Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 135. Panen Besar


__ADS_3

Pertarungan tersebut telah berjalan selama 40 menit. Namun, belum ada tanda-tanda dari serangan kombinasi Li Ming dan Ma Hong yang mampu menyentuh tubuh Ling Tian.


"Huuhh... Guru terlalu asyik menikmati pertarungannya. Jika aku yang melakukan hal itu, pasti dia akan menjitak kepalaku lagi," keluh Xiao Jun ketika mendengar suara Ling Tian yang seperti sedang bersenang-senang dengan Li Ming dan Ma Hong.


Wu Dunrui, Xiu Rong serta Wu Lihua hanya bisa menggelengkan kepala mereka sambil tersenyum kecil saat mendengar keluhan dari Xiao Jun tersebut.


Sementara untuk orang-orang yang bertaruh melawan Ling Tian, hati mereka semuanya menjadi cemas. Mereka mulai berpikir bahwa Li Ming dan Ma Hong akan kalah dan terbunuh dalam pertarungan itu.


"Aaiihh... Aku telah bosan bermain bersama kalian. Sudah saatnya juga kita berpisah. Ucapkanlah selamat tinggal pada dunia ini yang telah membesarkan kalian berdua."


Setelah mengatakan kalimat tersebut, Ling Tian segera membuka mulutnya lebar-lebar. Aura tubuhnya juga semakin meningkat dan menjadi lebih kuat lagi dari yang sebelumnya.


ROAR


Raungan sangat keras pun terdengar memekakkan telinga semua orang yang mendengarnya meskipun jarak mereka dan Ling Tian sangat jauh. Teknik Auman Dewa Naga itu tetap membuat telinga semua orang berdengung sakit.


Sedangkan untuk Li Ming dan Ma Hong yang menjadi sasaran dari Teknik Auman Dewa Naga itu, tak sempat lagi menyegel indra pendengaran mereka. Gendang telinga keduanya langsung pecah dan menyemburkan darah.


Ling Tian segera bergegas melancarkan serangan yang sangat kuat kepada mereka berdua. Teknik Pukulan Dewa Naga pun langsung mengenai tepat di kepala Li Ming dan Ma Hong.


BOOM


Ledakan dari kepala keduanya masih sempat terdengar jelas oleh orang-orang yang berada di sekitar area turnamen beladiri tersebut. Tempat yang semula ramai dengan hiruk-pikuk penonton, tiba-tiba menjadi hening seketika.


Wajah para anggota Sekte Bintang Hitam dan Sekte Angin Barat menjadi pucat seolah-olah tak memiliki darah. Kecemasan yang mereka rasakan akhirnya benar-benar terbukti.


Semua anggota Sekte itu pun mulai berpikir bahwa Ling Tian akan ikut memusnahkan mereka juga setelah selesai membunuh pemimpin Sekte mereka.


Di atas udara, Ling Tian bergerak dengan sangat cepat mengambil senjata Li Ming dan Ma Hong. Dia juga mengambil Cincin Ruang dari keduanya. Lalu setelah menyelesaikan semuanya, Ling Tian membiarkan tubuh Li Ming dan Ma Hong terjatuh bebas menuju tanah.


BOOM ... BOOM

__ADS_1


Suara ledakan yang cukup keras dan hampir bersamaan terdengar sekali lagi. Ling Tian tetap berdiri di udara dengan tenang sambil memegang kedua tangan di belakangnya tanpa mempedulikan hal itu.


Setelah beberapa saat, ia langsung menghilang dari tempatnya dan melesat dengan sangat cepat ke arah para anggota Sekte Bintang Hitam dan Sekte Angin Barat.


Semua anggota Sekte itu sangat terkejut ketika melihat Ling Tian telah muncul dihadapan mereka. Tanpa ada yang memberikan perintah, semuanya bergerak secara spontan dan berlutut di depan Ling Tian.


"Huuhh... Aku tak akan mengasihani kalian semua meskipun telah berlutut di depanku. Yang aku butuhkan adalah uang hasil pertaruhan kita!" Ling Tian berkata dengan nada mengeluh sambil mengulurkan tangannya meminta uang hasil kemenangan taruhannya.


"...................."


Semua orang yang berada di tempat itu tak tahu apakah harus tertawa atau menangis setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Ling Tian.


Para anggota kedua Sekte besar itu berpikir bahwa Ling Tian akan membunuh mereka semua, tetapi yang terjadi ternyata di luar dugaan.


Ling Tian datang ke tempat mereka hanya untuk menagih uang hasil kemenangan dari taruhannya.


"Hei! Ayo cepat! Apa yang kalian tunggu? Jangan katakan bahwa kalian semua akan melarikan diri dan membatalkan pertaruhan kita!" Ling Tian berkata kesal sambi terus menggerak-gerakkan tangannya untuk meminta uang kepada para lawan bertaruhnya itu.


"I-ini, Tuan!" Salah seorang dari anggota Sekte Bintang Hitam segera berdiri dan bergegas menyerahkan uangnya kepada Ling Tian.


"Ayo yang selanjutnya!"


"Yang selanjutnya lagi...."


"Teruskan...."


"Yaah... Ini sudah pas sesuai dengan perhitunganku," lanjut Ling Tian sambil menyunggingkan senyum khasnya sesudah menyelesaikan semuanya.


"Nah, baiklah! Turnamen beladiri akan berlanjut lagi. Jika kalian ingin bertaruh denganku, silakan hubungi aku di tempat duduk yang berada di sana!" Ling Tian menunjuk ke arah tempat duduknya di kursi para penonton yang berada di dekat arena pertarungan Wu Lihua.


"Ooh... Aku hampir melupakan sesuatu! Tolong hancurkan kultivasi pemuda yang berada di sana. Sebab, dia telah kalah bertaruh melawan muridku." Ling Tian sekali lagi menunjuk ke arah Chang Ye yang sedang berada di salah satu Formasi Pelindung yang dibuat oleh para hakim.

__ADS_1


"Baik, Tuan!" Semua anggota dari kedua Sekte itu pun berteriak serempak.


"Mmm..." Ling Tian menganggukkan kepalanya pelan, lalu segera menghilang dari pandangan mereka dan muncul tepat di depan Wu Dunrui.


Semua orang yang berada di area turnamen beladiri itu memandang takjub ke arahnya. Beberapa dari mereka juga langsung berbisik-bisik memberikan komentarnya terhadap Ling Tian.


"Usianya masih sangat muda tetapi telah memiliki kultivasi yang sangat tinggi. Di mana para jenius yang selalu membanggakan dirinya karena sudah merasa hebat dengan kecepatan kenaikan tingkat kultivasi yang mereka miliki? Dihadapan pemuda ini, kecepatan tingkat kultivasi mereka hanya seperti seekor kura-kura yang berjalan."


"Yaah... Pemuda ini bukan lagi dari tingkatan para kultivator jenius, melainkan dapat dikatakan sebagai Monster."


"Aku sangat setuju dengan pendapatmu!"


"Yaah... Itu benar! Turnamen beladiri tahun ini juga akan menjadi turnamen terbaik sepanjang masa. Aku tidak menyesal telah datang dari tempat yang jauh untuk menyaksikannya."


"Kedua murid dari pemuda tersebut seharusnya sangat bersyukur karena mendapatkan Guru sepertinya. Mereka juga telah menjadi kuda hitam dari acara turnamen beladiri tahun ini."


Berbagai kekaguman dan tanggapan positif telah keluar dari mulut semua orang yang sudah menyaksikan kekuatan Ling Tian. Bahkan banyak orang yang terus-menerus menyanjungnya.


Ling Tian tak menghiraukan itu semua. Sebab yang ada dipikirannya hanyalah uang. Dengan semua uang tersebut, dia berpikir menggunakannya untuk membeli beberapa Ramuan Roh untuk terus meningkatkan kultivasinya.


Ling Tian tahu bahwa semua Ramuan Roh yang dibutuhkannya akan memiliki harga yang sangat mahal dan juga sangat sulit untuk ditemukan.


"Hehehe... Panen kita hari ini lebih banyak dari yang sebelumnya, Paman! Semoga pertarungan Lihua selanjutnya akan menambah keuangan kita lagi." Ling Tian tertawa lirih sambil tersenyum gembira.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.


Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.

__ADS_1


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.


Sambil menunggu chapter selanjutnya, teman-teman juga bisa membaca novel dari teman saya Author Andres yang berjudul "Reinkarnasi Pendekar Phoenix"


__ADS_2