Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 256. Kedatangan Kaisar Jia -2


__ADS_3

Semua orang yang berada di dalam aula akhirnya keluar untuk menyambut kedatangan kedua orang tua Jia Xiulan. Selain berstatus sebagai seorang Kaisar dan Permaisuri, mereka berdua juga adalah Ayah dan Ibu mertua dari Ling Tian sendiri. Sehingga orang-orang pun sangat menghormati keduanya.


"Hahaha ... Cucuku! Kakek dan nenekmu telah datang," seru Kaisar Jia menggunakan energi Qi-nya, ketika ia dan Permaisuri baru saja lewat di atas pintu gerbang kediaman Ling Tian.


Suara seruan dari Kaisar Jia tersebut menggema keras di sekitarnya. Ia tak memedulikan lagi statusnya sebagai seorang Kaisar yang datang dengan cara tidak sopan seperti itu. Sebab, yang ada dipikirannya saat ini adalah segera bertemu dengan cucunya.


"Hahaha ... Anak nakal! Akhirnya kamu kembali." Kaisar Jia tertawa gembira saat melihat Ling Tian, Jia Xiulan serta yang lainnya telah berdiri di halaman aula untuk menyambut kedatangannya.


"Ayah, Ibu!" sapa Jia Xiulan begitu melihat Kaisar Jia dan Permaisuri turun dari atas udara.


Ketika Jia Xiulan hendak berlutut di tanah, Kaisar Jia dengan cepat menghampirinya. "Hehehe ... Tak perlu lakukan hal itu, Xiu'er! Ayo cepat tunjukkan di mana cucu yang kau bawakan untuk Ayah dan ibumu ini!?"


Mendengar perkataan dari Kaisar Jia tersebut, wajah Jia Xiulan memerah malu dan tampak terlihat canggung. Sebab, ia tidak tahu bagaimana tanggapan ayahnya itu jika mengetahui dia telah melahirkan seorang anak sebelum melakukan pernikahan secara resmi bersama Ling Tian.

__ADS_1


Menanggapi pertanyaan dari Kaisar Jia, Jia Xiulan hanya menolehkan kepalanya ke arah Ling Yuemeilan yang berada di dalam gendongan Ling An. Kaisar Jia dan Permaisuri pun segera ikut menoleh ke arah tatapan yang dituju oleh putrinya tersebut.


"Hahaha ... Jadi ini adalah cucuku!? Dia sangat cantik seperti dirimu, Xiu'er." Kaisar Jia tertawa keras seolah tak menghiraukan orang-orang di sekitarnya. Kegembiraan yang dirasakannya saat ini benar-benar tak terlukiskan.


Sama seperti Kaisar Jia, Permaisuri juga merasakan hal yang sama. Dengan cepat ia bergegas berjalan hendak menghampiri Ling Yuemeilan. Namun, sebelum dirinya berada lebih dekat lagi dengan cucunya itu, Kaisar Jia sudah terlebih dahulu tiba di depan Ling Yuemeilan sambil mengulurkan tangannya tanpa malu-malu.


"Ehem ... Nyonya Ling! Bolehkah aku menggendongnya juga?" tanya Kaisar Jia dengan wajah yang berseri-seri dan tampak sangat bersemangat.


Melihat ekspresi penuh harap yang terpampang di wajah Kaisar Jia, Ling An pun segera bergerak memberikan Ling Yuemeilan meski dirinya sendiri belum merasa puas menggendong cucunya tersebut.


"Hmph ... Reaksi Kakek sangat lambat! Aku juga seorang Monster seperti Ayah. Bahkan Ayah mengatakan bahwa suatu hari nanti aku akan dapat melampauinya." Ling Yuemeilan menunjukkan wajah cemberut seraya menggembungkan pipinya yang gemuk, sehingga penampilannya terlihat semakin lucu dan menggemaskan.


"Te--tentu! Tentu saja cucuku ini juga seorang Monster. Kakekmu ini pun sangat-sangat yakin bahwa suatu hari nanti kamu akan benar-benar melampaui ayahmu itu," ujar Kaisar Jia terbata-bata, seolah masih tidak percaya dengan apa yang terjadi pada diri Ling Yuemeilan.

__ADS_1


"Ayah juga mengatakan bahwa besok dia akan menyuruh orang untuk membuatkan patung diriku di sampingnya!" Ling Yuemeilan berkata sembari menunjuk ke arah patung Ling Tian.


"Hahaha ... Tidak perlu untuk menunggu hari esok! Dari sekarang Kakekmu ini akan segera memerintahkan orang-orang untuk membuatkan patungmu yang berdiri di samping ayahmu," jawab Kaisar Jia tegas sambil tertawa lebar.


"Hehehe ... Kalau begitu, ayo cepat kita ke sana untuk membuatnya, Kakek! Aku sudah tak sabar ingin melihat patungku sendiri," balas Ling Yuemeilan kegirangan.


"Baiklah ... Baiklah! Kakek akan segera membawamu ke sana," ucap Kaisar Jia seraya tersenyum senang, lalu menoleh ke arah Ling An dan yang lainnya, kemudian berkata dengan nada canggung, "Aku akan membawa cucuku ini sekarang untuk membuatkan patung dirinya di samping patung Ling Tian. Jika ada di antara kalian yang ingin ikut, mari kita pergi ke sana bersama-sama."


"Hmmm ... Kalau begitu, aku akan ikut juga!" sahut Ling An dengan cepat.


"Aku juga!" ujar Ling Sheng singkat. Di dalam hatinya ia sedikit menggerutu, sebab belum sempat menggendong Ling Yuemeilan karena sudah didahului oleh Kaisar Jia.


Ling Tian dan Jia Xiulan hanya bisa tersenyum canggung melihat putri mereka seolah menjadi rebutan oleh para kakek dan neneknya tersebut. Bahkan mereka berdua yang merupakan orang tua dari Ling Yuemeilan, kini merasa terabaikan. Putrinya itu benar-benar dapat menjadikan Kaisar Jia bertindak berlebihan, tanpa menghiraukan lagi statusnya sebagai seorang Kaisar.

__ADS_1


"Mmm ... Baiklah! Kalau begitu, mari kita pergi bersama!" ajak Kaisar Jia sembari menganggukkan kepalanya.


Sementara itu, para pengawal pribadi Kaisar Jia yang baru saja tiba bersama Pangeran di kediaman Ling Tian, segera diperintahkan untuk memanggil semua kultivator pemahat patung terbaik di Kekaisaran Jia.


__ADS_2