
Suasana pegunungan yang sebelumnya sangat ramai dengan suara pertempuran, kini berubah menjadi sunyi senyap seperti tidak terjadi apa-apa. Hanya bau amis darah yang tercium di udara menghadirkan suasana mistik yang membuat bulu kuduk berdiri.
Ning Qian Qian tertegun sejenak tanpa tahu apa yang harus dilakukannya. Hal yang sama pula terjadi dengan Yan Xifeng. Setelah beberapa saat, mereka berdua akhirnya pulih dan tersadar dari keterkejutannya.
Yan Xifeng mencoba berdiri dengan susah payah. Setelah berusaha cukup keras, akhirnya dia bisa berdiri meskipun tubuhnya tampak sedikit goyah.
Sambil memegang tinjunya, Yan Xifeng membungkuk memberi hormat walau dirinya tidak tahu di mana keberadaan orang yang telah menolong mereka. Kemudian berkata dengan nada yang sangat tulus, "Terima kasih, senior karena telah menyelamatkan kami berdua. Aku Yan Xifeng, akan selalu mengingat budi baik ini!"
Keheningan kembali terjadi. Tak ada siapa pun yang menjawab perkataan Yan Xifeng tersebut. Karena tidak mendapatkan tanggapan, Yan Xifeng hendak bertutur lagi. Namun, suaranya segera tertahan ketika mendengar Ning Qian Qian mulai berbicara.
"Terima kasih, senior! Aku Ning Qian Qian, akan selalu mengingat rahmatmu ini karena telah sudi memberikan pertolongan kepada kami berdua. Jika saja senior tak ada, mungkin kami berdua sudah ...." Ucapan Ning Qian Qian terhenti saat ia membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya jika saja tak ada yang menolong mereka.
Sebab, Ning Qian Qian tahu bahwa mereka pasti akan mati ditangan Guang Jiao, Hu Jie dan Zhong Liu, setelah melakukan pelecehan terhadap dirinya.
Meskipun pembunuhan sesama anggota Sekte Kabut Racun sangat dilarang, tapi untuk menutupi tindakan kotor dan bejat mereka, Guang Jiao, Hu Jie serta Zhong Liu pasti akan membunuh Yan Xifeng dan Ning Qian Qian untuk menghilangkan saksi, agar tak ada seorang pun yang tahu apa yang sudah mereka lakukan.
Ling Tian yang semula hendak pergi, segera menghentikan tindakannya saat mendengar ucapan terima kasih dari Yan Xifeng dan Ning Qian Qian. Ling Tian berpikir, bila Yan Xifeng dan Ning Qian Qian benar-benar merasa berutang budi, mungkin saja mereka berdua akan membantu dirinya untuk menemukan Rumput Roh Bintang.
"Hehehe ... Jika kamu ingin berterima kasih dengan baik dan benar, yang terlebih dahulu kamu lakukan adalah mengganti pakaianmu itu," ucap Ling Tian pelan seraya tertawa lirih.
Mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Ling Tian, Ning Qian Qian pun akhirnya tersadar bahwa pakaiannya saat ini sudah tersingkap lebar dan memperlihatkan sebagian tubuh putih mulusnya yang ditutupi oleh darah Guang Jiao.
"Aahh!" seru Ning Qian Qian yang tersentak kaget. Wajahnya seketika berubah merah karena malu. Secara spontan ia langsung menghilang dari tempatnya.
Yan Xifeng yang melihat semua itu hanya bisa tersenyum canggung. Saat ia hendak mengucapkan sesuatu, perkataannya seketika tersekat di kerongkongan karena mulutnya langsung memuntahkan sesuap darah segar. Yan Xifeng pun segera mengeluarkan Pil Penyembuh dari Cincin Ruangnya.
Tetapi, sebelum Yan Xifeng menelan pil tersebut, sebuah Pil Penyembuh dengan bentuk serta tampilan sama seperti yang ada di tangannya tiba-tiba muncul tepat di depannya.
__ADS_1
Yan Xifeng tidak mengambil Pil Penyembuh itu, melainkan sekali lagi membungkuk memberi hormat dan berkata dengan hati-hati agar tak menyinggung perasaan orang yang sudah menolong mereka, "Terima kasih, senior! Maaf karena telah merepotkanmu untuk memberikan Pil Penyembuh kepadaku. Namun, aku tak bisa menerimanya. Kamu telah menyelamatkan hidup kami. Aku tak ingin berutang lebih banyak lagi kepadamu, senior. Sebab, aku sungguh tak mampu menanggungnya."
"Huuhh ... Lukamu cukup parah. Jika kamu menelan pil sampah yang ada di tanganmu itu, kamu mungkin hanya bisa sembuh sepenuhnya setelah puluhan hari. Akan tetapi, bila kamu menelan pil yang aku berikan, maka kamu bisa sembuh lebih cepat lagi," gerutu Ling Tian dengan nada tidak senang. Menurutnya, Yan Xifeng telah menyamakan Pil Penyembuh buatannya dengan Pil Penyembuh yang sekarang ada di tangan Yan Xifeng itu sendiri.
"Aahh ... Bu-bukan begitu, senior! Aku ... Aku hanya ...."
Sebelum Yan Xifeng menyelesaikan kalimatnya yang terbata-bata tersebut, Ling Tian sudah terlebih dahulu menyelanya, "Tak perlu menjelaskannya. Makanlah pil yang aku berikan itu!"
"Ba-baiklah, senior!"
Meskipun sedikit canggung dan kebingungan, Yan Xifeng tetap mengambil Pil Penyembuh yang masih melayang di depannya karena tak ingin membuat sang penolongnya tersebut merasa tidak senang dengan sikapnya.
Tak dapat dipungkiri, Pil Penyembuh buatan Ling Tian memang memiliki bentuk dan tampilan yang sangat mirip dengan Pil Penyembuh yang dikeluarkan oleh Yan Xifeng dari Cincin Ruangnya.
Hal ini jugalah yang membuat Yan Xifeng kebingungan karena Ling Tian mengatakan bahwa Pil Penyembuh yang diberikannya itu lebih baik dan akan cepat menyembuhkan luka-luka yang dialaminya.
Ketika pil tersebut baru saja melewati kerongkongan Yan Xifeng, perasaan hangat dan sangat nyaman langsung dirasakannya. Hal ini sangatlah berbeda dengan apa yang selalu dirasakan Yan Xifeng saat menelan Pil Penyembuh lainnya yang sering dimakannya setiap kali dia terluka.
Dengan cepat, Yan Xifeng menutup mata dan segera mengedarkan energi Qi-nya untuk melarutkan Pil Penyembuh itu ke dalam tubuhnya. Saat pil tersebut telah larut, seketika energi Qi di dalam tubuh Yan Xifeng yang sebelumnya berputar-putar kacau akibat Meridiannya yang tersumbat, kini menjadi normal dan berjalan lancar lagi. Seluruh organ di dalam tubuhnya yang terluka dan mengalami pergeseseran, segera sembuh dan kembali ke tempatnya masing-masing.
Proses itu hanya memerlukan waktu selama beberapa detik. Namun, hal tersebut tidak berhenti di situ saja. Semua luka luar hasil tebasan dan tusukan pedang yang terdapat di tubuh Yan Xifeng, secara perlahan mulai meregenerasi.
Beberapa menit kemudian, luka-luka itu pun telah sembuh sepenuhnya. Meski masih meninggalkan sedikit bekas di atas kulit Yan Xifeng, itu akan menghilang dan kembali normal setelah beberapa hari.
Saat Yan Xifeng membuka matanya, ia melihat Ning Qian Qian telah berdiri di depannya dan memandang ke arahnya dengan tatapan takjub.
"Hah! Ini benar-benar luar biasa!" seru Ning Qian Qian dalam keterkejutannya.
__ADS_1
Dia menyaksikan sendiri luka-luka dari tebasan serta tusukan pedang yang ada di tubuh Yan Xifeng meregenerasi secara perlahan. Menurut Ning Qian Qian, ini adalah keajaiban karena belum ada sebuah Pil Penyembuh yang dapat melakukan hal tersebut begitu cepat dan hanya memakan waktu selama beberapa menit saja. Bahkan Yan Xifeng tidak perlu duduk untuk menyembuhkan luka-lukanya.
"Terima kasih, se ...."
Belum sempat Yan Xifeng menyelesaikan kalimatnya, Ling Tian sudah terlebih dahulu muncul di hadapannya dengan wajah cemberut.
"Bagaimana? Apakah kamu masih berani membandingkan pil buatanku dengan pil sampah yang ada di tanganmu itu?" tanya Ling Tian cepat.
"I-ini ...." Yan Xifeng tidak tahu harus menjawab apa. Bahkan tanpa ia sadari, Pil Penyembuh yang masih berada di tangannya langsung jatuh ke tanah.
Yan Xifeng dan Ning Qian Qian secara bersamaan menjadi sangat terkesima. Sebab, orang yang mereka panggil sebagai senior tersebut jauh lebih muda dibandingkan mereka berdua.
Di depan mereka, berdiri seorang pemuda yang hanya berusia sekitar 21-22 tahun. Tetapi pemuda inilah yang telah meledakkan ketiga kultivator tahap pertama Bintang Bumi hingga tubuh mereka menjadi bubur daging.
"Apakah ini nyata? Apakah dia masih manusia?"
Pertanyaan tersebut langsung muncul secara bersamaan di dalam benak Yan Xifeng dan Ning Qian Qian. Itu karena mereka berdua sangat mengetahui, bahwa orang yang mampu meledakkan tubuh kultivator tahap pertama Bintang Bumi tanpa bergerak dari tempatnya, adalah seorang kultivator yang memiliki tingkat kultivasi sangat tinggi. Mungkin kekuatannya berada di atas kultivator tingkat keempat Bintang Bumi.
"Huuhh ... Mengapa kamu hanya diam saja?" tanya Ling Tian dengan nada mengeluh.
"Se-senior ... Ini ...." Yan Xifeng masih tidak tahu harus berkata apa. Kejutan di dalam hatinya sama sekali belum hilang.
"Aaiihh ... Jangan panggil aku sebagai senior. Tidak bisakah kalian melihat bahwa aku jauh lebih muda dari kalian berdua?!" gerutu Ling Tian.
Sebab, dia paling tidak suka dipanggil senior oleh orang-orang yang lebih tua darinya. Ini mengingatkannya kepada Yun Feilong, Zhang He dan Meng Hu yang pernah memanggilnya sebagai senior, padahal mereka semua adalah pria tua yang pantas menjadi kakek Ling Tian.
"Hmmm ... Panggil saja aku Ling Tian pria tertampan di Benua Langit!" ujar Ling Tian sambil menyunggingkan senyum khasnya.
__ADS_1