Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 205. Ling Tian vs Du Qiang - 1


__ADS_3

Du Shijie tidak menjawab pertanyaan Ling Tian. Keangkuhan yang sebelumnya ia tunjukkan kini berganti dengan ketakutan. Tubuhnya bergidik ngeri melihat kekuatan yang ditampilkan oleh Ling Tian. Rasa percaya dirinya pun hilang seketika.


Namun, meski Du Shijie tak menjawab pertanyaannya itu, Ling Tian tahu bahwa dia adalah pemimpin Sekte Kabut Racun ketika ia melihat tingkat kultivasi Du Shijie yang berada di tahap ketujuh Bintang Bumi.


"Ling Tian! Lepaskan dia! Jika kau melepaskannya, aku akan mengampuni nyawamu dan membiarkanmu pergi meninggalkan sekte ini dengan aman." Du Qiang yang baru saja tiba segera berseru lantang saat melihat Du Shijie berada dalam cengkeraman tangan Ling Tian.


"Ooh ... Begitukah? Naif sekali," balas Ling Tian yang menoleh dengan santai ke arah Du Qiang, kemudian melanjutkan seraya tertawa lirih, "Hehehe ... Bagaimana kalau kamu memberikan seluruh Tumbuhan Roh yang ada di Lembah Obat itu kepadaku?! Mungkin aku akan berpikir untuk melepaskannya."


"B4jingan! Ling Tian! Jangan menggigit apa yang tidak bisa kau kunyah. Aku sudah mundur selangkah dan berbaik hati untuk membiarkan dirimu pergi dari sini dengan aman," geram Du Qiang dengan niat membunuh yang terpancar dari matanya.


"Hahaha ... Itu sangat salah. Peribahasa itu seharusnya ditujukan kepadamu kakek tua bangka. Kaulah yang seharusnya tidak boleh menggigit apa yang tidak bisa kau kunyah. Lihatlah umurmu yang sudah sangat tua begini. Aku takut gigimu akan rontok bila kau menggigit sesuatu yang keras." Ling Tian tertawa terbahak-bahak, merasa lucu dengan apa yang sudah dikatakan oleh Du Qiang.


Sebab, melihat situasi yang terjadi sekarang, seharusnya Du Qiang yang mendengarkan perkataan Ling Tian karena dialah saat ini yang sedang memegang kendali. Jika Ling Tian ingin, hanya dengan sedikit saja menggerakkan tangan, maka kepala Du Shijie sang pemimpin Sekte Kabut Racun tersebut akan langsung meledak terpisah dari tubuhnya.


"Hmph ... Apakah kamu percaya jika aku mengatakan bahwa kamu tidak akan bisa membunuhnya?! Karena sebelum kamu melakukan hal itu, aku sudah terlebih dahulu membunuhmu," ungkap Du Qiang sambil mendengus keras.


Sudut-sudut bibir Ling Tian melengkung, menampilkan senyum provokasi ketika mendengar apa yang diucapkan oleh Du Qiang, lalu berbicara seraya tertawa kecil, "Hehehe ... Baiklah. Kalau begitu, mari kita bertaruh! Aku juga ingin melihat siapa yang lebih cepat!? Apakah seranganmu itu ataukah gerakan tanganku?"


Baru saja Ling Tian selesai berkata demikian, sebuah jarum beracun telah meluncur dengan sangat cepat ke arah jantungnya. Akan tetapi, sebelum itu menyentuhnya, Ling Tian sudah terlebih dahulu menggeser tubuh Du Shijie untuk menerima serangan dari jarum beracun tersebut. Kemudian Ling Tian sedikit memiringkan tubuhnya sendiri untuk berkelit dari jarum yang menembus tubuh Du Shijie.


Dalam sekejap, tubuh Du Shijie berubah menjadi hitam pekat akibat terkena jarum beracun milik Du Qiang. Selanjutnya, tubuhnya menegang kencang, lalu terkulai lemas dan mati.


Ling Tian melemparkan tubuh Du Shijie ke tanah, kemudian berkata dengan santai sembari mengangkat bahunya, "Hmmm ... Aku memenangkan taruhan ini."

__ADS_1


"Jie'er ... Aarrgghh!" Du Qiang meraung keras menggunakan energi Qi yang membuat suaranya terdengar menggelegar di sekitar wilayah pusat Sekte Kabut Racun.


Raungannya itu juga terdengar sangat menyayat hati karena bercampur antara kemarahan dan kesedihan. Du Qiang tidak pernah menyangka di dalam hidupnya, bahwa anak satu-satunya tersebut akan mati di tangannya sendiri.


Air mata yang mengalir dari mata Du Qiang tidak lagi bening, melainkan berwarna hitam pekat karena telah berganti dengan darah. Sakit hati yang ia rasakan benar-benar sangat menyiksa batinnya.


"Yoo ... Kakek tua bangka sialan! Seperti yang aku katakan sebelumnya, aku akan membalasnya berkali-kali lipat karena kamu telah berani memukul wajahku yang tampan ini. Yang bisa memukul wajahku hanyalah kedua orang tuaku saja karena merekalah yang membuatnya. Sedangkan untuk dirimu, sangat tidak layak!" seru Ling Tian sambil menunjuk ke arah Du Qiang.


Sementara untuk Du Qiang sendiri, ia seolah-olah tak mendengar perkataan Ling Tian yang sedang mencemoohnya itu. Sebab, kesedihan yang ia rasakan lebih besar dan membuatnya menjadi sangat murka.


Energi Qi di dalam tubuhnya melonjak keluar hingga membuat udara di sekitarnya tampak bergetar. Beberapa bangunan sekte yang berada tak jauh dari Du Qiang, hancur menjadi puing-puing reruntuhan. Para Tetua yang juga berada di tempat itu, segera bergegas menjaga jarak aman darinya.


Du Qiang yang telah dikuasai amarahnya, segera menerjang ke arah Ling Tian dengan sangat ganas seperti seekor hewan buas yang menerkam mangsanya. Tangannya yang membentuk cakar terlihat seolah-olah hendak mencabik-cabik tubuh Ling Tian menjadi beberapa bagian.


BAM


Saat energi dari tinju dan cakar tersebut berbenturan, ledakan keras dan nyaring terdengar menggema di udara. Ling Tian dan Du Qiang secara bersamaan terdorong mundur sejauh 10 meter. Kemudian, keduanya melesat dan mulai beradu pukulan lagi.


Kengerian tampak jelas terlihat dari wajah semua orang yang menyaksikan pertarungan itu. Kegelisahan di dalam hati mereka menjadi kepanikan yang membuat pikiran semuanya menjadi kacau. Sebab, bila Ling Tian yang memenangkan pertarungan tersebut, mungkin mereka juga akan mati dibunuh olehnya. Sekte Kabut Racun pun akan hancur dan hanya tinggal namanya saja.


"Bukankah Tetua Agung telah mengatakan bahwa kultivasi Ling Tian berada ditahap ketujuh Bintang Bumi? Tapi, mengapa aku merasakan bahwa kekuatannya mampu bersaing secara seimbang dengan Tetua Agung sendiri?" tanya salah seorang Tetua dengan suara bergetar.


"Aku juga tak tahu!" jawab Tetua lainnya singkat.

__ADS_1


Bagi para Tetua tersebut yang hanya memiliki kultivasi pada tahap keenam Bintang Bumi, mereka tak bisa lagi mengikuti jalannya pertarungan dengan mata mereka karena kecepatan pergerakan Ling Tian dan Du Qiang sangat luar biasa. Mereka hanya bisa merasakannya dengan menggunakan indra spiritualnya saja.


Di atas udara, Ling Tian dan Du Qiang saling melancarkan serangannya masing-masing. Pukulan dan tendangan terus beradu dengan keras.


"Hahaha ... Ayo, kakek tua bangka sialan! Keluarkanlah seluruh kemampuanmu! Jika hanya begini saja, kamu akan segera terbunuh di tanganku," seru Ling Tian sambil tertawa di sela-sela pertarungan itu.


Mendengar perkataan Ling Tian yang sangat meremehkan Du Qiang, wajah para Tetua Sekte Kabut Racun menjadi sangat pucat.


"A-apakah Tetua Agung benar-benar tak bisa mengalahkan Ling Tian?" tanya salah seorang Tetua dengan terbata-bata.


"Aku juga ingin melontarkan pertanyaan yang sama," balas Tetua yang lainnya.


Belum selesai kecemasan yang dirasakan oleh para Tetua tersebut, mereka sudah mendengar lagi suara malas dari Ling Tian yang berkata, "Huuhh ... Di mana kesombonganmu yang tadi kamu tunjukan? Mengapa aku merasa tulang-tulang tuamu itu takkan mampu bertahan lebih lama lagi?"


"Aarrgghh!" Du Qiang hanya menjawab dengan geraman marah. Beberapa jarum beracun langsung dilemparkannya ke arah Ling Tian.


Tubuh Ling Tian bergerak dengan gesit seolah-olah sedang menari ketika mengelak semua jarum beracun yang datang kepadanya. Lalu kembali melancarkan serangan balasan mengunakan Teknik Tapak Dewa Naga, Pukulan Dewa Naga, serta Tendangan Dewa Naga.


Setiap serangan dari teknik beladiri yang digunakan Ling Tian tersebut selalu membuat Du Qiang kewalahan hingga akhirnya merasa terdesak. Bahkan Du Qiang sendiri merasa keheranan dengan kemampuan yang ditampilkan oleh Ling Tian.


"Mengapa kekuatan b4jingan ini tiba-tiba meningkat dengan drastis hanya dalam beberapa hari saja?" batin Du Qiang sembari berusaha melawan tekanan energi Qi yang terus datang menerpa ke arahnya.


Du Qiang sedikit mundur ke belakang untuk membuka jarak antara dirinya dan Ling Tian, agar setiap serangan yang dilancarkan oleh Ling Tian dapat dengan mudah ditangkis serta dihindarinya.

__ADS_1


Kemudian dengan cepat Du Qiang melemparkan serbuk beracun yang paling mematikan ke udara, lalu menggunakan energi Qi-nya untuk mengontrol serbuk beracun tersebut agar menyelimuti seluruh tubuh Ling Tian.


__ADS_2