
"Kalau begitu, biar aku saja yang menemanimu bermain, Tuan Putri!" Sebuah suara santai terdengar dari area khusus.
"Hmmm ... Silakan jika ingin mencobanya, Pangeran Hua San!" jawab Putri Qing Ruan dengan nada santai juga.
Pangeran Hua San tersenyum menyeringai ketika mendengar ucapan Putri Qing Ruan yang bernada percaya diri tersebut. Lalu dengan cepat ia melompat masuk ke dalam arena pertarungan.
Melihat bahwa Pangeran Hua San telah berada di atas arena, Putri Qing Ruan mengulurkan kelima jarinya secara perlahan, kemudian berkata tenang, "Lima bergerak! Jika Pangeran Hua San dapat melewati kelima gerakanku, maka Anda dapat dikatakan sebagai pemenang dari pertarungan ini."
Selama pertarungan sebelumnya, Putri Qing Ruan hanya sedikit bermain-main dengan para peserta kompetisi. Tetapi ketika ia menghadapi Pangeran Hua San, Putri Qing Ruan akan benar-benar bertarung dengan serius.
Sebab, Putri Qing Ruan tahu sifat asli dari Pangeran Hua San. Selain telah memiliki istri yang banyak, Pangeran Hua San juga terkenal suka melecehkan wanita yang bukan istrinya. Semua orang di Kekaisaran Hua sangat tahu dengan sifat bejat dari Pangeran Hua San. Namun, tak ada seorang pun yang berani menentangnya karena ia merupakan Pangeran kesayangan dari Kaisar Hua.
Wajah Pangeran Hua San berkedut keras mendengar ucapan Putri Qing Ruan yang sangat meremehkan dirinya. Karena dari pertarungan yang sebelumnya, Putri Qing Ruan tidak pernah berkata demikian terhadap lawan-lawannya. Akan tetapi, Putri Qing Ruan benar-benar mengeluarkan perkataan seperti itu padanya.
Pangeran Hua San merasa bahwa statusnya sebagai seorang Pangeran lebih rendah dibandingkan dengan para peserta kompetisi yang sudah dikalahkan oleh Putri Qing Ruan.
Ekspresi dari para peserta kompetisi dan para penonton yang mengetahui sifat buruk dari Pangeran Hua San, tiba-tiba menjadi sangat bersemangat.
Tanpa bisa berkata apa-apa lagi, Pangeran Hua San langsung melesat dengan cepat menerjang ke arah Putri Qing Ruan. Tinjunya yang mengandung energi Qi yang sangat kuat mengarah tepat ke dada Putri Qing Ruan.
Melihat Pangeran Hua San sudah melancarkan serangannya, sudut-sudut bibir Putri Qing Ruan menekuk sedikit membentuk senyum mencibir. Jika saja saja wajahnya tidak tertutupi oleh cadar, mungkin orang-orang akan dapat melihatnya dengan jelas bahwa Putri Qing Ruan benar-benar sangat meremehkan Pangeran Hua San.
Jejak senyum seringai dari Pangeran Hua San tampak jelas dari wajahnya saat tinjunya sedikit lagi akan menyentuh dada Putri Qing Ruan. Namun, tepat ketika tinjunya sudah akan menyentuh dada Putri Qing Ruan, pada saat itu juga embusan angin terasa datang dari sisi kanannya.
PLAK
Sebelum Pangeran Hua San tersadar dari kejutannya, sebuah tamparan keras telah terdengar menggema di dalam arena pertarungan. Tubuhnya dikirim terbang ke udara oleh tamparan tersebut dan akhirnya jatuh menghantam lantai arena.
Untuk tamparan ini, Putri Qing Ruan tidak mengurangi kekuatannya. Ia tampakq menggosok-gosok telapak tangannya seolah-olah baru selesai menepuk seekor lalat, lalu berkata acuh tak acuh, "Gerakan pertama!"
__ADS_1
Tamparan tanpa ampun dan terlihat sangat kejam tersebut membuat sebagian orang di tempat itu menjadi terkesima. Awalnya, mereka mengira bahwa Putri Qing Ruan akan dirugikan ketika melihat tinggal sedikit lagi tinju Pangeran Hua San mengenai dadanya. Tapi, mereka tidak menyangka bahwa Putri Qing Ruan bisa melakukan gerakan yang lebih cepat lagi dari Pangeran Hua San dan malah melancarkan serangan balasan berupa tamparan keras pada wajahnya.
Pangeran Hua San merangkak bangkit sambil memegangi pipinya yang telah membengkak dan menjadi semerah pantat monyet. Baru saja dia menyeringai bangga karena akan dapat menyentuh dada dari Putri Qing Ruan, namun dalam sekejap mata dia terkena tamparan keras hingga membuat keadaannya jadi seperti ini. Hal tersebut merupakan penghinaan sangat besar terhadap dirinya yang seorang Pangeran.
Pangeran Hua San menatap marah ke arah Putri Qing Ruan dan berkata tertahan dengan bibir bergetar sambil menunjuknya, "Kamu ...."
Tanpa menghiraukan tindakan Pangeran Hua San tersebut, Putri Qing Ruan sudah menghilang dari tempatnya dan muncul tepat di depan Pangeran Hua San yang masih memperlihatkan mata melotot ke arahnya.
Kepalan tangan yang membentuk tinju milik Putri Qing Ruan langsung memukul keras ke arah dada Pangeran Hua San.
BAM
Bunyi ledakan yang cukup keras kembali terdengar dari dalam arena pertarungan. Tubuh Pangeran Hua San terpental sangat jauh dan menabrak dinding pembatas pada Formasi Pelindung.
Melihat bahwa Pangeran Hua San telah pingsan di lantai arena, Putri Qing Ruan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu berkata, "Ternyata aku telah salah menghitung. Aku mengira bahwa kamu akan dapat bertahan menerima lima seranganku, tetapi ternyata tubuhmu benar-benar tak bisa menahannya meski hanya dua serangan saja."
Putri Qing Ruan segera berbalik ke arah para peserta kompetisi dan menatap mereka lekat-lekat. "Apakah masih ada di antara kalian yang ingin bertarung denganku?"
Pertanyaan Putri Qing Ruan itu membuat para peserta kompetisi tersentak kaget. Sekali lagi mereka saling memandang dengan canggung.
"Kalau begitu, aku akan bertarung!" Seorang pemuda berkata cepat dan langsung melompat masuk ke dalam arena pertarungan, kemudian menambahkan, "Namaku Da Fang!"
"Hmmm ... Baiklah! Sebaiknya segera gunakan seluruh kekuatanmu untuk melawanku," balas Putri Qing Ruan.
Dengan cepat pemuda bernama Da Fang tersebut segera mengeluarkan sebuah belati dari Cincin Ruangnya. Tanpa menunggu lebih lama lagi, ia bergegas melesat dengan kecepatan penuhnya ke arah Putri Qing Ruan.
Belati di tangan Da Fang diarahkan ke lengan Putri Qing Ruan berusaha mempersempit pergerakannya. Dengan begitu Da Fang bisa melancarkan serangan yang lain ke arah tubuh Putri Qing Ruan.
Tetapi, pergerakan dari Putri Qing Ruan lebih cepat dari Da Fang. Tubuhnya berputar sambil melayangkan tendangan yang tampak terlihat santai ke bagian pinggang.
__ADS_1
Da Fang yang juga telah bersiap, dengan sigap mencoba menangkap kaki Putri Qing Ruan. Namun, Putri Qing Ruan segera mengubah arah serangannya ke kepala Da Fang.
BAM
Da Fang yang berusaha menangkap kaki Putri Qing Ruan tak sempat lagi menghindari serangan yang menuju kepalanya. Hingga akhirnya ia hanya merasakan kepalanya sangat pusing, kemudian ia tak tahu apa yang terjadi selanjutnya karena Da Fang telah tak sadarkan diri di lantai arena pertarungan.
"Apakah mungkin di antara kita tak ada seorang pun yang dapat mengalahkannya.?"
"Hmmm ... Aku berpikir pasti ada yang bisa melakukannya. Sebab, jika Putri Qing Ruan terus-terusan bertarung melawan kita semua, pasti energi Qi di dalam tubuhnya juga akan semakin terkuras."
"Tapi bagaimana jika dia menelan Pil Restorasi? Pasti kekuatan energi Qi-nya akan kembali lagi."
"Aaiihh ... Apakah kamu bodoh? Pil Restorasi hanya akan mengembalikan sedikit saja energi Qi dari Putri Qing Ruan jika dia menggunakannya. Terlebih lagi, efek dari Pil Restorasi sangat terbatas. Jadi, sebelum energi Qi-nya pulih, di situlah kesempatan kita untuk mengalahkannya."
"Hahaha ... Strategimu benar-benar bagus! Kalau begitu, untuk saat ini aku belum akan maju bertarung dengannya. Aku akan menunggu sampai energi Qi Putri Qing Ruan telah berkurang banyak.
"Aku juga akan melakukan hal yang sama."
"Aaiihh ... Jika kita semua berpikir seperti itu, siapa yang akan melawannya sekarang? Siapa yang akan menguras energi Qi-nya?"
Ling Tian terus mendengarkan percakapan dari para peserta kompetisi dengan tenang di tempat duduknya. Jika itu orang lain, mungkin rencana para peserta kompetisi tersebut mungkin akan berhasil. Namun, itu tidak akan memiliki pengaruh yang besar pada Putri Qing Ruan.
"Siapa lagi selanjutnya?" tanya Putri Qing Ruan sambil menoleh ke arah para peserta kompetisi.
Mendengar pertanyaan Putri Qing Ruan, para peserta kompetisi mulai saling mendorong peserta lainnya untuk segera naik ke arena. Lalu pandangan mata mereka tertuju pada Ling Tian.
"Teman ini! Apakah kamu tidak akan masuk ke dalam arena pertarungan?" tanya seorang peserta kepada Ling Tian.
"Ah! Tidak ... Tidak! Jika aku ke sana, mungkin hanya dalam waktu satu napas saja aku sudah tak sadarkan diri seperti yang lainnya. Jadi, percuma saja apa yang aku lakukan karena itu takkan bisa menguras energi Qi dari Putri Qing Ruan," jawab Ling Tian dengan nada pura-pura panik.
__ADS_1