Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 154. Sikap Keren Xiao Jun


__ADS_3

Semua orang yang berada di tempat tersebut ingin tertawa melihat sikap Xiao Jun. Apalagi saat mereka mendengar nama Sekte yang disebutkan olehnya, orang-orang itu merasa bahwa apa yang dikatakannya hanya sebuah lelucon belaka.


Tetapi ketika memandang pedang kembar di tangannya, mereka bisa tahu bahwa pedangnya tersebut setara dengan senjata Pusaka terkenal dari klan Zhuge yang sekarang ada di tangan Zhuge Liang.


"Apakah kamu pernah mendengar nama Sekte yang baru saja disebutkan oleh bocah itu?"


"Aku sama sekali tak pernah mendengarnya. Nama Sekte yang disebutkannya juga terasa aneh dan kedengaran terlalu narsisme."


"Mungkin bocah itu hanya mengada-ada saja karena tak mau menyebutkan nama Sektenya yang sesungguhnya."


"Tapi melihat dari senjata Pusaka Tingkat Langit yang ada di tangannya, sepertinya ia memang berasal dari salah satu Sekte besar."


Namun, berbeda dengan Zhuge Liang. Ia langsung tertawa terbahak-bahak setelah mendengar apa yang diucapan oleh Xiao Jun.


"Hahaha... Sekte Pria Tertampan di Benua Langit! Jangan membual di depanku! Aku mengetahui semua nama Sekte yang berada di wilayah Kota Primordial. Tak ada satu pun nama Sekte kecil atau Sekte besar yang seperti itu di sini."


"Tak perlu basa-basi lagi! Sekarang, terimalah kematianmu!"


Zhuge Liang berteriak keras lalu melesat ke arah Xiao Jun. Tombak di tangannya langsung menusuk dengan sangat cepat dan ganas.


Meskipun Xiao Jun terlihat santai, tapi ia sudah siap menghadapi serangan yang datang padanya. Dengan gerakan yang sangat cepat pula, ia mengayunkan pedangnya untuk menangkis setiap serangan tombak yang dilancarkan oleh Zhuge Liang.


TRANG ... TRANG


Pedang dan tombak saling beradu hingga menimbul bunyi yang cukup keras. Percikan api dapat terlihat dengan jelas ketika kedua senjata tersebut bertemu. Udara di sekitarnya juga ikut berfluktuasi akibat energi Qi yang terpancar dari senjata mereka berdua.


Teknik tombak yang ditampilkan oleh Zhuge Liang sangat cepat dan kuat. Setiap tusukan yang dilakukannya juga terarah tepat di titik berbahaya pada seluruh tubuh Xiao Jun.


Namun semua serangan dari Zhuge Liang tersebut masih sangat mudah di tangkis oleh Xiao Jun. Bahkan Xiao Jun sendiri hanya menggunakan salah satu pedangnya saja untuk berhadapan dengan tombak Zhuge Liang.


"Hehehe... Aku berterima kasih kepadamu karena telah memberikan sebuah ide untukku. Mulai saat ini aku akan memberikan sebuah nama pada setiap teknik yang aku gunakan. Pasti Guruku akan iri ketika melihat cara bertarungku yang lebih keren darinya," ucap Xiao Jun dengan wajah gembira sambil terus menangkis serangan tombak Zhuge Liang.


"Aku akan memberi nama teknik pertahananku ini sebagai Teknik Dinding Pedang Penghalang Langit. Dengan tingkat kecepatan dan kekuatan seranganmu yang sekarang, kamu takkan pernah bisa menembusnya."

__ADS_1


"Tapi itu belum terlihat keren di mata Guruku jika aku hanya melakukan hal ini. Seharusnya aku melakukan sesuatu yang lebih kreatif lagi. Contohnya seperti ini!"


"Teknik Dinding Pedang Penghalang Langit!" Xiao Jun berteriak keras menyebutkan nama teknik pertahanannya hingga mengagetkan semua orang yang berada di sekitar tempat tersebut.


"Apa yang dilakukan oleh bocah itu? Mengapa dia berteriak menyebutkan nama teknik yang digunakannya?"


"Aaiihh... Mungkin saat ini ia terlalu senang hingga berbuat demikian. Lihatlah, sepertinya bocah tersebut sangat menikmati pertarungannya."


"Hmmm... Tak usah kita pedulikan apa maksud dari teriakannya itu. Kita semua hanya perlu menonton dengan tenang pertarungan ini."


Kini telah semakin banyak orang yang berkumpul untuk menyaksikan pertarungan antara Xiao Jun dan Zhuge Liang. Para kultivator yang berlalu-lalang pun menyempatkan diri singgah di tempat tersebut untuk melihat aksi keduanya.


Tombak di tangan Zhuge Liang terus menusuk dengan ganas ke arah tubuh Xiao Jun. Kadang sesekali ia mengayunkan tombaknya untuk mencari celah kelemahan dari teknik pertahanan yang sedang digunakan olehnya.


Namun, itu seperti yang dikatakan Xiao Jun sebelumnya. Walaupun Zhuge Liang berusaha sekuat tenaga untuk mencoba menembus pertahanannya, tetapi dengan tingkat kecepatan dan kekuatannya saat ini, ia tetap tak bisa menyentuhkan ujung tombaknya ke tubuh Xiao Jun.


"Aaiihh... Aku sudah terlalu lama berada di sini. Sepertinya Guruku benar-benar akan memarahiku. Jadi, mari kita akhiri saja pertarungan kita!"


"Tapi sebelumnya, biarkan aku berpikir dulu sejenak tentang nama serangan yang akan aku gunakan untuk mengalahkanmu."


"Tebasan Pedang Kembar Penghancur Segalanya! Aaiihh... Nama ini juga terlalu panjang!"


"Pedang Kembar Penggetar Langit! Hmmm... Sepertinya kurang enak di dengar."


Xiao Jun terus berbicara sambil menangkis semua serangan yang datang kepadanya. Ia juga menyebutkan beberapa nama teknik yang akan digunakannya untuk menyerang Zhuge Liang.


Sementara untuk Zhuge Liang yang terus mendengarkan ocehan dari Xiao Jun tersebut, menjadi semakin geram. Wajahnya terlihat sangat marah karena merasa bahwa dirinya yang sebagai seorang jenius sejati dari klan Zhuge telah sangat diremehkan. Harga dirinya terasa seperti sedang diinjak-injak oleh Xiao Jun.


"Aarrgghh! Matilah kau bocah kampung!"


Zhuge Liang berteriak keras ingin melampiaskan kemarahan di hatinya. Serangan tombaknya juga semakin tak terkendali dan tampak kacau serta tak terarah dengan baik.


"Aahh! Aku tahu sekarang! Nama teknik ini adalah Teknik Amukan Si Kembar," guman Xiao Jun yang mendapat ide setelah melihat Zhuge Liang yang sedang mengamuk.

__ADS_1


"Baiklah! Mari kita akhiri saja sampai di sini. Bersiaplah menerima seranganku!"


Xiao Jun segera merubah posisi pedang di tangan kanannya yang sejak tadi belum digunakannya. Lalu kemudian ia pun berteriak dengan keras menggunakan energi Qi-nya, "Teknik Amukan Si Kembar!"


Pedang yang berada di tangan kanannya tersebut mulai menyerang ke arah tubuh Zhuge Liang. Sedangkan untuk pedang yang berada di tangan kirinya terus memperlambat laju serangan tombak yang datang ke arahnya.


Melihat Xiao Jun yang sudah mulai melancarkan serangan balasan terhadap dirinya, Zhuge Liang dengan cepat menarik tombaknya dan berusaha menangkis semua serangan itu.


Xiao Jun menyunggingkan senyum tipis ketika mengetahui bahwa Zhuge Liang tak lagi menyerangnya dan hanya berfokus untuk bertahan.


"Hehehe... Aku tadi sudah mengatakannya dengan keras bahwa nama teknik ini adalah Teknik Amukan Si Kembar. Itu berarti, kedua pedang di tanganku ini akan secara bersamaan menyerangmu!"


Setelah berkata demikian, pedang di tangan kiri Xiao Jun pun bergerak sangat cepat dan ikut menyerang ke arah tubuh Zhuge Liang dengan ganas. Hanya dalam hitungan detik saja, Zhuge Liang sudah terlihat tak mampu lagi menahan setiap serangan yang datang dari kedua pedang di tangan Xiao Jun itu.


"Aaaahhhh!"


Teriakan kesakitan akhirnya keluar dari mulut Zhuge Liang saat salah satu pedang Xiao Jun menebas bahunya. Tombaknya tampak bergetar seakan hendak terlepas dari tangannya karena genggamannya yang melemah.


"Aaaahhhh!"


Jeritan Zhuge Liang pun terus terdengar seiring dengan beberapa tebasan dari pedang kembar Xiao Jun yang terus saja mengenai tubuhnya. Tombak di tangannya akhirnya terjatuh ke tanah karena ia tak sanggup lagi memegangnya.


Xiao Jun pun dengan cepat segera menghentikan serangannya. Kini Zhuge Liang telah terkapar tak sadarkan diri dengan pakaian bersimbah darah dan tubuh yang dipenuhi oleh luka. Meskipun demikian, Xiao Jun tak membunuhnya. Setiap tebasan pedangnya hanya membuat luka yang sedikit parah bagi Zhuge Liang dan tak akan membahayakan nyawanya.


"Seharusnya aku membunuhmu jika aku mengikuti prinsip yang dipegang oleh Guruku. Tapi karena hari ini kamu telah memberikan ide padaku untuk membuat gaya bertarungku menjadi sangat keren, maka aku melepaskanmu," gumam Xiao Jun sangat pelan sambil memasukkan kembali pedang kembarnya ke dalam Cincin Ruangnya.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, ia pun segera bergegas meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke penginapan.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.

__ADS_1


Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.


__ADS_2