Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 124. Wu Lihua vs Lei Zhan - 02


__ADS_3

Di dalam arena pertarungan, Wu Lihua masih terus menangkis dan juga sesekali membalas serangan dari Lei Zhan. Meskipun setiap serangan yang datang padanya semakin ganas, dia masih tetap tenang menghadapinya.


Dengan kekuatan tulang-tulangnya yang telah di tempa menggunakan Susu Stalaktik milik Ling Tian, Wu Lihua sedikitpun tidak merasakan adanya bahaya dari serangan yang di lancarkan oleh Lei Zhan.


BAM ... BAM


Bunyi dari tangan dan kaki yang saling beradu terus terdengar keluar dari Formasi Pelindung yang terpasang secara otomatis di arena pertarungan tersebut.


Merasakan bahwa semua serangannya tidak membahayakan Wu Lihua, Lei Zhan segera mengeluarkan senjatanya berupa belati terbang dari Cincin Ruangnya.


Melihat hal itu, Wu Lihua langsung mundur sekitar 30 meter dari Lei Zhan. Dengan cepat, dia pun mengeluar cambuknya juga dari Cincin Ruangnya.


Lei Zhan melemparkan belati terbangnya ke arah Wu Lihua, sambil mengontrolnya dari jauh dengan menggunakan energi Qi-nya. Belati itupun langsung melesat dengan sangat cepat hingga menimbulkan bunyi menderu di udara yang dilewatinya.


Mendapatkan serangan seperti itu, Wu Lihua segera memutar-mutarkan cambuknya hingga membuat sebuah pusaran angin yang mengelilingi dan melindungi tubuhnya.


Lei Zhan meningkatkan kekuatan serangan pada belati terbangnya dan berusaha untuk menembus dinding pertahanan yang terbuat dari pusaran angin tersebut.


Namun, usahanya tidak membuahkan hasil karena dinding pertahanan Wu Lihua sangat kokoh. Melihat hal itu, Lei Zhan pun langsung melesat dengan kecepatan penuhnya, lalu melepaskan pukulan sangat kuat pada setiap titik yang menurutnya adalah kelemahan dari Wu Lihua.


BAM ... BAM


Energi Qi yang dihasilkan dari tinju Lei Zhan terus beradu dengan energi Qi yang berasal pada pusaran angin dari cambuk Wu Lihua.


Dinding angin tersebut terlihat sedikit bergetar ketika mendapatkan serangan yang sangat kuat dari Lei Zhan. Tapi tetap saja dia tak dapat menghancurkan pertahanan Wu Lihua.


Lei Zhan menangkap belati terbangnya lalu menusukkannya kembali pada pusaran angin itu sehingga menimbulkan bunyi yang cukup keras. Kini giliran tangan Lei Zhan yang terlihat bergetar.


Wu Lihua tersenyum kecil melihat hal tersebut, lalu dia pun semakin meningkatkan kecepatan putaran cambuknya. Pusaran angin yang mengelilingi tubuhnya juga menjadi lebih kuat lagi dari sebelumnya.


Merasakan bahaya yang akan terjadi pada dirinya, Lei Zhan seketika mundur dengan menggunakan kecepatan penuhnya. Dia tidak berani lagi mengambil resiko untuk bertarung dalam jarak dekat melawan Wu Lihua.


Lei Zhan segera mengeluarkan beberapa belati terbang dari Cincin Ruangnya. Semuanya kini berjumlah 10 buah. Dengan gerakan yang cukup lincah, Lei Zhan melemparkan seluruh belati terbang yang ada di tangannya.


Meskipun dia tahu bahwa hal tersebut akan dengan cepat menguras energi Qi-nya karena mengontrol terlalu banyak belati terbang, Lei Zhan tidak memiliki cara apapun lagi untuk menghancurkan dinding pertahanan Wu Lihua selain menggunakan teknik terkuatnya itu.


Kesepuluh belati terbang Lei Zhan ikut mengelilingi tubuh Wu Lihua dan terus menyerang untuk mencari celah pada kelemahannya.

__ADS_1


Namun, itu terlihat sia-sia saja. Sebab, pertahanan Wu Lihua sangat kuat dan seolah-olah semua serangan dari belati terbang milik Lei Zhan menjadi tak berarti.


Wu Lihua berjalan santai ke arah Lei Zhan dengan menyunggingkan senyumnya, sambil terus memutar-mutarkan cambuk di tangannya dengan sangat cepat.


Lei Zhan mundur sedikit demi sedikit, namun tetap mengontrol semua belati terbangnya untuk terus menyerang Wu Lihua.


"Lei Zhan, apa yang kamu lakukan? Majulah dan hancurkan pertahanan gadis itu dengan seluruh kekuatan penuhmu!" Seru pria paruh baya yang bertaruh dengan Ling Tian.


Mendengar seruan tersebut, Lei Zhan langsung tersentak kaget. Lalu dia pun segera menarik semua belati terbang miliknya kembali ke tangannya lagi.


Dengan menggunakan seluruh kekuatannya yang tersisa, Lei Zhan menempatkan semua energi Qi-nya pada belati terbang yang ada di kedua tangannya. Kemudian dirinya langsung maju menyerang dengan sangat ganas ke arah Wu Lihua.


BAM ... BAM


Akibat serangan itu, dinding pertahanan yang terbuat dari pusaran angin milik Wu Lihua tersebut, bergetar lebih keras dari yang sebelumnya. Dia juga sedikit demi sedikit terdorong mundur ke belakang akibat tekanan energi Qi dari Lei Zhan yang terus menerjangnya.


BAM ... BAM


Lei Zhan tidak berhenti melayangkan tusukan belatinya meskipun energi Qi-nya sudah semakin banyak berkurang. Itu juga sangat mempengaruhi tingkat kekuatan dari setiap serangannya.


Walaupun dirinya terus terdorong mundur, Wu Lihua tidak mengurangi sedikitpun kecepatan putaran dari cambuknya.


Dia tidak lagi terus bertahan, karena merasa sudah tiba gilirannya untuk melakukan serangan balasan terhadap Lei Zhan.


Dengan gerakan yang sangat cepat, Wu Lihua mengayunkan cambuknya ke arah tubuh Lei Zhan.


CTAR ... CTAR


"Aaahhh!"


Suara cambuk Wu Lihua terdengar di iringi oleh jerit kesakitan yang berasal dari mulut Lei Zhan.


Meskipun Lei Zhan sudah mencoba berusaha menghindarinya, tapi dia tak mampu lagi bergerak dengan cepat di karenakan energi Qi-nya yang semakin melemah.


CTAR ... CTAR


"Aaahhh... Hentikan! Aku mengaku kalah!" Lei Zhan berteriak keras, sebab sudah tak sanggup menanggung cambukan dari Wu Lihua.

__ADS_1


"Cepat berhenti! Lawanmu telah mengakui kekalahannya." Seru wasit yang memimpin pertarungan itu.


Dengan gerakan yang terlihat cukup santai, Wu Lihua langsung menarik cambuknya dan memasukkannya kembali ke dalam Cincin Ruangnya.


Tanpa menghiraukan wasit yang akan mengumumkan kemenangannya, Wu Lihua berjalan mendekat ke pinggir arena, tempat Ling Tian berada. Lalu dia pun membungkuk memberi hormat padanya.


"Guru!"


"Hehehe... Di pertarungan selanjutnya, kamu jangan lagi mempermainkan lawanmu seperti itu. Cobalah bertarung lebih serius agar aku bisa sedikit menikmati pertarunganmu." Ling Tian berkata sambil tertawa lirih.


"Hehehe... Oke, Guru!" Wu Lihua juga ikut tertawa pelan karena Ling Tian mengetahui bahwa dirinya hanya ingin bermain-main dalam pertarungan tadi.


"Kembalilah ke tempatmu! Aku sudah cukup senang karena kamu telah membuat Gurumu yang sangat miskin ini menjadi pria kaya raya." Ucap Ling Tian sambil mengangkat jempolnya ke arah Wu Lihua.


"Baik, Guru!"


Setelah mengucapkan hal tersebut, Wu Lihua pun berjalan kembali ke arah tempat duduknya, di ikuti oleh tatapan heran para penonton yang telah mendengarnya memanggil Ling Tian sebagai Gurunya sendiri.


"Huuuhhh... Mengapa kalian semua memandangku seperti itu?" Tanya Ling Tian dengan nada mengeluh.


"Apakah kamu Guru dari gadis remaja tersebut?" Tanya pria paruh baya yang bertaruh dengan Ling Tian.


"Yaah... Itu memang benar. Muridku tadi hanya mengeluarkan sekitar 65% saja dari kekuatannya ketika melawan peserta unggulan kalian tersebut. Pertarungan tadi sedikit membosankan, karena peserta kalian tidak bisa mengeluarkan potensi penuh dari kekuatan muridku." Ucap Ling Tian santai sambil mengangkat bahunya.


"Jika kalian semua ingin melihat tontonan yang lebih menarik lagi, kalian harus menyiapkan peserta unggulan kalian yang benar-benar kuat untuk menghadapinya. Karena itu sangat bagus dan juga akan menjadi latihan bagi muridku itu."


"Aaiihh... Sudahlah. Aku akan segera pergi mengambil semua uang taruhan kita. Terima kasih juga karena telah memberikan uang kalian tersebut kepadaku." Lanjut Ling Tian lagi sambil menyunggingkan senyum khasnya.


Ling Tian pun menghampiri hakim yang memegang uang taruhan mereka. Setelah menyelesaikan semuanya, dia segera berjalan kembali ke tempat duduknya dengan wajah bahagia sambil bersiul pelan.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.


Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.

__ADS_1


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.


__ADS_2