Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 276. Memasuki Arena Pertarungan


__ADS_3

“Dasar Dugu Qiu Li sampah! Untuk mengalahkan orang yang sudah terluka pun dia tidak mampu melakukannya,” geram Hong Cao Yan sambil menggeretakkan giginya. Kemudian melanjutkan, “Saudara Cui, singkirkan dia dari hadapanku! Aku muak melihat wajah sampah itu.”


“Baik, Saudara Hong!” jawab seorang pemuda dengan nada tegas. Dia adalah Cui Hui murid peringkat ke-9.


Tanpa menunda lagi, Cui Hui pun langsung melesat ke atas arena dan dengan cepat pula ia membawa pergi tubuh Dugu Qiu Li yang tak sadarkan diri.


“Dan untuk kamu, Niu Lang! Mengapa kamu tidak segera datang ke sini untuk menyapaku? Bukankah sekarang tempatmu ada di panggung ini karena telah berhasil menjadi peringkat ke-10?” tanya Hong Cao Yan dengan nada tajam, ketika melihat Niu Lang hendak turun meninggalkan arena pertarungan.


“Itu ... Erm ... Anu ... Aku ingin pergi menemui teman-temanku dulu, saudara Hong. Lalu selanjutnya aku akan datang ke sana,” jawab Niu Lang dengan nada canggung.


“Tak perlu lagi kamu pergi ke tempat para sampah itu! Jika mereka ingin berada di atas panggung ini bersamamu, biarkan mereka sendiri yang berjuang untuk memperebutkannya. Bila mereka berhasil mengalahkan salah satu dari kami, maka otomatis mereka akan bisa berada di atas panggung ini juga,” sanggah Han Xiang yang berdiri di sebelah Hong Cao Yan. “Ciihh ... Tapi dengan kekuatan mereka yang sekarang, sepertinya itu hanyalah akan menjadi mimpi belaka. Sebab, sampah tetaplah sampah.”


“Aahh ... Mungkin sebaiknya saat ini aku pergi dulu ke sisi Hong Cao Yan untuk sedikit meredakan amarahnya. Dengan begitu, mungkin aku bisa meminta maaf atas kesalahan yang sudah dilakukan oleh teman-temanku karena telah berani menyinggung perasaannya.” Niu Lang termenung sejenak sembari berkata di dalam hatinya.


Namun, baru saja Niu Lang akan bergerak menuju ke atas panggung, terdengar suara Ling Tian yang berbicara dengan nada santai, “Senior Niu, datanglah ke sini! Tak perlu kamu pergi ke sana. Soalnya, aku mencium bau yang sangat busuk dari tempat mereka. Mungkin itu adalah bau busuk yang berasal dari beberapa sampah yang ditempatkan di atas panggung tersebut.”


“Apa?!”

__ADS_1


Sontak semua orang tercengang ketika mendengar ucapan Ling Tian tersebut. Bahkan sang wasit mengerutkan alisnya dalam-dalam dengan tatapan keheranan. Sebab, perkataan Ling Tian itu benar-benar merupakan hinaan serta provokasi langsung yang ditujukan kepada Hong Cao Yan dan teman-temannya yang ada di atas panggung.


“Siapa sebenarnya pemuda itu? Apa latar belakangnya sampai ia berani mengatakan Hong Cao Yan dan yang lainnya adalah sampah?”


“Gila! Sungguh perbuatan yang gila! Jika sudah seperti ini, maka pemuda itu benar-benar akan mati sekarang.”


“Huuhh ... Biarkan saja! Kita tak perlu bersimpati kepadanya. Sejak awal pemuda tersebut terus-menerus memprovokasi Hong Cao Yan. Itu sama halnya dia telah menggali kuburan untuk dirinya sendiri.”


Suasana di sekitar arena seketika menjadi riuh kembali. Berbagai macam komentar dari para murid mengakibatkan situasi di tempat tersebut menjadi semakin memanas.


“Bagus ... bagus ... sangat bagus!” Saking marahnya Hong Cao Yan, ia mengucapkan kata 'Bagus' itu sebanyak tiga kali. Kemudian ia pun berbalik ke arah sang wasit dan berkata, “Tetua! Kamu telah melihatnya sendiri 'kan? Sedari awal para sampah ini memang sengaja memprovokasi aku. Jadi, jangan salahkan aku jika menghancurkan mereka semua.”


“Maaf, Tetua! Mungkin aku akan sedikit mengganggu jalannya acara pengujian peringkat ini. Karena mereka sengaja menargetkan aku, berarti tandanya mereka ingin menantangku. Kalau aku melepaskannya begitu saja, itu sama halnya dengan menginjak-injak harga diriku,” ujar Hong Cao Yan seraya membungkuk memberi hormat pada sang wasit.


“Mmm ... Baiklah!” kata sang wasit sembari menganggukkan kepalanya. “Tapi usahakan kamu tidak sampai membunuh mereka. Biar bagaimanapun, mereka semua termasuk bagian dari kekuatan sekte ini.”


“Sekali lagi aku minta maaf, Tetua! Aku tidak bisa menjanjikan hal itu. Sebab, tangan dan kaki tidak memiliki mata. Jadi, mungkin saja aku tak dapat mengontrol kekuatanku hingga tak sengaja membunuh mereka,” balas Hong Cao Yun cepat.

__ADS_1


Mendengar pernyataan dari Hong Cao Yan tersebut, sang wasit hanya bisa menghela napas panjang. Karena dia tahu, bahwa saat ini Hong Cao Yan sangat marah dan berniat untuk membunuh orang-orang yang telah memprovokasinya.


Niu Lang yang masih berada di atas arena, segera mengerti maksud dan tujuan Hong Cao Yan. Dengan nada panik, ia pun berbicara, “Saudara Hong! Tolong maafkan ....”


BAM


Belum sempat Niu Lang menyelesaikan kalimatnya, sebuah tekanan energi Qi yang sangat kuat langsung menghempaskan dirinya hingga terlempar keluar dari arena pertarungan. Sebelum tubuh Niu Lang jatuh menyentuh tanah, Ling Tian sudah terlebih dahulu melompat dan menangkapnya. Selanjutnya, Pang Huaxian, Tang Fei dan Xuan Jirou pun segera menyusul ke tempat keduanya berada.


“Ba—bagaimana keadaanmu, Senior Niu?” tanya Pang Huaxian terbata.


“Tenanglah, aku tak apa-apa! Sebaiknya kalian cepat meminta maaf pada Hong Cao Yan sebelum semuanya terlambat,” tutur Niu Lang dengan nada memohon.


“Tidak perlu! Aku tak butuh permintaan maaf dari kalian. Yang aku inginkan sekarang adalah kalian segera naik ke atas arena ini untuk bertarung melawanku. Untuk menghemat waktu, kalian semua datanglah secara bersama-sama agar aku bisa menghancurkan kalian sekaligus,” sela Hong Cao Yan dengan nada ketus.


Wajah Niu Lang, Pang Huaxian, Tang Fei serta Xuan Jirou langsung berubah pucat ketika mendengar perkataan Hong Cao Yan. Hanya Ling Tian saja yang masih tetap tenang dan santai seperti biasanya. Bahkan dirinya bertindak seolah-olah tidak mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Hong Cao Yan tersebut.


“Hehehe ... Tenanglah, senior! Kalian tetaplah di sini. Biarkan aku saja yang bermain-main dengannya. Sudah waktunya aku melemaskan otot-ototku yang telah lama kaku karena tidak pernah lagi berolahraga,” tandas Ling Tian seraya tertawa kecil, lalu menambahkan, “Yang perlu kalian kerjakan hanyalah bersorak untukku, seperti yang kita lakukan tadi sewaktu memberikan dukungan pada Senior Niu.”

__ADS_1


“Ingatlah! Selama aku bermain, kalian tidak boleh memakai baju dulu. Sebab, hal tersebut akan membuat semangatku menurun dan akhirnya menjadi kalah,” lanjut Ling Tian lagi, sembari menaruh bajunya di pundaknya, kemudian berjalan dengan santai menuju arena pertarungan.


__ADS_2