Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 68. Patung Sang Monster


__ADS_3

Kaisar Jia memerintahkan para bawahannya untuk membangun sebuah rumah yang sangat besar di wilayah yang telah diberikannya kepada Ling Tian.


Rumah itu hanya sedikit lebih kecil dari istana kekaisaran, sesuai dengan keinginan Ling Tian. Kaisar Jia juga tahu bahwa Ling Tian tidak ingin membuat rumahnya lebih besar dari istana, karena Ling Tian memberikannya wajah agar semua orang tidak berpikir bahwa kedudukan Ling Tian lebih tinggi darinya.


Rumah makan Zhang Xuan juga telah selesai dibangun. Dia kini menamakannya sebagai Restoran Monster dan merupakan satu-satunya restoran di Ibukota kekaisaran yang menyediakan daging Binatang Roh tingkat 4.


Restoran Monster memiliki bangunan 4 lantai, dan setiap ruangannya sangat luas sehingga membuat para pengunjung sangat puas. Para pelayan yang dipilih oleh Zhang Xuan pun semuanya dari wanita yang berparas cantik, sehingga pengunjung sangat betah untuk tinggal berlama-lama di dalam restoran tersebut.


Saat pertama kali Restoran Monster dibuka, itu langsung diserbu oleh semua kultivator tingkat tinggi yang ingin mencicipi daging Binatang Roh tingkat 3 dan tingkat 4.


Banyak pemilik restoran lain yang sangat iri dan mulai memikirkan siasat untuk menghancurkannya, tetapi setelah mengetahui bahwa Restoran Monster termasuk milik Ling Tian juga, mereka hanya bisa mengubur niat tersebut.


Setelah perang usai, nama Ling Tian telah sangat terkenal dan mendominasi di seluruh wilayah kekaisaran Jia. Dia kini dianggap sebagai Pahlawan besar yang namanya sangat dihormati dan setara dengan Kaisar Jia.


Bahkan Kaisar Jia sendiri akan membuat patung Ling Tian dengan ketinggian 1000 meter, yang itu juga termasuk penghargaan dari Kaisar Jia untuk Ling Tian.


Jika patung tersebut telah selesai dibuat, maka itu akan terlihat seperti seorang Ling Tian yang berdiri tegap sambil memandang ke seluruh wilayah Ibukota kekaisaran dengan wajah sedang menyunggingkan senyum khasnya.


Semua orang sangat tidak sabar untuk menunggu patung itu selesai. Karena jika patung Ling Tian tersebut telah selesai dibuat, maka itu tampak terlihat seperti Ling Tian seakan-akan melindungi mereka dari musuh yang hendak membahayakan kekaisaran Jia.


Dan juga dengan melihat patung itu, semua orang yang tidak ikut terlibat dalam perang akan mengetahui wajah Ling Tian yang sebenarnya. Untuk pengerjaan patung tersebut, dibutuhkan waktu selama sebulan.


Para kultivator yang membuat patung itu harus menggunakan Binatang Roh terbang agar dapat melakukan pekerjaannya dengan baik.


Sedangkan untuk pembuatan kediaman Ling Tian, itu hanya memakan waktu sekitar 2 minggu saja. Meskipun sangat luas, itu termasuk cukup mudah bagi para kultivator untuk membuatnya.


Melihat kediamannya yang terlihat sangat indah, Ling Tian tersenyum senang. Dia berpikir untuk memindahkan kedua orang tuanya untuk tinggal di tempat ini.


Sehingga jika dia pergi melakukan perjalanan ke tempat yang sangat jauh, kediamannya itu tidak akan kosong bila ada kedua orang tuanya yang menghuninya.


Ling Tian segera melesat dengan sangat cepat ketika dia melihat bahwa papan nama kediamannya masih kosong. Dia langsung mengukir sendiri papan nama kediamannya tersebut dengan ukiran yang sangat indah.


Saat Ling Tian kembali ke tempat berdirinya semula, mata Ling Han dan yang lainnya segera tertuju padanya. Karena walaupun ukiran pada papan nama itu sangat indah, tapi kata-kata yang terukir di papan nama tersebut membuat mereka merasa canggung.


Ukiran pada papan nama itu berbunyi, "Kediaman Pria Tertampan Di Benua Langit, LING TIAN."


Merasakan tatapan aneh semua orang, Ling Tian hanya menggaruk-garuk kepalanya kemudian berjalan masuk ke kediamannya di ikuti oleh Ling Han dan yang lainnya.


"Kakak, silahkan pilih ruanganmu sendiri..! Ini sekarang adalah rumah kita." Ling Tian tersenyum sambil mengangkat tangannya menyuruh Ling Han memilih ruangan yang dia inginkan.


Ling Han segera bergegas mencari ruangan yang cocok dan sesuai dengan seleranya.


"Hehehe.. Kalian bertiga juga pilihlah ruangan yang kalian sukai. Jika salah satu di antara kalian ada yang ingin tinggal di dalam ruangan itu bersamaku, dengan sangat berat hati aku tidak akan menolaknya." Ucap Ling Tian sambil tertawa kecil.

__ADS_1


"Ciiihhh.." Lin Yue segera mencibir ke arah Ling Tian.


"Aku akan menemanimu..!" Su Mei berkata dengan tegas.


"Aku juga..!" Jia Xiulan menjawab dengan nada yang sangat lembutnya itu.


"Kalian berduan ini ternyata mudah sekali di bodohi olehnya. Coba kalian perhatikan dengan baik-baik wajahnya itu, pikirannya pasti penuh dengan hal-hal mesum." Lin Yue mengangkat tangannya menunjuk ke arah wajah Ling Tian.


Ling Tian hanya bisa tersenyum kecut sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu, setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Lin Yue.


"Aaahhh.." Su Mei dan Jia Xiulan berteriak secara bersamaan, kemudian menatap Ling Tian dengan tatapan menyelidik.


"Huuufff.. Sudahlah..! Aku akan memanggil gadis lain untuk menemaniku mengobrol di ruanganku." Ling Tian berkata sangat pelan dengan nada mengeluh sambil menghela nafas panjang.


"Apa katamu..? Coba ulangi sekali lagi..!" Lin Yue langsung bergegas ke arah Ling Tian ingin menginjak kakinya.


"Aahh.. Kamu telah salah mendengarnya..! Aku akan pergi terlebih dahulu mencari ruangan yang cocok untukku." Ling Tian segera berlari meninggalkan mereka bertiga.


"Hahaha.." Mereka bertiga tertawa pelan melihat tingkah Ling Tian tersebut.


Setelah mendapatkan ruangannya masing-masing, mereka semua mulai sibuk berkultivasi.


Di dalam kamarnya, Ling Tian menelan beberapa Pil Susu Violet untuk menaikkan tingkat kultivasinya. Dia harus menjadi lebih kuat lagi jika akan meninggalkan kekaisaran Jia dan bertualang ke wilayah kekaisaran yang tingkatnya lebih tinggi dari kekaisaran Jia.


Setelah 10 hari berkultivasi dengan tenang, Ling Tian akhirnya menerobos ke tahap ketiga Bintang Berlian. Kekuatannya pun kini setara dengan kultivator tahap keenam Bintang Berlian.


Ling Tian kemudian keluar dari kamarnya dan segera menuju ke taman karena dia merasakan bahwa Ling Han dan yang lainnya berada di sana.


Ketika Ling Tian berada di taman, dia melihat yang lainnya memandang ke tempat yang sama yaitu ke arah sebuah patung yang besar dan sangat tinggi.


Patung tersebut sangat mirip dengan wajah Ling Tian yang sedang menyunggingkan senyum khasnya itu.


"Aahh.. Ayah mertua terlalu berlebihan hingga membuatkan patung diriku yang sangat tampan ini." Ling Tian mendesah pelan.


"Kwaaakkk"


"Bos..! Aku merasakan kamu telah menerobos lagi. Apakah kamu ingin bersaing dengan kecepatanku untuk sampai ke tempat patung itu..?" Xiaohai membusungkan dadanya menantang Ling Tian.


"Ciiihhh.. Kamu tidak akan bisa mengalahkanku dengan kecepatanku yang sekarang ini." Ling Tian mencibir kepada Xiaohai.


"Hmmm.. Jangan terlalu percaya diri Bos..! Kamu akan segera tahu jika kita bertanding nanti." Xiaohai berkata dengan nada meremehkan Ling Tian.


"Baiklah, jika itu yang kamu inginkan..!" Ucap Ling Tian kemudian berjalan ke arah Ling Han dan yang lainnya.

__ADS_1


"Kalian berempat naiklah ke atas punggung kutu busuk ini. Dia menantangku dengan mengadu kecepatan ke arah patung pria tertampan di Benua Langit itu." Kata Ling Tian sambil menunjuk ke arah patung dirinya tersebut.


Ling Han dan yang lainnya tertawa mendengar perkataan Ling Tian, kemudian mereka segera melompat ke atas punggung Xiaohai.


"Baiklah.. Ayo kita mulai..! Dengarkan aba-aba dariku. Pada hitungan ketiga nanti, kita akan langsung terbang menuju kesana."


"SATU.."


"DUA.."


"TIGA.."


Ling Tian dan Xiaohai segera melesat ke langit dengan kecepatan penuh mereka. Hanya dalam beberapa detik saja, mereka telah sampai ke tempat patung tersebut.


"Aahh.. Sial..! Aku masih tertinggal selama 2 detik di belakang kutu busuk ini." Ling Tian mengutuk pelan ke arah Xiaohai.


"Hahaha.. Kamu kalah dariku Bos..!" Xiaohai membusungkan dadanya dengan bangga.


"Ciiihhh..!" Ling Tian mencibir kesal.


Ling Tian kemudian memandang patung dirinya itu dengan takjub. Patung tersebut sangat mirip dengannya dan terlihat seperti benar-benar hidup.


Dengan cepat Ling Tian meluncur ke bawah ingin melihat lebih detail lagi tentang patung dirinya itu.


Saat Ling Tian sampai di bawah, dia melihat sebuah ukiran yang sangat besar tepat berada di tempat pijakan patung tersebut.


"Ling Tian Sang Monster" kata itulah yang terukir dengan jelas pada pijakan patung dirinya itu.


Beberapa orang yang berada di tempat itu juga melihat kedatangan Ling Tian dan langsung berteriak dengan keras sambil mengangkat tangan mereka ke atas.


"Ling Tian Sang Monster"


"Ling Tian Sang Monster"


Ling Tian segera berbalik ke arah mereka semua lalu melambai-lambaikan tangannya. Tak lupa juga dia menyunggingkan senyum khasnya yang mirip dengan senyum pada patung itu.


Kemudian dia terbang perlahan meninggalkan tempat tersebut bersama Xiaohai dan yang lainnya.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.

__ADS_1


__ADS_2