Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 99. Tahap Kedelapan Bintang Berlian


__ADS_3

"Benarkah apa yang dikatakan oleh gadis ini, bahwa kamu yang telah membunuh adikku yaitu pemimpin Sekte Salju Putih?" Tanya pria tua itu dengan nada geram.


"Itu benar!" Jawab Ling Tian singkat.


"Hahaha... Aku telah memorak-porandakan beberapa Sekte demi membalas kematian adikku saat mencari dirimu. Hingga akhirnya aku menemukanmu di sini. Kini nasib Sekte ini akan sama seperti Sekte yang telah aku hancurkan itu." Pria tua tersebut terkekeh sambil menunjuk Sekte Ling Tian.


"Begitukah? Bagaimana kamu bisa tahu sebelum mencobanya terlebih dahulu?" Tanya Ling Tian tenang, tetapi dia tidak pernah melepaskan sedikitpun kewaspadaannya terhadap pria tua di depannya itu.


"Sejak aku berada di sini, aku telah mengetahui jawabannya!"


Setelah mengatakan hal tersebut, pria tua itu langsung menghilang dari tempatnya dan seketika muncul tepat di depan Ling Tian. Dengan gerakan yang sangat cepat, dia mengangkat tangannya lalu melayangkan tinjunya ke arah tubuh Ling Tian.


Ling Tian pun menyambut pukulan tersebut dengan Teknik Tinju Dewa Naga.


BAM


Saat kedua tinju itu beradu, suara yang keras terdengar menggema di sekitar wilayah Sekte tersebut. Ling Tian terdorong mundur sejauh 50 meter, sedangkan pria tua itu masih tetap berdiri di tempat munculnya ketika tepat berada di depan Ling Tian.


Sementara gadis yang bersamanya tersebut tidak terjatuh dari udara karena kontrol dari energi Qi pria tua itu yang terus menahannya.


Melihat apa yang telah terjadi di atas kepala mereka, semua orang yang berada di dalam Formasi Pertahanan merasakan sangat cemas terhadap situasi yang dialami oleh Ling Tian tersebut.


Perbedaan tingkat kekuatan terlihat jelas di antara keduanya. Meskipun begitu, Ling Tian tetap tenang dan tidak panik sedikitpun.


"Ciiihhh... Ternyata kekuatan tubuhmu lumayan keras juga. Jika itu adalah kultivator tahap pertama Bintang Bumi biasa, mungkin tubuhnya sudah meledak dan hancur berkeping-keping setelah mendapatkan pukulan yang berisi 70% dari tenagaku." Kata pria tua tersebut dengan nada sedikit mencibir.


Ling Tian tidak menghiraukan perkataan dari pria tua itu. Dengan sangat cepat dia menghilang dari tempatnya dan langsung balas menyerang ke arah pria tua tersebut.


Ling Tian menggunakan kecepatan penuhnya saat melancarkan serangan dari segala arah terhadap pria tua itu. Tapak Dewa Naga, Pukulan Dewa Naga, serta Tendangan Dewa Naga dari Teknik Dewa Naga Surgawi telah dikeluarkan oleh Ling Tian dalam setiap serangannya.


ROOAARR


Auman yang sangat keras dari Teknik Auman Dewa Naga juga menggema di sekitar wilayah Sektenya yang membuat semua orang yang mendengarnya merasakan sakit pada gendang telinganya.


Namun itu tidak memiliki efek yang berarti pada pria tua tersebut. Dia masih terlihat santai menangkis semua serangan Ling Tian yang terus menerjang ke arahnya.


"Apakah kamu sudah puas?" Pria tua itu berkata dengan nada meremehkan setiap serangan yang datang padanya.


Dengan gerakan yang sangat cepat, Ling Tian segera mengeluarkan Pedang Pelangi dari Cincin Ruangnya. Serangannya kini mulai bervariasi dan menjadi lebih kuat lagi dari sebelumnya.


SRET ... SRET


Beberapa bagian tubuh pria tua tersebut mulai sobek akibat terkena tebasan dari Pedang Pelangi milik Ling Tian.


Di antara semua orang yang berada dalam Formasi, hanya Mu Bai yang dapat mengikuti jalannya pertarungan mereka berdua. Sedangkan untuk yang lainnya, mereka tidak bisa sedikitpun melihat dan menangkap bayangan dari pertarungan keduanya itu.


"Arrgghh... Kamu telah merusak pakaian kesayanganku!" Teriakan marah dari pria tua tersebut menggelegar mengagetkan semua orang yang tidak bisa melihat pertarungan mereka.


Dengan gerakan yang sangat cepat dia melayangkan tinjunya untuk membalas serangan dari Ling Tian.


Ling Tian yang bergerak menggunakan Teknik Langkah Dewa Naga bisa sedikit mengimbangi kecepatan pukulan dari pria tua tersebut.


Dia segera menangkisnya dengan Pedang Pelangi, namun karena perbedaan tingkat kekuatan mereka berdua sangat jauh, Ling Tian masih tetap terdorong mundur sekitar 50 meter lagi.


"Sekarang rasakan pembalasanku!" Ujar pria tua itu lalu segera menghilang dari tempatnya dan melesat dengan sangat cepat ke arah Ling Tian.


Mendapatkan serangan yang hebat seperti itu, Ling Tian langsung menggunakan Teknik Pedang Tanpa Nama untuk membalas setiap serangan yang tertuju padanya.


BAM ... TRANG


BAM ... TRANG


Suara pukulan dan tendangan serta tebasan pedang saling beradu terdengar kembali di telinga semua orang. Kecepatan gerakan keduanya semakin meningkat. Pepohonan dan batuan di sekitar wilayah yang tidak berada dalam Formasi tersebut, telah menjadi hancur berkeping-keping.


BOOM


Baru beberapa menit saja pertarungan itu berlangsung, tubuh Ling Tian terpental jatuh ke tanah dengan sangat keras karena terkena tendangan dari pria tua tersebut.

__ADS_1


Tanah itupun memiliki lubang yang cukup dalam dan luasnya sekitar 30 meter akibat tabrakan dari tubuh Ling Tian.


"Tian'er!"


"Ling Tian!"


"Guru!"


"Bos!"


"Pemimpin!"


Teriakan keras dari dalam Formasi segera terdengar keluar saat mengetahui bahwa tubuh Ling Tian telah terpental jatuh ke tanah.


"Hahaha... Aku tidak membunuhmu dengan cepat karena hukuman tersebut terlalu ringan bagimu. Aku akan menyiksamu secara perlahan-lahan sampai kamu mati."


Ling Tian tidak mempedulikan tawa menghina dari pria tua itu. Dia segera mengeluarkan Pil Penyembuh dan Pil Restorasi, kemudian menelannya secara bersamaan. Lalu dia pun langsung bangkit kembali dan melesat terbang ke udara menyerang dengan ganas ke arah pria tua tersebut.


BAM ... TRANG


Pertarungan sengit pun terjadi lagi. Namun sama seperti sebelumnya, hanya dalam beberapa menit saja, Ling Tian terpental jatuh kembali menabrak tanah.


BOOM


"Ayo lagi!" Seru Ling Tian yang langsung melesat ke tempat pria tua itu berada.


BAM ... TRANG


Pertarungan tersebut terus berlanjut dan menjadi semakin sengit. Dalam pertarungan itu juga, kekuatan Ling Tian sedikit demi sedikit telah meningkat. Pola serangannya pun sudah mulai membuat pria tua itu kewalahan.


Namun pria tua tersebut seolah-olah tidak mempedulikannya karena tujuannya adalah ingin menyiksa Ling Tian sampai mati. Demi membalaskan kematian adiknya yaitu pemimpin Sekte Salju Putih, dia akan membuat Ling Tian merasakan pembalasan yang lebih kejam lagi.


Pria tua itu juga mulai meningkatkan tenaganya menjadi 90% saat menghadapi setiap serangan dari Ling Tian. Dia menundukkan kepalanya ketika pedang milik Ling Tian akan menebas lehernya, lalu dengan sangat cepat pula dia meninju ke arah perut Ling Tian.


BOOM


Formasi itu sedikit bergetar dan berfluktuasi saat mendapatkan tekanan dari tubuh Ling Tian. Namun dengan sangat cepat pula kembali semula seperti tidak terjadi apa-apa.


Ling Tian memuntahkan sesuap darah dari mulutnya akibat dampak terkena pukulan dari pria tua itu.


"Hahaha... Aku semakin menikmatinya saat melihatmu tersiksa." Ucap pria tua tersebut sambil tertawa terbahak-bahak.


Ling Tian segera mengeluarkan lagi Pil Penyembuh dan Pil Restorasi lalu langsung menelannya tanpa menghiraukan tawa mengejek dari pria tua itu.


"Ayo... Sekali lagi! Ujar Ling Tian yang dengan cepat menyerang ke arah pria tua tersebut, setelah semua luka dan seluruh energi Qi-nya sudah kembali seperti semula hanya dalam waktu beberapa detik saja karena efektivitas dari Pil Penyembuh dan Pil Restorasi buatannya.


BOOM


Dada Ling Tian terkena pukulan yang sangat kuat dari pria tua itu, hingga dia pun akhirnya harus membuat tanah berlubang kembali setelah terhantam keras oleh tubuhnya.


"Hahaha... Aku memberikan apa yang kamu minta. Kamu sekarang telah menjadi seperti karung tinju buatku." Pria tua itu tertawa gembira seolah-olah telah mendapatkan mainan barunya, yaitu Ling Tian.


"Lagi!" Teriak Ling Tian yang menerjang kembali ke arah pria tua tersebut.


"Ciiihhh..." Cibir pria tua itu yang juga menyerang Ling Tian dengan sangat ganas.


BOOM


Untuk yang kesekian kalinya, Ling Tian kembali membuat cetakan berbentuk tubuhnya di tanah.


Semua orang yang berada dalam Formasi mengepalkan tangan mereka kuat-kuat ketika melihat dan merasakan tubuh Ling Tian telah berkali-kali menghantam tanah dengan sangat keras.


"Tian'er!"


Mata Ling Han memerah menahan air matanya yang akan jatuh kapan saja. Tetapi untuk para wanita seperti Lin Yue, Su Mei, dan Mo Qingcheng, air mata mereka sudah tak bisa di bendung lagi.


"Guru!"

__ADS_1


Bahkan Xiao Jun yang seorang pria, sudah mulai sesenggukan melihat perjuangan mati-matian dari gurunya tersebut.


"Bos!"


Huang Fu yang menonton pertempuran itu dari atas udara, juga akan segera bergerak membantu Ling Tian, namun langsung di cegah oleh Mu Bai karena mengingat perintah Ling Tian sebelumnya.


Jika saja Ling Tian tidak pernah mengeluarkan perintah seperti itu, mungkin Mu Bai adalah orang yang pertama akan bergabung untuk bertarung bersamanya.


"Sedikit lagi! Ayo teruskan!" Teriak Ling Tian yang langsung menyerang kembali ke arah pria tua tersebut, seakan tidak pernah bosan membenturkan tubuhnya di tanah.


"Baiklah jika itu yang kamu inginkan! Aku akan mengakhiri semuanya dengan pukulan terkuatku ini."


Setelah mengatakan hal tersebut, Pria tua itu terkekeh lalu melesat sangat cepat dan dengan menggunakan 100% tenaga penuhnya dia menyerang Ling Tian dengan pukulan yang sangat kuat.


"Aaahhh!"


BOOM


Jeritan Ling Tian terdengar hampir bersamaan dengan suara ledakan saat tubuhnya terkubur masuk ke tanah dan membuat lubang yang sangat dalam.


"Hahaha... Aku telah membuatkanmu pemakaman yang layak, jadi itu tidak akan merepotkan orang lain lagi menggali kuburan untukmu!" Kata pria tua tersebut setelah merasakan bahwa tanda-tanda kehidupan Ling Tian semakin melemah.


"Tian'er!"


"Ling Tian!"


"Guru!"


"Bos!"


"Pemimpin!"


Teriakan serempak yang berasal dari dalam Formasi Pertahanan tersebut, terdengar menggema sangat keras memenuhi seluruh wilayah Sekte mereka.


"Tak perlu berteriak histeris seperti itu, karena sebentar lagi giliran kalian semua yang akan mengikutinya bertemu dengan Dewa Maut." Kata pria tua tersebut dengan nada mencemooh.


Meskipun tubuhnya sedang sekarat dan berada di dalam tanah, Ling Tian masih bisa mendengar suara mereka yang memanggilnya.


Api Ilahi yang tidak bisa terdekteksi oleh siapapun, mulai bekerja memulihkan seluruh luka yang terdapat pada tubuh Ling Tian. Untuk mempercepat prosesnya, Ling Tian segera menelan Pil Penyembuh dan Pil Restorasi yang juga berfungsi untuk mengembalikan semua energi Qi-nya yang telah habis.


Hanya dalam beberapa detik saja, semua luka yang dialami oleh Ling Tian segera pulih. Kekuatannya juga terus meningkat dan menjadi semakin kuat dari sebelumnya.


BANG


Ledakan teredam terdengar dari dalam tubuh Ling Tian. Dantiannya pun menjadi lebih luas lagi. Energi Qi yang sangat besar seakan mengamuk dan terpancar keluar dari dalam tubuhnya.


"Akhirnya aku berhasil menerobos ke tahap kedelapan Bintang Berlian." Ucap Ling Tian pelan sambil membuka matanya yang sedari tadi tertutup rapat.


"Haaahhh!" Pria tua yang masih berdiri di atas udara itu seketika terkejut merasakan energi Qi yang sangat besar berasal dari dalam tanah tempat Ling Tian terkubur.


Mu Bai adalah orang pertama di dalam Formasi Pertahanan tersebut yang bisa merasakan perubahan yang terjadi pada kekuatan Ling Tian.


"Apakah pemimpin telah menerobos?" Gumam Mu Bai pelan sambil mengepalkan tinjunya penuh semangat.


"A-apa? Apakah Bos telah berhasil menerobos tingkat kultivasinya?" Huang Fu bertanya terbata-bata dengan nada gembira.


"Hmmm... Merasakan kekuatan pemimpin yang sangat kuat melebihi tingkat kekuatanku, sepertinya dia benar-benar telah menerobos."


Mendengarkan apa yang telah dikatakan oleh Mu Bai, semua orang yang berada di dalam Formasi seketika berubah menjadi sangat bersemangat.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.


Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.

__ADS_1


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.


__ADS_2