Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 104. Hadiah Untuk Li Weiheng


__ADS_3

Dengan menunggang Xiaohai, Ling Tian membawa Jia Xiulan kembali ke kediamannya. Setelah mereka sampai, Ling Han dan yang lainnya segera menyambut kedatangan mereka.


"Hehehe... Jun! Perkenalkan... Ini adalah Nyonya Guru ketiga, namanya adalah Jia Xiulan." Ucap Ling Tian sambil tertawa pelan.


"Salam, Nyonya Guru ketiga!" Sapa Xiao Jun sambil membungkuk memberi hormat ke arah Jia Xiulan.


"Nah, Xiu'er! Ini adalah muridku namanya Xiao Jun. Dan yang ini adalah Kakak ipar, calon istri dari Kakakku." Ling Tian menunjuk pada Mo Qingcheng.


"Salam Jun, salam Kakak ipar!" Jia Xiulan menyapa Xiao Jun, lalu membungkuk memberi hormat ke arah Mo Qingcheng.


"Salam juga Xiu'er!" Mo Qingcheng berjalan menghampiri Jia Xiulan lalu memegang tangannya.


"Hmmm... Sepertinya dalam beberapa bulan lagi kita akan kedatangan seorang tamu mungil yang imut dan sangat cantik!" Mo Qingcheng tersenyum gembira.


"Aahh... Kakak ipar! Dari mana kamu tahu bahwa itu adalah anak perempuan? Aku hanya bisa merasakan bahwa garis darah dan auranya mirip denganku." Tanya Ling Tian dengan nada keheranan.


"Aku bisa mengetahuinya setelah menyentuh tangan Xiu'er, dan teknik ini juga diajarkan oleh mendiang Nenek kepadaku."


"Anak ini juga sepertinya mengikuti dirimu memiliki kekuatan yang sangat kuat, sehingga dia akan sedikit lebih lama berada dalam perut Xiu'er dibandingkan dengan anak-anak normal lainnya."


"Jika kamu melakukan hubungan tersebut saat kekuatanmu berada pada tingkat seperti yang sekarang, mungkin si mungil ini baru akan bisa lahir setelah 3 tahun berada di dalam perut Xiu'er." Lanjut Mo Qingcheng lagi.


"Huufftt... Aku baru mengetahui hal ini, ternyata semua hal yang berkaitan tentang wanita menjadi semakin rumit. Aahh... Merepotkan saja." Ling Tian berkata sangat pelan dengan nada mengeluh sambil menghela napas panjang.


"Apa katamu? Apakah kami semua sangat merepotkan bagimu?" Tanya Lin Yue dengan nada kesal.


Yang lainnya juga segera memandang ke arah Ling Tian dengan tatapan tajam.


"Aahh... Ma-maksudku bukan seperti itu. Aku hanya merasa kalau kalian para wanita memang sangat merepotkan." Ucap Ling Tian terbata-bata.


"Coba ulangi lagi!" Wajah Lin Yue mulai memerah karena marah.


"Bu-bukan begitu! Yang aku maksud adalah kalian para wanita selalu membuat diri kalian sendiri menjadi repot. Seperti dalam hal berbelanja, atau membawa sesuatu yang tidak berguna di dalam Cincin Ruang kalian."


"Ciiihhh... Itu karena kami harus tetap terlihat cantik di depan para pria sepertimu!" Cibir Lin Yue yang masih dengan nada kesalnya sambil menghampiri Ling Tian.


"Aahh... Xiaohai, ayo kita pergi ke sana untuk menyembuhkan kakimu yang terputus itu." Ling Tian segera bergegas menjauh dari Lin Yue yang terlihat sedang mengepalkan tinjunya.

__ADS_1


Kwaaakkk


Xiaohai memekik seolah-olah ingin mencairkan suasana canggung tersebut, kemudian bergerak dengan jalan yang terpincang-pincang mengikuti Ling Tian.


Setelah itu, Ling Tian mulai menggunakan kekuatan spiritualnya untuk mengontrol Api Ilahi, lalu memasukkannya ke dalam tubuh Xiaohai untuk menyembuhkan semua luka yang terdapat di dalam tubuhnya juga.


Beberapa saat kemudian, kaki Xiaohai mulai beregenerasi dan terbentuk kembali. Semua luka dalam maupun di luar tubuhnya juga telah sembuh.


Setelah semuanya selesai, Ling Tian pun berkata, "Mengapa kamu mendapatkan luka yang cukup parah seperti ini?"


"Itu karena aku melindungi Tuan Putri dan anakmu, Bos! Saat aku terpisah dengan kalian semua di dalam Formasi Teleportasi, aku terus berkeliling mencari keberadaan kalian."


"Namun aku hanya menemukan Tuan Putri yang berada di dalam hutan yang penuh dengan Binatang Roh Tingkat 4 dan Tingkat 5."


"Untungnya Tuan Putri tidak terlalu masuk ke kedalaman hutan itu, sehingga para Binatang Roh yang sangat kuat masih berjarak sangat jauh dari tempatnya."


"Aku terus bertarung melindunginya dari Binatang Roh yang ada di sekitarnya, namun aku terluka karena mereka terlalu banyak."


"Dan ketika aku hampir terbunuh karena terlalu lelah melawan para Binatang Roh tersebut selama berbulan-bulan, Paman Li datang menolong kami saat dia sedang melewati hutan itu."


"Mungkin karena suara dari pertarungan kami yang membuatnya datang untuk melihat-lihat apa yang terjadi di tempat tersebut."


"Kamu memang adalah sahabat terbaikku. Aku nanti akan memberikan hadiah untukmu karena telah melindungi istri dan anakku." Ucap Ling Tian sambil membelai kepala Xiaohai.


"Baiklah, aku akan ke tempat Paman Li dulu untuk memenuhi janjiku kepadanya."


Sesudah mengatakan hal itu, Ling Tian langsung menghilang dari tempatnya berdiri dan segera melesat ke arah kediaman Li Weiheng.


"Huuhh... Kekuatan dan kecepatan Bos kini semakin jauh dariku." Keluh Xiaohai dengan nada sedih. Lalu dia pun berbaring dengan lesu di halaman kediaman Ling Tian.


Hanya dalam hitungan detik saja, Ling Tian telah sampai dan muncul tepat di hadapan Li Weiheng.


"Pemimpin!"


Melihat kedatangan Ling Tian, Li Weiheng segera menyapanya dan membungkuk memberi hormat.


"Paman Li! Karena kamu telah menyelamatkan Xiaohai dan istriku, aku juga akan menepati janjiku kepadamu." Ucap Ling Tian sambil mengeluarkan kertas dan kuas dari Cincin Ruangnya. Lalu segera menuliskan teknik tombak tingkat Dewa kepadanya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat kemudian, Ling Tian memberikan teknik tersebut kepada Li Weiheng.


"Paman Li, pinjamkan aku tombakmu!" Ling Tian berkata sambil mengulurkan tangannya ke arah Li Weiheng.


Tanpa bertanya apapun, Li Weiheng langsung mengeluarkan tombaknya dari Cincin Ruangnya, lalu memberikannya kepada Ling Tian.


"Paman Li, perhatikan gerakanku! Aku akan menurunkan kultivasiku ke tingkatmu sehingga kamu dapat menangkap lebih banyak lagi dari setiap gerakanku." Ucap Ling Tian pelan, lalu segera melesat ke langit dan memperagakan tekniknya itu di luar Formasi Sekte.


Gerakan Ling Tian yang tiba-tiba itu mengejutkan semua anggota Sektenya karena merasakan Formasi Pertahanan sedikit bergetar ketika Ling Tian melewatinya.


Ling Tian dengan sangat cepat memperagakan teknik tombaknya sesuai dengan tingkat kultivasi Li Weiheng. Semua orang yang menggunakan tombak sebagai senjatanya, memandang Ling Tian tanpa berkedip karena mencoba memahami setiap gerakan yang diperlihatkan olehnya.


Li Weiheng juga bertingkah seperti mereka karena tidak ingin melewatkan sedikitpun tiap gerakan yang diperagakan oleh Ling Tian.


Sesudah Ling Tian selesai memperagakan semuanya, dia kembali turun ke arah Li Weiheng yang saat ini telah menutup matanya mencoba untuk memahami teknik tersebut.


Ling Tian tidak mengganggunya karena dia tahu bahwa Li Weiheng telah mendapatkan pencerahan dari teknik tombak yang diperagakannya tadi.


Setelah menunggu beberapa saat, Li Weiheng akhirnya membuka matanya yang kini terlihat berbinar penuh semangat.


"Pemimpin!"


Li Weiheng segera berseru lalu akan berlutut kepada Ling Tian, namun energi Qi yang sangat kuat langsung menahan tubuhnya sehingga dia bahkan tidak mampu untuk menggerakkan jarinya sedikitpun.


"Paman Li, jangan pernah lakukan hal itu lagi karena aku sudah menganggapmu sebagai keluargaku sendiri. Ini hadiah yang pantas kamu dapatkan setelah memiliki kontribusi yang sangat tinggi terhadap diriku dan juga Sekte ini."


"Yang aku tuliskan dan baru saja aku peragakan bukanlah teknik tombak tingkat Kaisar seperti yang telah aku janjikan kepadamu, tapi itu adalah teknik tombak tingkat Dewa."


"Untuk nama pada teknik tersebut, itu semua terserah Paman Li saja bagaimana akan menyebutkannya."


"Jadi untuk sekarang, Paman Li mulailah berlatih agak tidak tertinggal dari anggota Sekte lainnya." Ling Tian kemudian memberikan kembali tombak Li Weiheng lalu langsung menghilang dari tempatnya.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.

__ADS_1


Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.


__ADS_2