
Setelah kembali ke kamarnya, Ling Tian dengan cepat memasang Formasi Penyegelan dan bersiap untuk berkultivasi. Buah Roh Langit Ungu segera dikeluarkan dari Cincin Ruangnya. Ling Tian kemudian duduk bersila dan mulai menyerap energi yang terdapat di dalam Buah Roh Langit Ungu tersebut.
Sementara itu, Putri Qing Ruan juga terus berlatih di halaman kediamannya sendiri. Teknik Pedang Gravitasi yang diberikan oleh Ling Tian kepadanya membuat Putri Qing Ruan sangat bersemangat. Sebab, ia benar-benar merasa cocok dengan teknik tersebut.
Kaisar Qing juga sudah memerintahkan kepada semua orang yang berada di istana Kekaisaran agar tidak mengganggu Ling Tian dan Putri Qing Ruan. Sebab, Kaisar Qing juga ingin agar keduanya bisa lebih saling mengenal satu sama lainnya.
Di dalam kamarnya, Ling Tian terus berkultivasi dengan tenang tanpa ada yang mengganggunya.
Satu hari ... Dua hari ... Tiga hari, berlalu dengan cepat. Tanpa terasa ia sudah berada di dalam kamarnya selama 15 hari. Biasanya, untuk menerobos tingkat kultivasi ke tahap selanjutnya, Ling Tian hanya memerlukan paling lama 15 hari saja. Namun kali ini, untuk menerobos ke tahap Bintang Langit, ia memerlukan waktu yang sedikit lebih lama dari yang sebelumnya.
Tiga hari lagi berlalu. Akan tetapi, belum ada tanda-tanda bagi Ling Tian untuk menerobos tingkat kultivasinya. Energi yang terkandung di dalam Buah Roh Langit Ungu masih sangat banyak.
Setiap harinya, Putri Qing Ruan selalu memandang ke arah paviliun. Tanpa ia sadari, ia mulai merindukan kehadiran Ling Tian di halaman kediamannya. Bahkan sesekali ia menggunakan indra spiritualnya untuk memeriksa keberadaan Ling Tian. Akan tetapi, dia tak bisa menemukan aura Ling Tian di dalam paviliun.
"Aahh ... Mengapa aku mulai merasakan kesepian?" Putri Qing Ruan membatin sambil melirik ke arah gelas dan teko yang diletakkannya di atas meja batu. Sejak hari pertama Ling Tian mulai berkultivasi, ia terus membawa gelas dan teko ke halaman.
Meskipun Putri Qing Ruan tahu waktu yang dibutuhkan untuk berkultivasi cukup lama, tapi tetap saja ia takut kalau-kalau Ling Tian tiba-tiba keluar dari pengasingannya dan hendak minum segelas teh hangat.
"Ciihh ... Apa yang terjadi pada diriku?" cibir Putri Qing Ruan pada dirinya sendiri, kemudian mengeluarkan pedangnya dan mulai berlatih kembali.
Sehari lagi berlalu. Namun, itu masih sama seperti sebelumnya. Ling Tian belum berhasil menerobos tingkat kultivasinya dan masih terus menyerap energi di dalam Buah Roh Langit Ungu.
Putri Qing Ruan sudah berdiri di depan paviliun. Dia sendiri pun tidak tahu mengapa dia tiba-tiba berjalan tanpa sadar ke arah paviliun tersebut.
"Aahh ... Ini sungguh memalukan!" ujar Putri Qing Ruan sembari berlari ke kediamannya sendiri.
Setelah sampai di halaman, Putri Qing Ruan memandang sekali lagi ke arah paviliun tempat tinggal Ling Tian, lalu ia pun mulai berlatih kembali. Meskipun Teknik Pedang Gravitasi yang diperagakan oleh Putri Qing Ruan masih sangat jauh dari kesempurnaan, tapi dalam beberapa hari ini dia sudah memiliki kemajuan yang cukup bagus.
__ADS_1
"Huufftt!"
Putri Qing Ruan menghembuskan napas berat, kemudian segera menghentikan latihannya. Ia berjalan pelan ke arah tempat duduk batu yang di atas mejanya terdapat gelas dan teko berisi teh yang sudah dingin.
Setiap hari, teh yang berada di dalam teko akan selalu dingin karena tak ada seorang pun yang meminumnya.
"Mengapa hari ini aku tak bisa berkonsentrasi pada latihanku? Mengapa tiba-tiba pikiranku menginginkan dia ada di sini untuk melihatku yang sedang berlatih? Ada apa denganku? Apa yang sebenarnya telah terjadi pada diriku?" gumam Putri Qing Ruan dengan nada kebingungan.
Putri Qing Ruan termenung untuk waktu yang cukup lama. Sebab, pikirannya dipenuhi dengan pertanyaan yang tak bisa dijawabnya. Ia sebenarnya ingin bertanya pada beberapa pelayan yang ada di kediamannya. Tapi, Putri Qing Ruan sedikit malu untuk mengatakannya.
Putri Qing Ruan bahkan tidak melanjutkan latihannya lagi. Ia duduk sepanjang hari di halaman tersebut sambil terus memandang ke arah paviliun. Ketika hari mulai gelap, barulah Putri Qing Ruan menyadari bahwa malam telah tiba.
Keesokan harinya, Putri Qing Ruan masih bertingkah sama seperti hari-hari sebelumnya. Saat matahari baru saja muncul di ufuk timur, ia sudah menyediakan teh hangat di halamannya.
Setelah itu, seperti ada sesuatu yang menarik tubuhnya, ia melangkahkan kakinya tanpa sadar hingga sampai di depan pintu paviliun. Putri Qing Ruan berdiri di sana dengan bibir yang terlihat bergerak-gerak seperti sedang menggumamkan sesuatu yang tidak jelas. Jika ada orang lain yang melihatnya, mungkin mereka akan beranggapan bahwa dia telah gila.
Putri Qing Ruan akhirnya memasukkan kembali pedang tersebut ke dalam Cincin Ruangnya dan duduk memandangi gelas dan teko yang ada di atas meja. Sesekali ia juga melirik ke arah paviliun, seolah berharap Ling Tian tiba-tiba muncul di sana.
Sementara itu, di dalam kamarnya, Ling Tian terus menyerap energi yang terkandung di dalam Buah Roh Langit Ungu dengan sangat rakus. Dantian-nya semakin meluas seperti sebuah danau kecil yang terus di isi oleh energi dari Buah Roh Langit Ungu.
Energi Qi mengalir melalui seluruh Meridian-nya seperti gelombang yang bergulung-gulung dengan dahsyat dan terus berputar-putar di dalam tubuh Ling Tian. Formasi Penyegelan yang ada di dalam kamarnya juga mulai tampak sedikit bergetar akibat tekanan dari energi Qi yang hendak melonjak keluar.
Sedangkan untuk energi yang terkandung di dalam Buah Roh Langit Ungu, itu sudah hampir hambis diserap oleh tubuh Ling Tian.
KRAK ... KRAK
Satu per satu dari tulang-tulang Ling Tian berderak hingga menghasilkan bunyi seperti sebuah dahan kering yang patah.
__ADS_1
Ketika energi di dalam Buah Roh Langit Ungu tinggal tersisa sedikit saja, tubuh Ling Tian bergetar hebat. Formasi Penyegelan miliknya pun mulai mengalami keretakan.
BANG
Ledakan teredam dari dalam tubuh Ling Tian akhirnya terdengar. Energi Qi yang sedari tadi mengamuk di dalam tubuhnya, seketika menyembur keluar dan berputar-putar seperti badai dahsyat yang mengelilingi tubuh Ling Tian.
Rambut panjang milik Ling Tian bergerak-gerak seolah tertiup angin yang kencang. Akhirnya ia berhasil menerobos tingkat kultivasinya yang kini telah mencapai tahap pertama Bintang Langit.
BOOM
Formasi Penyegelan sudah tak mampu lagi menahan tekanan dari energi Qi yang terpancar keluar dari tubuh Ling Tian. Paviliun tempat tinggalnya pun hancur menjadi serpihan halus.
Untungnya tak ada seorang pun pelayan yang di tempatkan di sana karena takut mengganggu Ling Tian yang sedang berkultivasi. Jika saja mereka masih ada di dalam paviliun, mungkin tubuh para pelayan tersebut akan berubah menjadi kabut darah yang tersebar di udara.
Ledakan energi Qi yang terpancar dari dalam Ling Tian sangat kuat. Kediaman Putri Qing Ruan yang berdiri megah, kini berguncang hebat hingga membuat semua pelayan yang ada di sana melesat keluar dengan cepat.
Tekanan dari energi Qi milik Ling Tian belum berhenti dan malah semakin meningkat. Kediaman Putri Qing sudah tak sanggup lagi menahan tekanan energi Qi itu, hingga akhirnya benar-benar roboh.
Putri Qing Ruan yang berada di halaman, segera melesat menjauh bersama para pelayan karena mereka juga tak mampu melawan tekanan dari energi Qi milik Ling Tian.
Istana Kekaisaran seperti dilanda sebuah gempa besar yang membuat seluruh bangunannya retak. Semua orang yang berada di area istana Kekaisaran pun menjadi sangat panik.
Kaisar Qing dan para pengawal pribadinya langsung melesat ke arah asal energi Qi yang sangat kuat tersebut. Di sana mereka melihat Ling Tian sedang duduk bersila dan di kelilingi oleh energi Qi yang mengamuk di sekitar tubuhnya.
Pria tua yang dipanggil sebagai penatua Sun dan merupakan kultivator terkuat di Kekaisaran Qing, segera melambaikan tangannya beberapa kali untuk menyelimuti tubuh Ling Tian dengan Formasi Pelindung. Sebagai Master Formasi tingkat delapan, kemampuan formasi buatannya tidak perlu diragukan lagi.
Namun, baru saja formasi buatannya telah menyelimuti tubuh Ling Tian, seketika itu juga formasi tersebut hancur berkeping-keping. Bahkan tekanan energi Qi dari tubuh Ling Tian yang semakin meningkat itu, membuat tubuh Kaisar Qing dan para pengawal pribadinya dipaksa mundur ke belakang.
__ADS_1
Ling Tian tidak mengetahui apa yang sedang terjadi di sekitarnya. Ia masih menutup matanya menyerap sisa-sisa energi yang terkandung di dalam Buah Roh Langit Ungu.