
Mendengar suara panggilan yang menahannya untuk pergi, Li Ming segera berbalik dan menoleh ke arah Ling Tian dengan tatapan penuh kemarahan.
"Ada apa? Mungkinkah kamu berani untuk menghancurkan kultivasi dari muridku ini?" tanya Li Ming dengan nada geram dan sedikit membentak.
"Hehehe... Muridmu telah melakukan kesalahan dan sudah melanggar peraturan dalam turnamen beladiri ini. Mengapa kamu sebagai Gurunya ikut membelanya atas kecurangan yang telah dilakukannya?" Ling Tian berkata sambil tertawa lirih.
"Jika saja aku mempunyai murid seperti itu, aku akan malu memperlihatkan wajah tampanku ini di depan semua orang. Juga, aku tidak hanya akan menghancurkan kultivasinya, tetapi aku sendiri yang akan membunuhnya!" lanjut Ling Tian sambil menyunggingkan senyum khasnya.
Li Ming menggeretakkan giginya setelah mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Ling Tian. Tangannya dikepalkan dengan keras, lalu ia pun berkata dengan nada berat, "Bocah! Jadi kamu juga menyalahkan aku karena sudah membela muridku?"
"Yaah... Mungkin bisa dibilang seperti itulah," kata Ling Tian seraya mengangkat bahunya.
"Bedebah! Tahukah dengan siapa kamu berbicara? Apakah kamu tidak melihat bahwa semua orang yang ada di tempat ini sangat segan dan takut untuk berbicara kasar padaku?" hardik Li Ming sambil menunjuk Ling Tian.
"Aku tidak peduli siapa kamu dan dari mana asalmu! Yang aku tahu, kamu sudah melakukan kesalahan karena telah membebaskan muridmu dari hukumannya," tandas Ling Tian.
Semua orang yang mendengar percakapan keduanya cuma bisa menggelengkan kepala mereka dan menunjukkan tatapan kasihan kepada Ling Tian.
"Aaiihh... Pemuda tersebut hanya ingin mencari kematiannya sendiri dengan jawaban yang seperti itu."
"Pemimpin Sekte Bintang Hitam sudah terkenal dengan kekejamannya. Dia pasti akan segera membunuh pemuda tersebut karena merasa diremehkan olehnya."
"Betapa malangnya nasib pemuda itu karena telah bertemu pemimpin Li dan berani menyinggung perasaannya."
"Yaah... Karena masalah ini tidak akan berhenti sampai di sini saja. Sebab, setelah membunuhnya, pemimpin Li pasti akan membunuh semua orang yang memiliki hubungan dekat dengan pemuda tersebut."
Beberapa orang mulai berbisik-bisik sangat pelan saat mengetahui bahwa sebentar lagi Ling Tian akan menghadapi kemarahan dari Li Ming.
"Hahaha...." Li Ming tertawa keras menggunakan energi Qi-nya hingga suaranya terdengar menggelegar di seluruh area turnamen.
Beberapa saat kemudian, ia pun memandang Ling Tian dengan tatapan dingin, lalu berkata dengan nada kasar, "Sepertinya, kamu sedang menggali kuburanmu sendiri!"
Setelah mengucapkan hal tersebut, Li Ming seketika menghilang dari tempatnya dan melesat dengan sangat cepat menuju ke arah Ling Tian.
__ADS_1
"Matilah!" raung Li Ming.
Tinjunya yang mengandung energi Qi sangat kuat itu pun di arahkan tepat ke wajah Ling Tian. Dia berniat untuk meledakkan kepala Ling Tian dengan hanya sekali pukul saja.
Sementara untuk Ling Tian sendiri yang mendapatkan serangan mematikan dan berbahaya tersebut, hanya berdiri santai sambil mengangkat tangannya dan mengulurkan tinjunya juga untuk menyambut pukulan yang datang padanya.
BAM
Bunyi yang sangat keras terdengar menggema di sekitar area turnamen ketika kedua tinju mereka bertemu. Terlihat jelas bahwa udara di tempat itu juga ikut berfluktuasi.
Tubuh Li Ming terdorong mundur sejauh 20 meter, sedangkan Ling Tian masih tetap berdiri tegak tak bergeming dari tempatnya.
Para penonton yang menyaksikan kejadian tersebut menjadi ternganga lebar karena sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat. Semua orang berpikir bahwa Ling Tian akan mati seketika setelah mendapatkan serangan yang sangat kuat seperti itu.
Namun yang terjadi tidak seperti apa yang sudah mereka bayangkan. Ling Tian masih terlihat berdiri dengan tenang tanpa terluka sedikitpun.
"Hehehe... Maaf telah mengecewakanmu! Aku tidak bisa mati begitu saja di tangan orang yang memiliki sifat jahat dan kejam seperti dirimu." Ling Tian tertawa kecil dengan senyum tipis tersungging di bibirnya.
"Cuuiihh! Jangan senang dulu, bocah! Sebelumnya, aku hanya menggunakan beberapa persen saja dari kekuatanku agar tidak sampai merusak arena pertarungan ini," sergah Li Ming sambil meludah ke tanah.
"Baiklah, jika itu yang kau inginkan!"
Aura Li Ming seketika meningkat tajam dan semakin kuat. Lalu, dengan menggunakan kecepatan penuhnya, sekali lagi dia melesat dengan sangat cepat menyerang ke arah Ling Tian. Kekuatan pada pukulannya juga menjadi berkali-kali lipat dari yang sebelumnya.
Mendapatkan serangan seperti itu, Ling Tian segera melambaikan tangannya untuk membungkus tubuh Wu Lihua dengan Formasi Pelindung miliknya.
Selanjutnya, Ling Tian menggerakkan sedikit saja kaki kanannya ke belakang, kemudian ia mengayunkan tapak tangannya ke depan untuk menyambut tinju Li Ming.
BAM
Arena pertarungan itu pun bergetar sangat hebat. Wasit dan para hakim serta Chang Ye yang berada dekat dari tempat pertarungan tersebut langsung terpental menjauh.
Formasi pelindung yang terpasang pada arena itu juga seketika hancur berkeping-keping karena tak mampu menahan tekanan dari energi Qi yang terpancar dari tubuh Ling Tian dan Li Ming.
__ADS_1
Tanah di sekitarnya sudah retak dan telah memiliki banyak lubang yang membuat arena tersebut menjadi tertutupi oleh debu yang cukup tebal.
Para penonton bergegas meninggalkan tempat duduk mereka dan menjaga jarak yang lebih aman dari keduanya. Tak ada yang berani mengambil resiko terkena imbas dari pertarungan itu.
Di dalam arena yang sudah porak-poranda, Ling Tian masih terlihat berada di tempatnya dengan posisi sedang memasang kuda-kuda dalam gerakan Teknik Tapak Dewa Naga miliknya.
Sedangkan untuk Li Ming sendiri, tubuhnya telah terhempas menjauh sekitar 50 meter dari Ling Tian. Sedikit darah segar tampak mengalir keluar dari mulutnya.
Ma Hong yang melihat keadaan Li Ming menjadi seperti itu langsung melesat ke arahnya. Lalu dengan cepat dia menekan beberapa titik akupuntur pada bahu Li Ming dan menyalurkan energi Qi murni ke dalam tubuhnya.
Ling Tian tetap berdiam diri di tempatnya tanpa mengganggu proses penyembuhan yang dilakukan oleh Ma Hong.
Hanya dalam beberapa detik saja, energi Qi pada tubuh Li Ming yang semula kacau, kini telah mengalir normal kembali.
"Sepertinya kamu harus turut campur untuk membantuku melenyapkan bocah sialan itu!" Li Ming berkata sambil mengeluarkan sebuah pedang dari Cincin Ruangnya.
"Hmmm... Baiklah! Meskipun aku tidak memiliki permusuhan dengannya, tapi karena dia telah berani melukai dirimu, maka aku akan membantumu untuk memusnahkannya," ucap Ma Hong yang juga segera mengeluarkan sebuah tongkat baja dari Cincin Ruangnya.
"Nah, permainan ini akan sedikit lebih menarik jika di tambah dengan seorang pemain lagi. Walaupun masih kurang beberapa orang, namun kalian berdua sudah cukup untuk melemaskan otot-ototku yang sangat kaku." Ling Tian menggerakkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan seolah-olah sedang melakukan pemanasan.
"Lihua, segeralah pergi ke tempat ayah dan ibumu! Gurumu ini akan bersenang-senang sejenak bersama dua ekor kecoak berhati busuk," lanjut Ling Tian dengan nada santainya.
"Baik, Guru!"
Kemudian Wu Lihua pun bergegas melesat ke arah Wu Dunrui dan Xiu Rong yang sejak awal ingin masuk ke dalam arena pertarungan karena sangat mengkhawatirkannya, tetapi telah ditahan oleh Xiao Jun.
"Aaiihh... Betapa bodohnya diriku ini! Mengapa aku melupakan gaya bertarung Guru yang seperti itu. Seharusnya aku juga menggunakan gaya tersebut saat melakukan pertarunganku yang sebelumnya agar terlihat lebih keren lagi," gerutu Xiao Jun sambil menampar jidatnya.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.
__ADS_1
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.