
Yan Qingshan pun membawa Ling Tian turun ke kota yang berada di bawah mereka. Melihat hal ini, Meng Wanlian dan keempat sahabat Ling Tian juga segera menyusulnya.
Sementara itu, para murid dan tetua hanya saling berpandangan sejenak, lalu akhirnya memutuskan tetap berada di atas kapal walau pemimpin sekte mereka sudah mengizinkan semuanya untuk bersantai sebelum acara pertemuan Aliansi Delapan Sekte dimulai.
“Qingshan! Apakah harta perbendaharaan sektemu memiliki Batu Meteor Hitam dan Wurtzite Pelangi?” tanya Ling Tian melalui telepatinya ketika mereka baru saja tiba di tengah kota.
“Tidak ada, Guru! Sebenarnya kedua benda tersebut cukup langka, tapi masih bisa ditemukan di toko-toko yang menjual Harta Pusaka,” jawab Yan Qingshan cepat.
“Lantas mengapa sektemu tidak memiliki kedua benda yang sangat berharga itu jika memang dapat ditemukan di toko?”
“Itu karena sangat sulit untuk menemukan seorang Master Penempa yang mau menempa kedua benda tersebut, Guru! Sebab, tingkat kekerasan dari Batu Meteor Hitam dan Wurtzite Pelangi membuat para Master Penempa harus mengeluarkan banyak usaha untuk meleburnya. Bahkan teman lamaku yang merupakan salah satu Master Penempa tingkat tinggi, harus menghabiskan waktu selama tiga bulan lamanya hanya untuk melebur secuil Batu Meteor Hitam.”
Mendengar penjelasan dari Yan Qingshan, akhirnya Ling Tian mengerti bahwa afinitas api yang digunakan oleh para Master Penempa di Benua Langit Tingkat Atas hanya sedikit berada di atas para Master Penempa dari Benua Langit Tingkat Menengah.
“Hmmm ... Kalau begitu, mari kita pergi melihat-lihat ke toko yang menjual Harta Pusaka! Mungkin di sana kita bisa menemukannya,” balas Ling Tian.
“Baik, Guru!” jawab Yan Qingshan singkat.
Meng Wanlian dan teman-teman Ling Tian juga bergegas mengikuti keduanya. Begitu mereka semua telah masuk ke dalam salah satu toko besar yang menjual berbagai macam Harta Pusaka, seorang pelayan wanita segera menyambut dengan menyunggingkan senyum manisnya.
“Selamat datang, Tuan! Apakah ada yang bisa aku bantu?” tanya sang pelayan dengan nada lembut.
“Aku mencari Batu Meteor Hitam dan Wurzite Pelangi. Apakah toko kalian memilikinya?” Tanpa basa-basi lagi, Ling Tian langsung mengutarakan apa yang diinginkannya.
__ADS_1
“Kebetulan toko kami memilikinya, Tuan!” jawab sang pelayan dengan cepat.
“Kalau begitu, tolong bawa kami ke tempat kedua benda tersebut.”
“Silakan, Tuan!”
Sang pelayan pun segera membawa Ling Tian dan yang lainnya ke lantai empat toko itu, karena di sana tersimpan banyak benda-benda yang sangat berharga termasuk Batu Meteor Hitam dan Wurtzite Pelangi.
Ketika mereka sampai, Ling Tian melihat Batu Meteor Hitam dan Wurtzite Pelangi yang sebesar buah semangka terpajang rapi di antara benda-benda berharga lainnya.
“Hehehe ... Akhirnya aku bisa menempa Pedang Pelangi lagi,” batin Ling Tian sembari tertawa kecil. Kemudian menoleh ke arah pelayan dan bertanya, “Berapa harga dari kedua benda ini?”
“Harga dari Batu Meteor Hitam dan Wurtzite Pelangi adalah sama, yaitu masing-masingnya dihargai sebanyak lima juta Batu Roh tingkat menengah, Tuan!” jawab sang pelayan seraya terus menyunggingkan senyum manisnya.
Belum sempat Ling Tian menoleh ke arah Yan Qingshan, muridnya tersebut sudah terlebih dahulu mengeluarkan sepuluh ribu Batu Roh tingkat tinggi dari Cincin Ruangnya dan langsung menyerahkannya kepada sang pelayan.
Itu karena pelanggan toko mereka saat ini tidak memberikan penawaran sedikit pun tentang harga dari kedua benda tersebut. Jadi, sudah pasti ia juga akan mendapatkan komisi yang sangat besar dari hasil penjualannya sekarang.
“Jika masih ada hal lain yang Anda butuhkan, katakan saja padaku, Tuan!” lanjutnya lagi dengan nada bersemangat.
“Hmmm ... Aku ingin melihat-lihat benda yang lain dulu. Jika ada yang menarik minatku, aku akan segera memberitahumu.” Ling Tian segera memasukkan Batu Meteor Hitam dan Wurtzite Pelangi ke dalam Cincin Ruangnya, lalu mulai berjalan ke arah setiap benda yang dipajang di dalam toko.
Sang pelayan, Yan Qingshan dan yang lainnya juga segera bergegas mengikuti Ling Tian berkeliling. Mereka hanya diam sambil terus memperhatikan apa yang ingin dibeli oleh Ling Tian selanjutnya.
__ADS_1
Saat melihat Ling Tian menghampiri setiap benda yang digunakan sebagai bahan penempa Harta Pusaka, Yan Qingshan pun berbicara melalui telepatinya, “Guru! Semua benda-benda ini ada pada harta perbendaharaan sekteku. Bila Anda menginginkannya, aku akan memberikan semuanya.”
“Ooh ... Baguslah! Jika demikian, kita tidak perlu membelinya lagi,” ucap Ling Tian sambil menyunggingkan senyum khasnya. “Kalau begitu, mari kita pergi melihat-lihat ke toko perhiasan dan toko pakaian. Aku ingin membeli barang-barang buat ketiga istriku dan juga anakku. Aku akan memberikannya kepada mereka saat nanti kekuatanku sudah cukup untuk kembali ke Benua Langit Tingkat Menengah.”
Ekspresi Yan Qingshan langsung berubah terkejut mendengar pernyataan Ling Tian itu. Sebab ia tahu, bahwa untuk pergi ke Benua Langit Tingkat Menengah harus memiliki kemampuan yang sangat kuat, yaitu hanya dengan memiliki tingkat kultivasi dari seorang Saint untuk mewujudkannya.
Namun, Yan Qingshan juga mengerti. Walau belum ada seorang Saint pun di Benua Langit Tingkat Atas pada saat ini, akan tetapi ia sangat percaya bahwa suatu hari Ling Tian bisa mencapainya. Itu karena Yan Qingshan melihat dengan mata kepalanya sendiri tentang kecepatan dari tingkat kultivasi yang ditunjukkan oleh gurunya tersebut.
“Baik, Guru!” sahut Yan Qingshan.
Ketika Ling Tian hendak berbalik berbicara pada sang pelayan, tiba-tiba pandangan matanya tertuju pada salah satu pot yang ditanami oleh bunga yang di tempatkan di sudut ruangan toko.
“Aahh! Ini ....” batin Ling Tian tertahan seraya mengernyitkan alisnya. Dengan cepat ia berjalan ke arah pot bunga tersebut tanpa memedulikan wajah keheranan dari orang-orang yang ada di sekitarnya.
“Hahaha ... Aku sangat beruntung dapat menemukannya di tempat ini,” lanjut Ling Tian sembari tertawa gembira di dalam hatinya.
***
Penjelasan tentang nilai Batu Roh yang digunakan sebagai mata uang di Benua Langit Tingkat Atas.
Satu Batu Roh tingkat tinggi sama dengan seribu Batu Roh tingkat menengah. Satu Batu Roh tingkat menengah sama dengan seribu Batu Roh tingkat rendah. Satu Batu Roh tingkat rendah sama dengan seribu koin emas.
***
__ADS_1
Sebelumnya author mohon maaf kepada teman-teman semuanya, karena baru bisa up cerita LSM ini sekarang. Soalnya HP author rusak dan harus diperbaiki ke tukang servis, jadinya baru bisa up sekarang. Karena author mengetik cerita novel ini hanya lewat HP saja, bukan melalui laptop seperti author lainnya.
Harap dimaklumi yah!