
TRANG ... TRANG
Ketika kedua pedang saling bentrok, suara besi saling beradu terdengar di dalam arena pertarungan. Putri Qing Ruan dan Pangeran Yuan Congming sama-sama menggunakan teknik beladiri andalan mereka.
Teknik yang digunakan Pangeran Yuan Congming bernama Teknik Pedang Pemotong Gunung yang berasal dari teknik beladiri utama di Kekaisaran Yuan. Sedangkan teknik yang digunakan Putri Qing Ruan adalah Teknik Pedang Pemisah Jiwa dari teknik utama di Kekaisaran Qing.
Kedua teknik beladiri tersebut sebenarnya sama-sama kuat. Tetapi yang menjadi masalahnya adalah tergantung penguasaan dari teknik beladiri itu sendiri. Jika penguasaan dari teknik beladiri kurang sempurna, maka di situlah terdapat banyak celah dan kekurangannya.
"Sepertinya penguasaanmu terhadap pedang masih sama saja. Atau mungkinkah teknik beladiri dari Kekaisaran kami lebih unggul dari Kekaisaran Yuan-mu?" Putri Qing Ruan berkata di sela-sela pertarungan mereka.
"Hmph!" Pangeran Yuan Congming hanya menanggapi perkataan Putri Qing Ruan dengan dengusan dingin.
Di mata para peserta kompetisi, pertarungan antara Putri Qing Ruan dan Pangeran Congming terlihat seimbang. Tetapi di mata para ahli dari kultivator tingkat tinggi, terlihat jelas bahwa gerakan-gerakan yang ditunjukkan oleh Pangeran Yuan Congming sebenarnya memiliki banyak celah.
Pertarungan keduanya terus berpindah-pindah dari darat ke udara. Fluktuasi udara akibat energi Qi yang terpancar dari tubuh mereka dapat terlihat dengan jelas.
Jika ada orang yang memperhatikan Ling Tian, mereka pasti akan mengatakan bahwa dia tampak menyaksikan pertarungan itu dengan saksama. Namun, sebenarnya dia hanya memperhatikan pergerakan dari Putri Qing Ruan yang menurutnya sangat indah.
Dengan bentuk tubuh yang sangat mempesona, serta lekukan pada tubuhnya yang terlihat begitu sempurna, Putri Qing Ruan bergerak seolah sedang menari saat meluncurkan serangannya pada Pangeran Qing Ruan.
"Woah ... Sangat indah!" Ling Tian berkata tanpa sadar.
"Hmmm ... Yaah, pertarungan keduanya benar sangat indah dan memukau. Setelah melihat pertarungan ini, aku baru tahu bahwa kekuatan dari Putri Qing Ruan tidak lagi berada di atas kita, tetapi itu benar-benar sangat jauh di atas kita semua," balas salah seorang peserta kompetisi yang berada di sebelah Ling Tian.
"Benar-benar mengagumkan!" ungkap Ling Tian lagi.
"Yaah ... Itu memang benar-benar mengagumkan. Level dari pertarungan ini bukan dalam jangkauan kita lagi," jawab peserta kompetisi tersebut.
__ADS_1
Ling Tian akhirnya tersadar dari pikirannya ketika mendengar peserta kompetisi yang ada di sebelahnya menambahkan kata-kata yang diucapkan Ling Tian tadi.
"Huuhh ... Maksudku, gerakan-gerakan yang ditampilkan oleh Tuan Putri itu sangat mempesona dan indah dipandang mata," ucap Ling Tian setengah membisik dengan nada menggerutu.
"Aahh! Kamu ...." Peserta kompetisi tersebut tersentak ketika mendengar ucapan Ling Tian. Kemudian melanjutkan dengan setengah berbisik juga, "Hati-hati! Kata-katamu itu nanti terdengar oleh Kaisar Qing dan membuatmu mendapatkan hukuman berat. Tapi, apa yang kamu katakan itu ada benar juga sih! Sebab, sebagai kecantikan nomor satu di Benua Persimpangan langit, sangat wajar bila apa yang dilakukan Tuan Putri selalu terlihat indah dan mempesona."
"Hehehe ...." Ling Tian tertawa lirih sambil mengangkat jempol ke arah peserta yang ada di sebelahnya itu.
TRANG ... TRANG
Di dalam arena pertarungan, pedang Putri Qing Ruan dan Pangeran Yuan Congming masih terus berbenturan dengan keras. Terkadang keduanya telah muncul di sisi arena, lalu tiba-tiba sudah muncul di atas udara lagi.
"Hohoho ... Sepertinya sebentar lagi Pangeran Yuan Congming akan mengalami kekalahan." Seorang penonton yang memiliki tingkat kultivasi di tahap kesembilan Bintang Bumi berkata dengan nada gembira.
"Ya! Aku juga melihat bahwa Pangeran Yuan Congming sudah sedikit kewalahan. Putri Qing Ruan akan membuat wajah Kekaisaran Qing kita bisa berdiri bangga di depan Kekaisaran Yuan," balas penonton lainnya.
Baru saja perkataan penonton itu keluar dari mulutnya, suara ledakan yang cukup keras terdengar dari dalam arena pertarungan. Pangeran Yuan Congming tampak terdorong mundur ke belakang akibat terkena tendangan di dadanya.
"Aargghh!"
Raungan marah dari mulut Yuan Congming menggema di dalam arena pertarungan. Kebanggaan yang semula ditunjukkannya kini berganti dengan kemarahan yang menggebu-gebu di dalam hatinya.
Dengan cepat, ia maju sekali lagi untuk melepaskan serangan terkuatnya ke arah Putri Qing Ruan. Serangannya semakin ganas karena telah terpengaruh oleh amarah. Ini membuat pergerakan Pangeran Yuan Congming menjadi liar seperti binatang buas.
Menghadapi serangan seperti itu, Putri Qing Ruan tetap tenang. Sebab, meski serangan Pangeran Congming lebih ganas dari yang sebelumnya, tapi itu membuat lebih banyak celah lagi di sekitar tubuhnya. Pertahanannya menjadi terbuka akibat pergerakan yang tidak terkendali.
Tebasan serta tusukan dari pedang Pangeran Yuan Congming dapat ditangkis dan dihindari dengan mudah oleh Putri Qing Ruan.
__ADS_1
Saat Pangeran Yuan Congming lengah, tebasan pedang dari Putri Qing Ruan tepat mengenai pahanya yang membuat darah segera mengalir membasahi celana Pangeran Yuan Congming.
"Ugh!" erang Pangeran Yuan Congming yang langsung bergerak mundur dan langsung mengeluarkan Pil Penyembuh untuk mengobati luka dan menghentikan pendarahannya.
"Bagaimana? Apakah masih mau diteruskan?" Putri Qing Ruan bertanya dengan nada menantang, kemudian melanjutkan, "Jika pertarungan ini diteruskan, aku takut akan secara tidak sengaja membuatmu terluka parah."
"Ciihh!" Pangeran Yuan Congming hanya membalas dengan cibiran, lalu bergegas mengeluarkan pil berwarna coklat dari Cincin Ruang dan langsung menelannya.
Dalam sekejap, ledakan energi Qi yang sangat kuat terpancar dari tubuh Pangeran Yuan Congming. Tingkat kultivasinya seketika menerobos ke tahap kelima Bintang Bumi.
Melihat hal itu, Ling Tian segera tahu pil apa yang digunakan oleh Pangeran Yuan Congming. Itu adalah Pil Esensial Qi yang fungsinya sama dengan Pil Hitam Terlarang. Pil tersebut berfungsi untuk membuat tingkat kultivasi menjadi naik satu tahapan.
Akan tetapi, efek serangan balik dari Pil Esensial Qi tidak seburuk Pil Hitam Terlarang. Jika para kultivator menelan Pil Hitam Terlarang, serangan baliknya akan membuat kultivator terluka sangat parah dan tingkat kultivasinya juga akan menurun dengan drastis. Sedangkan untuk serangan balik dari Pil Esensial Qi, itu hanya akan membuat kultivator mengalami luka yang sangat parah tanpa harus menurunkan tingkat kultivasi.
Semua orang di tempat itu menjadi sangat terkejut dengan situasi yang sedang terjadi. Bahkan Kaisar Qing segera mengernyitkan alisnya ketika melihat tingkat kultivasi Pangeran Yuan Congming yang seketika meningkat setelah menelan pil berwarna coklat tersebut.
"Apakah itu Pil Hitam Terlarang?" tanya Kaisar Qing pada pria tua yang sejak awal terus berdiri dibelakangnya. Itu adalah salah satu pengawal pribadi Kaisar Qing.
"Melaporkan, Yang Mulia! Sepertinya itu bukan Pil Hitam Terlarang, tapi fungsi dan tujuannya sama. Aku juga tidak tahu pil apa itu. Mungkin itu adalah pil khusus yang berasal dari Kekaisaran Yuan," jawab pria tua tersebut dengan pelan.
Di dalam arena pertarungan, Putri Qing Ruan menjadi tertekan setelah merasakan bahwa tingkat kultivasi Pangeran Yuan Congming meningkat ke tahap kelima Bintang Bumi. Ia merasa ragu-ragu untuk melancarkan serangannya. Jika wajahnya tidak tertutupi oleh cadar, semua orang pasti dapat melihat dengan jelas keengganan yang terpancar dari wajahnya.
"Tak perlu berpikir! Serang terus selagi kultivasinya masih belum stabil. Jika kamu diam seperti itu, kultivasinya akan segera stabil dalam 20 napas lagi."
Putri Qing Ruan seketika tersentak saat mendengar suara bernada malas dari arah tempat duduk para peserta kompetisi. Dengan cepat, ia berbalik menoleh ke arah asal suara tersebut dan mendapati Ling Tian yang sedang melambai-lambaikan tangan ke arahnya sambil tersenyum.
Pangeran Yuan Congming langsung menatap tajam ke arah Ling Tian saat mendengar perkataannya itu. Kini, pandangan semua orang juga telah beralih pada Ling Tian.
__ADS_1
"Aaiihh ... Apa yang kamu tunggu, Tuan Putri! Waktumu tinggal 15 napas lagi. Jika kamu tidak segera menyerangnya, maka kamu benar-benar akan menjadi istrinya saat dia mengalahkanmu," gerutu Ling Tian ketika melihat Putri Qing Ruan belum bergerak sama sekali dan hanya menatapnya seolah tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakannya.