
Hari pertama pembukaan Turnamen beladiri telah tiba. Para kultivator jenius dari berbagai tingkatan dan juga dari berbagai usia telah berkumpul di sekitar area pertarungan.
Luas area Turnamen tersebut sekitar 10 kali luas stadion sepak bola.
Area VIP di peruntukkan bagi Klan besar, Sekte-sekte kuat, dan juga para bangsawan. Sedangkan untuk para peserta Turnamen memiliki tempatnya tersendiri.
Tuan Walikota Bulan Biru berdiri di atas panggung untuk membacakan peraturan dan urutan pertarungan dalam Turnamen.
"Peraturan dalam Turnamen ini adalah.. Peserta tidak di perbolehkan untuk membunuh. Dan jika peraturan di langgar oleh peserta Turnamen, kultivasinya akan di hancurkan."
"Para peserta yang boleh mengikuti Turnamen hanya berusia 15-25 tahun."
Turnamen ini tidak melibatkan kultivator yang berusia lebih dari itu, karena ini adalah Turnamen untuk para kultivator generasi muda.
Para peserta semuanya berjumlah 5000 orang dan akan di lakukan babak penyisihan.
Di babak penyisihan ini, akan di bagi menjadi kelompok. Setiap kelompok akan memiliki 10 peserta di dalamnya.
Jadi untuk 5000 kultivator akan terbagi menjadi 500 kelompok, dan dalam setiap kelompok hanya akan memilih 1 pemenang yang akan maju ke babak selanjutnya
"Hahaha.. Kalau pertarungannya seperti ini, aku yakin kalian berdua sudah dapat di pastikan jadi juaranya." Kata Ling Tian sambil tertawa kepada Lin Yue dan Ling Han
Para kultivator jenius yang berada di tempat itu segera berbalik menatap tajam ke arah mereka bertiga setelah mendengar perkataan Ling Tian tersebut.
"Siapa pemuda bermulut besar itu..? Melihat dari pakaiannya, sepertinya dia dari pedesaan."
"Jika aku bertemu dengannya di atas panggung, aku akan merobek mulut besarnya itu."
"Semoga saja dia bertemu denganku, aku akan mematahkan tulang-tulangnya."
"Tidak usah dengarkan ocehannya, dia mungkin tidak akan lolos di babak penyisihan."
Para kultivator jenius tersebut mulai berkomentar tentang perkataan yang di ucapkan oleh Ling Tian.
Ling Tian yang mendengar semua itu hanya tersenyum, kemudian berdiri dan melambai-lambaikan tangannya seperti seorang Artis terkenal yang bertemu para penggemarnya.
Para kultivator wanita yang melihat tindakan Ling Tian tersebut, semuanya tertawa. Sedangkan untuk para kultivator pria, semuanya mengangkat kepalan tangan ke arahnya.
__ADS_1
Mendengar keriuhan dari para peserta Turnamen, Tuan Walikota segera memandang ke arah mereka dan melihat Ling Tian berdiri di antara para peserta sambil melambai-lambaikan tangannya.
Dia masih merasa sangat trauma dengan lambaian tangan dari Ling Tian, karena dari lambaian tangan itulah dia hampir terbunuh.
Tuan Walikota yang mengira bahwa Ling Tian melambai ke arahnya, segera berhenti membacakan peraturan Turnamen dan ikut melambaikan tangannya ke arah Ling Tian.
Semua orang sangat terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Tuan Walikota, mereka merasa bahwa dia berlaku terlalu berlebihan karena menanggapi tindakan Ling Tian tersebut.
Namun di area VIP untuk Klan Lin, mereka semua ikut melambaikan tangannya ke arah Ling Tian, yang semakin membuat para tamu-tamu di area VIP merasa bingung.
Su Mei dan Wan Ying yang berada di tempat peserta bagian depan, segera berbalik mengikuti lambaian tangan Tuan Walikota dan mereka pun melihat bahwa Ling Tian lah yang telah membuat semua keriuhan di tempat tersebut.
Wan Ying pun ikut melambaikan tangannya ke arah Ling Tian, sedangkan Su Mei yang akan mengangkat tangannya segera menariknya kembali.
"Siapa pemuda itu..? Mengapa Tuan Walikota dan orang-orang dari Klan Lin melambai kepadanya..?" Patriark Klan Lei bertanya kepada para tamu VIP lainnya.
"Aku juga tidak tahu..! Mungkin dia dari keluarga kerajaan. Tetapi pakaiannya tampak biasa saja, apakah dia menyamar menjadi rakyat jelata..?" Patriark Klan Zhou menanggapi pertanyaannya.
Ling Tian yang melihat bahwa dia telah menjadi sorotan dari semua orang, langsung menurunkan tangannya kemudian duduk kembali. Namun untuk Lin Yue, tatapan matanya tertuju ke arah Su Mei, lalu menginjak kaki Ling Tian.
"Ciiihhh.." Lin Yue hanya menjawabnya dengan cibiran.
"Baiklah..! Hadiah untuk peserta yang berhasil memasuki peringkat 10 besar, akan mendapatkan 10 butir Pil Kondensasi Roh dan uang senilai 10 ribu koin emas." Tuan Walikota berbicara kembali untuk menenangkan keriuhan yang terjadi.
"Untuk peserta yang berhasil memasuki peringkat 9 besar, akan mendapatkan 20 butir Pil Kondensasi Roh dan uang senilai 20 ribu koin emas. begitu seterusnya sampai kepada Juara pertama Turnamen ini, akan mendapatkan kenaikan 10 butir Pil Kondensasi dan kenaikan 10 ribu koin emas."
"Tetapi ada hadiah tambahan untuk peserta yang telah memasuki peringkat ketiga besar. Peringkat ketiga akan mendapatkan Senjata Pusaka Tingkat Perak, Peringkat kedua akan mendapatkan Senjata Pusaka Tingkat Emas, dan peringkat pertama akan mendapatkan Senjata Pusaka Tingkat Berlian."
Mendengar hadiah yang di sebutkan oleh Tuan Walikota, para kultivator jenius itu banyak yang bersorak gembira.
"Baiklah..! Babak penyisihan akan segera di mulai, untuk para peserta silahkan bersiap-siap."
Lin Yue dan Lin Han mulai menunggu nama kelompok mereka di umumkan, dan untungnya mereka berdua berada dalam kelompok yang berbeda.
Tiap arena pertarungan memiliki wasit yang kultivasinya dari tingkat Bintang Emas dan arenanya juga memiliki Formasi Pelindung, yang membuat energi Qi para peserta yang bertarung di dalam Formasi tidak akan keluar dan berdampak pada penonton.
Saat kelompok Su Mei di umumkan, Ling Tian segera bersorak memberikan dukungan untuknya. Kultivasi Su Mei kini berada pada tingkat kedelapan Bintang Perak, itu karena mereka sering ke rumah makan Zhang Xuan untuk makan daging Binatang Roh tingkat 3.
__ADS_1
Su Mei dan Wan Ying sebenarnya tidak akan mampu terus-terusan makan daging Binatang Roh tingkat 3 karena harganya sangat mahal. Tetapi Zhang Xuan menggratiskan untuk mereka karena mengetahui bahwa Su Mei dan Wan Ying adalah teman Ling Tian.
Wajah Lin Yue berubah masam melihat tingkah Ling Tian tersebut, tetapi Lin Han menenangkannya.
Di dalam arena, Su Mei hanya diam di sudut dan tidak ikut bertarung. Setelah para kultivator lain mulai kelelahan, dia akhirnya menyerang mereka semua. Inilah taktik yang di jalankan oleh Su Mei dan akhirnya dia menjadi pemenang dalam kelompok tersebut.
Begitu pula dengan Wan Ying, dia mengikuti taktik pertarungan Su Mei dan juga menjadi pemenang dalam kelompoknya.
Dan saat tiba giliran Lin Yue, Klan Lin bersorak sangat keras untuknya, namun Ling Tian hanya tersenyum kepadanya. Melihat itu, Lin Yue semakin geram.
Saat wasit mengatakan kata "MULAI", dia langsung bergerak sangat cepat. Dan hanya dalam beberapa detik saja dia telah menghajar semua kultivator dalam kelompoknya tersebut hingga pingsan.
Semua orang yang berada di situ sangat terkejut melihat tindakan Lin Yue. Seorang gadis berusia 17-18 tahun hanya melakukan tamparan santai untuk mengalahkan semua kultivator jenius di dalam kelompoknya.
Mereka semua memeriksa tingkat kultivasi Lin Yue dan sekali lagi terkejut, karena kultivasinya berada pada tingkat kesembilan Bintang Perak. Lin Yue sengaja menurunkan tingkat kultivasinya agar tidak terlalu mengejutkan para peserta dan para penonton.
Jika mereka mengetahui bahwa Lin Yue telah berada pada tingkat kedua Bintang Emas, mungkin tidak akan ada lagi peserta yang akan mengikuti Turnamen tersebut.
Semua mata peserta dan penonton kini memandang ke arahnya. Karena selain Lin Yue sangat kuat, dia juga sangat cantik seperti seorang Dewi. Mata para peserta pria seperti di penuhi dengan bintang-bintang.
Su Mei menatap Lin Yue seakan tak percaya bahwa Lin Yue telah mengalahkan tingkat kultivasinya. Karena yang dia tahu kultivasi mereka selalu berada pada tingkat yang sama.
Lin Yue berjalan kembali ke tempat duduknya tanpa mempedulikan tatapan semua orang. Suasana hatinya lagi kesal karena Ling Tian.
Tetapi setelah dia sampai dan akan segera duduk, Ling Tian mengangkat tangannya dan mengacak-ngacak rambutnya kemudian berkata.. "Aku tahu Yue'erku yang terbaik di antara mereka semua."
Wajah Lin Yue yang semula kesal langsung berubah memerah, dan semua kemarahan di hatinya seketika menghilang. Dia dengan cepat duduk menunduk dan bermain dengan jarinya.
Namun wajah para pria peserta Turnamen berubah merah karena marah. Mereka sangat menyukai keindahan seperti Lin Yue yang juga memiliki kemampuan yang sangat kuat.
Ingin rasanya mereka menghajar Ling Tian dan bahkan ada yang berpikir untuk membunuhnya.
Dan untuk Su Mei yang melihat itu, dia merasakan ada rasa sakit yang tiba-tiba muncul di dalam hatinya. Dia tidak mengerti kenapa itu bisa terjadi.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
__ADS_1