
"Baiklah Paman, Bibi! Aku akan kembali ke kamarku. Ikutilah semua petunjuk yang telah aku katakan sebelumnya, agar kesehatan putrimu bisa cepat pulih seperti semula." Ucap Ling Tian pelan sambil tersenyum.
"Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepadamu, Tuan Ling! Aku akan melakukan semuanya sesuai dengan petunjukmu."
Wu Dunrui dan Xiu Rong kemudian mengantarkan Ling Tian bersama yang lainnya sampai di depan kediamannya.
"Aku sangat bersyukur telah bertemu dengan Tuan Ling. Jika bukan karena dirinya, mungkin putri kita sampai sekarang belum bisa di sembuhkan dan bahkan keadaannya mungkin akan menjadi lebih parah lagi." Wu Dunrui berkata dengan nada yang terdengar sangat gembira.
"Mmm... Kita memang sangat beruntung telah mengenalnya. Hampir saja aku melakukan kesalahan karena menolaknya masuk ke dalam penginapan kita, jika dia tidak memaksa akan membeli penginapan ini." Ucap Xiu Rong pelan sambil menganggukkan kepalanya.
"Dia memang pantas disebut sebagai Monster seperti apa yang dikatakannya tadi, ketika memperkenalkan dirinya pada roh jahat itu. Usianya masih sangat muda, namun telah memiliki kultivasi yang sangat tinggi. Mungkinkah dia berasal dari Benua Langit tingkat tinggi yang berteleportasi ke wilayah tingkat menengah ini?" Lanjut Wu Dunrui.
"Aku juga tidak tahu! Sepertinya kita harus mengubah aturan di penginapan ini dan membebaskan para tamu membawa binatang peliharaannya untuk masuk ke dalamnya."
"Itu benar, Rong'er. Segera hapuskan saja peraturan yang tidak penting seperti itu! Dan tempat kita juga menjadi satu-satunya di kota ini yang mengizinkan binatang peliharaan ikut bersama tuannya masuk ke dalam penginapan."
"Baiklah, aku akan melakukannya besok. Mari kita menjaga Lihua'er terlebih dahulu, sambil menunggu dirinya siuman." Xiu Rong kemudian masuk ke dalam kediamannya di ikuti oleh Wu Dunrui.
Keesokan harinya, Xiu Rong pun langsung mengubah peraturan di penginapannya. Semua tamu sangat gembira dengan keputusan itu karena akhirnya mereka bisa membawa binatang peliharaan kesayangannya masing-masing.
"Hahaha... Bos! Aku merasa sangat bangga, sebab karena akulah Binatang Roh pertama yang di izinkan masuk ke dalam penginapan ini, hingga akhirnya pemilik dari tempat inipun membiarkan Binatang lainnya mengikuti jejakku." Xiaohai tertawa senang sambil memainkan batu cermin di tangannya.
"Itu karena Guru yang memaksa pemilik penginapan untuk membawamu masuk ke sini. Berarti, Guru jugalah yang sebenarnya telah mengubah peraturan di tempat ini." Xiao Jun berkata dengan nada mencibir.
"Itu benar!" Ucap Ling Tian menyetujui pendapat Xiao Jun.
"Hmmm... Sepertinya kalian berdua telah salah menilai. Pemilik penginapan sangat kagum ketika pertama kali melihat wajahku yang tampan ini, hingga akhirnya dia tidak mampu lagi untuk menolaknya."
"Dia hanya berdalih karena tidak ingin melanggar peraturan yang telah dibuatnya sendiri."Lanjut Xiaohai menatap wajahnya pada batu cermin sambil mengangguk puas.
"Kalau Guru yang mengatakan dirinya sangat tampan, aku dapat mempercayainya. Sebab, selama ini aku belum melihat orang lain yang dapat mengalahkan ketampanannya."
"Tetapi bila kamu yang mengatakan hal tersebut, aku akan sangat menyesal untuk mengakuinya." Keluh Xiao Jun seakan tidak menerima perkataan Xiaohai.
"Hmmm... Itu karena kalian para manusia sangat tidak paham tentang definisi ketampanan yang sebenarnya."
__ADS_1
"Coba jelaskan pada kami, bagaimana menurutmu tentang definisi ketampanan itu?" Xiao Jun memandang dengan tatapan aneh terhadap Xiaohai.
Ling Tian pun juga ikut menoleh ke arah Xiaohai karena ingin mendengarkan penjelasannya tentang definisi ketampanan yang sesungguhnya.
"Yaah... Itu sebenarnya sangat mudah. Kalian berdua cukup memandang wajahku ini, maka kalian akan mendapatkan jawabannya." Xiaohai kemudian mengangkat wajahnya tinggi-tinggi seolah memamerkannya pada Ling Tian dan Xiao Jun.
"Guru! Aku ingin berlatih teknik pedangku di halaman." Xiao Jun segera berlari setelah memberi hormat ke arah Ling Tian.
"Aahh! Aku juga ingin ke restoran di dalam penginapan ini, untuk menikmati segelas teh hangat." Ling Tian pun berjalan ke arah restoran tanpa menghiraukan Xiaohai yang masih mengangkat kepalanya.
"Huuhh... Aku tahu kalian berdua menghindar karena iri dengan ketampananku ini." Keluh Xiaohai sambil kembali memainkan batu cermin di tangannya.
Setelah beberapa saat ketika Ling Tian pergi, seorang gadis remaja berusia 15-16 tahun berjalan ke arah tempat tinggalnya. Dia adalah Wu Lihua, yang sudah tersadar dan telah kembali ke kondisinya semula setelah menelan Pil Pemulihan Roh.
Wu Lihua datang karena ingin mengucapkan terima kasih kepada Ling Tian yang telah mengobatinya serta menghilangkan roh jahat yang tinggal di dalam tubuhnya.
Namun, ketika dia sampai di halaman Ling Tian, dia melihat Xiao Jun sedang berlatih memperagakan teknik pedang kembarnya.
"Hmmm... Pemuda itu cukup tampan juga, dan teknik beladirinya pun sangat kuat." Wu Lihua membatin sambil terus memperhatikan Xiao Jun dari jauh karena tidak ingin mengganggunya.
"Apakah kamu membutuhkan sesuatu, Nona?" Tanya Xiao Jun sambil memperhatikan Wu Lihua dari atas ke bawah.
"Aahh! Aku ingin bertemu dengan Tuan Ling. Apakah Tuan Ling sedang berada di kamarnya?" Wu Lihua tertegun sejenak sebelum akhirnya menjawab pertanyaan dari Xiao Jun.
"Oohh... Guru sedang pergi ke restoran. Jika ada sesuatu yang penting, katakanlah padaku! Nanti aku akan menyampaikannya. Tapi jika Nona ingin menunggu Guru, silakan saja. Mungkin dia tidak akan lama berada di restoran."
"Jika memang seperti itu, aku akan menunggu saja di sini. Lanjutkanlah kembali aktivitasmu! Maaf, karena telah mengganggu latihanmu." Ucap Wu Lihua lembut.
"Hai, Nona cantik! Perkenalkan, namaku adalah Xiaohai. Bolehkah aku mengetahui siapa namamu?" Xiaohai berjalan sambil membusungkan dadanya menghampiri Wu Lihua dan Xiao Jun.
"Haaahhh!"
Wu Lihua langsung ternganga karena sangat terkejut ketika mendengarkan Xiaohai, yang hanya seekor anjing tersebut, telah berbicara kepadanya.
"Hahaha... Tak perlu terkesima seperti itu ketika melihat wajahku yang sangat tampan ini." Xiaohai tertawa gembira karena merasa Wu Lihua takjub dan kagum setelah melihat tampangnya.
__ADS_1
Wu Lihua dengan cepat menutup mulutnya, lalu menoleh ke arah Xiao Jun seolah-olah ingin bertanya kepadanya.
"Jangan heran, Nona! Dia adalah seekor Binatang Roh yang sudah bisa berbicara, dan dia juga adalah sahabat dari Guruku." Kata Xiao Jun dengan santai, sambil tersenyum.
"Aahh, ternyata seperti itu! Aku mengira dia dirasuki oleh roh jahat, sehingga dapat berbicara dengan menggunakan bahasa manusia." Wu Lihua berkata dengan nada canggung.
"Roh jahat tidak akan pernah berani merasukinya. Sebaliknya, mereka akan langsung lari ketakutan saat bertemu dengannya."
"Benarkah? Apakah anjing itu sangat kuat?" Tanya Wu Lihua keheranan.
"Yaah, dia memang sangat kuat! Tetapi bukan kekuatannya yang ditakuti oleh roh jahat, melainkan wajahnya yang sangat seram tersebut akan membuat para roh jahat lari terbirit-birit ketika berpapasan dengannya." Gumam Xiao Jun sangat pelan seperti sedang berbisik.
"Jun, aku bisa mendengar dengan jelas apa yang kamu katakan itu. Apakah kamu ingin merasakan gigitan dari makhluk tertampan dan terkeren di Benua Langit ini?" Xiaohai mendengus kesal.
"Huuuhhh... Jika kamu berani melakukannya, aku akan mengadukanmu kepada Guru!" Ujar Xiao Jun dengan nada mengeluh.
"Aahh, sudahlah! Kalian berdua, Guru dan murid sama saja. Selalu iri dengan keistimewaaan dari bentuk wajahku ini."
"Nona! Bagaimana menurutmu? Apakah wajahku ini sangat tampan di matamu?" Xiaohai menyunggingkan senyumnya sambil memperlihatkan taringnya.
"A-aku juga tidak tahu!" Wu Lihua menoleh kembali ke arah Xiao Jun seakan meminta bantuan padanya.
"Hahaha... Karena kamu tidak bisa menjawabnya, aku semakin yakin sekarang, bahwa wajahku ini akan selalu membuat semua orang yang melihatnya menjadi sangat terkejut dan terkagum-kagum."
Xiaohai pun tertawa terbahak-bahak kemudian kembali ke tempatnya semula sambil bermain dengan batu cermin lagi.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.
__ADS_1