
Setiap harinya pintu gerbang Sekte Ling Tian dipenuhi oleh ratusan bahkan sampai ribuan kultivator yang sedang mengantri untuk bergabung dengan Sektenya.
Para kultivator itu sama sekali belum pernah melihat serta mengetahui pemimpin Sekte tersebut, yaitu Ling Tian. Mereka hanya bertemu dengan Huang Fu dan Mu Bai yang biasa sering menemaninya saat menyambut semua orang yang ingin bergabung menjadi bagian dari Sekte mereka.
Semua kultivator tersebut hanya mengetahui bahwa sang pemimpin Sekte sedang mengasingkan diri untuk berkultivasi dengan tenang.
Ling Tian memang sangat sibuk melatih dan meningkatkan kultivasi dari Ling Han, Su Mei, Mo Qingcheng dan Xiao Jun. Dia juga terus meramu pil untuk harta perbendaharaan Sektenya karena semakin banyaknya kultivator yang ingin bergabung dengannya.
Ling Tian hanya keluar sekali saja ketika memberikan semua pil buatannya itu kepada Huang Fu. Setelah itu, dia tidak pernah keluar lagi dari wilayah kediamannya, sebab semua masalah Sekte telah diurus oleh Huang Fu dan Mu Bai.
Suara pertarungan dari latihan Ling Han dan yang lainnya di halaman Ling Tian juga tidak terdengar keluar, karena dia pun telah memasang Formasi Penyegelan di sekitar kediamannya sendiri.
"Kakak! Cobalah kamu bertarung melawan Jun, itu akan membuatmu mendapatkan sedikit pencerahan saat menghadapi Teknik Pedang Kembar miliknya."
"Mei'er! Kamu berlatihlah bersama Kakak ipar, itu akan membantu membuka wawasannya tentang teknik pedang yang telah aku berikan padanya."
"Kakak! Jika kamu ingin menyatu dengan pedangmu, rasakanlah niat dan kehendak yang terdapat pada pedangmu itu sendiri."
"Jun! Selaraskan setiap serangan dan pertahananmu, jangan biarkan konsentrasimu terpecah ketika pedang di tangan kirimu itu yang melakukan serangan."
"Kakak ipar! Serangan pedangmu masih kurang ganas dan kejam, tidak sesuai dengan nama yang telah aku berikan pada teknik tersebut yaitu Teknik Pedang Pembelah Langit."
"Mei'er! Gerakanmu sudah mendekati kesempurnaan, tinggal kecepatan tebasan pedangmu yang harus kamu tingkatkan lagi."
Setiap harinya, Ling Tian terus melatih mereka berempat dan memberitahukan semua kekurangan yang terdapat pada teknik serta gerakan yang mereka lakukan.
Dia berkonsentrasi penuh pada pelatihan mereka berempat, sehingga tidak terlalu mempedulikan apa yang terjadi di dalam Sektenya.
Di depan pintu gerbang, para penjaga sibuk mengatur semua kultivator yang terus berdatangan dan mengantri untuk memasuki Sekte Ling Tian.
Dua pemuda dan seorang gadis bercadar baru saja tiba di tempat itu. Mereka bertiga pun mulai ikut dalam antrian dengan pandangan takjub ketika memandang banyaknya kerumunan kultivator yang seakan tak ada habisnya terus berdatangan dari berbagai arah.
"Senior! Meskipun aku masih sedikit ragu, namun setelah melihat semua ini, sepertinya berita tersebut mungkin benar." Kata pemuda itu kepada temannya.
"Hmmm... Aku juga berpikiran sama sepertimu, Shi Mao." Jawab pemuda yang dipanggil senior tersebut.
"Nona! Bagaimana denganmu?" Tanya pemuda yang dipanggil Shi Mao, kepada gadis bercadar itu.
"Mungkin seperti yang telah kalian katakan Tuan-tuan, itu memang benar adanya. Tapi tujuan aku ke sini hanya ingin membuktikan sesuatu yang masih mengganjal dalam pikiranku." Jawab gadis bercadar tersebut dengan pelan.
"Mmm... Baiklah kalau begitu." Ucap Shi Mao sambil mengangguk.
Mereka bertiga terus berjalan maju dengan tenang mengikuti antrian panjang bersama dengan kultivator lainnya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya mereka pun telah masuk ke dalam Sekte tersebut dan menuju ke halaman tempat perekrutan anggota baru.
Di halaman yang sangat luas itu, Huang Fu dan Mu Bai berdiri di atas panggung sedang menjelaskan semua tentang peraturan Sekte.
"Buat kalian semua yang ingin bergabung dengan Sekte kami, aku sebagai wakil dari pemimpin Sekte ini akan mengatakan beberapa aturan penting yang harus dan wajib kalian ikuti." Huang Fu berbicara dengan nada tegas.
"Yang pertama... Kalian tidak diizinkan saling bertarung atau saling membunuh hanya demi memperebutkan sumber daya untuk berkultivasi, karena kami telah menyediakan semuanya bagi kalian."
"Yang kedua... Kalian harus saling mendukung serta membantu sesamanya, sebab Sekte ini menganut sistem dan aturan yang menganggap anggotanya adalah keluarganya sendiri."
"Yang ketiga... Kami tidak menganut Sistem dan aturan yang membagi para anggota Sekte menjadi Murid Luar, Murid Dalam, dan Murid Inti. Itu karena Sekte ini memandang semua anggotanya setara dan tidak membeda-bedakannya."
"Yang keempat... Kalian harus selalu setia dan menjalankan semua apa yang telah diperintahkan oleh Sekte.
"Itulah beberapa aturan penting yang harus kalian ingat baik-baik. Jika ada yang berani melanggarnya, kalian harus siap menanggung konsekuensinya sendiri, yaitu... MATI."
"Bagi yang berjasa dan memiliki kontribusi terhadap Sekte ini, kami akan memberikan hadiah menurut tingkat kultivasi kalian."
"Jika kultivasi kalian berada di tingkat Bintang Emas, hadiahnya adalah sebuah senjata Pusaka Tingkat Bumi. Bila kultivasi kalian berada di tingkat Bintang Berlian, hadiahnya adalah sebuah senjata Pusaka Tingkat Langit."
"Kami pun telah menyediakan berbagai macam Teknik Beladiri Tingkat Langit yang berada di dalam perpustakaan Sekte. Kami juga tidak akan melarang jika ada di antara kalian yang tetap mempertahankan teknik beladiri dan teknik kultivasi yang telah kalian olah sebelumnya."
"Apakah semuanya sudah jelas?" Lanjut Huang yang masih dengan nada tegasnya.
"Jelas, wakil pemimpin!"
"Woah... Senior! Aku sangat bersyukur datang ke sini dan bisa menjadi bagian dari Sekte ini." Ujar Shi Mao dengan nada yang bersemangat.
"Hahaha... Aku juga merasakan hal yang sama denganmu. Kita tidak perlu lagi bersaing untuk mendapatkan sumber daya."
"Dan yang lebih penting lagi, aku sangat menyukai sistem dan aturannya. Sebab kita semua sekarang telah menjadi anggota keluarga, yang membuat kita merasa memiliki dan dimiliki oleh Sekte ini." Lanjut pemuda yang dipanggil Shi Mao sebagai seniornya.
"Itu benar sekali, senior! Dengan begitu, tidak akan ada lagi diskriminasi dari para kultivator yang memiliki sifat arogan, karena itu akan langsung mendapatkan hukuman dari Sekte." Kata Shi Mao dengan gembira.
"Bagaimana dengan dirimu Nona? Apakah kamu sudah bisa membuktikan hal yang mengganjal dipikiranmu tersebut?" Shi Mao menoleh dan bertanya kepada gadis bercadar itu.
"Sekte ini memang sangat baik terhadap semua anggotanya, aku juga menyukai sistem dan aturan yang mereka terapkan. Namun aku tidak menemukan apa yang aku cari di tempat ini." Ucap gadis bercadar tersebut dengan nada sedih.
"Tapi ini juga adalah kesempatanmu Nona! Sebab tidak akan ada lagi Sekte seperti ini di seluruh wilayah Benua Langit Tingkat menengah." Shi Mao mencoba membujuk gadis bercadar itu.
"Mungkin aku terlalu naif setelah mendengar nama Sekte ini di sebutkan, sehingga membuat diriku menjadi sangat berharap bahwa sesuatu yang aku cari itu juga berada di sini. Tapi semuanya tidak seperti yang aku pikirkan."
"Kalau begitu, Tuan-tuan silahkan lanjutkan untuk bergabung dengan Sekte ini. Aku akan pergi dulu... Terima kasih karena telah membawaku bersama kalian ke tempat ini!" Lanjut gadis bercadar tersebut sambil memberi hormat pada keduanya.
__ADS_1
"Mmm... Baiklah Nona! Kamu juga harus berhati-hati di dalam perjalananmu." Pemuda yang dipanggil senior oleh Shi Mao menganguk pelan.
Gadis bercadar itupun berjalan keluar dari kerumunan para kultivator yang berada di halaman tersebut, dan menuju ke pintu gerbang karena mengurungkan niatnya untuk bergabung dengan Sekte Ling Tian.
Ling Tian yang tidak mengetahui apa yang terjadi di luar kediamannya, masih terus sibuk memberikan pemahaman tentang teknik beladiri kepada Ling Han dan yang lainnya.
Sambil duduk dengan sesekali menyesap tehnya, dia akan menegur setiap kekurangan yang dilakukan oleh mereka berempat.
"Hmmm... Apakah hari ini akan banyak lagi kultivator yang ingin bergabung dengan Sekteku?" Ling Tian membatin sambil mengedarkan indra spiritualnya.
"Aahh!" Ling Tian tersentak kaget, kemudian langsung menghilang dari tempat duduknya dan melesat dengan kecepatan penuh menembus Formasi Penyegelan.
WHOOSH
"Tian'er!" Ling Han dan yang lainnya menghentikan sejenak latihannya saat mengetahui bahwa Ling Tian pergi tanpa memberitahu mereka.
Sementara untuk di luar kediaman Ling Tian, gadis bercadar yang baru saja akan meninggalkan kerumunan para kultivator di halaman tersebut, segera menghentikan langkahnya.
Tubuhnya bergetar dan tanpa sadar air matanya mengalir keluar dengan sendirinya. Di hadapannya kini berdiri seorang pria yang sangat tampan sedang menghalangi jalannya.
Pria itu adalah Ling Tian yang tersenyum gembira saat memandang gadis bercadar tersebut dengan tatapan penuh kasih sayang.
"Bos!" Sapa Huang Fu yang akan berlari menghampiri Ling Tian, namun dengan cepat di tahan oleh Mu Bai.
Semua orang di tempat itu juga berbalik menoleh ke arah Ling Tian dan gadis bercadar tersebut. Mereka terkejut mendengar Huang Fu memanggil pemuda itu sebagai Bos.
Ling Tian mengangkat kedua tangannya dan melebarkannya seolah-olah menyuruh gadis bercadar tersebut masuk ke dalam pelukannya.
Tanpa mempedulikan tatapan semua orang yang tertuju ke arah mereka berdua, gadis bercadar itu langsung melompat ke dalam pelukan Ling Tian.
Dia memeluk tubuh Ling Tian sangat erat seakan tidak ingin melepaskannya, sambil menangis terisak-isak.
"Yue'er! Aku sangat merindukanmu." Ucap Ling Tian dengan nada hangat dan penuh kasih sayang, sambil membelai rambut gadis bercadar itu dengan penuh kelembutan.
Setelah beberapa saat, dia lalu melepaskan pelukan gadis bercadar tersebut dan kemudian berkata ke arah kerumunan kultivator yang memandang dengan penuh tanda tanya kepada mereka berdua. "Maaf, karena telah mengganggu kegiatan kalian semua!"
Setelah mengatakan hal itu, Ling Tian dan gadis bercadar tersebut langsung menghilang dari tempat mereka berdiri.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.
__ADS_1
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca Novel "LSM" ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.