Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 145. Tulang Naga Bumi


__ADS_3

Di dalam Kolam Darah Iblis, kultivasi Ling Tian telah berhasil menerobos ke tahap ketiga Bintang Bumi. Energi Qi yang sangat mengamuk berputar-putar di sekeliling tubuhnya. Auranya juga kini menjadi lebih kuat lagi dari yang sebelumnya.


Air di dalam Kolam Darah Iblis membentuk pusaran yang besar akibat energi Qi yang terpancar dari tubuh Ling Tian. Semua itu terjadi selama 5 menit hingga seluruh energi Qi yang mengamuk tersebut masuk kembali ke dalam tubuhnya.


Setelah fondasi kultivasinya terkonsolidasi secara otomatis, Ling Tian kemudian melanjutkan kembali proses penempaan tulangnya. Jerit kesakitannya pun mulai terdengar lagi menggema di area hutan yang berada di sekitarnya.


Sementara itu di luar area Kolam Darah Iblis, Kera Salju mulai mengajarkan salah satu teknik terkuatnya pada Xiao Jun. Mula-mula itu sangat sulit untuk di peragakan oleh Xiao Jun. Namun, lama kelamaan sedikit demi sedikit ia mulai bisa memahami makna yang terkandung di dalam teknik tersebut.


Dengan menyalurkan energi Qi-nya sendiri pada kedua pedang di tangannya, Xiao Jun mencoba mengembunkan udara di sekitarnya.


"Aahh! Berhasil! Dugaanku ternyata benar. Teknik Salju Pembeku dari garis darah keturunanku juga dapat dipelajari oleh manusia," ujar Kera Salju yang sedang mengamati Xiao Jun.


"Yaa... Seperti itu, Jun! Lanjutkanlah secara perlahan sampai kamu bisa membekukan udara di sekitarmu hingga membentuk butir-butir es yang banyak. Jika kamu telah berhasil sampai pada tahap tersebut, nantinya butiran es itu akan cukup untuk menjadi salju."


"Dan selanjutnya saat kamu sudah menguasai sepenuhnya teknik ini, kamu akan bisa membekukan lawan yang terkena serangan pedangmu." Kera Salju terus menjelaskan tentang Teknik Salju Pembeku pada Xiao Jun.


Waktu terus berlalu dengan cepat. Tak terasa sudah 15 hari lagi sejak Ling Tian telah berhasil menerobos tingkat kultivasinya. Warna pada air Kolam Darah Iblis pun masih tetap sama, tetapi energi yang terkandung di dalamnya sudah semakin menipis karena telah di serap oleh Ling Tian.


Ketika energi di dalam Kolam Darah Iblis tersebut tinggal sedikit lagi, aura yang sangat kuat tiba-tiba terpancar dari tubuh Ling Tian dan seluruh tulangnya pun terdengar bergeretak keras.


Meskipun berada cukup jauh dari area Kolam Darah Iblis, Kera Salju dan Xiao Jun masih bisa merasakan tekanan yang sangat dahsyat dari aura yang dikeluarkan oleh Ling Tian. Xiaohai juga langsung terbangun dari meditasinya.


"Apakah Tuan Muda akan menerobos lagi?" tanya Kera Salju pada Xiao Jun dengan nada keheranan.


Sebelum Xiao Jun menjawabnya, Xiaohai segera berseru, "Kakak besar, cepat gunakan energi Qi-mu untuk membuat dinding penghalang! Jika kamu tak segera melakukannya, aku dan Jun mungkin akan terluka parah!"


"Apa yang terjadi sebenarnya?" Meskipun masih dalam kebingungan, Kera Salju tetap mendengarkan perkataan dari Xiaohai dan langsung membuat dinding penghalang dari energi Qi-nya.

__ADS_1


"Nanti kamu juga akan segera tahu!" jawab Xiaohai singkat lalu dengan cepat membungkus tubuh Xiao Jun dengan sayapnya.


Tak berselang lama, terdengar bunyi gemuruh yang berasal dari area Kolam Darah Iblis. Aura kematian di sekitarnya juga secara perlahan-lahan mulai menghilang. Kemudian, suara raungan yang sangat keras pun akhirnya menggelegar.


ROOAARR


BOOM ... BOOM


Kolam Darah Iblis seketika langsung meledak. Pohon serta bebatuan di sekitarnya hancur menjadi serbuk halus. Tanah di sekelilingnya juga ikut terbelah seakan membentuk sebuah pola jaring laba-laba.


Dinding penghalang dari energi Qi yang dipasang oleh Kera Salju bergetar sangat keras yang membuat wajahnya seketika berubah pucat.


"Akhirnya Bos berhasil meningkatkan kekuatan tubuhnya. Bila saja tak ada kakak besar di sini, kami akan mengalami luka yang sangat parah dan mungkin juga akan langsung mati karena terkena dampak dari Teknik Auman Naga milik Bos," ucap Xiaohai pelan dengan nada sedikit ketakutan.


"Kakak besar! Bagaimana? Masihkah kamu ingin mendengarkan Teknik Auman Naga milik Guru untuk membantu dirimu tertidur lelap? Jika memang seperti itu, aku akan meng...."


Sebelum Xiao Jun melanjutkan kalimatnya, Kera Salju langsung berkata cepat untuk memotong pembicaraannya, "Tidak... Tidak! Itu tidak perlu. Aku tak ingin lagi mendengar teknik berteriak milik Tuan Muda! Semoga ini menjadi yang terakhir kali aku mendengarnya!"


"Hmmm... Baiklah! Tapi kakak besar harus terus menemaniku berlatih agar kekuatanku semakin cepat meningkat," ucap Xiao Jun dengan gembira.


"Oke! Aku akan selalu menjadi partner latihanmu ketika kamu membutuhkannya," jawab Kera Salju tegas.


Ling Tian yang masih berada di dalam Kolam Darah Iblis langsung membuka matanya. Kemudian ia segera melesat terbang ke atas dengan kecepatan penuhnya tanpa mempedulikan apa yang telah terjadi di sekitar area Kolam Darah Iblis. Lalu ia pun mulai memperagakan Teknik Dewa Naga Surgawi miliknya.


Kera Salju sangat terkejut ketika melihat apa yang dilakukan oleh Ling Tian. Teknik Dewa Naga Surgawi yang ditampilkannya memiliki kekuatan berlipat ganda dari yang sebelumnya saat Ling Tian bertarung melawan dirinya.


"Kecepatannya sudah setara denganku. Namun, kekuatannya sedikit lebih tinggi berada di atasku. Jika saat ini aku bertarung melawannya, mungkin hanya dalam beberapa menit saja aku sudah akan mengalami kekalahan," gumam Kera Salju sangat pelan.

__ADS_1


"Benarkah itu, kakak besar? Aku tak bisa melihat apa yang sedang dilakukan oleh Guru pada saat ini," tanya Xiao Jun dengan nada bersemangat.


"Jun, kecepatan yang ditampilkan oleh Bos pada saat ini sudah di luar batas penglihatan kita, aku sendiri pun hanya mampu melihat bayangannya. Tapi jika saja aku telah menerobos tingkat kultivasiku, kecepatan terbangku akan jauh lebih tinggi darinya," ucap Xiaohai dengan bangga sebelum Kera Salju menjawab pertanyaan Xiao Jun.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Xiaohai, Kera Salju langsung tersentak kaget. Kemudian ia segera menoleh ke arah Xiaohai dengan tatapan tak percaya.


"Hahaha... Sepertinya kakak besar meragukan ucapanku. Jika kamu tak percaya dengan apa yang baru saja aku katakan, coba tanyakan saja pada Bos!" Xiaohai tertawa senang sambil membusungkan dadanya mencoba bersikap keren di depan Kera Salju.


"Apa yang dikatakan oleh Xiaohai memang benar! Guru pernah mengatakan kepadaku bahwa Xiaohai adalah jenis Binatang Roh spesialis bagian penerbangan. Aku juga sering mendengar Guru mengeluh jika sedang beradu kecepatan dengannya." Xiao Jun membenarkan apa yang baru saja diucapkan oleh Xiaohai yang membuat Xiaohai semakin membusungkan dadanya dengan bangga.


"Aaiihh... Aku tak percaya sebelum membuktikannya sendiri. Aku akan menunggu kamu menerobos tingkat kultivasimu sehingga aku dapat mencoba beradu kecepatan denganmu." Kera Salju masih berkata dengan nada tak percaya.


Di atas udara, Ling Tian terus memperagakan Teknik Dewa Naga Surgawi. Walaupun telah berada jauh di atas udara, tetapi hutan yang berada di bawahnya masih hancur berantakan akibat dampak dari tekanan energi Qi yang dikeluarkannya.


Setelah beberapa saat kemudian, Ling Tian pun berhenti melakukan aktivitasnya. Ia lalu menutup matanya untuk merasakan energi Qi yang mengalir melalui Meridiannya.


"Hehehe... Akhirnya kekuatan tubuhku telah meningkat dan berhasil maju ke tahap Tulang Naga Bumi." Ling Tian membatin sambil tertawa lirih.


Melihat Ling Tian yang tertawa senang di udara, Kera Salju segera menoleh ke arah Xiaohai dan Xiao Jun lalu berkata dengan terbata-bata, "A-Apa maksud dari tawa Tuan Muda itu? Mungkinkah ia akan mencoba bertarung denganku lagi?"


Xiao Jun hanya mengangkat bahunya ketika mendengar pertanyaan dari Kera Salju tersebut.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.

__ADS_1


Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.


__ADS_2