
Beberapa hari kemudian, semua gedung Sekte yang telah dihancurkan oleh Ling Tian kini sudah kembali seperti semula lagi. Semua orang di dalam Sekte pun mulai kembali berlatih dan berkultivasi.
Ling Tian tidak terburu-buru untuk meningkatkan kultivasinya, dia hanya sibuk melatih Ling Han dan yang lainnya. Kadang dia juga sesekali memberikan pencerahan tentang teknik beladiri dan teknik kultivasi kepada para anggota Sektenya.
Meskipun dia selalu menyibukkan dirinya dengan semua hal tersebut, namun di kepalanya masih terus memikirkan keadaan Jia Xiulan yang belum ada kabarnya sampai saat ini.
Ling Tian tidak terlalu mengkhawatirkan Xiaohai karena dia bisa mengetahui melalui jiwanya bahwa Xiaohai dalam keadaan baik-baik saja. Namun dia tidak bisa memanggilnya sebab jarak antara mereka sangat jauh, sehingga komunikasi di antara mereka berdua pun ikut terputus.
"Jika dalam 6 bulan lagi Paman Li belum kembali, mungkin aku akan ikut untuk pergi mencari mereka!" Ling Tian membatin dengan nada tegas sambil duduk memperhatikan Ling Han dan yang lainnya sedang berlatih.
"Jun! Gerakanmu sudah lumayan cepat, tetapi kekuatan dari tebasan pedangmu masih terlalu lemah dan terlihat canggung seperti gerakan seorang gadis yang sedang memohon untuk bercinta." Tegur Ling Tian yang mengkritik semua gerakan Xiao Jun ketika memperagakan teknik pedangnya.
"Apa katamu?" Teriak Lin Yue dengan wajah yang memerah dan langsung menghentikan latihannya ketika mendengar perkataan Ling Tian yang sedikit vulgar tersebut.
Su Mei pun ikut menghentikan latihannya. Dia juga merasa bahwa kalimat yang diucapkan oleh Ling Tian itu tidak pantas untuk remaja seumuran Xiao Jun karena terdengar sedikit cabul.
"Apa? Mengapa kalian semua menatapku seperti itu?" Jawab Ling Tian tampak heran melihat mereka memandangnya dengan tatapan aneh.
"Perkataanmu tadi tidak pantas untuk didengar oleh remaja seperti Xiao Jun!" Seru Lin Yue dengan nada kesal.
"Aahh... Cepat atau lambat dia juga akan mengetahui bagaimana gerakan seorang wanita ketika memohon...."
"Hentikan ocehan dari mulut kotormu itu!" Sebelum Ling Tian menyelesaikan kalimatnya, Lin Yue sudah terlebih dahulu berteriak kepadanya.
"Aku sebagai Gurunya harus mengajarkan semua hal kepadanya, sebab aku juga masih sangat muda dan telah melakukan semua hal itu bersama Xiu'er. Maka dari itulah juga aku mengetahui semuanya saat Xiu'er...."
Ling Tian segera menutup mulutnya dengan tangannya sendiri, karena dia akhirnya tersadar setelah merasakan tatapan membunuh dari Lin Yue.
Sedangkan untuk Su Mei, dia hanya diam saja bersama Mo Qingcheng. Namun wajah mereka berdua mulai memerah ketika mengetahui maksud dari ucapan Ling Tian tersebut.
"Aahh! Perutku tiba-tiba menjadi sakit sekali. Aku ingin kembali ke kamarku. Kalian lanjutkanlah berlatih!" Ling Tian memegang perutnya saat melihat Lin Yue telah berjalan ke arahnya.
"Ciiihhh... Tak perlu berpura-pura, itu hanya alasanmu saja." Ucap Lin Yue sambil terus berjalan pelan ke arah Ling Tian dengan wajah sinisnya.
"Aahh! Aku baru ingat jika hari ini Paman Huang akan meminta sedikit pencerahan dariku tentang kultivasinya." Ling Tian mencoba mencari alasan lagi ketika jarak Lin Yue semakin dekat dengannya.
"Baiklah! Aku tidak bisa lagi berlama-lama di sini dan membiarkan Paman Huang menungguku. Dia akan mengkritikku lagi jika aku datang terlambat."
__ADS_1
Setelah mengatakan hal tersebut, Ling Tian seketika langsung menghilang dari tempat duduknya.
"Ling Tian, segera kembali ke sini!" Lin Yue berteriak marah ke langit karena tidak bisa mengetahui dimana arah Ling Tian terbang melarikan diri.
"Maaf Yue'er, aku sedang terburu-buru!" Seru Ling Tian sambil bergegas menjauh dari kediamannya.
Ling Han yang melihat tingkah adiknya tersebut hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Sedangkan untuk Xiao Jun sendiri, dia cuma bisa tersenyum kecut melihat adegan itu.
"Jun, jangan dengarkan apa yang telah diucapkan oleh Gurumu yang memiliki pemikiran mesum tersebut!" Lin Yue berkata dengan wajah memerah malu bercampur marah.
"Baik, Nyonya Guru pertama!" Kata Xiao Jun dengan nada canggung.
"Huuhh... Hari ini aku telah salah mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas di depan para wanita." Keluh Ling Tian sambil berdiri tenang di atas udara dengan wajah masam.
Waktu berjalan dengan cepat, tak terasa sudah 5 bulan lagi berlalu. Kultivasi Ling Tian telah meningkat ke tahap kedua Bintang Bumi yang kini sama dengan tingkat kultivasi dari Mu Bai yang belum lama ini menerobos.
Dia juga meningkatkan kultivasi Ling Han dan yang lainnya. Ling Han, Lin Yue, Su Mei dan Mo Qingcheng saat ini telah berada di tahap kedelapan Bintang Emas. Sedangkan untuk Xiao Jun sendiri, kultivasinya telah berada di tahap keempat Bintang Emas.
Jika sebulan lagi Li Weiheng belum kembali ke Sektenya, Ling Tian akan bergerak langsung untuk pergi mencari keberadaan Xiaohai dan Jia Xiulan.
Ketika Ling Tian berada di tengah-tengah anggota Sektenya saat sedang memberikan pemahaman tentang beberapa teknik kultivasi kepada mereka semua, dia tiba-tiba merasakan jiwanya sedikit bergetar.
Ling Tian melesat dengan sangat cepat menggunakan kecepatan penuhnya mengikuti gelombang getaran yang berasal dari jiwanya itu. Dia melakukan hal tersebut karena merasakan dua aura yang sangat akrab menuju ke arahnya bersama dengan aura dari Li Weiheng.
Hanya dalam waktu beberapa detik saja, dia telah berpapasan dengan mereka di udara.
Kwaaakkk ... Kwaaakkk
Suara pekikan gembira dari Elang Petir Hitam terdengar menggema ke seluruh wilayah Sekte Ling Tian, hingga membuat semua orang yang berada di dalam ruangan tempat kultivasi mereka sendiri, segera keluar karena merasa terganggu.
Karena selama beberapa bulan setelah Sekte Ling Tian menjadi sangat kuat, belum pernah ada lagi Binatang Roh yang berani bersuara keras di sekitar wilayah Sekte mereka tersebut.
Itu adalah suara pekikan dari Xiaohai karena merasa sangat gembira telah bertemu dengan Ling Tian.
"Pemimpin!" Sapa Li Weiheng sambil membungkuk hormat ketika melihat kedatangan Ling Tian.
"Mmm..." Ling Tian mengangguk pelan menanggapi salam Li Weiheng sambil tersenyum ke arahnya.
__ADS_1
"Bos, aku sangat merindukanmu!" Xiaohai berkata senang melalui telepati kepada Ling Tian.
"Hmmm... Xiaohai! Apa yang terjadi pada salah satu kakimu?" Ling Tian tidak menjawab ucapan Xiaohai, tetapi dia malah balik bertanya kepadanya dengan nada heran tanpa menggunakan telepatinya.
"Aahh... Ceritanya sangat panjang Bos." Xiaohai berkata dengan nada sedih.
"Hmmm... Baiklah, ceritakanlah nanti padaku!"
Setelah itu Ling Tian kemudian menoleh ke arah gadis yang sangat cantik di atas punggung Xiaohai, yaitu Jia Xiulan yang sedang tersenyum bahagia hingga tak sadar air matanya telah mengalir di wajahnya.
Ling Tian tersentak kaget sejenak saat merasakan ada kehidupan lain yang sedang bersama Jia Xiulan meskipun perutnya terlihat belum terlalu membesar. Dia segera bergegas lalu memeluk tubuhnya dan membelai rambutnya dengan penuh kasih sayang.
"Maaf, telah membuatmu menderita!" Bisik Ling Tian pelan.
Jia Xiulan tidak menjawabnya, tetapi tangannya memeluk tubuh Ling Tian lebih erat lagi.
"Bos, mari kita segera turun! Orang-orang di bawah itu memandang aneh ke arah kita."
"Baiklah!" Ucap Ling Tian melalui telepati pada Xiaohai tanpa melepaskan pelukan Jia Xiulan.
Setelah itu, Xiaohai langsung meluncur turun dan mendarat tepat di tengah-tengah kerumunan anggota Sekte Ling Tian.
Kwaaakkk ... Kwaaakkk
Meskipun salah satu kakinya telah terputus, Xiaohai masih tetap menunjukkan sikap kerennya dengan membusungkan dadanya ketika berhadapan dengan semua orang yang berada di tempat tersebut.
Ling Tian kemudian melompat turun dari punggung Xiaohai setelah melepaskan pelukan Jia Xiulan, lalu di ikuti oleh Li Weiheng yang langsung melompat juga.
"Hehehe... Perkenalkan, ini juga adalah istriku." Ling Tian tertawa lirih dengan nada canggung ke arah semua anggota Sektenya yang masih memandangnya dengan tatapan aneh.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
__ADS_1
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.