Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 266. Kejadian Yang Membingungkan


__ADS_3

"Senior Niu! Apakah pemuda ini sudah mati?" Setelah menempatkan tubuh manusia yang bertabrakan dengan kapal mereka di lantai kapal, pemuda gendut yang dipanggil sebagai Junior Pang tersebut mulai bertanya.


"Dia tidak bernapas lagi. Sepertinya pemuda itu telah mati. Kapal milik keluargaku ini merupakan Harta Pusaka Tingkat Raja. Jika bertabrakan dengan manusia seperti dia, sudah pasti nyawanya akan melayang. Kecuali kekuatan tubuhnya sama seperti Harta Pusaka Tingkat Raja juga," jawab pemuda yang disebut sebagai Senior Niu.


"Hmmm ... Menurutku kekuatan tubuh dari pemuda ini cukup kuat. Jika kita yang bertabrakan dengan kapal ini, sudah dapat dipastikan tubuh kita akan menjadi hancur berkeping-keping. Tapi cobalah kalian perhatikan lebih teliti lagi! Tubuh pemuda tersebut masih cukup utuh dan hanya mengalami luka yang sangat parah serta semua tulang-tulangnya patah." Seorang pemuda yang memiliki rambut acak-acakan menambahkan.


"Yah ... Aku juga sependapat denganmu, saudara Tang. Meski pemuda itu telah mati, tapi aku salut dengan kekuatan tubuhnya. Mungkin dia adalah salah satu kultivator yang mengolah teknik penempaan tulang dan tubuh. Sungguh sangat disayangkan dia mengalami akhir yang tragis seperti ini," sambung pemuda berperawakan tinggi dan kekar yang berdiri di sebelah pemuda yang dipanggilnya sebagai saudara Tang tersebut.


"Para senior! A—apakah kita yang telah membunuhnya?" kata Junior Pang dengan nada terbata-bata.


"Ya! Sudah jelas kita yang telah membunuhnya. Lihatlah! Darahnya saja masih segar. Namun, itu bukanlah kesalahan kita. Sebab, pemuda itu sendiri yang tiba-tiba muncul dan berada di lintasan kapal. Beberapa bulan yang lalu saat kita keluar melaksanakan misi, tak ada seorang pun yang berada di area ini, huuff ...." jawab Senior Niu seraya menghela napas panjang, kemudian melanjutkan, "Junior Pang! Keluarkanlah salah satu pakaianmu untuk dikenakan pada mayat pemuda yang telanjang ini. Selanjutnya, kita bawa jasadnya ke sekte dan melaporkan kejadian yang sebenarnya."


"Baik, Senior Niu!"

__ADS_1


Setelah Junior Pang memakaikan baju serta celana kepada sang pemuda yang tertabrak oleh kapal mereka, ia pun berniat memasukkan jasad pemuda itu ke dalam Cincin Ruangnya. Akan tetapi, tubuh pemuda tersebut tidak bereaksi dan seakan-akan menolak untuk masuk ke dalam Cincin Ruang.


"Para senior! Apakah pemuda ini benar-benar telah mati? Mengapa jasadnya tak bisa aku masukkan ke dalam Cincin Ruang-ku?" Junior Pang bertanya dengan nada penuh keheranan.


"Aahh ... Apakah benar seperti itu? Kalau begitu, biarkan aku mencoba untuk memasukkan jasadnya ke dalam Cincin Ruang-ku," ujar Senior Niu yang terkejut mendengar perkataan dari Junior Pang. Lalu dirinya segera menggunakan kekuatan spiritualnya hendak menarik mayat pemuda yang ada di depan mereka untuk masuk ke dalam Cincin Ruangnya sendiri.


Namun, jasad pemuda tersebut tetap diam dan tidak bereaksi terhadap kekuatan spiritual Senior Niu. Karena penasaran, kedua pemuda yang tersisa akhirnya ikut juga mempraktikkan seperti apa yang dilakukan oleh Junior Pang dan Senior Niu. Tetapi hasilnya tetap sama saja.


Keempat pemuda yang berada di dalam kapal itu pun saling berpandangan dengan tampang kebingungan. Karena seharusnya setiap benda mati akan langsung terserap masuk ke dalam Cincin Ruang mereka.


"Ini aneh! Benar-benar aneh," kata Senior Niu sembari mengernyitkan alisnya. Karena masih tak percaya dengan kemampuan indra spiritualnya sendiri, ia berjongkok dan mengulurkan jarinya untuk memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan milik jasad pemuda tersebut.


Tampak kerutan di dahi Senior Niu semakin dalam ketika mengetahui tubuh pemuda di depannya itu kian menghangat. Meski ia tidak merasakan adanya denyut nadi di pergelangan tangan sang pemuda, namun Senior Niu dapat merasakan jasad di depannya tersebut secara perlahan mulai beregenerasi.

__ADS_1


"Hah?! Ini tidak mungkin!" gumam Senior Niu dalam keterkejutannya.


"Ada apa, Senior Niu?"


"Aku juga tidak yakin. Silakan kalian periksa sendiri!" jawab Senior Niu singkat.


"I—ini, ini tidak mungkin! Mengapa aku merasakan organ-organ di dalam tubuhnya mulai beregenerasi. Tulang-tulangnya yang hancur juga secara perlahan mulai kembali ke bentuknya yang semula." Junior Pang berkata terbata-bata. Tubuhnya yang dipenuhi lemak itu bergetar karena terperanjat dengan apa yang ditemukannya.


"Pantas saja tubuh pemuda ini tidak bisa masuk ke dalam Cincin Ruang. Ternyata ia belum sepenuhnya mati. Mungkin dengan kekuatan kita yang sekarang tidak bisa menemukan aura kehidupannya yang sangat lemah itu. Sehingga kita sudah tertipu dan menganggap dirinya telah mati." Pemuda yang dipanggil sebagai saudara Tang tersebut mengeluarkan argumennya.


"Hmmm ... Jika memang seperti itu, ada kemungkinan bahwa pemuda ini bisa benar-benar hidup kembali. Kalau begitu, aku akan mencoba menolongnya. Kebetulan aku punya sebuah Pil Penguatan Jiwa di sini. Mungkin hal tersebut bisa membantunya," ucap Junior Pang cepat, lalu mengeluarkan Pil Penguatan Jiwa dari Cincin Ruangnya dan segera memasukkannya ke dalam mulut sang pemuda yang terbujur kaku di depan mereka.


"Baiklah! Sambil memperhatikan reaksi dari tubuh pemuda ini, mari lanjutkan saja perjalanan kita untuk kembali ke sekte," kata Senior Niu pelan, lalu segera menggunakan kekuatan spiritualnya untuk mengendalikan kapal miliknya itu.

__ADS_1


Kapal tersebut pun mulai melesat kembali dengan sangat cepat dan dalam sekejap langsung masuk ke dalam portal.


__ADS_2