tian yang lainnya. Ia bahkan menjadikan dirinya sebagai Ibu ketiga bagi anaknya sendiri, yaitu Ling Yuemeilan. Sedangkan Lin Yue dan Su Mei menjadi Ibu pertama serta Ibu kedua.
"Aahh ... Tapi ... Itu ... Anu ... Erm ...." Mendapat teguran dari Lin Yue, Ling Tian tidak tahu harus berkata apa lagi dan hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Yuemei'er, jangan dengarkan apa yang baru saja dikatakan ayahmu!" ucap Lin Yue sambil membelai rambut Ling Yuemeilan.
"Mmm ... Baik, Ibu pertama!" jawab Ling Yuemeilan sambil mengangguk pelan, lalu melirik Ling Tian dan berkata, "Ayah, kamu sangat tampan. Cepat berikan pelukan padaku!"
Kemudian Ling Yuemeilan dengan cepat membuka tangan kecilnya lebar-lebar. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Ling Tian langsung mengulurkan kedua tangannya untuk memeluk tubuh Ling Yuemeilan.
"Hehe ... Yumei'er-ku sudah besar!" ucap Ling Tian sembari mencium pipi putrinya tersebut.
Ling Yuemeilan merangkul leher Ling Tian dan membalas mencium pipinya juga, lalu berkata, "Ayah, gendong aku!"
"Siap, Tuan Putri!" ujar Ling Tian dan dengan cepat berdiri sambil menggendong tubuh Ling Yuemeilan.
"Ayah! Aku sangat suka sekali naik di atas punggung Paman Xiaohai dan terbang bersamanya karena dia sangat cepat. Paman Xiaohai berkata bahwa dia adalah penerbang yang tercepat di sini. Bahkan Ayah tidak bisa mengalahkannya. Apakah itu benar?" tanya Ling Yuemeilan seraya menggembungkan pipinya, seolah-olah ia tidak mau jika Ling Tian kalah dari Xiaohai.
"Ciihh ... Mana mungkin anj1ng jelek sepertinya bisa mengalahkan ayahmu yang tampan ini!? Kecepatannya hanya seperti kura-kura di depanku," cibir Ling Tian sembari menoleh ke arah Xiaohai.
"Haha ... Benarkah?! Ayo ... Ayo ... Aku ingin melihatnya, Ayah!" Ling Yuemeilan menarik-narik leher Ling Tian dan tertawa gembira.
"Iya ... Iya ... Baiklah! Ayah akan menunjukkannya kepadamu." Ling Tian tersenyum dan mencium pipi Ling Yuemeilan lagi, kemudian melambaikan tangannya untuk menghancurkan Formasi Penyerang dan Formasi Pertahanan yang terpasang di seluruh wilayah sektenya.
__ADS_1