
Ling Tian turun secara perlahan-lahan ke atas pohon dan mengambil cabangnya sepanjang 1 meter.
"Whooossshhh"
Kemudian Ling Tian melesat dengan sangat cepat dan langsung muncul di antara Lin Yue dan Jia Xiulan.
"TRANG"
"TRANG"
Ling Tian mengalirkan energi Qi ke cabang pohon di tangannya lalu membubarkan serangan pedang Lin Yue dan Jia Xiulan. Kemudian dia menyerang mereka berdua menurut teknik pedang mereka masing-masing.
Bila Ling Tian menyerang Lin Yue, dia akan menggunakan Teknik Menari Bersama Pedang. Dan jika Ling Tian menyerang Jia Xiulan, dia akan menggunakan Teknik Pedang Kelembutan.
Ling Han dan Su Mei juga di serang olehnya. Akhirnya keempat orang tersebut bersatu untuk membalas setiap serangan dari Ling Tian.
"Ayo semuanya..!" Ling Tian berteriak kepada mereka berempat lalu menyerang kembali.
"BOOM.. BOOM.."
"BOOM.. BOOM.."
Ling Han dan yang lainnya terhempas menabrak tanah, kemudian bangkit kembali menyerang ke arah Ling Tian.
Mereka semua sangat serius bertarung melawan Ling Tian karena inilah kesempatan mereka bertempur dengan lawan yang sangat kuat.
Walaupun Ling Tian sudah menurunkan tingkat kultivasinya ke tahap pertama Bintang Emas, mereka belum bisa juga untuk menyentuh pakaian Ling Tian.
Lin Yue yang kultivasinya paling tertinggi di antara keempatnya yaitu pada tahap ketiga Bintang Emas, masih tetap kewalahan saat mendapatkan serangan dari Ling Tian.
"TRANG"
"TRANG"
Mereka semua terus bertarung selama beberapa hari tanpa berhenti. Jika mereka telah kehabisan Qi, mereka akan langsung menelan Pil Restorasi yang telah diberikan oleh Ling Tian.
Ling Tian terus menerus memicu potensi kekuatan tubuh mereka agar dia bisa menaikkan tingkat kultivasi keempatnya dengan mudah dan tidak membahayakan nyawa mereka.
"Lagi..!" Teriak Ling Tian yang merasa kekuatan tubuh keempatnya belum cukup kuat.
"TRANG"
"TRANG"
Suara pertarungan mereka sudah menjadi seperti irama musik bagi semua orang yang berada di kediaman Ling Tian.
Para jenius muda dari Klan Ling juga duduk dengan tenang menonton pertarungan itu. Tidak ada dari mereka yang akan menyia-nyiakan kesempatan yang langka tersebut, karena hal itu dapat menambah pemahaman dan wawasan mereka dalam bertarung.
"Kapan aku bisa menjadi hebat seperti Kakak Tiantian..?" Yanyan berkata pelan.
"Kamu harus berlatih keras seperti Kakak Tiantian agar bisa menjadi kuat seperti dirinya." Ucap Ling An sambil membelai rambut Yanyan.
__ADS_1
Ketika malam tiba, Yanyan ketiduran saat menonton pertarungan Ling Tian dan yang lainnya. Ling An akan menggendongnya lalu membawanya untuk berbaring di kamarnya.
Saat menjelang pagi, Yanyan dengan cepat terbangun mendengar suara pertarungan di halaman, dan segera berlari untuk duduk menonton pertarungan tersebut.
Dia selalu melakukan hal itu setiap hari, dan Ling An juga selalu membawakan makanan untuknya di tempat tersebut. Yanyan akan menyantap makanannya sambil matanya terus memperhatikan pertarungan yang semakin sengit itu.
"Ayo kita sudahi sampai di sini..!" Setelah selama 15 hari mereka bertarung, Ling Tian segera menghentikannya karena dia merasa itu sudah cukup untuk meningkatkan kultivasi mereka berempat.
Melihat Ling Tian dan yang lainnya telah berhenti bertarung, Yanyan langsung berlari menuju mereka dan langsung melompat ke arah Ling Tian.
Dengan cepat Ling Tian menangkapnya lalu menggendongnya. "Uuhh.. Tubuh Yanyan semakin berat saja, Kakak Tiantian hampir tidak bisa mengangkatnya."
"Itu karena setiap hari Bibi memasak daging Binatang Roh untukku." Yanyan memanyunkan bibirnya sehingga terlihat sangat imut.
"Hehehe.. Itu akan sangat baik untuk membuat tubuh Yanyan semakin kuat seperti tubuh Kakak Tiantian." Ling Tian memperlihatkan otot lengannya.
"Kalau begitu, aku akan terus makan daging Binatang Roh agar tubuhku kuat seperti Kakak Tiantian." Ucap Yanyan dengan nada senang.
"Nah, itu baru keren..!" Ling Tian mengangkat jempolnya.
"Baiklah, Yanyan juga harus berlatih biar menjadi tambah kuat."
"Mmm.." Yanyan hanya mengangguk pelan.
Ling Tian kemudian menurunkan Yanyan dari lengannya, lalu berkata.. "Kakak Tiantian akan membantu mereka berkultivasi, jadi Yanyan tinggal di sini dulu untuk berlatih."
"Iya, aku akan mulai berlatih sekarang..! sebab kata Bibi, aku harus berlatih dengan keras supaya bisa menjadi seperti Kakak Tiantian."
"Mmm.." Yanyan mengangguk pelan lalu berjalan ke tengah halaman dan mulai berlatih.
Ling Tian pun membawa Ling Han dan yang lainnya ke ruangannya. Setelah memasang Formasi Penyegelan, dia menyuruh mereka untuk menelan Pil Susu Merah yang telah dia berikan.
Kemudian dia mulai membantu satu per satu untuk meningkatkan kultivasi mereka. Karena Ling Tian telah memicu potensi kekuatan tubuh dari mereka berempat, akhirnya dia bisa menaikkan tingkat kultivasi mereka sebanyak dua tahapan dalam sekali jalan.
Kultivasi Lin Yue kini berada di tahap kelima Bintang Emas, sedangkan Ling Han, Su Mei dan Jia Xiulan berada pada tahap keempat Bintang Emas.
Setelah menyelesaikan semuanya, Ling Tian menyuruh mereka untuk melanjutkan latihannya agar segera terbiasa dengan kekuatan yang baru mereka dapatkan.
Ling Tian juga memanggil Xiaohai dan memberikannya daging Gorila Batu yang telah dibunuhnya di Lembah Obat, karena itu juga akan membantu Xiaohai untuk meningkatkan kekuatan tubuhnya.
Sebenarnya dia ingin memberikannya kepada Zhang Xuan, tetapi karena Ling Tian telah mendapatkan cukup banyak koin emas dari para pasukan kekaisaran Ma, maka daging Gorila Batu itu dia berikan saja kepada Xiaohai.
Ling Tian telah berencana untuk melakukan perjalanannya sebulan lagi. Dia ingin sedikit berlama-lama dengan kedua orangtuanya dan juga Yanyan.
Ling Tian kemudian pergi ke tempat Ayah dan Ibunya untuk mengobrol dengan mereka. Dia juga membantu menaikkan tingkat kultivasi mereka ke tahap ketiga Bintang Emas.
Setiap hari, Ling Tian hanya menghabiskan waktunya bermain bersama Yanyan serta Ayah dan Ibunya.
Kadang Zhang Xuan akan datang berkunjung ke kediaman Ling Tian. Dia juga telah mengetahui bahwa Ling Tian akan segera berangkat untuk melakukan perjalanan yang sangat jauh.
Waktu terus berputar dengan cepat, tak terasa telah sebulan berlalu sejak Ling Tian memutuskan untuk pergi ke wilayah yang lebih tinggi dan lebih kuat dari wilayah tempat tinggalnya saat ini.
__ADS_1
Hari keberangkatan Ling Tian telah tiba. Kaisar Jia dan para pejabat lainnya semua berkumpul di kediaman Ling Tian untuk mengantar keberangkatannya.
Xiaohai membusungkan dadanya bersiap-siap menunggu Ling Tian serta yang lainnya naik ke atas punggungnya.
"Ayah, Ibu..! Aku akan berangkat sekarang. Kalian berdua jaga diri baik-baik selama aku tidak berada di sini. Jika ada yang membuat tubuh kalian tergores sedikit saja, aku akan meratakan seluruh kekaisaran Jia ini." Kata Ling Tian sambil melirik ke arah Kaisar Jia dan para pejabat lainnya.
"Yang Mulia..! Aku akan memohon kepadamu sebagai calon Ayah mertuaku, tolong jaga Ayah dan Ibuku serta keluargaku yang lainnya saat aku tidak berada di sini." Ling Tian membungkukkan tubuhnya memberi hormat kepada Kaisar Jia.
"Yakinlah..! Aku akan menjaga mereka semua." Kaisar Jia berjanji dengan nada yang tegas.
"Paman, Bibi..! Jika Kakek serta Ayah dan Ibuku ke sini, sampaikan kepada mereka kalau aku mengikuti Ling Tian berjalan-jalan melihat dunia luar, agar mereka tidak mengkhawatirkan aku." Ucap Lin Yue pelan.
"Baiklah Yue'er, kami akan menyampaikannya kepada mereka." Ling An berkata tenang.
"Ayah, Ibu..! Baik-baiklah di sini dan jagalah selalu kesehatan kalian, aku akan pergi mengikuti Ling Tian." Jia Xiulan berkata dengan nada yang sangat lembut kepada Kaisar Jia dan Permaisuri.
"Xiu'er..! Kamu juga harus berhati-hati di dalam perjalanan kalian. Dan untukmu Tian'er..! Sebagai calon menantuku, kamu harus tetap menjaga Xiu'er dan yang lainnya." Suara Permaisuri terdengar lembut seperti Jia Xiulan.
"Baik Yang Mulia Permaisuri, aku pastikan mereka selalu aman bersamaku." Ling Tian membungkukkan badannya sekali lagi dan memberi hormat kepada Permaisuri.
"Baiklah kalau begitu, kami akan berangkat sekarang."
"Kalian naiklah terlebih dahulu ke punggung Xiaohai..!" Lanjut Ling Tian lagi sambil menyuruh Ling Han dan yang lainnya naik ke punggung Xiaohai.
Ling Han dan yang lainnya mengangguk lalu segera melompat ke atas punggung Xiaohai.
"Xiaohai..! Bawalah mereka terlebih dahulu, aku ingin memberikan sedikit rasa takut dihati orang-orang ini agar mereka tidak pernah berpikir untuk menyentuh keluargaku." Ucap Ling Tian melalui telepati kepada Xiaohai.
"Kwaaakkk"
"Baiklah Bos..!" Xiaohai membusungkan dadanya kemudian langsung melesat ke langit.
Semua orang sangat terkejut karena melihat Xiaohai telah pergi tanpa membawa Ling Tian di atas punggungnya.
Ling Tian yang masih berada di kediamannya menatap semua orang dengan tenang, kemudian berbalik ke arah Kaisar Jia.
"Yang Mulia..! Aku akan memegang janjimu untuk menjaga keluargaku saat aku tidak berada di sini." Ling Tian menyunggingkan senyum khasnya, kemudian menghilang dari tempatnya berdiri dan langsung muncul dengan tiba-tiba di atas punggung Xiaohai.
Kecepatannya sangat cepat, sehingga orang-orang yang berada di situ tidak bisa melihat pergerakan Ling Tian.
Semua orang akhirnya mengerti mengapa Ling Tian melakukan pertunjukan itu. Itu karena Ling Tian ingin memperingatkan mereka agar jangan ada yang pernah berpikir untuk menyentuh keluarganya.
Kaisar Jia dan yang lainnya hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat tingkah Ling Tian tersebut.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.
Author juga ingin mengucapkan :
__ADS_1
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal Aidhin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin.