
Zhuge Lao tertegun sejenak melihat hal aneh yang terjadi pada Ling Tian. Tak pernah terpikirkan olehnya bahwa pukulan yang seharusnya dapat meledakkan tubuh kultivator pada tahap ke tujuh Bintang Bumi, malah memicu potensi yang terdapat di dalam tubuh Ling Tian.
"Hmmm ... Bila aku tak salah duga, gejala seperti ini menunjukkan tanda-tanda bahwa ia akan segera menerobos tingkat kultivasinya. Aku tak boleh membiarkan ini terjadi! Jika begitu, aku harus segera menggunakan seluruh kekuatan penuhku untuk membunuhnya," batin Zhuge Lao seraya menyipitkan matanya menatap ke arah Ling Tian dengan tajam.
Kemudian ia pun bergegas mengumpulkan seluruh energi Qi-nya dan memusatkannya pada tinjunya. Lalu dalam sekejap saja, Zhuge Lao menghilang dari tempatnya dan langsung muncul tepat di hadapan Ling Tian. Dengan gerakan yang sangat cepat pula ia mengayunkan pukulan ke arah dadanya.
Mendapatkan serangan ganas seperti itu, Ling Tian tak sempat lagi menghindarinya karena pergerakan yang ditunjukkan oleh Zhuge Lao sangat cepat. Dalam keadaan terdesak, Ling Tian pun hanya bisa mencoba untuk menangkis serangan tersebut. Tetapi, sebelum ia dapat mengangkat tangannya, tinju Zhuge Lao sudah terlebih dahulu masuk dan mengenai dadanya.
BOOM
Tubuh Ling Tian seketika terpental jauh dan langsung menabrak sebuah batu yang cukup besar, hingga membuat batu itu pun hancur menjadi serpihan halus. Namun, walau Zhuge Lao telah melepaskan serangan terkuatnya pada Ling Tian, hal tersebut tetap saja tak mampu meledakkan tubuhnya.
Merasakan bahwa Ling Tian masih bernapas meski aura kehidupannya sudah melemah, Zhuge Lao belum mau berhenti sebelum ia bisa memastikan bahwa Ling Tian telah benar-benar mati. Sekali lagi ia menghilang dari tempatnya dan langsung muncul di udara tepat di atas tubuh Ling Tian yang sedang terbaring di tanah.
Lalu kemudian Zhuge Lao segera meluncur turun sangat cepat dan menginjakkan kakinya ke tubuh Ling Tian dengan sangat keras.
BOOM
Tubuh Ling Tian terdorong masuk dan tenggelam ke dalam tanah akibat dampak dari energi Qi yang sangat besar dan sangat kuat yang berasal dari kaki Zhuge Lao. Merasa belum puas melakukan hal itu, Zhuge Lao segera menggunakan daya isap pada telapak tangannya untuk menarik tubuh Ling Tian keluar dari lubang di dalam tanah tersebut.
Ketika tubuh Ling Tian telah naik ke atas tanah, Zhuge Lao langsung melayangkan kakinya dan menendangnya dengan sangat keras seperti menendang sebuah bola.
BOOM
Sekali lagi tubuh Ling Tian terhempas cukup jauh dan menabrak beberapa pohon, hingga membuat pepohonan itu patah dan akhirnya ia jatuh tersungkur ke tanah.
Zhuge Lao tak berhenti sampai di situ saja. Ia segera melesat dengan sangat cepat menyusul Ling Tian dan mengangkat tubuhnya ke udara. Kemudian Zhuge Lao melayangkan tinjunya kembali ke arah wajah Ling Tian.
BOOM
__ADS_1
Tubuh Ling Tian terpental jauh untuk yang ke sekian kalinya dan menabrak lapisan dinding penghalang pada Formasi Pelindung Kota Primordial hingga membuat formasi tersebut bergetar keras.
Semua orang hanya bisa menunjukkan wajah masam saat menyaksikan pertempuran itu. Sementara untuk orang-orang dari Asosiasi Alkemis, mereka semua langsung berseru dan berteriak ketika mengetahui bahwa tubuh Ling Tian lah yang telah menabrak lapisan dinding penghalang pada Formasi Pelindung.
"Pemimpin!"
"Guru!"
"Tuan Muda!"
Xiao Jun, Wei Ziqing serta Kera Salju juga berteriak hampir secara bersamaan saat melihat Ling Tian memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Namun, yang membuat semua orang merasa aneh adalah meskipun Ling Tian telah terluka cukup parah, mereka masih dapat melihat senyum tipis tersungging dari bibirnya yang sudah dipenuhi oleh darah tersebut, seolah-olah ia sangat menikmati pertarungan itu.
Sedangkan untuk Zhuge Lao sendiri, ia segera menghentikan serangannya karena merasa bahwa meskipun aura kehidupan Ling Tian melemah, tetapi kekuatan energi Qi di dalam tubuh Ling Tian terus meningkat setiap kali dia mendapatkan pukulan darinya.
"Hehehe ... Apakah hanya ini saja kemampuanmu? Ayo terus lakukan lagi!" Ling Tian tertawa kecil seraya memaksakan dirinya untuk bangkit berdiri.
Seketika aura yang terpancar dari tubuh Zhuge Lao menjadi semakin kuat saat pedang tersebut telah berada di tangannya. Merasakan hal itu, Ling Tian pun dengan cepat mengeluarkan Pedang Pelangi. Sebab, ia tahu apa yang akan dilakukan oleh Zhuge Lao selanjutnya.
Tak lupa pula Ling Tian mengeluarkan Pil Penyembuh dan langsung menelannya. Agar lebih mempercepat proses penyembuhan, ia juga segera mengedarkan Api Ilahi ke seluruh tubuhnya untuk meregenerasi semua luka-lukanya.
Belum sempat semua lukanya itu tertutup, Zhuge Lao telah muncul di depannya dan menebaskan pedang ke arah leher Ling Tian. Tanpa ragu-ragu lagi Ling Tian langsung menggunakan Teknik Pedang Kelembutan untuk menangkis serangan tersebut.
Sekarang ia hanya berniat untuk bertahan dan tak berkeinginan membalas setiap serangan Zhuge Lao yang datang menerjang ke arahnya. Sebab, pergerakan yang ditampilkan oleh Zhuge Lao saat ini lebih cepat lagi dari yang sebelumnya.
TRANG ... TRANG
Bunyi senjata Pusaka Tingkat Langit kelas tinggi yang saling beradu itu terdengar cukup keras menggema di sekitarnya. Formasi Pelindung pada Kota Primordial juga terus bergetar karena dampak dari tekanan energi Qi yang dilepaskan oleh Ling Tian dan Zhuge Lao.
__ADS_1
Niat membunuh Zhuge Lao semakin besar karena ingin menyelesaikan pertempuran itu secepat mungkin, untuk mencegah Ling Tian menerobos tingkat kultivasinya. Serangan yang dilepaskannya pun semakin ganas dan sangat mematikan.
Ling Tian yang hanya terus bertahan saja tak bisa lagi mengimbangi semua serangan tersebut. Beberapa tebasan pedang Zhuge Lao akhirnya berhasil mengenai tubuhnya dan membuat luka yang cukup dalam.
Pakaian Ling Tian kini telah terkoyak dan warnanya pun menjadi merah karena dipenuhi oleh darah yang terus mengalir keluar dari luka-luka di sekujur tubuhnya. Meski demikian, hal itu tak membahayakan nyawa Ling Tian.
Sebab, ia lebih mengutamakan untuk melindungi titik-titik vital pada bagian tubuhnya dan membiarkan bagian lainnya terkena tebasan pedang Zhuge Lao selama hal tersebut tak terlalu membahayakan nyawanya.
Api Ilahi di dalam tubuh Ling Tian juga terus bekerja meregenerasi semua luka-lukanya dan dengan cepat menghentikan pendarahan yang keluar.
"Aarrgghh!" Zhuge Lao berteriak geram sambil terus menebas serta menusukkan pedangnya dengan sangat cepat.
SLEEBB
Kini giliran bahu Ling Tian yang terkena tebasan pedang milik Zhuge Lao. Ketika ia bermaksud memenggal kepala Ling Tian, dengan gerakan yang sangat cepat pula Ling Tian menangkisnya sehingga membuat serangannya itu meleset dan hanya bisa mengenai bahunya saja.
Zhuge Lao kemudian menekan pedangnya dengan sangat kuat pada bahu Ling Tian yang bertujuan hendak memotong terpisah bagian tubuhnya tersebut. Namun, usahanya itu tak berhasil karena pedangnya terhalang oleh tulang Ling Tian yang sangat keras.
Merasakan hal itu, Zhuge Lao bergerak sangat cepat mengayunkan tendangannya ke arah perut Ling Tian dengan niat untuk menghancurkan Dantian-nya.
BOOM
Untuk yang ke sekian kalinya lagi, Ling Tian terpental jauh akibat terkena tendangan yang sangat keras dari Zhuge Lao dan kembali menabrak lapisan dinding penghalang Formasi Pelindung pada Kota Primordial.
Melihat bahwa inilah kesempatan yang sedang ditunggu-tunggunya saat tubuh Ling Tian dalam keadaan sangat lemah, Zhuge Lao langsung menghilang dari tempatnya dan menerjang kembali ke arah Ling Tian sembari menusukkan pedang ke jantungnya.
Tetapi, saat ia telah berada sangat dekat dengan tubuh Ling Tian, seketika aura yang sangat kuat langsung menekan tubuh Zhuge Lao hingga ia terdorong mundur sejauh 50 meter. Energi Qi yang sangat mengamuk terpancar keluar dari Dantian milik Ling Tian dan terus berputar-putar di sekitar tubuhnya hingga Zhuge Lao tak bisa untuk mendekatinya.
KRAK ... PRANK
__ADS_1
Aura di tubuh Ling Tian terus melonjak naik dengan sangat tajam hingga membuat Formasi Pelindung pada Kota Primordial tak sanggup lagi menahan tekanannya dan akhirnya menjadi hancur berkeping-keping. Beberapa bangunan yang berada tak jauh dari Ling Tian juga terkena dampaknya dan ikut hancur porak-poranda.