
"Maaf Nona..! Semua ruangan di lantai ini telah penuh." Seorang pelayan wanita segera berkata pada tamu yang akan menyewa ruangan di lantai 3.
"Tapi aku juga ingin merasakan daging dari Binatang Roh tingkat 3.." Suara lembut seorang gadis terdengar berbicara dengan pelayan tersebut.
Mendengar itu, Ling Tian dan Zhang Xuan berbalik ke arah mereka.
"Bu.. Bu.. Bukankah itu Nona Su Mei, kecantikan Nomor Satu yang terkenal di kota ini..?" Kata Zhang Xuan tergagap.
"Ooo.. Itukah kecantikan Nomor Satu.." Kata Ling Tian sambil melihat ke arah 2 gadis yang sedang berbicara dengan pelayan.
Salah satu dari gadis itu juga terlihat cantik, tapi kecantikannya menjadi redup setelah berdiri di samping gadis yang di katakan sebagai kecantikan Nomor Satu itu.
Ling Tian melihat kecantikan gadis itu sama seperti Lin Yue, tetapi karakter dari gadis tersebut terlihat dingin dan tidak terlalu suka berinteraksi dengan orang lain.
"Permisi Tuan Muda Ling, aku akan ke sana sebentar." Zhang Xuan segera berjalan ke arah para gadis tersebut.
"Perkenalkan Nona..! Saya adalah pemilik rumah makan ini, apakah ada yang bisa saya bantu..?" Kata Zhang Xuan ketika sampai di tempat para gadis itu.
"Tuan..! Kami ingin menyewa sebuah ruangan, tetapi pelayan ini mengatakan bahwa semua ruangan di lantai ini telah penuh." Kata gadis yang berdiri di sebelah kecantikan Nomor Satu itu.
"Bagaimana kalau kalian memesan ruangan di lantai 2, tetapi masakan daging dari Binatang Roh tingkat 3 akan tetap kami antar kesana.."
"Tapi Tuan.. Kami juga ingin menikmati daging itu dalam ruangan di lantai ini karena semua ruangan disini adalah ruangan VIP dan suasananya juga pasti berbeda dengan ruangan biasa di lantai lain." Kata gadis itu lagi.
"Yang di katakan pelayan tadi itu sangat benar Nona. Semua ruangan disini telah penuh."
"Tapi..."
"Sudahlah Yingying..! Kita makan di lantai 2 saja." Terdengar suara bernada dingin yang memotong pembicaraan gadis tersebut.
"Bukankah Paman Zhang masih memiliki satu ruangan lagi..?" Ucap Ling Tian sambil berjalan mendekati mereka.
__ADS_1
"Tapi itu kan ruangan pribadi Tuan Muda Ling..!" Kata Zhang Xuan yang berbalik ke arah Ling Tian.
"Tidak apa-apa Paman Zhang.. Biarkan kedua Nona ini memakai ruangan tersebut." Ucap Ling Tian lagi sambil tersenyum.
"Uuwwaaahhh.. Sangat tampan..! Perkenalkan namaku Wan Ying, dan ini saudariku namanya Su Mei." Kata gadis itu dengan wajah bersemu merah. Sedangkan untuk Su Mei, dia hanya terus diam dengan karakter dinginnya tersebut.
"Ooo.. Salam kenal Nona Wan Ying..! Namaku Ling Tian."
Kemudian Ling Tian berbalik ke arah Zhang Xuan dan berkata.. "Paman Zhang, aku akan pergi keluar sebentar untuk...."
"Wouw.. Bukankah ini Nona Su Mei, kecantikan Nomor Satu di kota ini..!" Sebelum Ling Tian menyelesaikan kalimatnya, beberapa pemuda telah datang menghampiri mereka.
"Halo Nona Su Mei..! Perkenalkan namaku Mo Chen. Aku ingin mengajak anda ke ruanganku untuk makan bersama teman-temanku ini." Seorang pemuda berusia sekitar 20-21 tahun berbicara, lalu menunjuk ke arah teman-temannya.
"Maaf Tuan Muda Mo..! Kami telah mempunyai ruangan kami sendiri." Kata Wan Ying dengan canggung. Dia telah mendengar rumor yang sangat buruk tentang Mo Chen ini.
"Aahh.. Bagaimana kalau aku saja yang ikut makan di ruangan kalian..? Aku ingin mengenal lebih dekat dengan Nona Su Mei, dan biarkan teman-temanku ini saja yang memakai ruanganku itu." Kata Mo Chen dengan nada sedikit memaksa.
"Maaf..! Tapi kami hanya ingin makan berdua saja dan tidak ingin di ganggu. Tuan..! Bisakah tunjukan ruangannya kepada kami..?" Su Mei segera berkata kepada Zhang Xuan tanpa melihat ke arah Mo Chen.
"Sekarang kamu telah mendengarnya..!" Balas Su Mei dengan nada dinginnya.
Wan Ying menyikut lengan Su Mei, memperingatkannya agar tidak bersikap kasar terhadap Mo Chen.
"Aku bisa membuat rumah makan ini tutup. Jadi aku juga bisa melarang kalian untuk makan di ruangan tersebut. Kecuali jika anda mau makan bersamaku.." Kata Mo Chen lagi dengan nada yang sangat angkuh sambil tersenyum sinis.
Zhang Xuan yang mendengar itu hanya bisa mengutuk di dalam hatinya sebab dia juga takut terhadap Mo Chen karena dia adalah anak dari Walikota, kota Bulan Biru.
Tatapan Su Mei menjadi lebih dingin saat dia berbalik melihat ke arah Mo Chen. Sedangkan untuk Wan Ying, dia mulai terlihat gugup, sebab dia tidak tahu harus berbuat apa karena takut terhadap Mo Chen.
Karena menurut rumor yang mereka dengar bahwa Mo Chen suka mempermainkan gadis-gadis. Dan setelah bosan, dia akan membuangnya. Orang tua dari para gadis itu sangat marah terhadap tindakan Mo Chen tetapi mereka takut untuk menyinggung Walikota.
"Ooo.. Apakah kamu benar-benar bisa menutup rumah makan ini..?" Ling Tian sebenarnya tidak ingin ikut campur dengan urusan mereka, tetapi jika itu menyangkut rumah makan Zhang Xuan, dia tidak akan tinggal diam sebab itu juga termasuk sumber penghasilannya.
__ADS_1
"Siapa kamu..? Pelayan sepertimu tidak di izinkan untuk berbicara. Apakah kamu tidak tahu siapa aku..? Aku adalah anak dari Walikota di kota ini, Bosmu saja tidak berani berbicara seperti itu kepadaku.."
Melihat dari pakaian Ling Tian yang sangat sederhana, Mo Chen berpikir bahwa Ling Tian adalah pelayan di rumah makan ini. Para pemuda di belakang Mo Chen juga mencibir kepada Ling Tian.
"Apakah rumah makanku akan berdarah lagi..?" Kata Zhang Xuan yang mengeluh di dalam hatinya.
Semua orang di kota Bulan Biru telah mengetahui bahwa kemarin di rumah makan Zhang Xuan telah terjadi pembantaian, tetapi rumah makannya tetap ramai karena hanya di sini mereka bisa merasakan daging Binatang Roh tingkat 3.
"PLAK"
"Aaaahhhhh.."
Terdengar suara tamparan di ikuti raungan kesakitan memenuhi lantai 3 Rumah Makan tersebut. Beberapa orang di dalam ruangan VIP segera keluar untuk melihat apa yang terjadi. Mereka kemudian melihat Mo Chen berguling-guling di lantai sambil memegang wajahnya yang berdarah dan juga semua giginya telah rontok.
Ling Tian tidak menggunakan kekuatan apapun saat menampar Mo Chen, dia hanya menggunakan tamparan manusia normal kepadanya. Jika dia menggunakan sedikit saja dari kekuatannya, mungkin kepala Mo Chen telah meledak.
Orang-orang tersebut kembali masuk ke dalam ruangan mereka masing-masing. Tidak ada satu pun yang simpati melihat keadaan Mo Chen itu. Mereka malah merasa bersyukur bahwa Mo Chen telah di berikan pelajaran oleh seseorang, tetapi mereka juga tahu bahwa orang yang telah melukai Mo Chen akan berakhir buruk.
Wan Ying dan Su Mei tertegun sejenak melihat Ling Tian berani menampar Mo Chen.
"Aku tidak peduli apakah kamu anak Walikota atau bahkan anak Kaisar sekali pun, jika kamu berani menutup rumah makan ini, aku juga akan membuat matamu menutup selamanya." Ucap Ling Tian yang masih tetap tersenyum.
"Bawa dia pergi dari sini, jangan mengotori pemandangan yang bisa mengganggu tamu lainnya..!" Kata Ling Tian lagi kepada teman-teman Mo Chen.
"Tunggu saja, kamu tidak tahu telah berurusan dengan siapa..!" Seorang pemuda berkata kepada Ling Tian, lalu bersama pemuda lainnya langsung mengangkat Mo Chen dan meninggalkan rumah makan itu.
Ling Tian hanya mengangkat bahunya lalu berbalik kepada Zhang Xuan.. "Paman Zhang, Bawalah mereka berdua ke ruanganku, aku akan keluar sebentar untuk membeli sesuatu."
"Baiklah Tuan Muda Ling." Kemudian Zhang Xuan membawa Wan Ying dan Su Mei ke ruangan Ling Tian.
Ling Tian pun segera keluar dan bertujuan untuk pergi ke pasar, dia ingin membeli pakaian karena merasa bahwa pakaiannya kini sedikit pendek sebab tubuhnya telah bertambah tinggi.
***
__ADS_1
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.