
Pertarungan antara kedua murid dari Sekte Seribu Gelombang Pedang dan Sekte Lautan Mendalam berlangsung hanya beberapa menit saja dan itu dimenangkan oleh murid dari Sekte Lautan Mendalam.
Melihat murid dari sektenya memenangkan pertarungan, Pemimpin Chu terkekeh sambil menunjukkan sikap arogansinya. Kemudian ia pun berkata dengan nada percaya diri kepada ketujuh pemimpin sekte lainnya, “Mari kita membuat taruhan seperti biasanya! Aku akan bertaruh pada anggota sekteku sendiri dengan jumlah 50.000 Batu Roh tingkat tinggi.”
Pernyataan yang baru saja diucapkan Pemimpin Chu membuat wajah pemimpin sekte lainnya tampak terlihat masam. Sebab, jumlah taruhan yang ditawarkan oleh Pemimpin Chu tersebut cukup besar meski kompetisi baru dimulai. Ini menandakan bahwa dia sangat percaya dengan kemampuan dari murid jenius di sektenya sendiri.
“Guru! Apa pendapatmu tentang ini?” tanya Yan Qingshan dengan nada canggung melalui telepatinya.
“Tunggu sebentar!” jawab Ling Tian sambil memperhatikan kesepuluh murid Sekte Cahaya Matahari yang akan ikut berkompetisi. Setelah beberapa detik, ia pun melanjutkan, “Perintahkan pada murid yang bertubuh jangkung tersebut untuk naik ke atas arena. Selanjutnya, katakan padanya untuk terus menyerang sisi bagian kiri tubuh lawan, karena itu merupakan kelemahan yang telah ditunjukkan oleh teknik bela diri yang digunakan murid dari Sekte Lautan Mendalam itu.”
“Baik, Guru!” sahut Yan Qingshan singkat dan langsung mengikuti arahan Ling Tian.
Murid yang diperintahkan Yan Qingshan bergegas melompat ke atas arena setelah mendapatkan petunjuk darinya. Meski perasaan Yan Qingshan sedikit ragu, namun ia memilih untuk tetap percaya dengan apa yang dikatakan oleh Ling Tian.
“Kekeke ... Bagaimana, Pemimpin Yan? Apakah kamu berani melakukan pertaruhan denganku?” tanya Pemimpin Chu dengan kekehannya yang terdengar seolah sangat meremehkan Yan Qingshan. “Jika kamu takut, maka mari kita anggap pertarungan ini sebagai pertarungan hiburan belaka.”
Walaupun Pemimpin Chu berkata demikian seolah-olah menunjukkan sikap bijaksana, tetapi dalam ucapannya itu terdapat nada provokasi di dalamnya.
__ADS_1
“Siapa takut?! Sekte Cahaya Matahari kami bukanlah sekte pengecut. Mari kita bertaruh sesuai dengan jumlah yang kamu katakan tadi!” jawab Yan Qingshan cepat.
“Hahaha ... Baiklah! Sebagai pria terhormat, aku tahu bahwa kamu tidak akan menarik kembali kata-katamu.” Pemimpin Chu tertawa terbahak-bahak karena merasa bahwa provokasinya berhasil. Kemudian ia pun segera berkata pada murid sektenya melalui telepati, “Hancurkan murid dari Sekte Cahaya Matahari itu.”
“Siap, Pemimpin!” balas murid tersebut dengan nada meyakinkan.
Melihat kedua murid yang hendak bertarung telah bersiap-siap, sang wasit pun berseru keras, “Mulailah!”
Begitu aba-aba dari sang wasit telah terdengar, anggota sekte Yan Qingshan dan murid dari Sekte Lautan Mendalam bergegas menyerang dengan segenap kekuatan penuh mereka. Keduanya sama-sama berniat menjatuhkan lawannya dengan cepat, sebelum energi Qi mereka terkuras lebih banyak lagi bila bertarung dalam waktu yang lama.
Bunyi Senjata Pusaka yang saling beradu mulai terdengar menggema di dalam arena pertarungan. Perhatian semua orang pun langsung tertuju pada keduanya.
Murid Sekte Lautan Mendalam yang sejak awal sangat percaya diri dengan kekuatannya itu, secara perlahan mulai merasa terdesak dan kewalahan dengan serangan yang dilancarkan murid dari Sekte Cahaya Matahari.
Ini semua terjadi karena pergerakannya seolah-olah dibatasi oleh Senjata Pusaka lawannya yang terus menyerang sisi bagian kirinya tubuhnya. Sehingga, kesempatannya untuk melancarkan serangan balasan hampir tidak ada sama sekali. Sebab, dirinya terlalu sibuk menghindar dan menangkis setiap serangan yang datang menerjang dengan sangat ganas ke arahnya.
Wajah Pemimpin Chu yang semula tampak berseri-seri dan penuh semangat, kini terlihat memiliki tampang yang sangat kusut karena tidak senang dengan apa yang sedang disaksikannya.
__ADS_1
“Bukankah tadi aku sudah memerintahkanmu untuk segera menghancurkan murid Sekte Cahaya Matahari tersebut?! Tapi mengapa sekarang kamu yang tampak kewalahan menghadapinya?” Pemimpin Chu berkata dengan nada geram melalui telepatinya.
Murid dari Sekte Lautan Mendalam itu tetap diam dan tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh pemimpin sektenya sendiri. Sebab, saat ini ia masih sangat sibuk menghalau semua serangan yang terus-menerus datang dari sisi kiri tubuhnya.
Bila dia melakukan kesalahan sedikit saja dalam pertarungan tersebut, maka sudah pasti senjata lawan akan mengenainya dan membuatnya terluka parah.
Namun, dirinya tidak mampu bertahan dalam waktu yang lama. Hanya selang tiga menit berlalu, dia benar-benar sudah merasa terdesak dan sangat kewalahan. Sehingga, ia tak sanggup lagi menghindari sebuah tusukan yang sangat cepat dari pedang lawannya.
“Aaaaaaa!”
Jerit kesakitan akhirnya terdengar keluar dari mulut murid Sekte Lautan Mendalam saat bilah pedang menusuk masuk ke dalam dada kirinya. Melihat hal ini, sang wasit pun segera bergerak untuk menghentikan pertarungan dan langsung memeriksa luka yang dialami oleh murid tersebut.
Semua orang yang menyaksikan kejadian itu seketika tersentak kaget. Bahkan sebagian dari mereka langsung berdiri dari tempat duduknya karena merasa tak percaya dengan apa yang telah terjadi, termasuk Pemimpin Chu sendiri.
Tidak ada di antara mereka yang pernah menyangka, bahwa murid dari Sekte Cahaya Matahari yang dulunya dianggap lemah, kini dapat mengalahkan murid dari Sekte Lautan Mendalam yang merupakan sekte peringkat satu pada Aliansi Delapan Sekte. Bahkan itu terjadi hanya dalam waktu yang cukup singkat, yaitu tiga menit saja.
Wajah Yan Qingshan yang sebelumnya terlihat gugup, langsung berubah cerah dan tampak bersemangat. Hanya dengan sedikit arahan dan petunjuk dari Ling Tian, itu sudah dapat mengubah seluruh keadaan di atas arena pertarungan. Dengan demikian, kepercayaannya terhadap gurunya tersebut menjadi semakin tinggi dan lebih tinggi lagi dari apa pun.
__ADS_1