
Dengan menggunakan kecepatan penuhnya, tak ada seorangpun yang dapat melihat Ling Tian memasuki kediaman Sektenya.
Dia langsung menuju ke aula karena merasakan Huang Fu dan beberapa Tetua serta petinggi Sekte lainnya berada di tempat tersebut.
Ling Tian seketika muncul dan langsung duduk di kursinya, sehingga membuat semua orang di dalam aula itu tersentak kaget karena mereka tidak bisa merasakan kedatangannya.
"Pemimpin!"
Mereka pun segera berdiri dan membungkuk memberi hormat kepada Ling Tian.
"Mmm... Apakah ada sesuatu yang sangat penting hingga membuat kalian semua berkumpul di tempat ini?" Ling Tian bertanya sambil menyunggingkan senyum khasnya ke arah semua orang yang berada di aula tersebut.
"Aahh... Bos! Kami berkumpul di sini karena ingin membicarakan tentang beberapa Sekte besar di wilayah Kota Seribu Bunga, yang tidak menyukai sistem dan aturan yang berlaku pada Sekte kita." Huang Fu segera berkata dengan nada sedikit panik.
"Ooh... Apakah mereka semua akan datang berkunjung ke Sekte kita?"
"Dari kabar yang aku dengar, memang seperti itu Bos!"
"Hmmm... Biarkan saja mereka datang ke sini. Jika tujuan mereka untuk meminta penjelasan dariku, aku akan menjelaskannya. Namun jika tujuan kedatangan mereka untuk mengacau di Sekte ini, hehehe... Aku akan menghancurkan mereka semua." Ucap Ling Tian sambil tertawa lirih.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Tian, semua orang yang berada di dalam aula itu saling pandang karena sangat terkejut. Mereka melihat bahwa Ling Tian seakan tidak mempedulikan masalah besar yang akan datang ke Sektenya.
"Apakah ada hal yang lainnya?"
"Tidak ada lagi Bos, hanya itu saja yang ingin kami bicarakan tadi." Jawab Huang Fu pelan.
"Hmmm... Baiklah! Kembalilah lakukan aktivitas kalian yang seperti biasanya." Lanjut Ling Tian lagi.
"Baik pemimpin!"
Setelah mengatakan hal itu secara serempak, semua orang segera berjalan keluar dari aula dan kembali melakukan urusan mereka masing-masing.
Meskipun di dalam hati mereka masih merasakan sedikit takut mengenai ancaman dari beberapa Sekte besar di wilayah Kota Seribu Bunga, namun mereka merasa lebih tenang setelah mendengarkan perkataan Ling Tian tadi.
Tiga hari lagi berlalu... Seperti biasanya, Ling Tian duduk dengan santai minum teh di depan halaman sambil memperhatikan sebagian para anggota Sektenya yang sedang berlatih teknik beladiri.
"Jun, kamu tidak perlu lagi melayaniku seperti ini. Biarkanlah pelayan yang melakukannya. Pergilah untuk berkultivasi juga. Jika kamu terus-menerus berada di sisiku, kamu akan tertinggal jauh dengan anggota Sekte lainnya." Ling Tian berkata pelan kepada Xiao Jun yang selama ini selalu bertindak seperti pelayan pribadinya.
"Aahh... Tidak apa-apa Tuan! Aku lebih merasa senang bila berada di sisimu dan menjadi pelayan bagimu." Ucap Xiao Jun sambil membungkuk pada Ling Tian.
"Ini adalah perintah! Aku tidak ingin melihat kultivasimu menurun setelah bersamaku. Kamu juga adalah teman pertamaku saat memasuki Kota Seribu Bunga ini dan itu akan membuatku merasa sangat bersalah jika hanya menjadikanmu sebagai pelayan di sini."
"Aahh... Be-begini Tuan! Se-sebenarnya aku tidak mendapatkan teknik beladiri yang cocok untukku di sini." Xiao Jun tergagap sambil masih terus membungkuk ke arah Ling Tian.
"Hmmm... Apa teknik beladiri yang paling kamu sukai dan ingin kamu pelajari?"
"I-itu Tuan! A-aku menyukai teknik beladiri yang menggunakan 2 buah pedang yang sekaligus bisa dipakai untuk bertahan dan menyerang."
__ADS_1
"Hehehe... Maaf, aku lupa menuliskan teknik tersebut karena sering melihat kebanyakan kultivator hanya menggunakan sebuah pedang saja dalam bertarung, dan aku juga seperti itu." Ling Tian tertawa kecil sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Keluarkan senjatamu! Aku akan memperagakan teknik tersebut secara perlahan, agar kamu bisa lebih mudah mempelajarinya ketika membaca teknik yang aku tuliskan untukmu."
"I-itu juga yang menjadi masalahnya Tuan! A-aku tidak memiliki senjata seperti itu, karena biasanya aku berlatih hanya menggunakan 2 batang ranting pohon saja."
"Hmmm... Katakan bentuk pedang seperti apa yang kamu inginkan, mungkin Paman Huang memiliki pedang tersebut padanya."
"Aku sudah bertanya kepada wakil pemimpin dan yang lainnya, tetapi mereka tidak memilikinya karena pedang yang aku inginkan itu panjangnya sekitar 1 meter dan sangat ringan."
"Wakil pemimpin berkata bahwa dia memiliki bahan untuk membuat pedang, tapi dia juga tidak tahu apakah pedang tersebut akan menjadi sangat ringan jika telah berhasil di buat oleh Master Penempa. Sebab bahan yang ada padanya itu untuk membuat pedang yang agak berat." Lanjut Xiao Jun lagi.
"Ooh... Hehehe, itu tidak masalah. Mari kita pergi menemui Paman Huang!" Ling Tian tertawa lirih, lalu berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah halaman tempat penerimaan anggota baru karena Huang Fu berada di sana.
Xiao Jun pun segera mengikutinya dengan raut wajah yang gembira meskipun dia tidak tahu makna "Itu Tidak Masalah" yang telah dikatakan oleh Ling Tian. Di dalam pikirannya, Xiao Jun hanya tahu bahwa mungkin dia akan mendapatkan pedang yang sesuai dengan keinginannya.
Melihat kedatangan Ling Tian, Huang Fu segera menyambutnya lalu membungkuk memberi hormat padanya. "Bos! Apakah ada sesuatu yang penting sehingga membuatmu secara pribadi datang ke sini?"
Melihat bahwa Huang Fu membungkuk hormat kepada pemuda yang berdiri di depannya itu, para kultivator yang masih terus berdatangan untuk bergabung dengan Sekte tersebut sangat terkejut.
Setiap kali Ling Tian berada di halaman tempat untuk menyambut para kultivator yang ingin bergabung dengan Sektenya, pasti hal ini juga akan terjadi pada mereka yang belum mengenal siapa dirinya.
Beberapa kultivator wanita menatapnya dengan tatapan memuja karena melihat wajah Ling Tian yang sangat tampan itu.
"Jika kalian ingin bergabung dengan Sekte kami, maka mulai dari sekarang kalian semua harus memberi hormat padanya, karena dia adalah pemimpin dari Sekte ini." Huang Fu juga akan selalu berteriak seperti ini kepada para kultivator yang memandang penuh tanya ke arah Ling Tian.
"Pemimpin!"
"Mmm..." Ling Tian mengangguk pelan ke arah mereka sambil menyunggingkan senyum khasnya yang membuat mata para kultivator wanita seolah penuh dengan bintang-bintang.
"Paman Huang! Apakah kamu memiliki beberapa bahan untuk membuat senjata?" Tanya Ling Tian dengan nada santainya.
"Iya Bos! Aku memiliki bahan-bahan itu." Jawab Huang Fu pelan.
"Berikanlah kepadaku! Aku akan menempa senjata dari bahan-bahan tersebut untuk Xiao Jun." Kata Ling Tian sambil mengulurkan tangannya.
"Haaahhh!"
Semua orang termasuk Huang Fu dan Xiao Jun terperangah setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Ling Tian.
"Apakah Bos juga seorang Master Penempa?" Huang Fu membatin dengan mulut yang masih ternganga.
"Mungkinkah ini tadi yang di maksud oleh Tuan dengan kalimatnya yang mengatakan Itu Tidak Masalah?" Xiao Jun bertanya dalam hatinya.
Sedangkan untuk yang lainnya, mereka juga ikut membatin dengan rahang yang terbuka lebar dan pikiran yang penuh tanda tanya.
"Huuuhhh.. Paman! Tanganku akan menjadi pegal jika kamu masih belum memberikan bahan-bahan tersebut kepadaku." Ling Tian berkata dengan nada mengeluh sambil menggoyang-goyangkan tangannya di depan Huang Fu.
__ADS_1
"Aahh...." Huang Fu tersentak dari keterkejutannya lalu segera mengeluarkan bahan yang diminta oleh Ling Tian.
"Mmm... Bahan ini cukup bagus." Kata Ling Tian setelah memeriksa semua bahan yang diberikan oleh Huang Fu.
Dengan cepat, Ling Tian membuat dua buah Formasi Pembentukan sesuai dengan ukuran pedang yang Xiao Jun inginkan di depan semua orang yang berada di halaman tersebut.
Selanjutnya dia mulai mengontrol Api Ilahi untuk melebur bahan-bahan itu. Dia juga menambahkan sepotong kecil Wurtzite pelangi agar pedang tersebut nantinya menjadi sangat kuat dan sangat ringan. Proses itu tidak memakan waktu yang lama karena bahan yang dileburkannya tidak sekeras Meteor Hitam.
Beberapa kultivator yang berada di dekat halaman tersebut segera berlari mendekat ke arah tempat Ling Tian menempa senjata untuk Xiao Jun.
"Apa yang terjadi?" Salah seorang anggota Sekte bertanya kepada temannya, karena merasa heran melihat beberapa anggota Sekte lainnya berlarian ke arah halaman.
"Aku mendengar mereka mengatakan bahwa pemimpin sedang menempa senjata di halaman penyambutan anggota baru."
"Aahh... Kalau begitu, apa yang kamu tunggu? Ayo, kita juga harus segera ke sana untuk melihatnya!"
Mereka pun langsung berlari ke arah halaman mengikuti beberapa anggota Sekte lainnya.
Hanya dalam beberapa menit saja, halaman tempat penyambutan para kultivator yang ingin bergabung dengan Sekte Ling Tian itu telah menjadi sangat ramai.
Pandangan mata mereka semua tertuju kepada Ling Tian yang sedang menempa senjata. Tidak ada di antara mereka yang bersuara karena takut mengganggu konsentrasi Ling Tian.
Ling Tian masih terus melebur bahan-bahan tersebut dengan santai, tanpa mempedulikan para anggota Sektenya yang telah berkerumun di tempat itu.
Sekitar 30 menit kemudian, proses peleburan telah selesai. Ling Tian kemudian memasukkan semua bahan ke dalam Formasi Pembentukannya.
Setelah itu, dia melanjutkannya dengan proses penyatuan bahan yang telah berada di dalam Formasi Pembentukan tersebut.
Walaupun berada sangat dekat dengan Ling Tian, mata Huang Fu terus melotot ke arahnya sebab dia tidak ingin melewati sedikitpun proses penempaan itu.
Setelah 30 menit lagi berlalu, Ling Tian melambaikan tangannya untuk menghilangkan Formasi Pembentukan dan kemudian segera mengambil pedang yang telah berhasil ditempanya tersebut.
"Hehehe... Pedang yang sangat bagus." Ling Tian tertawa kecil sambil mengayun-ayunkan kedua pedang yang berwarna keemasan dengan sedikit bercampur warna pelangi di dalamnya.
Semua orang di tempat itu sekali lagi terkejut setelah merasakan energi yang sangat kuat berasal dari pedang yang telah ditempa oleh Ling Tian. Itu karena mereka semua tahu, bahwa pedang tersebut adalah senjata Pusaka Tingkat Langit.
Meskipun kedua pedang itu tidak sekuat Pedang Pelangi milik Ling Tian, namun kekuatan keduanya setara dengan senjata Pusaka Tingkat Langit yang dimiliki oleh Mu Bai.
"Hmmm... Mari kita sebut saja pedang ini dengan nama... Si Kembar Berkilau Indah Dan Sangat Cantik Dipandang Oleh Mata." Ling Tian tersenyum senang setelah memberikan nama pada pedang buatannya itu.
Semua orang di tempat tersebut tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis, setelah mendengar nama yang diberikan oleh Ling Tian kepada pedang itu.
"Aahh... Bos! Nama tersebut terlalu panjang untuk pedang yang sangat kuat ini. Mungkin sebaiknya disebut saja sebagai Si Kembar Berkilau Indah." Huang Fu berkata dengan nada canggung.
"Yah... Terserahlah! Jika Jun tidak menyukai nama yang telah aku sebutkan tadi, maka biarkanlah dia memberi nama pada pedang ini." Ucap Ling Tian sambil mengangkat bahunya.
***
__ADS_1
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.