
Melihat Lin Yue yang sudah berdiri di depannya dan menghalangi jalan, Ling Tian berpura-pura menampilkan wajah cemberut dan tampak sedikit ketakutan.
"Tolong ... Siapapun tolong aku! Nona ini ingin membunuhku!" Ling Tian berteriak keras dengan nada memohon pada semua orang.
Namun, usahanya sia-sia saja karena tak ada seorang pun yang bergerak untuk membantunya.
"Haha ... Nyonya pertama! Tolong hajar dia sampai wajahnya mirip b4bi, hingga ibunya sendiri takkan mengenalinya lagi," seru Xiaohai kegirangan karena merasa bahwa dendamnya sebentar lagi terbalaskan.
"Aahh ... Jangan dengarkan anj1ng jelek itu, Nona! Eeh ... Bukan! Maksudku, Nyonya pertama!" ujar Ling Tian seraya menampilkan wajah sedih.
Lin Yue tak menanggapi perkataan Ling Tian dan hanya berkata di dalam hatinya, "Hmmm ... Mari kita lihat, apakah kamu juga bisa mengetahui di mana bagian yang menjadi target dari setiap seranganku ini!"
Lin Yue sebenarnya bisa saja menggunakan energi Qi-nya untuk mengunci pergerakan Ling Tian. Namun, dia tidak melakukannya karena hal tersebut takkan membantu untuk mengungkapkan kecurigaannya.
Ia segera mengangkat pedangnya dan mengacungkannya di depan Ling Tian, kemudian berkata dengan nada mengancam, "Aku akan menyerangmu dengan sekuat tenagaku. Jika kamu tidak melawan, maka kamu akan benar-benar terbunuh."
Setelah mengatakan hal tersebut, Lin Yue mengeluarkan auranya yang memancarkan energi Qi sangat kuat, hingga membuat arena pertarungan bergetar hebat.
"Hah! Apa yang ingin diperbuat oleh Nyonya pertama? Jika dia melakukan hal itu, salah satu anggota sekte kita akan benar-benar terbunuh." Yun Feilong bertanya sembari berdiri dari tempat duduknya dan hendak masuk ke dalam arena.
"Jangan lakukan itu, Tetua Yun! Sepertinya Nyonya pertama mengenali pemuda yang ada di atas arena tersebut." Kera Salju dengan cepat berkata untuk menahan Yun Feilong.
__ADS_1
Ling Han, Su Mei, Jia Xiaulan, Mo Qingcheng serta semua orang yang memiliki hubungan paling dekat dengan Lin Yue, langsung menatap lekat-lekat pada wajah Ling Tian.
Mereka sekali lagi memeriksanya dan mencoba mengingat apakah mereka juga pernah bertemu dengan pemuda yang berada di atas arena itu. Namun, mereka tetap saja tidak bisa mengetahuinya karena wajah pemuda tersebut sangat asing bagi mereka semua.
"Paman Guru! Apakah kamu tidak mengenali pemuda itu. Mungkin dia adalah kenalan lama kalian," tanya Xiao Jun dengan nada setengah berbisik pada Ling Han.
"Aku juga tidak tahu. Mungkin Adik ipar pernah bertemu dengannya ketika ia keluar dari sekte untuk pergi berbelanja," jawab Ling Han seraya mengernyitkan alisnya.
Su Mei dan Jia Xiulan juga saling berpandangan seolah-olah mereka bertanya satu sama lain. Tapi keduanya juga segera menggelengkan kepala mereka karena tidak mengetahui pemuda yang saat ini tampak ketakutan ketika menghadapi aura kuat yang terpancar dari tubuh Lin Yue.
"Bersiaplah!" seru Lin Yue dengan menggunakan energi Qi-nya hingga mengagetkan semua orang.
"To-tolong ampuni aku, Nyonya pertama! Maafkan aku jika telah menyinggung perasaanmu." Ling Tian masih terus bersandiwara sembari mengeluarkan keringat dari wajahnya agar dia tampak terlihat benar-benar sangat ketakutan.
"Aaaaaa ... Tolong!" Ling Tian berteriak keras dengan nada panik.
Akan tetapi, Lin Yue tidak berhenti, melainkan terus menusukkan pedangnya dengan sangat cepat. Jika ia tidak bertindak serius, maka ia tidak akan bisa membuktikan kecurigaannya.
Semua orang yang melihat tindakan Lin Yue tersebut menjadi ikut tegang juga. Bila pedangnya benar-benar menusuk dada pemuda itu, maka dapat dipastikan bahwa dia akan terluka parah, bahkan mungkin bisa terbunuh.
"Hehe ... Sepertinya Yue'er telah menyadari sesuatu. Kalau begitu, aku akan sedikit bermain dengannya," Ling Tian tertawa lirih di dalam hatinya, seraya menjatuhkan diri ke samping untuk menghindari serangan pedang milik Lin Yue. Lalu ia pun berteriak kembali, "Siapa saja, tolong aku! Nyonya pertama benar-benar ingin membunuhku. Apakah kalian ingin melihatku mati?"
__ADS_1
Melihat bahwa serangannya hanya mengenai udara, kecurigaan Lin Yue menjadi semakin kuat. Ia langsung menggunakan seluruh kekuatan penuhnya tanpa menahan diri lagi.
Tebasan serta tusukan pedangnya bergerak sangat cepat. Pergerakannya juga terlihat sangat indah seperti sedang menari bersama pedangnya. Inilah teknik terkuat yang dikuasai oleh Lin Yue, yaitu Teknik Menari Bersama Pedang.
Lin Tian terus bergulingan ke sana-sini di lantai arena untuk menghindari semua serangan yang datang ke arahnya. Ia juga terus-menerus berteriak dengan nada memohon pertolongan dari semua orang.
Meski gerakan yang ditampilkan Ling Tian seolah-olah dirinya terlihat sangat terdesak dan hanya sanggup bergulingan saja, namun setiap serangan Lin Yue dapat dihindarinya.
Hal ini juga membuat orang-orang merasa heran dan kebingungan. Sangat mustahil bagi seorang kultivator tahap pertama Bintang Emas untuk bisa menghindari serangan yang sangat cepat dari seorang kultivator tingkat Bintang Berlian. Apalagi yang saat ini menyerangnya adalah seorang kultivator tingkat Bintang Bumi.
Bahkan hanya dengan sedikit aura dari kultivator tingkat Bintang Berlian saja sudah akan dapat menghancurkan tubuh seorang kultivator Bintang Emas. Namun, sekarang yang dihadapi pemuda tersebut justru kultivator yang lebih kuat lagi karena Lin Yue adalah kultivator tingkat Bintang Bumi.
Lantai di atas arena pertarungan terus hancur menjadi bubuk karena tak sanggup menahan energi Qi yang terpancar dari tubuh Lin Yue. Sehingga membuat Ling Tian kini hanya bisa bergulingan di atas tanah yang penuh dengan debu. Akan tetapi, tak ada sedikit pun kotoran yang menempel di pakaiannya.
Hanya selang waktu beberapa detik saja ketika Lin Yue melancarkan serangan terkuatnya, arena pertarungan sudah benar-benar hancur porak-poranda. Meski demikian, pedangnya tak sanggup menyentuh sehelai benang pun dari pakaian pemuda yang terus bergulingan tak tentu arah di dalam arena itu.
Mengetahui bahwa semua serangannya hanya sia-sia belaka, Lin Yue akhirnya benar-benar telah mengonfirmasi kecurigaan serta keraguan yang ada di dalam hatinya.
Sama seperti yang dikatakan Ling Yuemeilan sebelumnya, setiap target serangan Lin Yue pun seolah-olah dapat terbaca dengan sangat mudah oleh pemuda yang terus bergulingan di depannya saat ini. Sebab, pemuda inilah yang mengajarkan teknik bela diri tersebut pada Lin Yue.
Meskipun Lin Yue masih terus menyerang Ling Tian dengan sangat sengit, namun kini pergerakannya mulai melambat karena tak mampu menahan tubuhnya yang terus bergetar. Pedang di tangannya seolah bisa terlepas kapan saja karena ia juga seakan tak sanggup menggenggamnya lagi. Tanpa ia sadari, air matanya sudah mengalir deras membasahi wajahnya.
__ADS_1
Bahkan sekarang, semua kultivator yang tingkat kultivasinya masih rendah, dapat melihat dengan jelas setiap serangan Lin Yue karena gerakannya yang semakin melambat. Mereka juga melihat dirinya mulai menangis terisak-isak dengan air mata yang terus mengalir di wajahnya seakan tak mau berhenti.