Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 156. Senior Ling


__ADS_3

Ling Tian yang masih berada di taman segera menghabiskan tehnya. Kemudian ia pun berdiri dari tempat duduknya dan berkata santai, "Ayo, kita pergi berkeliling lagi melihat-lihat keramaian di kota ini! Akan sangat membosankan jika kita terus berada dalam penginapan."


"Baik, Guru!"


"Oke, Tuan Muda!"


"Bos! Aku akan berbaring saja di sini menikmati sinar mentari pagi. Kalian semua, pergilah!" ujar Xiaohai yang berbaring malas di tanah.


"Hehehe... Kamu adalah tungganganku. Jadi, bila aku ingin keluar bersama Tuan Muda, kamu juga harus ikut denganku." Kera Salju tertawa sinis seraya menunjukkan wajah seram dan menakutkan pada Xiaohai.


"Baik, kakak besar!" jawab Xiaohai singkat dan langsung muncul di depan Kera Salju. Kali ini, ia sangat takut membuat Kera Salju marah sehingga akan mendapatkan pukulan lagi darinya.


"Hehehe... Anak baik!" Kera Salju segera melompat naik ke atas punggung Xiaohai.


Ling Tian hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja ketika melihat tingkah keduanya itu. Xiaohai yang dulunya sangat bebas melakukan keinginannya, kini menjadi sangat tertekan dan tak berkutik sejak bergabungnya Kera Salju bersama mereka.


"Xiaohai, semangat!" Xiao Jun mengangkat tangan dan mengepalkan tinjunya seraya memberi dorongan semangat kepadanya.


GUK ... GUK


Xiaohai hanya menjawabnya dengan gonggongan karena terlalu malas untuk berbicara. Sebab, ia merasa pendapatnya tak penting lagi jika Kera Salju berada di dekatnya. Dengan wajah yang tampak lesu, ia pun mengikuti Ling Tian dan Xiao Jun keluar dari penginapan.


Suasana Kota Primordial sangat ramai. Para kultivator dan juga beberapa Binatang Roh terlihat berlalu-lalang secara bersama-sama. Hal ini sudah menjadi pemandangan sehari-hari di dalam Kota Primordial karena tak ada larangan bagi Binatang Roh untuk berada di samping pemiliknya.


"Tuan Muda! Sepertinya ada beberapa tikus yang sejak tadi terus mengikuti kita," kata Kera Salju melalui telepati.


"Biarkan saja. Mungkin itu orang-orang dari klan Zhuge yang ingin memantau pergerakan kita. Sepertinya mereka tak terima senang setelah para anggota klannya dikalahkan oleh Jun," balas Ling Tian santai dan terus berjalan sambil menoleh ke kiri dan ke kanan untuk melihat-lihat aktivitas orang-orang di sekitarnya.


"Hmmm... Ternyata di kota ini ada juga Asosiasi Alkemis!" ucap Ling Tian pelan saat memandang sebuah bangunan yang sangat besar dengan papan nama bertuliskan Asosiasi Alkemis.


"Mari kita masuk untuk melihat-lihat apa yang ada di dalamnya!"

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu, Ling Tian dan yang lainnya segera berjalan ke arah pintu masuk gedung Asosiasi Alkemis tersebut. Namun, ketika mereka hendak masuk ke dalamnya, para penjaga langsung menghalanginya.


"Maaf, Tuan! Tempat ini hanya khusus bagi para Alkemis dan juga untuk para undangan dari Asosiasi Alkemis kami. Apakah Tuan seorang Alkemis atau seorang tamu undangan?" Salah seorang penjaga berkata dengan nada pelan dan sopan.


"Hmmm... Begitu yah! Aku datang ke sini hanya untuk melihat-lihat saja. Jika ada beberapa Ramuan Roh yang bisa aku dapatkan di tempat ini, mungkin aku akan membelinya," jawab Ling Tian sambil menyunggingkan senyum khasnya.


"Asosiasi Alkemis kami tak menjual Ramuan Roh, Tuan! Semua itu khusus dijadikan sebagai harta perbendaharaan bagi para anggota Asosiasi ini."


Sebuah suara berat dengan nada arogan terdengar berasal dari dalam gedung Asosiasi Alkemis. Kemudian, sang pemilik suara tersebut berjalan santai menghampiri Ling Tian serta yang lainnya. Itu adalah seorang pria paruh baya yang memiliki tubuh pendek dan juga gendut.


"Tuan! Jika tak ada hal lainnya, silakan tinggalkan tempat ini!" ujar sang pria paruh baya masih dengan nada arogannya sambil memperhatikan Ling Tian dari atas dan ke bawah.


"Ooh... Baiklah!" jawab Ling Tian singkat, lalu berbalik dan berjalan meninggalkan tempat Asosiasi Alkemis di ikuti oleh Xiao Jun, Xiaohai dan Kera Salju.


"Tuan Muda! Mengapa kamu tak memerintahkan aku untuk membunuh si gendut yang sangat arogan itu? Aku sangat muak melihat sikapnya yang berlaku kasar terhadapmu!" Kera Salju berkata melalui telepati dengan nada sedikit marah.


"Aaiihh... Semuanya tak bisa hanya di selesaikan dengan cara seperti itu, kakak besar! Bos selalu menjaga profil rendahnya dan tak pernah ingin mencari masalah dengan hal-hal kecil yang seperti tadi." Sebelum Ling Tian membalas perkataan Kera Salju, Xiaohai sudah terlebih dahulu menjawabnya.


Dengan indra pendengarannya yang sangat tajam, Ling Tian dapat mendengar suara ledakan teredam berasal dari Formasi Penyegelan yang berada di dalam bangunan Asosiasi Alkemis tersebut.


Meskipun Xiao Jun, Xiaohai dan Kera Salju juga memiliki indra pendengaran yang sangat peka, namun mereka tak bisa mendengar suara ledakan itu karena terhalang oleh Formasi Penyegelan.


Ling Tian kemudian berbalik menoleh ke arah bangunan Asosiasi Alkemis dan berkata dengan pelan menggunakan energi Qi-nya yang secara khusus di tujukan pada orang-orang yang berada di dalam gedung Asosiasi Alkemis, "Agar kuali pil tidak meledak, jangan campurkan Akar Rumput Naga Merah secara bersamaan dengan Sari pati Bunga Es."


"Sebaiknya masukan terlebih dahulu Akar Rumput Naga Merah ke dalam kuali bersama Ramuan Roh lainnya dan tunggu selama 50 menit. Lalu setelah itu, masukkanlah Sari pati Bunga Es. Agar efektivitas Pil Penenang Jiwa lebih tinggi lagi, tambahkan 5 tetes Getah Pohon Persik Putih."


"Saat pil telah terbentuk, tingkatkan intensitas panas api pada kuali agar kotoran dari pil segera keluar dan menghilangkan efek sampingnya."


Setelah selesai mengatakan semuanya, Ling Tian pun berjalan kembali dengan santai bersama yang lainnya. Tetapi, ketika mereka baru berjalan beberapa langkah saja dari tempatnya, tiga pria tua tiba-tiba muncul dan langsung menghadangnya.


"Terimalah hormat kami, senior!"

__ADS_1


Ketiga pria tua tersebut segera membungkuk memberi hormat pada Ling Tian. Sebelum Ling Tian mengangkat tangannya untuk menghentikan mereka, salah seorang dari pria tua itu dengan janggut terbakar dan rambut yang acak-acakan langsung membawa Ling Tian dan yang lainnya masuk ke dalam gedung Asosiasi Alkemis.


"Senior, silakan duduk!"


Ling Tian dan Xiao jun segera duduk di kursi mereka masing-masing. Sedangkan untuk Xiaohai, ia hanya berdiri di samping Ling Tian dengan Kera Salju yang masih duduk di atas punggungnya.


"An Bei! Cepat bawakan dua gelas Teh Hitam Tiga Daun untuk kedua senior ini. Sebuah esensi tulang Sapi Taring Macan untuk saudara anj!ng dan sebuah Pisang Tanduk Berlian untuk saudara monyet." Pria tua dengan janggut terbakar berkata pada pria paruh baya gendut yang sebelumnya telah mengusir Ling Tian.


"B-baik, ketua!" jawab pria gendut yang dipanggil sebagai An Bei tersebut dengan nada terbata dan segera bergegas menyiapkan semuanya. Di dalam hatinya, ia sangat merasa takut karena sudah bersikap kasar pada Ling Tian.


Mendapatkan perlakuan seperti itu, Ling Tian hanya bisa tersenyum kecut dan tak tahu harus berkata apapun untuk mencegahnya. Sementara Xiao Jun sendiri yang mendengar dirinya ikut disebut sebagai senior oleh pria tua tersebut, langsung menoleh ke arah Ling Tian dengan tatapan kebingungan.


"Kedua senior! Perkenalkan namaku Yun Feilong. Aku adalah ketua dari Asosiasi Alkemis. Dia adalah wakilku yang bernama Zhang He. Dan ini adalah salah satu tetua kami yang bernama Meng Hu."


"Aahh, Tuan! Jangan panggil kami berdua dengan sebutan senior. Panggil saja namaku Ling Tian dan ini muridku Xiao Jun. Sedangkan mereka berdua adalah Xiaohai dan Xiaohou!" ucap Ling Tian dengan nada canggung.


"Tidak boleh! Sebagai orang yang lebih mengerti tentang ilmu pengetahuan cara meramu pil, kami semua takkan berani memanggil namamu seperti itu. Mulai saat ini kami akan memanggilmu sebagai senior Ling. Dan juga, jangan panggil kami dengan sebutan Tuan. Panggil saja aku sebagai junior Yun, dia sebagai junior Zhang dan dia sebagai junior Meng!"


"Karena Xiao Jun adalah muridmu, kami akan memanggilnya sebagai ponakan Xiao Jun. Untuk mereka berdua kami akan memanggilnya saudara Xiaohai dan saudara Xiaohou."


"Aaiihh... Terserah kalianlah!" gerutu Ling Tian dengan nada mengeluh.


Baru kali ini ia mendapatkan perlakuan yang menurutnya sangat aneh. Sebab, dengan usianya yang masih sangat muda, ia telah dipanggil sebagai senior oleh orang-orang tua yang lebih pantas disebut sebagai kakeknya.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.


Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.

__ADS_1


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.


__ADS_2