
Beberapa saat kemudian, Yan Qingshan beserta empat orang pria paruh baya telah muncul di puncak gunung kediaman Meng Wanlian.
“Guru! Aku telah membawa mereka semua ke sini sesuai dengan perintahmu,” kata Yan Qingshan melalui telepatinya.
“Mmm!” Ling Tian menganggukkan kepalanya menanggapi perkataan Yan Qingshan sembari memperhatikan keempat pria paruh baya yang ada di depannya. Kemudian ia pun berbicara kepada mereka dengan nada serius, “Karena kalian telah datang ke sini, maka aku akan langsung saja mengatakannya dengan jujur bahwa aku ingin kalian menjalin Kontrak Jiwa denganku.”
“Apa?!”
Sontak keempat pria paruh baya tersebut langsung tersentak kaget mendengar kata-kata yang baru saja diucapkan oleh Ling Tian. Wajah mereka segera berubah merah karena marah. Bahkan Yan Qingshan dan Meng Wanlian ikut terkejut dengan perkataan Ling Tian itu.
“Gu—guru! A—apa maksud Anda berkata demikian? Me—mengapa mereka harus memiliki Kontrak Jiwa denganmu?” tanya Yan Qingshan yang masih melalui telepatinya dengan nada terbata-bata.
“Perintahkan saja agar mereka mau menuruti kata-kataku jika memang mereka ingin tingkat kultivasinya naik ke tahap selanjutnya.” Ling Tian menjawab dengan cepat menggunakan telepatinya juga.
“Ba—baik, Guru!”
Yan Qingshan pun segera menoleh ke arah keempat pria paruh baya tersebut dan berkata, “Turuti saja apa yang dikatakannya!”
“Ta—tapi, Pemimpin!” Jiang Su yang merupakan wakil pemimpin dari Sekte Cahaya Matahari akhirnya mulai berbicara. “Bagaimana kalau pemuda ini membohongi kita semua dan hendak ....”
__ADS_1
“Hendak apa? Hendak mengambil keuntungan dari kalian?” Belum sempat Jiang Su menyelesaikan kata-katanya, Ling Tian sudah lebih dulu menyelanya dengan nada kurang senang. “Justru akulah yang akan memberikan keuntungan bagi kalian semua. Aku ingin menempatkan Kontrak Jiwa bukan karena mau memperbudak kalian, melainkan untuk menjaga agar mulut kalian tidak berani membocorkan sesuatu yang tidak pantas untuk kalian sebarkan.”
Mendengar penjelasan dari Ling Tian tentang masalah menjalin Kontrak Jiwa dengan para pria paruh baya tersebut, akhirnya Yan Qingshan pun mengerti maksud sesungguhnya dari gurunya itu.
“Lakukanlah! Aku bisa menjamin dengan hidupku sendiri bahwa apa yang dikatakannya adalah benar.” Sekali lagi Yan Qingshan mengeluarkan perintahnya dengan nada mendesak.
Keempat pria paruh baya itu pun saling berpandangan sejenak dengan raut muka yang tampak gusar. Namun, wajah mereka segera berubah lesu karena tak berani menolak perintah dari Yan Qingshan.
Melihat tampang mereka yang seolah pasrah dan tidak lagi mengeluarkan argumennya, Ling Tian pun mulai bergerak untuk menempatkan Kontrak Jiwa ke dalam tubuh masing-masing dari keempat pria paruh baya tersebut.
Setelah semuanya selesai, Ling Tian akhirnya dapat bersikap normal kembali seperti biasanya. Jadi, dia tidak perlu lagi untuk menyembunyikan statusnya sebagai guru Yan Qingshan.
Tampak kejutan dari raut wajah keempat pria paruh baya tersebut saat mendengar Ling Tian memanggil nama pemimpin sekte mereka. Bahkan ia memanggilnya secara langsung dengan nama belakangnya saja, tanpa menyebutkan marga Yan Qingshan. Itu terlihat seolah-olah Yan Qingshan hanyalah seorang anak kecil di mata Ling Tian.
“Baik, Guru!” jawab Yan Qingshan singkat, lalu bergegas mengeluarkan beberapa Ramuan Roh dari Cincin Ruangnya.
Melihat sikap hormat dari pemimpin sekte mereka terhadap Ling Tian dan juga sebutan 'Guru' yang disematkan pada panggilannya, akhirnya para pria paruh baya itu sedikit mengerti dengan situasi yang mereka saksikan saat ini.
Tanpa menunda banyak waktu lagi, Ling Tian segera mengeluarkan Api Ilahi ke telapak tangannya dan mulai melakukan proses pemurnian bahan-bahan untuk membuat Pil Sembilan Garis Suci.
__ADS_1
Hanya proses pemurnian dari bahan-bahan itu saja sudah memakan waktu yang cukup lama bagi Ling Tian. Sebab, semua Ramuan Roh tersebut adalah bahan-bahan dengan kualitas tinggi yang memiliki energi yang sangat kuat pula. Dengan kekuatannya yang sekarang ini, mengharuskan Ling Tian untuk menghabiskan waktu sekitar lima jam dalam memurnikannya.
Proses demi proses dilalui Ling Tian dengan sabar tanpa terpengaruh sedikit pun oleh keadaan di sekitarnya. Bahkan dalam setiap proses meramu pilnya, ia menyempatkan diri untuk memberikan pemahaman kepada Yan Qingshan dan Meng Wanlian.
Waktu terus berputar dengan cepat, tanpa terasa sudah 12 jam berlalu. Ling Tian pun akhirnya berhasil menyelesaikan proses terakhir dari pembentukan pilnya. Kini terlihat jelas enam butir pil berwarna hijau bening dengan sembilan guratan kecil di dalamnya sedang melayang-layang di hadapan Ling Tian.
Itu adalah Pil Sembilan Garis Suci yang khusus digunakan untuk meningkatkan kultivasi para kultivator tahap Bintang Kaisar.
BRUK
Ling Tian jatuh terduduk di tanah karena kelelahan yang dirasakannya. Kekuatan spiritualnya yang digunakan untuk mengendalikan Api Ilahi hampir terkuras habis sepenuhnya.
“Guru! Bagaimana keadaanmu?” seru Yan Qingshan yang baru tersadar setelah mendengar bunyi gedebuk di tanah. Ia dan yang lainnya terlalu fokus memandang pil hasil buatan Ling Tian dengan tatapan bersemangat, sehingga mereka semua tidak memperhatikan kelelahan yang sedang dialami oleh Ling Tian.
“Fiiuuhh ... Aku tak apa-apa,” ucap Ling Tian seraya menghela napas berat. Kemudian melanjutkan sambil mengusap keringat yang mengalir di wajahnya, “Aku ingin beristirahat dulu selama beberapa jam untuk mengembalikan kekuatan spiritualku.”
Setelah berkata demikian, Ling Tian pun merebahkan tubuhnya berbaring di atas tanah yang ditumbuhi oleh rumput-rumput kecil itu.
“Sangat nyaman!” gumam Ling Tian pelan, lalu tertidur pulas.
__ADS_1
Yan Qingshan yang hendak menggunakan energi Qi-nya untuk mengangkat tubuh Ling Tian agar tidak menyentuh rumput, segera mengurungkan niatnya ketika mendengar gumaman dari gurunya tersebut.