Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 229. Teknik Pedang Gravitasi


__ADS_3

Keesokan harinya, Ling Tian terbangun dengan suara deru pedang milik Putri Qing Ruan yang terus-menerus menusuk dan menebas udara di sekitarnya. Pikiran Ling Tian saat ini telah sedikit tenang.


Dia berjalan keluar dari kamarnya lalu menuju ke halaman tempat Putri Qing Ruan sedang berlatih. Ketika sampai di sana, Ling Tian segera menuju ke tepat duduk yang terbuat dari batu, yang berada di bawah pohon besar di halaman tersebut. Ia melihat bahwa saat ini Putri Qing Ruan sedang tidak memakai penutup wajahnya.


Putri Qing Ruan yang juga sempat melihat kedatangan Ling Tian, terus berlatih tanpa menghiraukan kehadirannya.


"Jika aku tidak salah dengar, kemarin Yang Mulia Kaisar mengatakan bahwa Tuan Putri harus secara pribadi melayani semua keperluanku. Kebiasaanku di pagi hari adalah menikmati segelas teh hangat yang memiliki kualitas terbaik. Kalau begitu, aku ingin mencicipi teh terbaik dari istana Kekaisaran ini!" ujar Ling Tian dengan suara yang sengaja dibesar-besarkannya, agar mengganggu konsentrasi Putri Qing Ruan yang sedang fokus berlatih.


Mendengar perkataan dari Ling Tian, Putri Qing Ruan segera menghentikan latihannya dan bergegas memasukkan pedangnya ke dalam Cincin Ruang. Tanpa mengatakan apa pun, ia langsung menghilang dari tempatnya.


Beberapa saat kemudian, Putri Qing Ruan muncul dengan membawa sebuah gelas dan teko yang berisi teh hangat. Ia segera menuangkan teh tersebut ke dalam gelas dan menyajikannya untuk Ling Tian. Lalu, Putri Qing Ruan pun kembali melanjutkan latihannya.


"Fiiuuhh ... Yue'er memang yang terbaik dalam menyajikan teh kepadaku," gumam Ling Tian sangat pelan seraya menghela napas panjang ketika mengingat Lin Yue yang setiap pagi selalu menyajikan teh hangat untuknya. Pikiran Ling Tian menerawang sejenak, kemudian melanjutkan, "Aku benar-benar sangat merindukan kalian semua!"


Sambil menikmati tehnya, Ling Tian terus memperhatikan setiap gerakan dari Putri Qing Ruan yang sedang berlatih. Sesekali ia menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat teknik pedang yang diperagakan oleh Putri Qing Ruan memiliki begitu banyak kekurangan dan kelemahan.


Ling Tian kemudian mengayunkan tangannya beberapa kali ke sebuah dahan pohon yang ada di di dekatnya. Dalam sekejap, dahan pohon itu terpotong bersih dan membentuk sebuah ranting kecil.


Segera, Ling Tian mengontrol ranting tersebut dengan menggunakan energi Qi-nya untuk menyerang ke arah Putri Qing Ruan. Ranting itu pun langsung melesat cepat menusuk ke arah dada Putri Qing Ruan yang sedang fokus berlatih dengan teknik pedangnya.


Merasakan ada sesuatu yang menuju ke arahnya, Putri Qing Ruan dengan sigap bergerak menghindar. Setelah melihat itu hanyalah sebuah ranting kecil, Putri Qing Ruan segera tahu bahwa hal tersebut adalah ulah dari Ling Tian.


Ling Tian menggerakkan jarinya dengan santai untuk membuat ranting itu melesat kembali ke arah Putri Qing Ruan. Pergerakan dari ranting tersebut seperti sebuah teknik pedang yang menyerang dengan sangat ganas.


Mengetahui bahwa Ling Tian ingin bermain dengannya, Putri Qing Ruan telah bersiap juga. Pedang di tanganya dengan lincah menangkis setiap serangan yang dilancarkan oleh ranting kecil itu.


Pola serangan dari ranting tersebut terus berubah-ubah dengan cepat. Itu seperti sebuah pedang yang menebas serta menusuk ke arah bagian titik vital di seluruh tubuh Putri Qing Ruan.


Hanya dalam hitungan beberapa napas saja, Putri Qing Ruan sudah terlihat tampak kewalahan menerima setiap serangan yang tertuju padanya. Saat ia sedikit lengah, ranting itu pun langsung bergerak ke belakang dan memukul pantatnya.


PAH


Pukulan dari ranting tersebut menimbulkan bunyi yang sedikit keras ketika mengenai pantat Putri Qing Ruan. Ia meringis kesakitan seraya mengusap bokongnya yang terasa panas.

__ADS_1


Ranting kecil itu kembali melancarkan serangannya dengan cepat, seolah tak ingin memberikan kesempatan pada Putri Qing Ruan untuk beristirahat walau hanya sejenak. Melihat hal ini, Putri Qing Ruan segera menggunakan teknik pedangnya untuk fokus dalam bertahan.


Ling Tian terus menggerakkan jarinya untuk mengontrol pergerakan dari ranting tersebut dengan santai sambil menyesap tehnya. Sementara Putri Qing Ruan sendiri, ia berusaha dengan susah payah untuk menangkis semua serangan yang terus-menerus datang ke arahnya.


Pertarungan yang mereka lakukan tanpa menggunakan energi Qi di dalam setiap serangannya. Itu hanya semata-mata pertarungan antara teknik beladiri saja. Sedangkan untuk Ling Tian, ia menggunakan energi Qi-nya untuk mengontrol dan menguatkan ranting tersebut agar tidak patah bila saling beradu dengan pedang milik Putri Qing Ruan.


Teknik pertahanan yang ditunjukkan oleh Putri Qing Ruan memiliki banyak celah di sekitarnya. Sehingga, ranting kecil yang dikontrol oleh Ling Tian, akan sangat mudah menerobos masuk menghancurkan pertahanannya.


PAH


Bunyi pukulan itu terdengar lagi ketika ranting kecil tersebut memukul punggung tangan Putri Qing Ruan hingga membuat pedang terlepas dari tangannya. Saat ia hendak menangkap pedangnya yang jatuh, ranting kecil itu pun dengan cepat melesat ke belakang dan memukul pantatnya sekali lagi.


"Ssshh!"


Putri Qing Ruan meringis kesakitan. Saat ini, bukan hanya bokongnya lagi yang terasa panas, tapi wajahnya juga terasa panas karena ia tahu Ling Tian sengaja mempermainkannya.


Melihat Putri Qing Ruan tidak bersemangat lagi untuk bertarung, Ling Tian segera menghentikan serangannya dan menghilangkan energi Qi yang mengontrol pergerakan dari ranting tersebut.


"Teknik pedang milik Tuan Putri terlalu banyak memiliki kekurangan dan kelemahan di setiap gerakannya. Salah satu kelemahannya ada di bagian belakang. Sehingga aku sangat mudah untuk memukul bokongmu, Tuan Putri," ucap Ling Tian santai, lalu menyesap tehnya tanpa menghiraukan Putri Qing Ruan yang menatap tajam ke arahnya.


"Teknik apa yang tadi kamu gunakan untuk menyerangku?" tanya Putri Qing Ruan dengan nada penasaran, lalu menambahkan, "Serangannya sangat cepat dan sulit untuk ditebak. Setiap perubahan dari gerakannya membuat aku bingung untuk menebak arah mana lagi yang akan menjadi tujuan pada serangan selanjutnya!?"


"Itu adalah teknik pedang milik salah satu istriku yang bernama Su Mei. Sedangkan untuk teknik pedang tersebut, aku menyebutnya sebagai ... Pedang Kesepian. Keunggulan dari teknik ini terdapat pada kecepatan dan ketepatan serangannya."


"Ah!" Putri Qing Ruan sedikit tersentak mendengar Ling Tian mengatakan itu adalah teknik pedang milik salah satu istrinya. Lalu ia bertanya dengan nada ragu-ragu, "Bisakah kamu mengajarkannya juga kepadaku?"


"Tidak!" jawab Ling Tian singkat.


"Hmmm ... Aku sudah tahu bahwa kamu pasti akan berkata begitu," balas Putri Qing Ruan dengan wajah masam.


Ling Tian menatap lekat-lekat pada Putri Qing Ruan, lalu bertanya, "Apakah Tuan Putri sudah pernah membunuh?"


"Ya! Aku telah banyak membunuh Binatang Roh dalam pelatihanku."

__ADS_1


"Bukan itu! Maksudku, apakah Tuan Putri sudah pernah membunuh orang?" tanya Ling Tian lagi seraya mengeryitkan alisnya.


"Belum! Meskipun aku sudah banyak membunuh Binatang Roh, tapi aku masih sedikit takut untuk membunuh seorang manusia." Putri Qing Ruan menjawab dengan nada kebingungan ketika mendengar pertanyaan Ling Tian yang menurutnya terasa aneh.


Ling Tian tersenyum kecil, kemudian menjelaskannya pada Putri Qing Ruan, "Sebelumnya aku menjawab 'Tidak' bukan berarti aku tidak ingin mengajari Tuan Putri teknik pedang tersebut. Hanya saja, karakter Tuan Putri tidak cocok dengan teknik itu. Aku mengajarkan teknik beladiri pada semua istriku berdasarkan karakter mereka masing-masing. Contohnya istriku yang bernama Su Mei, yang juga pemilik dari teknik ini, ia memiliki karakter yang sesuai dengan Teknik Pedang Kesepian. Sikapnya yang dingin dan tidak ragu untuk membunuh benar-benar sangat cocok dengan teknik pedang tersebut."


Ling Tian berhenti sejenak sambil menyesap tehnya, lalu melanjutkan, "Istriku yang bernama Lin Yue, teknik pedangnya adalah Menari Bersama Pedang. Itu juga sesuai dengan karakternya yang periang, baik hati dan penyayang. Begitu pula dengan istriku yang bernama Jia Xiulan. Dia juga adalah seorang putri Kaisar, sama sepertimu, Tuan Putri. Teknik pedangnya adalah Pedang Kelembutan. Itu pun sesuai dengan karakternya yang lembut dan juga pemalu."


Ketika Ling Tian menjelaskan tentang karakter dari ketiga orang yang dicintainya tersebut, kerinduan yang dalam terpancar jelas dari matanya. Putri Qing Ruan dapat mengetahui apa yang sedang dirasakan oleh Ling Tian saat ia menyebut ketiga nama istrinya dengan nada bersemangat.


"Fiiuuhh!" Ling Tian menghela napas panjang, kemudian berkata lagi, "Sedangkan untukmu, Tuan Putri ... Karaktermu tegas dan pekerja keras. Sebagian waktumu kamu habiskan hanya untuk terus berlatih. Jadi, aku akan mengajarkan teknik pedang yang sesuai dengan karaktermu juga."


Setelah mengucapkan hal tersebut, Ling Tian segera menghilang dari tempatnya dan muncul tepat di sebelah Putri Qing Ruan. "Hmmm ... Perhatikan baik-baik setiap gerakanku, karena itu akan sedikit membantumu untuk memahami teknik pedang ini ketika aku memperagakannya."


Ling Tian segera mengeluarkan Pedang Pelangi dari Cincin Ruangnya, kemudian mulai bergerak dengan kecepatan yang dapat dilihat oleh Putri Qing Ruan. Setiap serangan pedang yang diperagakan oleh Ling Tian sangat keras dan mengeluarkan tekanan yang sangat kuat meski ia tidak menggunakan energi Qi-nya sama sekali.


Teknik pedang ini juga adalah salah satu teknik dari seorang Dewa Pedang yang sangat hebat. Ia menamakan teknik pedangnya dengan sebutan Teknik Pedang Gravitasi.


Teknik tersebut memang sesuai dengan namanya. Sebab, begitu Ling Tian mengayunkan pedangnya, udara di sekitarnya seolah bergetar diiringi tekanan besar yang terasa menindas. Tanah di halaman itu pun retak berbentuk seperti sarang laba-laba setiap kali Ling Tian melangkahkan kakinya.


"Teknik pedang yang sangat luar biasa," gumam Putri Qing Ruan di dalam hatinya.


Setelah beberapa saat kemudian, Ling Tian akhirnya selesai memperagakan teknik pedang tersebut. Ia menghampiri Putri Qing Ruan sambil memasukkan kembali Pedang Pelangi ke dalam Cincin Ruangnya.


"Apakah kamu telah memahaminya, Tuan Putri?" tanya Ling Tian pelan.


"Hmmm ... Sedikit!" jawab Putri Qing Ruan dengan nada bersemangat.


"Itu sudah cukup!" balas Ling Tian cepat, lalu mengeluarkan selembar kertas, kuas dan tinta dari Cincin Ruangnya. Ia kemudian menuliskan teknik pedang yang baru saja diperagakannya itu dan menyerahkannya pada Putri Qing Ruan.


"Mari kita sebut saja teknik ini sesuai dengan nama aslinya, yaitu Teknik Pedang Gravitasi," ucap Ling Tian seraya menyunggingkan senyum khasnya.


"Mmm!" jawab Putri Qing Ruan dengan mengangguk pelan, lalu melanjutkan, "Terima kasih! Erm ... Mulai saat ini kamu tak perlu lagi memanggilku dengan sebutan Tuan Putri. Panggil saja namaku secara langsung Qing Ruan atau bisa juga memanggilku dengan sebutan, Ruan'er."

__ADS_1


"Hehehe ... Baiklah! Kalau begitu, lanjutkanlah latihanmu, Ruan'er! Mungkin dalam beberapa hari kita tidak akan bertemu. Sebab, mulai hari ini aku juga akan berkultivasi." Ling Tian berkata sembari tertawa kecil.


__ADS_2