Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 147. Menghapus Segel Perbudakan


__ADS_3

Ling Tian berjalan memasuki bangunan tersebut dengan tubuh yang dikelilingi oleh petir berwarna ungu. Aura kematian yang sebelumnya terus menyerang Ling Tian kini semakin berkurang dan sebagiannya lagi segera menjauh seakan telah bertemu musuh bebuyutannya.


"Aarrgghh... Pergi! Jangan mendekatiku!" teriak kesakitan dari roh iblis yang sedang dipermainkan oleh Api Ilahi.


Ling Tian yang mendengar hal itu hanya tersenyum kecil sambil terus berjalan masuk ke dalam bangunan tanpa mempedulikan apa yang terjadi pada roh iblis tersebut.


"Hmmm... Ruangan di dalam bangunan ini sangat luas dan juga indah. Ternyata Tuan dari Kera Salju memiliki selera seni yang cukup bagus. Jika saja bangunan ini tak dipenuhi oleh aura kematian, mungkin akan terasa sangat nyaman dan akan jauh lebih indah lagi." gumam Ling Tian sambil menoleh ke kiri dan ke kanan untuk melihat-lihat isi bangunan itu.


Beberapa saat kemudian, Ling Tian akhirnya sampai di dalam aula yang cukup besar. Sebuah batu giok berwarna merah dan sebesar meja terpampang jelas di tengah-tengah aula tersebut. Ling Tian bergegas menghampiri batu itu dan segera memeriksanya.


"Aahh! Batu Giok Darah! Ternyata inilah inti dari Formasi Penyegelan Jiwa. Mantra yang tertulis pada batu Giok Darah ini juga cukup kuat. Kalau begitu, aku hanya tinggal menghancurkan formasinya saja," ucap Ling Tian dengan nada sedikit terkejut.


Dengan gerakan yang cepat, Ling Tian mulai melambaikan tangan sebanyak beberapa kali ke arah batu Giok Darah. Mantra yang tertulis di segala sisi batu tersebut secara perlahan mulai bergerak keluar dan menghilang di udara.


Hanya dalam beberapa menit saja, semua matra yang terdapat pada batu Giok Darah telah lenyap seolah-olah tak pernah ada. Formasi Penyegelan Jiwa yang mengelilingi seluruh area hutan itu pun langsung hancur berkeping-keping.


"Hehehe... Akhirnya aku dapat menggunakan indra spiritualku lagi. Batu Giok Darah ini juga sangat langka dan mungkin suatu saat akan berguna bagiku," gumam Ling Tian sambil memasukkan batu Giok Darah ke dalam Cincin Ruangnya, lalu ia pun segera mengedarkan indra spiritualnya untuk memeriksa seluruh area bangunan tersebut.


"Ooh... Ternyata ada ruang bawah tanah di tempat ini. Jika aku tak salah, mungkin itulah makam dari Tuan Kera Salju." lanjut Ling Tian lagi ketika merasakan ada sebuah ruang di bawah bangunan itu.


Ling Tian segera mencari jalan masuk menuju ruang bawah tanah dengan menggunakan indra spiritualnya. Setelah menemukannya, ia pun bergegas masuk ke dalamnya. Ruang bawah tanah yang semula sangat gelap itu kini menjadi terang benderang saat tubuh Ling Tian yang dikelilingi oleh api ungu tersebut sudah memasukinya.


Di dalam ruang bawah tanah, Ling Tian melihat sebuah kerangka mayat yang sedang duduk di atas kursinya. Dari kerangka mayat itu, Ling Tian masih bisa merasakan seberkas aura kematian yang masih melekat padanya.

__ADS_1


"Mungkin dialah Tuan dari Kera Salju. Aura kematian yang berasal dari tubuhnya menandakan bahwa dia memang seorang kultivator iblis," batin Ling Tian sambil memandang ke seluruh ruangan tersebut mencoba mencari apakah ada benda-benda berharga yang bisa diambilnya.


Namun, semua benda yang ada di tempat itu hanyalah benda biasa saja yang tak dapat menarik perhatian Ling Tian. Ia pun lalu menatap kembali ke arah kerangka dari Tuan Kera Salju dan menemukan bahwa ada sebuah Cincin Ruang yang masih melekat di jarinya.


"Maafkan aku Tetua karena berlaku tak sopan terhadapmu!" ucap Ling Tian sambil membungkukkan badannya memberi hormat pada kerangka di depannya.


Setelah mengatakan hal itu, Ling Tian menghampiri kerangka mayat dari Tuan kera Salju lalu segera mengambil Cincin Ruang yang ada di jarinya. Dan kemudian dengan menggunakan indra spiritualnya, Ling Tian langsung memeriksa apa yang ada di dalamnya.


Meskipun Cincin Ruang tersebut telah terpasang Formasi Penyegelan yang melarang orang lain untuk melihat apa yang tersimpan di dalamnya, tetapi bagi Ling Tian yang juga seorang ahli formasi, itu akan sangat mudah untuk membukanya.


"Woah! Ternyata ada banyak harta di dalamnya. Aahh! Ada juga sebagian Ramuan Roh untuk bahan pembuatan Pil Sembilan Hati yang bisa menaikkkan tingkat kultivasiku. Tetapi masih ada salah satu bahan yang kurang, yaitu Rumput Roh Bintang. Namun, ini sudah merupakan sebuah keberuntungan buatku. Mungkin nanti aku bisa menemukan Rumput Roh Bintang di tempat lain." Ling Tian berkata dengan nada penuh semangat.


Ia segera memasukkan Cincin Ruang tersebut ke dalam Cincin Ruangnya sendiri dan setelah itu Ling Tian kembali membungkuk memberi hormat pada kerangka Tuan Kera Salju lalu kemudian bergegas keluar meninggalkan ruang bawah tanah.


Ketika Ling Tian telah berada di luar, Api Ilahi yang mengejar roh iblis tiba-tiba muncul dihadapannya dan langsung masuk ke dalam tubuhnya untuk bergabung kembali dengan api ungu.


Mendengar pertanyaan dari Ling Tian, Api Ilahi yang telah kembali menjadi api tujuh warna tersebut melompat-lompat kegirangan di dalam tubuhnya.


"Hehehe... Baiklah, mari kita keluar dari tempat ini!" ucap Ling Tian yang tertawa lirih seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Ling Tian segera melesat terbang ke atas udara dan melambaikan tangannya beberapa kali ke arah Formasi Pelindung yang mengelilingi bangunan itu, sambil berkata pelan, "Hanya inilah yang bisa aku lakukan untuk melindungi makammu ini, Tetua! Sebagai ucapan terima kasihku, aku memperkuat Formasi Pelindung buatanmu agar makammu ini tetap terjaga dengan baik."


Ling Tian pun langsung menghilang dari tempatnya dan seketika muncul di dekat Kera Salju beserta yang lainnya.

__ADS_1


"Aku telah menghancurkan Formasi Penyegelan Jiwa yang berada di hutan ini. Sekarang aku bisa menghapus Segel Perbudakan yang ada di dalam tubuhmu. Kemarilah! Biarkan aku memeriksanya!" kata Ling Tian pada Kera Salju.


Dengan wajah yang sangat bersemangat, Kera Salju segera bergegas menghampiri Ling Tian. Ia pun berdiri tegap di depannya sambil menunggu apa yang akan dilakukan oleh Ling Tian selanjutnya.


Ling Tian kemudian mengulurkan tangannya ke arah jantung Kera Salju, karena di situlah Segel Perbudakan di tempatkan. Jika Kera Salju melanggar perintah dari Tuannya, maka Segel Perbudakan tersebut akan langsung aktif dan menghancurkan jantungnya. Itulah fungsi sesungguhnya dari Segel Perbudakan yang telah tertanam di dalam tubuh Kera Salju.


Dengan memasukkan kesadaran spiritualnya, Ling Tian memeriksa seluruh tubuh Kera Salju. Setelah mengetahui tak ada lagi yang membahayakan dirinya selain Segel Perbudakan itu, maka Ling Tian segera berkonsentrasi untuk menghapusnya.


Proses tersebut membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Itu disebabkan karena Segel Perbudakan telah lama berada di dalam tubuh Kera Salju dan sudah bergabung dengan jantungnya. Sehingga membuat Ling Tian harus berhati-hati untuk menghilangkannya.


Setelah semuanya selesai, Kera Salju akhirnya dapat bernapas lega. Lalu dengan cepat dia pun membungkuk memberi hormat pada Ling Tian.


"Terima kasih, Tuan Muda! Aku akhirnya bisa bebas dari pengekangan Segel Perbudakan itu," kata Kera Salju yang masih membungkuk ke arah Ling Tian.


"Sudahlah! Aku juga berterima kasih kepadamu karena telah menjaga Jun dan Xiaohai ketika aku memasuki pengasinganku," ucap Ling Tian sambil tersenyum hangat.


"Karena masalah di sini juga telah selesai, mungkin aku akan segera meninggalkan tempat ini setelah membantu Xiaohai menyerap inti roh dari Serigala Bayangan Bulan agar kultivasinya bisa meningkat. Sekarang, kamu sudah bebas pergi untuk meninggalkan hutan ini," lanjut Ling Tian lagi.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.

__ADS_1


Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.


__ADS_2