
Setelah suara auman terdengar dari arah Danau Suci, satu per satu orang-orang mulai beranjak pergi untuk memeriksanya. Karena merasa penasaran, para murid dari Sekte Pedang Awan dan Sekte Pedang Angin Selatan juga ikut untuk melihat apa yang sedang terjadi di sana.
Ling Tian yang tidak mengetahui bahwa suara auman yang keluar dari mulutnya telah membuat kehebohan, masih terus menyerap energi langit dan bumi yang tersisa di Danau Suci.
Setelah berhasil menempa tulang-tulangnya ke tingkat Tulang Naga Langit, kultivasi Ling Tian pun ikut menerobos ke tahap kedua Bintang Langit disebabkan energi murni yang terkandung di dalam Danau Suci sangat banyak dan juga sangat kuat.
Kali ini dia berniat menempa jiwanya agar indra spiritualnya menjadi lebih kuat juga, sehingga jarak jangkauan dari persepsinya akan menjadi lebih jauh dari yang sebelumnya.
Akan tetapi, Ling Tian segera menghentikan aktivitasnya saat ia merasakan ada begitu banyak kultivator yang menuju ke arahnya dan bahkan sebagian dari mereka telah tiba di sekitar Danau Suci.
"Hmmm ... Apa yang mereka lakukan di sini? Mungkinkah mereka juga ingin menyerap energi dari danau ini?" gumam Ling Tian di dalam hatinya seraya mengerutkan kening.
Sementara itu, wajah dari orang-orang yang sudah sampai di Danau Suci langsung berubah suram ketika mereka melihat Formasi Pelindung yang berada di tempat tersebut telah hancur.
"Pemimpin! Sepertinya ada seseorang yang berada di dalam Danau Suci. Aku hanya bisa merasakan auranya secara samar-samar, karena energi yang terpancar dari Danau Suci menghalangi indra spiritualku." Salah seorang tetua Sekte Pedang Angin Selatan melaporkan kepada pemimpin sektenya yang baru saja tiba.
Setelah mendengar laporan dari salah satu tetuanya, pria tua yang merupakan pemimpin Sekte Pedang Angin Selatan segera mengedarkan indra spiritualnya ke sekitar Danau Suci. Dan benar saja, ia juga merasakan secara samar-samar aura seseorang yang berada di dalam Danau Suci.
Pemimpin Sekte Pedang Angin Selatan mengernyitkan alisnya dalam-dalam saat mengetahui hal itu. Keheranan tampak jelas terpancar dari wajahnya. Sebab, baru kali ini dia menyaksikan ada seseorang yang berani secara langsung masuk ke dalam Danau Suci.
Bahkan jika itu dirinya sendiri yang merupakan seorang kultivator tahap kelima Bintang Langit, pasti akan mati ketika melakukan hal tersebut.
Danau Suci adalah salah satu sumber daya yang sangat penting untuk menjadikan sekte mereka menjadi kuat. Para kultivator sangat mengidam-idamkan untuk berkultivasi di sekitar tempat itu. Sebab, kultivasi mereka akan dengan cepat meningkat saat menyerap energi murni yang berasal dari Danau Suci.
__ADS_1
Karena Danau Suci berada tepat di tengah-tengah wilayah perbatasan antara Sekte Pedang Angin Selatan dan Sekte Pedang Awan, maka setiap tahunnya kedua sekte tersebut mengadakan kompetisi bagi murid paling jenius di sekte mereka masing-masing untuk menentukan siapa yang berhak mengambil alih kepemilikan Danau Suci selama setahun.
Namun, untuk menyerap energi murni dari Danau Suci, mereka hanya bisa melakukannya dengan jarak yang sedikit jauh. Penyebabnya adalah, karena energi murni yang terkandung di dalam Danau Suci sangat kuat dan sangat keras, sehingga tak ada yang sanggup berada terlalu dekat dengannya.
Merasakan energi murni dari Danau Suci telah berkurang sangat banyak, wajah pemimpin Sekte Pedang Angin Selatan menjadi masam. Bila terus dibiarkan seperti itu, mungkin energi murni di dalam Danau Suci akan segera habis.
Dengan begitu, ia pun tak tahan lagi untuk tidak bertanya, "Siapa di situ? Mengapa kamu masuk ke sini dan menyerap energi dari Danau Suci tanpa seizin kami? Tahukah kamu bahwa Danau Suci ini telah mempunyai pemilik?"
Meskipun pemimpin Sekte Pedang Angin Selatan sangat marah, tapi dia masih bisa mengendalikan emosinya. Karena menurutnya, orang yang mampu berada di dalam Danau Suci bukanlah orang biasa.
Mendengar seseorang memberikan teguran keras kepadanya, Ling Tian akhirnya tahu bahwa danau tersebut bernama Danau Suci dan bukanlah tempat yang tidak mempunyai pemilik.
"Aaiihh ... Aku mengira danau ini ditinggalkan oleh kultivator terdahulu dan tanpa pemilik. Jika begini, aku akan dituduh lagi sebagai pencuri oleh mereka," batin Ling Tian dengan nada menggerutu, lalu menambahkan, "Untung saja energi yang terkandung di dalam danau belum habis diserap oleh tubuhku."
Sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, Ling Tian berkata dengan nada merasa bersalah, "Maaf, Tuan-tuan! Aku mengira bahwa danau ini tidak mempunyai pemilik, sehingga aku langsung masuk untuk berkultivasi di dalamnya."
"Kyaaa ... Dasar pria mesum!"
Para murid wanita dari kedua sekte tersebut berteriak keras secara bersamaan. Awalnya mereka semua sangat terpesona dengan ketampanan Ling Tian. Akan tetapi, ketika mereka melihat tubuhnya yang telanjang, wajah mereka semua seketika memerah dan langsung berteriak secara spontan.
"A-apa? Si ... Siapa yang kalian panggil pria mesum?" Ling Tian berkata terbata-bata saat menatap bingung ke arah para murid wanita yang telah berbalik membelakanginya.
Sementara itu, wajah para tetua dan kedua pemimpin sekte tersebut dipenuhi dengan garis-garis hitam saat memandang ke arah Ling Tian.
__ADS_1
"Sungguh tak tahu malu!"
Beberapa pemuda bahkan meneriaki Ling Tian dengan kata-kata kasar.
Melihat respon yang aneh dari semua orang yang ada di hadapannya, Ling Tian segera memandang ke arah bagian bawah tubuhnya sendiri.
"Haahh!" Mulut Ling Tian langsung ternganga. Dia akhirnya sadar bahwa dirinya belum memakai pakaian apa pun untuk menutupi tubuhnya.
Dengan gerakan yang sangat cepat, Ling Tian bergegas mengeluarkan pakaiannya dari Cincin Ruang dan segera memakainya.
"Hehehe ... Maaf ... Maaf! Aku tidak bermaksud mesum ataupun bersikap tak tahu malu. Hanya saja, aku tadi terburu-buru ke sini ketika mendengar kakek tua ini berbicara kepadaku," ujar Ling Tian sembari tertawa kecil.
Para tetua Sekte Pedang Angin Selatan mengepalkan rahang mereka saat mendengar Ling Tian memanggil pemimpin sektenya dengan sebutan kakek tua.
"Hei, anak muda! Siapa kamu dan dari mana asalmu? Mengapa kamu tiba-tiba muncul di tempat ini? Apakah kamu salah satu murid dari sekte lain yang menginginkan berkultivasi di Danau Suci kami?" tanya salah satu tetua dengan nada geram.
"Sekali lagi aku meminta maaf pada kalian semua karena secara tidak sengaja telah berkultivasi di dalam danau itu. Namaku adalah Ling Tian. Aku berasal dari Benua Langit Tingkat Menengah. Secara tidak sengaja juga aku dibawa oleh Terowongan Spasial ke Benua Persimpangan Langit. Saat aku memasuki Jurang Keputusasaan, aku langsung dibawa ke tempat ini."
Jika saja dia tidak merasa bersalah, Ling Tian mungkin takkan repot-repot untuk menjelaskan siapa dirinya kepada orang-orang tersebut.
"Apa?!"
Kini mulut semua orang terbuka lebar seolah-olah rahang mereka akan jatuh ke tanah ketika mendengarkan penjelasan dari Ling Tian.
__ADS_1