Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 76. Tuan Kepala B4bi


__ADS_3

Saat Ling Tian telah berjalan keluar dan berada sekitar 20 meter dari toko kecil itu, beberapa pemuda dan seorang pria paruh baya dengan wajah marah masuk ke dalam toko tersebut dan mulai memarahi pemilik toko.


"Lu Jie..! Hari ini aku akan menagih utangmu yang telah mencapai 7 juta koin emas. Karena kamu sudah lama tidak membayarnya, bunga dari utangmu itu juga telah naik menjadi 3 juta koin emas. Kini semuanya berjumlah 10 juta koin emas." Kata pria paruh baya itu.


"Aahh.. Tuan Huang..! Bisakah kamu memberikan sedikit keringanan lagi kepadaku..? Saat ini aku belum punya uang karena tokoku semakin sepi akhir-akhir ini." Pemilik toko yang bernama Lu Jie itu berkata dengan nada memohon.


"Maaf..! Aku telah bosan mendengarkan alasanmu yang itu-itu saja. Jika hari ini kamu tidak membayar semua utangmu tersebut, aku akan mengambil alih toko kamu ini." Pria paruh baya itu berkata geram.


"Aahh, Tuan Huang.. Aku mohon beri aku kesempatan lagi..!" Lu Jie membungkukkan badannya sambil memohon.


"Aku tidak bisa memberimu kesempatan lagi..! Sekarang kamu harus membayar semua utangmu itu..!" Pria paruh baya yang disebut sebagai Tuan Huang itu berteriak marah.


"Tuan Huang, aku mohon..! Saat ini aku benar-benar tidak mempunyai uang sebab semuanya telah habis aku pakai untuk membiayai pengobatan istriku." Lu Jie berkata memohon sambil berlutut di lantai.


"Bayarlah utangmu..! Jika tidak, segera berkemaslah dan keluar dari toko ini." Tuan Huang tidak mempedulikan Lu Jie yang sedang berlutut itu.


Ling Tian yang mendengar semua hal itu, segera berbalik dan berjalan kembali ke arah toko kecil tersebut. Dia langsung masuk menghampiri tubuh Lu Jie yang sedang berlutut, tanpa menghiraukan Tuan Huang dan para anak buahnya.


"Ayo bangun Paman, jangan seperti ini..! Seorang laki-laki memiliki emas di bawah lututnya. Dia tidak akan sembarang menggunakan kakinya itu untuk berlutut kepada orang yang tidak pantas mendapatkan penghormatannya." Ling Tian berkata santai sambil mengangkat tubuh Lu Jie.


Lu Jie sangat terkejut saat dia ingin menahan Ling Tian dengan energi Qi nya agar Ling Tian tidak bisa mengangkat tubuhnya. Tapi dia tidak mampu melawan kekuatan Ling Tian yang telah menariknya bangkit dari berlutut kepada Tuan Huang.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Tian, Tuan Huang segera marah dan berteriak kepadanya. "Awasi kata-katamu bocah..! Jangan sampai aku juga akan menghukummu karena telah turut campur urusan kami."


"Hehehe.. Bagaimana caranya kamu akan menghukumku..?" Ling Tian bertanya sambil tersenyum tenang.


"Hmmm.. Mengapa bocah ini tidak takut sedikitpun terhadap ancamanku..? Apakah dia memiliki latar belakang yang berpengaruh..? Ataukah dia memiliki dukungan yang sangat kuat di belakangnya..?" Tuan Huang membatin dengan nada yang sangat terkejut melihat ketenangan yang di tampilkan oleh Ling Tian.


Dia memperhatikan Ling Tian dari atas ke bawah sambil memeriksanya. Namun dia tidak mendapatkan sesuatu yang istimewa karena penampilan Ling Tian yang terlihat sangat sederhana.


Tuan Huang juga melihat bahwa kultivasi Ling Tian hanya pada tahap ketiga Bintang Emas. Jika itu orang lain yang memiliki tingkat kultivasi seperti itu, pasti sudah akan lari terbirit-birit saat menghadapinya.


"Hmmm.. Sepertinya bocah ini hanya berlagak di depanku agar aku terkecoh oleh sikap santainya itu." Lanjut Tuan Huang di dalam hatinya.


"Jika kamu berani ikut campur dengan urusan kami, aku akan memukuli wajah tampanmu itu menjadi seperti kepala b4bi, hingga Ibumu tidak akan lagi mengenalimu." Tuan Huan berkata dengan nada geram.

__ADS_1


"Waahh, benarkah..? Jika kamu ingin memukulku, lakukanlah..!" Ucap Ling Tian yang masih tersenyum tenang sambil mengangkat bahunya.


"Hmmm.. Kamu tidak perlu berpura-pura tenang di hadapanku hingga membuat aku ragu untuk memukulmu. Karena kamu ingin merasakannya sendiri, aku pribadi yang akan melakukannya."


Setelah mengatakan itu, Tuan Huang segera bergerak dengan sangat cepat ke arah Ling Tian. Dia mengayunkan tangannya yang berniat untuk menampar wajah Ling Tian.


Melihat apa yang telah di lakukan oleh Tuan Huang, Ling Tian hanya menyunggingkan senyum khasnya seakan tidak menghiraukan serangan itu.


"PLAK.. PLAK.. PLAK.."


Bunyi rentetan tamparan terdengar sangat jelas menggema di dalam toko tersebut. Rahang semua orang yang berada di tempat itu seakan hampir jatuh karena sangat terkejut melihat apa yang telah terjadi.


Ling Tian masih terlihat santai berdiri di tempatnya, sedangkan untuk Tuan Huang sendiri, dia telah jatuh terduduk di lantai sambil memegang wajahnya.


Bukan wajah Ling Tian yang terkena tamparan, tetapi itu adalah wajah Tuan Huang yang telah berubah menjadi babak belur seperti kepala b4bi akibat tamparan dari Ling Tian.


Tidak ada seorangpun di tempat itu yang memperhatikan Ling Tian bergerak karena gerakannya sangat cepat. Mereka hanya melihat Ling Tian tetap berdiri sambil menyunggingkan senyum khasnya.


Kultivasi Tuan Huang yang berada pada tahap keenam Bintang Berlian tersebut masih seperti semut di mata Ling Tian.


"Hehehe.. Apakah kamu masih ingin menghukumku lagi..?" Ling Tian bertanya sambil tertawa kecil.


Tuan Huang menatap wajah Ling Tian seperti sedang melihat iblis. Kemudian dia berkata dengan tergagap.. "A.. a.. aku ti.. ti.. dak.. be.. be.. ra.. ni.. la.. la.. gi.. Tu.. tu.. an..!"


"Hmmm.. Baguslah..! Ini uang 10 juta untuk membayar semua utang dan bunganya yang telah dipinjam oleh Paman ini." Ling Tian menunjuk ke arah Lu Jie sambil mengeluarkan uang 10 juta dari Cincin Ruangnya.


"Aahh.. Tidak Tuan..! Aku tidak berani mengambilnya. Silahkan Tuan ambil kembali. Dan mulai hari ini juga utang Lu Jie semuanya aku anggap telah lunas." Tuan Huang berkata pelan dengan nada yang terdengar sangat gugup.


"Mana surat utangnya..? Aku ingin melihatnya..!" Ucap Ling Tian sambil mengangkat tangannya meminta surat utang kepada Tuan Huang.


"Aahh.. Ini dia Tuan..!" Tuan Huang segera bangkit kemudian langsung mengeluarkan surat utang Lu Jie.


"Tanda tangani surat itu dan buatlah pernyataan bahwa utang Paman ini telah lunas semuanya."


"Itu tidak perlu lagi Tuan..!" Ucap Tuan Huang sambil membakar surat utang tersebut dengan energi Qi nya.

__ADS_1


"Hehehe.. Itu cara yang lebih bagus lagi." Ling Tian tertawa lirih.


Setelah itu, dia berbalik menoleh ke arah Lu Jie dan berkata.. "Paman..! Karena Tuan kepala **** ini tidak mau menerima uang dariku, jadi Paman saja yang mengambilnya."


Sebenarnya Ling Tian akan membayar batu Meteor Hitam itu kepada Lu Jie, tapi dia takut bahwa itu akan membuat Lu Jie curiga padanya.


Jadi menurut Ling Tian inilah kesempatan yang bagus untuk membayarnya, meskipun itu tidak seberapa karena Meteor Hitam adalah harta yang tak ternilai harganya.


"Aahh.. Jangan Tuan..! Aku sudah merasa sangat bersyukur karena hutangku telah lunas. Jadi aku tidak memerlukan uang itu lagi." Lu Jie berkata sambil mengangkat tangannya menolak uang yang di berikan oleh Ling Tian.


"Jika Paman menolaknya, aku akan merasa sangat tidak senang. Uang ini bisa membantu untuk mengembangkan kembali usaha Paman dalam menjalankan toko ini." Ucap Ling Tian dengan wajah cemberut.


"Aahh.. Ini.. Ini..!" Lu Jie memandang ke sekelilingnya dan tampak terlihat sangat ragu.


"Jangan ragu-ragu Paman, ambilah..!" Ling Tian berkata sambil mengangkat tangannya untuk memberikan uang itu kepada Lu Jie.


"Lu Jie, ambilah..! Kamu tidak perlu menolaknya lagi. Mungkin uang itu bisa membantu biaya pengobatan istrimu. Dan juga, jangan membuat Tuan ini menunggumu untuk mengambil uang tersebut dari tangannya." Tuan Huang berkata meyakinkan Lu Jie.


"Yaa.. Itu benar seperti yang dikatakan oleh Tuan kepala b4bi ini"


"Huuuhhh.. Yang telah membuat kepalaku menjadi seperti ini adalah kamu juga." Mendengar Ling Tian menyebutnya lagi sebagai Tuan kepala b4bi, Tuan Huang hanya tersenyum kecut dan mengutuk di dalam hatinya.


"Terima kasih Tuan..! Kalau begitu, aku akan mengambilnya." Kata Lu Jie yang mengambil uang tersebut dari tangan Ling Tian, kemudian segera membungkuk kepadanya.


"Tidak perlu sungkan Paman..!" Ling Tian berkata pelan sambil tidak lupa untuk menyunggingkan senyum khasnya itu.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.


Karena ini masih dalam suasana Lebaran, Author juga ingin mengucapkan :


Selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal Aidhin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin.

__ADS_1


__ADS_2