Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 282. Ling Tian Merasa Tertekan


__ADS_3

“Senior Niu! Apakah itu masih Junior Ling yang kita kenal? Mengapa dia bisa jadi sekuat ini?” Di dalam keterkejutannya, Pang Huaxian bertanya dengan nada setengah berbisik. Dia tidak pernah menyangka bahwa Ling Tian yang usianya lebih muda dari mereka itu, telah memiliki kekuatan yang jauh melebihi mereka semua.


Begitu pula dengan Tang Fei dan Xuan Jirou. Mereka berdua juga segera memandang ke arah Niu Lang seolah meminta jawaban darinya. Sebab, mereka pun memiliki pertanyaan yang sama seperti yang sudah dilontarkan oleh Pang Huaxian.


“Aaiihh ... Jika kalian bertanya kepadaku, lantas aku harus bertanya kepada siapa? Itu karena aku juga tidak tahu,” jawab Niu Lang dengan nada mengeluh.


Meski mereka telah bersama Ling Tian selama sebulan, namun tak ada seorang pun di antara mereka berempat yang mengetahui kekuatan Ling Tian yang sesungguhnya. Yang mereka tahu hanyalah tingkat kultivasi Ling Tian berada di tahap kedelapan Bintang Bumi.


Sementara itu di atas arena, tubuh Hong Cao Yan dan teman-temannya gemetar ketakutan ketika melihat wajah Hong Cao Yun sedang diinjak-injak oleh Ling Tian. Saat ini, mereka semua akhirnya menyadari bahwa mereka telah melawan orang yang salah.


Sedangkan untuk sang wasit yang juga berada di atas arena, hanya tersenyum saat melihat tindakan Ling Tian tersebut. Dia tidak menghentikan apa yang sedang dilakukan Ling Tian. Sebab, sang wasit tahu bahwa Ling Tian tidak memiliki sedikit pun niat membunuh terhadap Hong Cao Yun.


“Huuhh ... Aku telah banyak menghabiskan energi Qi-ku dan benar-benar merasa sangat letih sekarang,” gerutu Ling Tian sambil berpura-pura menunjukkan tampang kelelahan. “Karena kamu yang sudah membuatku seperti ini, maka kamu juga harus membayar kompensasinya.”


Setelah mengatakan hal tersebut, Ling Tian segera berjongkok dan menarik paksa Cincin Ruang yang ada di jari Hong Cao Yun.


“Hehehe ... Aku ucapkan terima kasih karena kamu sungguh telah bermurah hati untuk memberikan Cincin Ruangmu ini kepadaku,” lanjut Ling Tian sembari menepuk-nepuk pipi Hong Cao Yun yang sudah berlumuran darah. Kemudian ia pun berbalik hendak meninggalkan arena pertarungan.


Di bawah tatapan tercengang dari semua orang, Ling Tian melangkah dengan santai sambil terus memanggul baju di pundaknya. Namun, belum jauh ia berjalan dari tempat Hong Cao Yun, Ling Tian merasakan adanya energi Qi yang sangat kuat mengunci pergerakannya. Sehingga, bahkan untuk menggerakkan jarinya saja ia tidak bisa melakukannya.


Ling Tian mengencangkan rahangnya, berusaha untuk melepaskan diri dari kekuatan yang sedang mengekang tubuhnya itu. Meski ia sudah menggunakan seluruh kekuatan penuhnya untuk memberikan perlawanan, namun usahanya tersebut masih tetap sia-sia saja.

__ADS_1


“Anak muda! Kamu sudah menghajarnya sedemikian rupa, tapi kamu masih saja mau mengambil keuntungan darinya. Kembalikanlah Cincin Ruang milik muridku itu!” Sebuah suara berat dengan nada memerintah terdengar menggema di sekitar arena.


Mendengar pernyataan dari suara tersebut yang mengatakan bahwa Hong Cao Yun adalah muridnya, sebagian murid akhirnya mengerti bahwa itu adalah Zi Cheng Feng yang merupakan salah satu tetua dari para Murid Dalam dan juga adalah guru dari Hong Cao Yun sendiri.


“Sial! Ini menjadi sangat merepotkan. Ternyata dia mempunyai seorang guru yang sangat kuat,” rutuk Ling Tian di dalam hatinya.


Di bawah pengekangan energi Qi milik Zi Cheng Feng, Ling Tian benar-benar merasa dirinya sangat tak berdaya. Dia hanya bisa pasrah menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.


Secara tiba-tiba tubuh Ling Tian bergerak dengan sendirinya, berjalan kembali ke tempat Hong Cao Yun berada. Itu bukanlah kemauannya, melainkan ulah dari Zi Cheng Feng yang sedang mengontrol tubuh Ling Tian.


Ketika ia sudah sampai di tempat Hong Cao Yun berada, Ling Tian merasakan tekanan yang sangat kuat menimpa dirinya hingga ia tak kuasa menolak dan hendak jatuh berlutut di lantai arena.


Namun, saat lutut Ling Tian akan menyentuh lantai, sebuah energi Qi yang lebih kuat lagi langsung menyelimuti tubuhnya dan itu seolah-olah sedang melindungi dirinya. Tekanan dari energi Qi yang dilepaskan oleh Zi Cheng Feng juga segera menghilang, hingga membuat Ling Tian dapat bergerak bebas kembali.


Kemudian, secara tiba-tiba sosok anggun dan cantik seperti Dewi langsung muncul di dekat Ling Tian. Melihat kedatangan wanita tersebut, Zi Cheng Feng pun akhirnya menampakkan dirinya yang seketika itu juga sudah berada tepat di sebelah Hong Cao Yun.


“Woah ... Siapa wanita yang sangat cantik itu?”


“Aku juga tidak tahu siapa dia.”


“Sepertinya aku telah jatuh cinta pada pandangan pertama. Dia benar-benar terlihat sangat cantik dan juga seksi.”

__ADS_1


“Sstt ... Diamlah! Jika kalian tidak ingin mati, sebaiknya jangan membicarakan tentang wanita itu.”


“Hmmm ... Memangnya kenapa?”


“Dia adalah Tetua Meng Wanlian dan merupakan salah satu Murid Inti yang juga menjadi tetua bagi para Murid Dalam. Meskipun dia terlihat sangat cantik, tapi aku dengar bahwa ia telah berusia sekitar 300 tahun. Tingkat kultivasinya juga sangat tinggi, yaitu tahap kesembilan Bintang Raja.”


“Hah?! Sebaiknya kita tidak membahasnya lagi. Jangan sampai perkataan kita nantinya tanpa sengaja akan menyinggung perasaannya."


Para murid pria yang terpana dengan kecantikan wanita di atas arena tersebut mulai saling berbisik-bisik. Namun, setelah mengetahui bahwa wanita itu merupakan salah satu tetua di sekte mereka, semuanya segera berhenti memperbincangkannya.


“Maaf, Tetua Meng! Setahuku, kamu tidak mempunyai seorang murid karena terlalu fokus dalam berkultivasi. Mengapa sekarang kamu memilikinya?” tanya Zi Cheng Feng dengan nada keheranan.


“Apakah aku harus melaporkannya terlebih dahulu kepadamu bila aku memiliki seorang murid?” balas wanita yang sebenarnya bernama Meng Wanlian itu dengan nada ketus.


“Ini ....” Ucapan Zi Cheng Feng tertahan, karena tak tahu harus menjawab apa tentang pertanyaan yang baru saja dilontarkan oleh Meng Wanlian.


Ling Tian yang mendengarkan percakapan dari keduanya hanya diam saja sambil mengeryitkan alisnya. Baru kali ini ia benar-benar merasakan perasaan yang sangat tertekan, ketika berdiri di antara kedua orang kuat yang sekarang ada di depannya.


Dia yang selalu berjalan dengan rasa bangga dan dijuluki Monster oleh orang lain, kini merasa sangat kecil dan tak ada apa-apanya dibandingkan dengan kedua orang tersebut.


“Muridku! Mengapa kamu tidak segera menyapa Gurumu ini?” ujar Meng Wanlian seraya tersenyum pada Ling Tian.

__ADS_1


“Apa?!”


Perkataan Meng Wanlian membuat rahang para murid langsung terbuka lebar seolah-olah hendak jatuh ke tanah. Mereka akhirnya mengerti ketika mengingat ucapan Meng Wanlian yang sebelumnya, saat ia memarahi Zi Cheng Feng karena telah mengintimidasi muridnya. Dan murid yang dimaksudnya itu adalah Ling Tian.


__ADS_2