
Kekuatan Ling Tian telah kembali ke puncaknya setelah beristirahat selama 2 hari lagi. Dia keluar dari kamarnya dan berjalan di halaman yang sangat luas di temani oleh Lin Yue dan Su Mei.
"Akhirnya aku bisa menghirup udara segar lagi."
KRAK
Ling Tian meregangkan setiap otot-ototnya hingga menimbulkan bunyi pada tulang-tulangnya. Setelah itu dia langsung menghilang dari tempatnya berdiri.
Whooossshhh
Angin bertiup kencang seiring dengan kecepatan bergerak dari Ling Tian.
BOOM
Batu-batu besar yang berada di situ hancur menjadi serbuk yang halus saat Ling Tian melambaikan tangannya. Pohon-pohon di sekitarnya juga ikut tumbang.
Dia melompat dan melayang di udara selama beberapa detik kemudian meluncur turun lagi ke tanah lalu melompat kembali. Ling Tian meregangkan otot-ototnya dengan memperagakan Teknik Dewa Naga Surgawi.
Ledakan terus terdengar yang membuat orang-orang Klan Lin segera berkumpul di halaman itu. Ling Tian bergerak dengan kecepatan penuhnya hingga semua orang hanya bisa melihat bayangannya saja.
Lin Yue menatap Kakeknya seakan meminta maaf atas apa yang sedang di lakukan oleh Ling Tian.
Lin Qiangda hanya bisa tersenyum kecut dan menggelengkan kepalanya melihat halaman Klannya telah porak poranda seperti habis di landa oleh angin put1ng beliung.
Setelah beberapa menit, Ling Tian menyudahi kegiatannya itu dan segera bergerak ke arah Lin Qiangda.
"Maaf Kakek! Aku terlalu menikmati kegembiraanku hingga tanpa sadar membuat semuanya menjadi seperti ini." Ling Tian berkata dengan nada bersalah.
"Huuuffff... Sudahlah!" Lin Qiangda menghela nafas panjang.
"Untuk menebus kesalahan yang telah aku lakukan, bagaimana jika aku mengajarkan Kakek sebuah teknik pedang?" Ling Tian berkata masih dengan nada bersalah.
"Benarkah?" Mata Lin Qiangda segera berbinar dan segera melupakan tentang halaman Klannya yang telah porak poranda itu.
"Itu benar Kakek. Bisakah pinjamkan aku sebuah pedang?"
"Pakai saja pedangku." Lin Qiangda segera mengeluarkan pedang berwarna biru dari Cincin Ruangnya. Itu adalah Senjata Pusaka Tingkat Berlian yaitu Pedang Awan Biru.
__ADS_1
"Pedang yang bagus." Ucap Ling Tian sambil mengambil pedang tersebut dari tangan Lin Qiangda.
Ling Tian kemudian memikirkan sebuah teknik dari seorang Dewa Pedang yaitu Teknik Pedang 36 bentuk.
"Baiklah Kakek, perhatikan baik-baik setiap gerakanku." Ling Tian berjalan agak menjauh dari Lin Qiangda dan mulai memasang sikap dari bentuk pertama teknik pedang tersebut.
Sebelum Ling Tian akan bergerak, Lin Qiangda segera berkata, "Bisakah kamu bergerak secara pelan, biar aku bisa melihat setiap gerakanmu itu."
Ling Tian yang mendengar itu hanya tersenyum dan mengangguk. Kemudian dia mulai bergerak secara pelan memperagakan setiap bentuk dari teknik pedang tersebut.
Walaupun gerakan Ling Tian pelan, tetapi kekuatan dari serangan pedang itu sangat kuat. Setiap bentuk dari teknik pedang tersebut memiliki gerakan yang berubah-ubah. Kadang terlihat lembut, dan kadang terlihat keras.
Gerakan Ling Tian juga seperti air yang mengalir, tanpa membuat satu kesalahan pun dari setiap gerakannya. Semua orang yang berada di situ tidak berani mengedipkan mata mereka, karena takut akan kehilangan salah satu dari gerakan yang di peragakan oleh Ling Tian.
"Apakah Kakek telah menghapal semua gerakan dari teknik pedang itu?" Ling Tian bertanya kepada Lin Qiangda yang masih terdiam saat dia telah selesai memperagakan Teknik Pedang 36 Bentuk.
Lin Qiangda yang terdiam segera tersadar, kemudian mengambil pedangnya yang berada di tangan Ling Tian.
Dia kemudian mulai memperagakan teknik pedang tersebut seperti apa yang telah di peragakan oleh Ling Tian. Meskipun gerakannya agak kaku, tapi semua benar.
"Tetapi mengapa kekuatannya hanya berada pada tingkat pertama Bintang Berlian?" Tanya Ling Tian yang merasa sedikit bingung.
"Kultivasi Kakek terhambat saat dia menjadi Patriark Klan. Jika dia menggunakan semua sumber daya dari Klan untuk meningkatkan kultivasinya, mungkin anggota Klan Lin seperti aku tidak akan bisa berkultivasi menggunakan sumber daya Klan lagi." Lin Yue berkata dengan nada mengeluh.
Ling Tian mengangkat tangannya dan mengacak-acak rambut Lin Yue dan berkata, "Tenanglah! Jika aku mendapatkan bahan-bahan untuk membuat pil bagi kultivator tingkat Bintang Berlian, aku akan memberikan kepadanya."
Lin Yue telah terbiasa dengan tingkah Ling Tian tersebut yang sering mengacak-acak rambutnya. Dia sekarang malah merasa senang jika Ling Tian melakukan itu, sebab dia mulai tahu bahwa itu adalah cara Ling Tian untuk mengekspresikan rasa sayangnya kepadanya.
"Aahh... Teknik yang sangat kuat! Apa nama dari teknik pedang ini?" Lin Qiangda segera bertanya kepada Ling Tian setelah selesai memperagakan teknik pedang itu.
"Namanya adalah Teknik Pedang 36 bentuk." Kata Ling Tian santai. Dia tidak mengubah nama teknik itu karena telah merasa bahwa nama itu memang cocok untuk teknik tersebut.
Lin Qiangda tidak bertanya dari mana Ling Tian mendapatkan teknik pedang tersebut, karena dia tahu itu adalah rahasia pribadi dari Ling Tian. Dia sangat bersyukur bahwa Ling Tian telah mau mengajarkan teknik pedang itu kepadanya.
"Aahh, aku hampir lupa! Aku telah menerima undangan dari Paviliun Harta, mereka akan melakukan pelelangan 2 hari lagi. Jika Nak Ling Tian ingin melihat pelelangan itu, kita bisa pergi bersama."
"Aku pasti ingin melihatnya, Kakek! Mungkin di pelelangan itu aku bisa mendapatkan sesuatu yang berharga." Ling Tian berkata sambil tersenyum.
__ADS_1
"Baiklah Kakek! Karena tinggal 2 hari lagi acara pelelangan akan di adakan, aku akan pergi terlebih dahulu mempersiapkan semuanya." Lanjut Ling Tian lagi.
"Baiklah kalau begitu." Lin Qiangda mengangguk.
Ling Tian segera memanggil Xiaohai yang hanya terus berbaring bermalas-malasan di depan halaman kamarnya.
Whooossshhh
Xiaohai langsung muncul di depan Ling Tian yang mengagetkan orang-orang yang berada di situ. Dia segera menggosok-gosokkan kepalanya di tubuh Ling Tian seperti seekor kucing.
Ling Tian pun membelai kepala Xiaohai lalu berkata, "Kita akan pergi mencari uang di kedalaman Hutan Terlarang."
Semua orang yang berada di situ sekali lagi terkejut kecuali Lin Yue, karena dia tahu bahwa Ling Tian akan pergi berburu lagi ke dalam Hutan Terlarang.
"Aku akan meninggalkan kalian berdua di sini, sebab aku hanya pergi sebentar saja. Besok aku akan kembali lagi ke sini." Kata Ling Tian kepada Lin Yue dan Su Mei.
Kedua gadis itu hanya mengangguk. Ling Tian segera melompat ke atas punggung Xiaohai.
Kwaaakkk
Xiaohai membusungkan dadanya lalu menghentakkan kakinya, dan kemudian langsung melesat ke langit dengan kecepatan penuhnya.
Setelah Ling Tian pergi, semua orang yang berada di situ hanya bisa menggelengkan kepala mereka. Hutan Terlarang adalah tempat yang sangat berbahaya bagi mereka, tetapi bagi Ling Tian itu adalah sumber penghasilannya.
"Aahh... Aku terlambat! Adik ipar, kemana Tian'er akan pergi?" Ling Han yang baru saja datang, segera bertanya kepada Lin Yue.
"Dia pergi ke Hutan Terlarang untuk berburu Binatang Roh tingkat 3." Kata Lin Yue dengan wajah yang bersemu merah. Ling Han tidak pernah memanggil namanya, tetapi selalu memanggilnya Adik ipar.
"Aahh... Itu pasti seru sekali! Huuuhhh... Anak nakal itu tidak mengajakku kesana." Ling Han berkata dengan nada kesal.
Lin Yue hanya tertawa mendengar keluhan Ling Han. Sedangkan untuk Su Mei, dia tetap diam saja. Tapi di dalam hatinya, dia ingin juga di panggil dengan sebutan Adik ipar oleh Ling Han.
***
Untuk para Reader, Author minta maaf jika lambat mengupdate Novel ini karena Author juga masih sementara menulis kelanjutan dari tiap chapter di Novel ini. Biasanya Author telah mengupload chapter selanjutnya tetapi tertahan lama sebab masih di review sama pihak mangatoon.
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
__ADS_1