
Penawaran di atas panggung pelelangan terus berlangsung. Sekarang, harga Pil Awan Bening dengan efektivitas 91% telah mencapai 69 miliar koin emas. Ling Tian tak lagi menghiraukan acara pelelangan tersebut karena yang paling utama baginya adalah Rumput Roh Bintang.
Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya Meng Hu pun datang bersama pria paruh baya yang mengatakan bahwa ia memiliki Rumput Roh Bintang.
"Tuan Yun! Tuan Dugu!" sapa pria paruh baya itu seraya membungkuk memberi hormat ketika melihat Yun Feilong dan Dugu Changfeng berada di dalam ruangan.
"Mmm...." Yun Feilong dan Dugu Changfeng mengangguk pelan secara bersamaan.
"Silakan duduk, Tuan! Sebenarnya aku yang memanggilmu ke tempat ini," ucap Ling Tian sambil tersenyum.
"Terima kasih, Tuan Muda! Apakah ada suatu hal yang anda butuhkan dariku hingga memanggilku ke sini?" tanya pria paruh baya tersebut dengan nada hati-hati. Sebab ia tahu bahwa orang yang bisa duduk bersama dengan Yun Feilong dan Dugu Changfeng adalah orang yang memiliki latar belakang luar biasa.
"Aku mendengar bahwa Tuan memiliki dua tangkai Rumput Roh Bintang dan hendak menukarkannya dengan Pil Awan Bening."
"Itu memang benar, Tuan Muda! Tapi pil tersebut sedang di...."
"Tak usah pedulikan pil yang sedang di lelang itu, Tuan! Biarkanlah mereka memperebutkannya. Aku juga mempunyai pil seperti itu. Jika benar anda memiliki Rumput Roh Bintang, aku ingin menukarkannya dengan Pil Awan Bening milikku." Sebelum pria paruh baya tersebut menyelesaikan kalimatnya, Ling Tian sudah terlebih dahulu memotong pembicaraannya.
"T-tapi, Tuan Muda! Bukankah Pil Awan Bening dengan efektivitas 91% hanya ada satu-satunya saja di pelelangan ini?" tanya pria paruh baya itu lagi dengan nada sedikit ragu-ragu.
"Yaah, memang benar bahwa Pil Awan Bening dengan efektivitas 91% hanya ada satu-satunya di pelelangan ini. Namun, aku juga mempunyai Pil Awan bening yang mungkin sedikit lebih bagus dari pil tersebut."
Pria paruh baya itu pun tertegun saat mendengar jawaban dari Ling Tian. Ia mengerutkan dahinya dan tampak seolah-olah sedang memikirkan sesuatu. Setelah beberapa saat meski dengan gerakan yang terlihat masih ragu-ragu, ia pun mengeluarkan dua tangkai Rumput Roh Bintang dari Cincin Ruangnya.
"Ini, Tuan Muda! Silakan dilihat."
Ling Tian segera berdiri dari tempat duduknya lalu mengambil kedua Rumput Roh Bintang tersebut dan kemudian memeriksanya.
"Hmmm... Kualitas Rumput Roh Bintang ini sangat bagus. Kalau begitu, aku akan memberikan 2 butir Pil Awan Bening padamu, Tuan!" ucap Ling Tian sambil tersenyum, lalu segera mengeluarkan 2 butir pil dari Cincin Ruangnya.
Ketika pil tersebut telah berada di tangan Ling Tian, aromanya seketika menyebar memenuhi ruangan. Aura yang sangat kuat dapat dengan jelas dirasakan terpancar keluar dari kedua pil itu.
"Tuan Muda!" seru Dugu Changfeng yang segera melompat dari kursinya dan langsung muncul di depan Ling Tian.
"Tak perlu menggunakan itu, saudara Dugu!" ujar Ling Tian yang mengetahui bahwa Dugu Changfeng akan mengeluarkan botol pil dari Cincin Ruangnya.
__ADS_1
"T-tapi, Tuan Muda!"
"Hehehe... Tenang saja, saudara Dugu! Ini adalah Pil Awan Bening dengan efektivitas 100%. Jadi, meskipun dibiarkan jatuh ke dalam lumpur yang sangat kotor dan berbau busuk, esensi pilnya takkan pernah berkurang."
"Haaaahh?!" Mulut Dugu Changfeng terbuka lebar seolah-olah rahangnya akan jatuh ke lantai.
Xiao Jun hampir tertawa lepas saat melihat mulut keriput Dugu Changfeng menjadi ternganga. Tetapi dengan cepat ia segera menahannya agar tak membuat Dugu Changfeng menjadi malu.
"Sejak tadi kamu pasti bertanya-tanya, mengapa pemimpinku menertawakan pil buatanku ketika pil tersebut dikatakan pil terbaik sepanjang masa. Nah... Inilah jawabannya, ketua Dugu!" kata Yun Feilong dengan nada sedikit canggung.
Pria paruh baya yang menyerahkan Rumput Roh Bintangnya kepada Ling Tian seakan tak mendengarkan percakapan mereka. Ia menutup matanya dan terus menghirup aroma yang dikeluarkan oleh Pil Awan Bening milik Ling Tian.
"Tuan!"
Ling Tian memanggil pria paruh tersebut sambil menepuk pelan pada punggungnya. Dengan demikian, pria paruh baya itu pun akhirnya tersentak kaget dan langsung membuka matanya.
"Aahh! Maaf, Tuan Muda! Aku tak bisa menahan tindakanku yang tadi. Sebab, aku tak menyangka bisa melihat langsung Pil Awan Bening dengan efektivitas 100%. Hanya dengan menghirup aromanya saja, kultivasiku terasa seakan meningkat."
"Hehehe... Tak apa-apa, Tuan! Ambilah kedua pil ini!"
"Aaiihh... Jika kamu tak mengambilnya, aku akan membuang salah satunya ke jalanan," ucap Ling Tian dengan nada mengeluh.
"Jangan, Tuan Muda!" Dugu Changfeng yang masih ternganga langsung menutup mulutnya dan segera bergerak dengan sangat cepat mengambil kedua Pil Awan Bening yang ada di tangan Ling Tian.
"Aaiihh... Saudara Dugu! Itu pil untuk Tuan ini." Ling Tian mengingatkan Dugu Changfeng dengan wajah cemberut.
"Aahh! Maaf... Maaf! Tanganku bergerak secara refleks sehingga tak sadar melakukannya. Ambilah pil ini, Tuan! Bila anda hanya membutuhkan salah satunya saja, maka anda bisa memberikan pil yang satunya lagi kepadaku."
Dugu Changfeng segera menyodorkan tangannya ke arah pria paruh baya yang ada di depannya. Namun, ia tampak terlihat seakan enggan memberikan kedua pil tersebut. Meski sedikit ragu-ragu, pria paruh baya itu pun tetap mengambilnya.
"Tuan! Bolehkah aku bertanya, di mana anda menemukan Rumput Roh Bintang itu?" tanya Ling Tian pelan.
"Tuan Muda! Jangan memanggilku dengan sebutan "Tuan"! Panggil saja namaku Wei Ziqing!"
"Itu akan terdengar sangat tak beretika. Sebaiknya aku memanggilmu sebagai Paman Wei dan ini juga akan terdengar lebih baik."
__ADS_1
"Terima kasih, Tuan Muda! Aku akan menjawab pertanyaan anda yang tadi. Rumput Roh Bintang tersebut aku dapatkan dari Cincin Ruang Guruku. Ia memberikannya kepadaku sebelum dirinya terbunuh saat bertempur dengan pemimpin Sekte Kabut Racun."
"Huufftt... Sepertinya tak ada lagi petunjuk untuk mendapatkan Rumput Roh Bintang lainnya," keluh Ling Tian seraya menghela napas panjang.
"Hmmm... Tuan Muda! Guruku pernah mengatakan padaku bahwa Rumput Roh Bintang itu ia dapatkan dari lembah yang berada di dalam Sekte Kabut Racun. Karena hal ini jugalah yang membuat pemimpin Sekte Kabut Racun terus mengejarnya sampai ke klan kami."
"Hingga akhirnya seluruh anggota klan kami juga ikut dibantai oleh anggota Sekte Kabut Racun, termasuk istri dan anak-anakku. Hanya aku sendirilah yang selamat dari kejadian itu karena berhasil melarikan diri."
Ketika Wei Ziqing menceritakan sebagian kisahnya tersebut, tampak jelas matanya terlihat berubah menjadi merah karena berusaha menahan air matanya yang akan keluar.
Ling Tian tertegun sejenak ketika mendengarkan apa yang baru saja dikatakan olehnya. Setelah menilai dari awal bahwa Wei Ziqing memiliki karakter yang jujur, ia bermaksud untuk merekrutnya menjadi anggota Sektenya. Sebab, Ling Tian juga membutuhkan orang-orang yang berkarakter jujur seperti Wei Ziqing.
"Paman Wei! Bagaimana jika kamu mengikutiku? Aku akan memberikan semua sumber daya kultivasi untukmu agar kultivasimu meningkat dengan cepat. Dan mungkin kamu juga bisa segera membalaskan dendammu pada Sekte Kabut Racun." tanya Ling Tian sambil menyunggingkan senyum khasnya.
"Aahh!" Wei Ziqing langsung tersentak kaget karena sangat terkejut saat mendengar perkataan Ling Tian.
Sudah cukup lama ia bertualang untuk mencari sumber daya kultivasi, dengan harapan suatu saat bila tingkat kultivasinya telah tinggi, maka ia bisa kembali dan membalaskan dendam seluruh keluarganya dan juga gurunya.
Sekarang, dengan janji yang telah diucapkan oleh Ling Tian, ia tak perlu sibuk lagi untuk mencari semua sumber daya bagi kultivasinya. Dengan Pil Awan Bening yang diberikan Ling Tian padanya, itu sudah dapat membuat kultivasinya meningkat pesat.
BRUK
"Aku... Wei Ziqing! Bersumpah setia untuk mengikuti dan menuruti semua perintahmu, Tuan Muda!" ujar Wei Ziqing sambil berlutut dihadapan Ling Tian.
"Hehehe... Bangkitlah! Kalau begitu, Paman Wei saat ini sudah menjadi anggota Sekte Pria Tertampan di Benua Langit. Masalah aturan Sekte, biar Jun nanti yang akan menjelaskannya," balas Ling Tian sambil mengedarkan energi Qi-nya untuk mengangkat tubuh Wei Zinqing dari sikap berlututnya.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.
__ADS_1