Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 293. Monster Yang Tak Berdaya


__ADS_3

Tanpa menunda lebih lama lagi, Niu Lang, Tang Fei, Xuan Jirou serta Pang Huaxian bergegas duduk dengan jarak sedikit berjauhan sesuai instruksi dari Ling Tian.


Ketika melihat keempat sahabatnya tersebut telah duduk bersila, Ling Tian pun akhirnya bergerak. Ia memulainya dari Niu Lang terlebih dahulu. Selanjutnya kepada Tang Fei. Kemudian terhadap Xuan Jirou dan yang terakhir pada Pang Huaxian.


Tidak seperti sebelumnya. Kini Ling Tian hanya memerlukan satu jam untuk meningkatkan kultivasi dari masing-masing sahabatnya itu. Jadi, keseluruhan waktu yang dihabiskannya untuk mereka semua hanyalah empat jam saja.


“Terima kasih, Junior Ling! Sebelumnya, kami tidak sempat mengucapkan terima kasih kepadamu karena telah tenggelam dalam berkultivasi. Sekarang saat yang tepat untuk mengucapkannya,” ucap Niu Lang sambil membungkuk memberi hormat pada Ling Tian.


Begitu pula dengan Tang Fei, Xuan Jirou dan Pang Huaxian. Mereka bertiga melakukan hal yang sama seperti apa yang baru saja diperbuat oleh Niu Lang. Sejak awal mereka bersahabat dengan Ling Tian, semuanya merasa kehidupan mereka telah berubah drastis.


Tak ada seorang pun di antara mereka yang pernah berpikir bahwa tingkat kultivasinya akan mencapai tahap kedua Bintang Langit hanya dalam enam bulan saja dari tahap kesembilan Bintang Bumi. Namun, setelah mereka mengenal Ling Tian, perubahan pun segera terjadi.


“Huuhh ... Jika kalian melakukan hal seperti ini lagi, jangan anggap aku sebagai saudara, sebagai teman dan bahkan sebagai junior kalian,” keluh Ling Tian dengan wajah cemberut. “Itu sama halnya kalian menganggapku sebagai orang lain. Aku paling tidak suka mendengar kata 'Terima kasih' dari mulut saudara dan teman-temanku sendiri.”


Mata milik keempat sahabat Ling Tian tersebut langsung berkaca-kaca setelah mendengar perkataan darinya. Bahkan Pang Huaxian tidak mampu lagi menahan tangisnya dan air matanya pun segera membasahi wajahnya yang berlemak.

__ADS_1


“Hei ... Hei! Mengapa kalian para pria menjadi cengeng begini? Apakah kalian telah dikebiri sehingga menjadikan kalian sebagai waria?” canda Ling Tian yang segera mengubah ekspresinya menjadi senyum hangat. “Semua ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kalian yang sudah menyelamatkan nyawaku. Suatu hari nanti, jika kekuatanku telah cukup, aku akan membuatkan Senjata Tingkat Saint untuk kalian semua.”


“Hah?! Gu—guru, apakah aku tidak salah dengar?” tanya Yan Qingshan dengan nada terbata.


“Apanya yang salah?” Ling Tian balik bertanya sambil mengernyitkan alisnya keheranan.


“Guru! Maksudku, mungkinkah Anda juga bisa menempa Senjata Pusaka?” tanya Yan Qingshan lagi dengan nada canggung.


“Hmph ... Apakah tidak boleh bila aku menjadi seorang Master Penempa?” balas Ling Tian seraya mendengus kesal. “Tentu saja aku bisa membuat Senjata Pusaka karena aku juga merupakan seorang Master Penempa. Tapi untuk saat ini, aku hanya bisa membuat Senjata Pusaka Tingkat Kaisar saja. Itu pun kualitasnya masih di level menengah. Bila tingkat kultivasiku telah berada di tahap Bintang Raja, maka aku sudah bisa membuat Senjata Pusaka Tingkat Kaisar dengan kualitas tinggi.”


Suasana seketika menjadi sangat hening setelah Ling Tian menyelesaikan ucapannya. Mulut semua orang ternganga lebar tanpa bisa berkata-kata. Mata mereka melotot tajam seolah benar-benar sedang melihat Monster yang sesungguhnya.


“Aaiihh ... Kalian tak perlu menggunakan ekspresi aneh seperti itu saat melihat wajahku yang sangat tampan ini!” ujar Ling Tian sembari menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. “Yah ... Tapi aku juga dapat memakluminya karena kalian memang belum pernah melihat pria yang setampan diriku.”


“Ooh ... Begitukah?” tanya Meng Wanlian singkat.

__ADS_1


Ia yang baru saja tersadar dari keterkejutannya, segera berjalan pelan ke arah Ling Tian seraya membentangkan kedua tangannya. Hal ini seolah memberi tahu kepada muridnya tersebut bahwa dirinya akan segera mendapatkan pelukan dari Meng Wanlian.


“Huuhh ... Guru, jangan lakukan itu lagi!” gerutu Ling Tian dengan nada mengeluh. “Apakah Guru tidak malu memelukku di depan banyak orang?”


“Mengapa aku harus malu? Kamu adalah muridku satu-satunya. Sudah sewajarnya aku memelukmu untuk melampiaskan kebahagiaanku,” jawab Meng Wanlian sambil terus maju mendekati Ling Tian.


“Ta ... tapi pelukan Guru membuatku tidak nyaman!” balas Ling Tian tergagap, sembari berjalan mundur mencoba menjauh dari Meng Wanlian. “I ... itu juga dapat membuat orang-orang memiliki asumsi yang buruk terhadap kita.”


“Hmph ... Beraninya kamu mengatakan bahwa pelukan gurumu ini tidak membuatmu nyaman!” Meng Wanlian mendengus kesal, lalu menghentikan langkahnya. “Apa peduliku terhadap orang-orang tersebut? Jika mereka berani membicarakan hal-hal buruk tentang kita, maka aku hanya perlu menghajar mereka semua. Cepatlah ke sini dan berikan pelukan pada gurumu ini!”


Mendengar nada tegas dari Meng Wanlian, Ling Tian hanya bisa menghela napas panjang karena merasa sungguh tak berdaya untuk menolaknya. Langkah kakinya yang semula mundur, kini berubah maju perlahan untuk menghampiri Meng Wanlian yang sedang menunjukkan tampang cemberutnya.


Ketika dirinya sudah berada tepat di depan Meng Wanlian, tanpa menunggu kedua tangan wanita itu mendekapnya, Ling Tian sudah terlebih dahulu mengambil inisiatif sendiri untuk langsung membenamkan kepalanya ke dalam dada besar milik gurunya tersebut.


“Hehehe ... Anak baik! Akhirnya kamu mau juga menjadi murid yang penurut.” Meng Wanlian pun tertawa lirih sambil mengusap-usap rambut Ling Tian seperti sedang mengusap kepala seorang anak kecil. Dia bahkan benar-benar tidak memedulikan Yan Qingshan dan yang lainnya memandang ke arah mereka dengan tatapan aneh.

__ADS_1


__ADS_2