Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 37. Pedang Tanpa Nama


__ADS_3

He Jing mengeluarkan senjatanya dari Cincin ruangnya yaitu sebuah kapak berwarna hitam, itu adalah senjata Pusaka Tingkat Berlian. Aura He Jing juga semakin meningkat setelah memegang kapak tersebut.


"Roooaaarrr"


Ling Tian segera menggunakan Auman Dewa Naga dengan kekuatan penuhnya, itu membuat telinga semua orang menjadi terasa sangat sakit walaupun Auman Naga itu tidak di tujukan kepada mereka.


Sedangkan untuk He Jing yang menjadi sasaran utama dari Auman Dewa Naga tersebut, telinganya langsung berdarah dan dia terdiam sejenak.


Ling Tian langsung menyerangnya dengan kekuatan penuh dari Pukulan Dewa Naga, tetapi He Jing masih sempat menahannya dengan kapaknya.


"BAM"


Tinju dan kapak bertemu membuat mereka berdua sama-sama terdorong kebelakang. Kemudian mereka kembali lagi saling menyerang.


Pertarungan itu telah berlangsung selama 3 jam tetapi belum ada tanda-tanda dari mereka yang akan menyerah. Panggung dan arena pertarungan yang di pakai untuk pelaksanaan Turnamen tersebut telah hancur berantakan. Bangunan dan pohon di sekitarnya juga ikut roboh


Energi Qi mereka berdua terus terkuras dan mereka mulai terlihat kelelahan.


Tubuh dari mereka berdua telah di penuhi dengan luka, dan pakaian mereka pun terlihat compang camping seperti seorang pengemis.


Ling Tian segera mengeluarkan Pil Restorasi buatannya dan segera menelannya. Hanya dalam 3 detik saja Energi Qi nya telah kembali penuh ke puncaknya. Dia segera menyerang dan tidak memberikan kesempatan kepada He Jing yang sudah mulai kelelahan itu.


"BOOM"


He Jing tidak bisa menahannya lagi, dia langsung terpental dan menabrak tanah. Ling Tian dengan cepat melesat ke arah He Jing yang sedang terbaring di tanah tersebut, tetapi tiba-tiba Aura yang sangat kuat terpancar dari tubuh He Jing dan itu membuat Ling Tian terhempas sangat jauh kemudian menabrak tanah di dekat tempat Klan Lin berada.


Lin Yue dan yang lainnya ingin segera mendekat ke tempat Ling Tian, tapi Ling Tian mengangkat tangannya untuk melarang mereka datang. Kemudian dia segera berdiri dan menatap tajam ke arah He Jing.


Ternyata He Jing menerobos ke tingkat ketiga Bintang Berlian. Walaupun kultivasinya belum stabil, tapi itu lebih kuat daripada saat dia masih berada di tingkat kedua Bintang Berlian.


"Fiiiuuuhhh.. Sepertinya ini akan menjadi semakin merepotkan saja." Gumam Ling Tian dengan nada mengeluh.


"Kakak.. Pinjamkan aku pedangmu..!" Ling Tian segera berteriak kepada Ling Han.


Tanpa pikir panjang lagi, Ling Han segera melemparkan pedangnya ke arah Ling Tian yang langsung menangkap pedang itu.


"Kakak.., Yue'er.., perhatikan gerakankanku..! Ini adalah gabungan dari kedua teknik pedang kalian. Mungkin ini akan meningkatkan pemahaman kalian berdua terhadap teknik pedang yang kalian gunakan."


"Bisa di katakan ini adalah teknik pedang yang aku ciptakan sendiri. Hmmm.. Namanya adalah.. Aahh, aku tidak tahu." Ling Tian menepuk jidatnya, dan langsung melesat ke arah He Jing.


He Jing juga segera mengambil kembali kapaknya dan dia juga segera bergerak sangat cepat ke arah Ling Tian.


"TRANG.. TRANG.."

__ADS_1


Hanya bunyi pedang yang beradu dengan kapak yang terdengar dan hanya percikan api yang terlihat oleh semua orang. Gerakan mereka berdua terlalu cepat bagi semua kultivator yang berada di tempat itu.


Ling Han dan Lin Yue ternganga melihat semua itu. Mereka berdua memiliki pemikiran yang sama yaitu.. "Apa yang harus di lihat dari teknik yang di ciptakan oleh Ling Tian tersebut, jika gerakannya saja tidak bisa di lihat oleh mata mereka..?"


Kapak He Jing menyerempat perut Ling Tian dan pedang Ling Tian juga menusuk bahu He Jing. Mereka berdua saling membuat luka pada satu sama lainnya. Begitu seterusnya hingga tak terasa 5 jam lagi berlalu.


"Roooaaarrr"


Auman Dewa Naga terdengar lagi ke telinga semua orang, tetapi itu hanya sedikit berpengaruh kepada He Jing yang kultivasinya telah naik ke tingkat ketiga Bintang Berlian.


Namun seiring berjalannya waktu, He Jing telah menjadi sangat lemah karena Energi Qi nya sudah mulai habis. Sedangkan untuk Ling Tian, dia terus meminum Pil Restorasi untuk mengembalikan Energi Qi nya yang terkuras.


Inilah salah satu kelemahan yang di tunjukkan oleh He Jing yang membuat Ling Tian semakin bersemangat menyerangnya terus menerus.


Saat He Jing telah kehabisan Qi nya, di situlah kesempatan Ling Tian datang. Energi Qi yang terkandung dalam pedangnya segera menghempaskan tubuh He Jing sekitar 50 meter.


Kemudian dengan kecepatan penuhnya dia langsung mengejar tubuh He Jing yang telah terhempas itu, lalu menusukkan pedangnya ke arah jantungnya. Tapi He Jing masih sempat menghindarinya dan hanya mengenai dada di bagian samping sebelah jantungnya.


He Jing terbaring di tanah dan mengerang kesakitan. Dia segera menggunakan teknik untuk menghentikan jantung dan pernafasannya agar Ling Tian mengira bahwa dia telah mati.


Ling Tian yang tidak menyadari hal tersebut telah melepaskan kewaspadaannya, dan segera menghampiri tubuh He Jing lalu akan mengambil Cincin Ruangnya.


Setelah cincin He Jing telah berada di tangan Ling Tian, dia langsung memasukannya ke dalam Cincin Ruangnya sendiri. Saat dia akan berdiri, tiba-tiba tangan He Jing memukul ke arah jantung Ling Tian.


"Tian'er.."


"Ling Tian.."


"Tuan Muda Ling.."


Melihat kejadian tersebut.. Ling Han, Lin Yue, Wan Ying, Su Mei dan Zhang Xuan seketika langsung berteriak memanggil Ling Tian.


Mereka semua segera berlari ke tempatnya di ikuti oleh orang-orang dari Klan Lin.


"BOOM"


Dengan gerakan yang sangat cepat, Ling Tian memukul kepala He Jing hingga meledak. Kemudian dia berdiri lalu berbalik melihat ke arah Ling Han dan yang lainnya.., yang sedang menuju ke tempatnya berada.


Ling Tian terbatuk dan mengeluarkan darah tetapi tetap tersenyum kepada mereka yang telah tiba di tempatnya.


"Uhuk.. Apakah kalian berdua telah melihat teknik pedang yang aku ciptakan itu..?" Ling Tian berbicara kepada Ling Han dan Lin Yue sambil terbatuk dan terus mengeluarkan darah.


Tubuh mereka bergetar setelah melihat keadaan tubuh Ling Tian yang dadanya telah terlihat tembus pandang karena bocor akibat pukulan dari He Jing.

__ADS_1


Sedangkan untuk Lin Yue, air matanya telah membanjiri wajahnya. Dia menangis terisak-isak, lalu segera memapah tubuh Ling Tian yang terlihat terhuyung-huyung dan akan jatuh.


"Uhuk.. Uhuk.. Aku telah menemukan nama yang tepat untuk teknik pedang ciptaanku tersebut. Aku menyebutnya.. Teknik Pedang Tanpa Nama."


Setelah mengatakan itu, tubuh Ling Tian berhenti bergerak dan terjatuh ke dalam pelukan Lin Yue. Detak jantungnya semakin melemah dan akan berhenti setiap saat.


"Ling Tian.. Cepat bangun..! Jangan bercanda denganku." Lin Yue berteriak sekeras-kerasnya sambil menangis sejadi-jadinya dan terus menggoyang-goyangkan tubuh Ling Tian agar terbangun.


"Tian'er.." Ling Han pun berteriak sambil membantu Lin Yue membangunkan Ling Tian.


Lin Qiangda segera mendekat dan mengambil tangan Ling Tian, kemudian memeriksa nadinya.


"Nadinya sangat lemah, dan detak jantungnya hampir tak terasa." Kata Lin Qiangda yang segera mengeluarkan Pil Penyembuh dari Cincin Ruangnya.


Tetapi Lin Yue menahan tangan Lin Qiangda saat dia akan memasukkan pil tersebut ke dalam mulut Ling Tian. Kemudian Lin Yue mengeluarkan Pil Penyembuh buatan Ling Tian dan segera memasukkannya ke dalam mulut Ling Tian.


Lin Qiangda hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah cucunya itu. Di dalam hatinya dia berkata.. "Apakah khasiat pil akan berbeda jika kamu yang memasukkannya ke dalam mulut Ling Tian..?"


"Whooossshhh"


Tanpa di sadari semua orang yang berada di area Turnamen, seekor Elang Petir Hitam yang sangat besar telah berada di dekat Ling Tian.


Xiaohai segera datang karena merasakan kekuatan jiwa Ling Tian yang semakin melemah. Tubuh Xiaohai menggigil ketakutan melihat keadaan Ling Tian. Dia langsung berbicara melalui telepati kepada Ling Tian.


"Bos.. Bos.. Bangun Bos..! Jika kamu mati, aku juga akan mati Bos." Xiaohai berbicara dengan nada sedih dan mengeluh.


"Segera naikkan Tian'er ke punggung Xiaohai dan bawa dia ke tempat yang aman." Ling Han yang melihat kedatangan Xiaohai segera berkata kepada Lin Yue.


Lin Qiangda dengan cepat membantu mereka menaikkan tubuh Ling Tian ke punggung Xiaohai dan menyuruh sebagian anggota Klannya untuk kembali dengan kereta mereka masing-masing.


Ling Han, Lin Yue, Zhang Xuan, Wan Ying, Su Mei, Lin San dan Lin Hua mengikuti Lin Qiangda naik ke atas punggung Xiaohai.


Lin Yue kemudian memerintahkan Xiaohai untuk membawa mereka ke kediaman Klan Lin. Xiaohai dengan cepat langsung melesat terbang ke langit mengikuti perintah Lin Yue.


Semua orang yang melihat itu sangat terkejut dan mulai bergosip di antara mereka. Mereka mulai kembali juga dan mulai menyebarkan rumor tentang pertarungan Ling Tian dan He Jing.


Entah siapa yang pertama memulainya, rumor tentang pemuda berusia 16-17 tahun yang memiliki kekuatan yang sangat kuat itu telah beredar di masyarakat. Mereka yang sempat mengetahui nama Ling Tian, kini menjulukinya sebagai..


"Ling Tian Sang Monster"


***


Untuk para Reader, Author minta maaf jika lambat mengupdate Novel ini karena Author juga masih sementara menulis kelanjutan dari tiap chapter di Novel ini. Biasanya Author telah mengupload chapter selanjutnya tetapi tertahan lama sebab masih direview sama pihak mangatoon.

__ADS_1


Terima kasih buat PARA KULTIVATOR yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima dan juga buat PARA KULTIVATOR yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat LING TIAN lebih bersemangat dalam menulis Novel ini. 😂😂😂


__ADS_2