
Ketika Ling Tian dan kedua gadis itu telah sampai di depan pintu gerbang Paviliun Harta, dia melihat banyak orang berjalan masuk ke dalamnya setelah selesai menyerahkan kartu undangan mereka.
Ling Tian juga melihat Lin Qianda telah menunggunya di depan gerbang tersebut.
"Maaf Kakek.. Aku datang terlambat..!" Ucap Ling Tian setelah turun dari kereta.
"Tidak apa-apa, aku juga belum lama tiba di tempat ini. Baiklah.. Mari kita segera masuk ke dalam." Lin Qiangda kemudian pergi menyerahkan kartu undangannya kepada penjaga.
Mereka kemudian di sambut oleh seorang pelayan yang membawa mereka berjalan masuk ke dalam Paviliun Harta melalui jalan khusus untuk para tamu VIP.
Setelah sampai, mereka kemudian di antar ke sebuah ruangan yang cukup luas. Para tamu lain juga terus berdatangan, yang membuat tempat itu semakin ramai.
Ling Tian segera melambaikan tangannya untuk memasang Formasi Penyegelan pada ruangan tersebut, yang membuat Lin Qiangda terkejut. Dia juga baru mengetahui kalau Ling Tian juga seorang Master Formasi.
"Dasar Monster.." Lin Qiangda membatin.
Ada panggung khusus yang luasnya sekitar 20 meter berada di tengah-tengah tempat pelelangan tersebut. Itu adalah panggung tempat menampilkan barang yang akan di lelang. Di atas panggung itu juga terdapat sebuah meja yang berukuran sekitar 5 meter.
Beberapa saat kemudian, seorang gadis cantik dan seksi berjalan di atas panggung di ikuti oleh seorang pelayan yang membawa sebuah kotak kecil. Gadis itu adalah juru lelang dalam acara pelelangan tersebut.
Gadis itu kemudian memberi tanda kepada pelayan untuk menyimpan kotak yang di bawanya ke atas meja. Lalu dia mulai berbicara kepada semua orang yang berada di tempat itu.
"Para tamu sekalian, aku akan mulai membuka acara lelang ini. Untuk lelang awal, kami akan menampilkan sebuah pil yang dapat membantu meningkatkan kultivasi para kultivator di tingkat Bintang Emas. Pil ini disebut Pil Mutiara Emas yang tingkatannya di atas Pil Mutiara Darah sebab memiliki efektivitas 85%."
Pelayan yang berada di dekat meja itu segera membuka kotak yang di bawanya tadi. Saat kotak terbuka, sebuah pil berwarna kuning keemasan terlihat dan aroma pil tercium di sekitar area pelelangan. Pelayan itu dengan cepat menutup kembali kotak tersebut.
Para tamu mulai terdengar gaduh saat pil tersebut di tampilkan. Mereka baru pertama kali ini melihat pil yang memiliki efektivitas 85%. Biasanya pil yang beredar di pasaran paling tinggi memiliki efektivitas 80%.
"Harap tenang semuanya. Kami akan segera memulai penawaran dan penawar tertinggi berhak mendapatkan pil tersebut." Gadis di atas panggung itu mencoba menenangkan para tamu.
"Untuk penawaran pertama, kami membuka harga 100 ribu koin emas. Setiap tawaran akan memiliki kelipatan 1000 koin emas."
"101.000.."
"102.000.."
__ADS_1
"110.000.."
Para tamu mulai berteriak dan bersaing dengan tawaran mereka masing-masing, hingga akhirnya harga pil tersebut telah mencapai harga 200 ribu koin emas.
"200 ribu pertama.. 200 ribu kedua.. 200 ribu ketiga. Pil ini terjual kepada tamu di ruangan nomor 9." Gadis itu berkata dengan gembira.
Pelayan kemudian mengambil kotak yang berisi pil tersebut lalu membawanya ke ruangan nomor 9.
Ling Tian menggelengkan kepalanya mendengar harga pil yang hanya memiliki efektivitas 85% saja telah terjual seharga 200 ribu koin emas. Jika pil buatannya yang di tampilkan di acara pelelangan ini, mungkin bisa terjual sekitar 1 juta koin emas.
Lin Qiangda sebenarnya ingin melakukan penawaran juga karena ingin membeli pil itu untuk Lin Yue, tapi Lin Yue segera menahannya. Lin Yue kemudian mengeluarkan Pil Susu Merah yang di berikan oleh Ling Tian kepadanya dan memperlihatkannya kepada Lin Qiangda.
Wajah Lin Qiangda segera berubah saat dia membuka botol pil yang di berikan oleh Lin Yue kepadanya. Dalam sekejap dia langsung menutup kembali botol pil tersebut karena takut aromanya akan menyebar dan tercium oleh para tamu lainya.
Ling Tian tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis saat melihat tingkah dari Lin Qiangda tersebut.
Benda-benda yang di lelang selanjutnya tetap tidak ada yang masuk ke dalam penglihatan Ling Tian. Semuanya hanya benda-benda biasa saja menurutnya, tetapi menurut tamu lain itu sangat penting bagi mereka.
"Benda selanjutnya adalah sebuah batu berwarna pelangi yang sangat keras tetapi sangat ringan seperti bulu. Kami tidak tahu apa nama dan fungsi dari batu ini, tapi kami yakin bahwa benda ini sangat berharga jika seseorang tahu kegunaannya." Gadis itu mulai berbicara lagi.
Semua orang segera memeriksa batu tersebut dengan indera spiritual mereka tapi tidak menemukan petunjuk tentang batu tersebut.
Sedangkan untuk Ling Tian, dia langsung mengerutkan keningnya lalu berkata di dalam hatinya.. "Wurtzite Pelangi."
Ling Tian segera tahu apa nama batu tersebut, itu adalah batu Wurtzite Pelangi sejenis logam yang sangat keras dan di pakai sebagai bahan untuk membuat senjata Pusaka.
"Baiklah.. Untuk penawaran pertama, kami membuka harga 500 ribu koin emas. Setiap tawaran akan memiliki kelipatan 5000 koin emas."
Semua orang kini terdiam, sebab tidak ada yang berani melakukan penawaran terhadap benda yang mereka tidak tahu kegunaannya. Menurut mereka, harga yang di tawarkan oleh Paviliun Harta sangat mahal untuk benda yang tidak di ketahui fungsinya.
Melihat itu, wajah gadis tersebut menjadi cemberut. Jik tidak ada yang melakukan penawaran, maka batu itu akan di simpan kembali ke Paviliun Harta dan dia juga tidak akan mendapatkan komisi dari hasil penjualan batu tersebut.
"Aku akan membelinya." Melihat tidak ada yang akan melakukan penawaran terhadap Wurtzite Pelangi, Ling Tian sangat gembira.
"Aahh.." Gadis itu tertegun sejenak, kemudian melihat sekali lagi ke arah tamu-tamu yang lain tapi tetap tidak ada yang berani menawar.
__ADS_1
"Baiklah.. Batu pelangi ini terjual seharga 500 ribu koin emas kepada tamu di ruangan nomor 7." Gadis itu kembali tersenyum. Meskipun harga batu itu tidak meningkat lagi, tetapi dia masih mendapatkan komisi dari hasil penjualannya.
Pelayan segera mengambil batu tersebut dan mengantarkannya ke ruangan Ling Tian.
Lin Qiangda, Lin Yue, dan Su Mei hanya diam saja melihat Ling Tian membeli batu itu. Mereka berpikir bahwa Ling Tian membeli batu tersebut hanya untuk bersenang-senang saja.
Ling Tian lalu membayar 500 ribu koin emas kepada pelayan yang telah mengantarkan batu itu kepadanya.
Setelah pelayan itu pergi, Ling Tian lalu berkata kepada mereka bertiga sambil memainkan batu tersebut di tangannya.. "Dari semua benda yang telah di lelang tadi, hanya inilah harta yang paling penting dan tak ternilai harganya.."
"Aaahhh.."
Mereka bertiga sangat terkejut mendengar apa yang di katakan oleh Ling Tian. Batu yang tidak di ketahui fungsinya oleh Paviliun Harta, itu dapat di ketahui oleh Ling Tian.
"Apakah kamu mengetahui batu apa ini..?" Lin Yue yang sangat penasaran terhadap batu tersebut segera bertanya pada Ling Tian.
"Nama batu ini adalah Wurtzite Pelangi, ini adalah salah satu bahan yang sangat penting untuk membuat senjata Pusaka. Batu sekecil ini akan dapat membuat sekitar 10 senjata Pusaka Tingkat Langit. Dan jika memiliki bahan tambahan lainnya, batu ini bisa membuat senjata Pusaka Tingkat Kaisar." Ling Tian berkata sambil tersenyum.
"Apaaaaa..!"
Lin Qiangda segera menutup mulutnya dengan tangannya karena takut teriakannya akan di dengar oleh tamu lain. Wajahnya langsung berubah pucat, dan tubuhnya gemetaran.
Senjata yang terkuat di kota Bulan Biru adalah senjata Pusaka Tingkat Berlian dan itu pun sangat sulit untuk di buat. Sekarang dia mendengar dari mulut Ling Tian bahwa batu kecil itu adalah bahan yang sangat penting untuk membuat senjata Pusaka Tingkat Kaisar.
Seandainya semua orang tahu bahwa batu tersebut adalah Wurtzite Pelangi yang menjadi bahan penting untuk membuat senjata Pusaka Tingkat Kaisar, mungkin di Benua Langit akan terjadi pertumpahan darah karena memperebutkannya.
Dan jika seluruh kultivator di Benua Langit tahu bahwa benda itu ada di tangan Ling Tian, dapat di pastikan mereka akan mengejar dan membunuhnya.
Wajah Lin Yue dan Su Mei juga ikut menjadi pucat seperti Lin Qiangda karena mengetahui apa konsekuensi yang harus di tanggung oleh Ling Tian jika orang-orang tahu apa fungsi dari batu tersebut.
Hanya Ling Tian yang tetap tenang sambil bermain-main dengan Wurtzite Pelangi di tangannya.
***
Untuk para Reader, Author minta maaf jika lambat mengupdate Novel ini karena Author juga masih sementara menulis kelanjutan dari tiap chapter di Novel ini. Biasanya Author telah mengupload chapter selanjutnya tetapi tertahan lama sebab masih di review sama pihak mangatoon.
__ADS_1
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.