
Mendengar jawaban Ling Tian yang terdengar santai dan seakan tak takut dengan niat membunuh yang sudah ditunjukkannya, pemimpin Sekte Tulang Abadi menjadi semakin geram karena merasa harga dirinya seolah-olah telah diremehkan.
"Hahaha... Baiklah! Kami Sekte Tulang Abadi juga akan menyerah untuk mendapatkan Buah Roh Petir. Aku hanya ingin memberikan sedikit saran. Jagalah baik-baik buah tersebut! Sebab, mungkin ada orang yang hendak merebutnya dengan secara paksa ketika acara lelang ini berakhir."
"Hehehe... Terima kasih atas sarannya!" jawab Ling Tian sambil tertawa lirih.
"Siapa sebenarnya pemuda yang bersama ketua Yun ini? Mengapa tak ada sedikitpun jejak ketakutan dari nada bicaranya ketika mendapatkan ancaman seperti itu dari pemimpin Sekte Tulang Abadi? Mungkinkah ia mengandalkan reputasi yang dipegang oleh ketua Yun? Ataukah ia juga mendapatkan dukungan dari Asosiasi Alkemis?" Dugu Changfeng mengernyitkan alis dan terus bertanya-tanya di dalam hatinya sambil memandang ke arah Ling Tian.
"Baiklah! Jika tak ada lagi yang akan memberikan penawarannya pada Buah Roh Petir, maka aku akan mulai menghitungnya kembali." Ning'er berbicara dengan menunjukkan wajahnya yang sangat bersemangat.
"10 miliar, pertama...."
"10 miliar, kedua...."
"10 miliar, ketiga! Buah Roh Petir ini terjual kepada Tuan yang berada di ruangan nomor 8," ucap Ning'er sambil memberi tanda pada petugas untuk segera mengantarkan Buah Roh Petir ke ruangan tempat Ling Tian berada.
"Barang selanjutnya adalah sebuah teknik beladiri Tingkat Langit!"
"Apaaaa?!"
Orang-orang yang berada di dalam aula sangat terkejut ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Ning'er. Karena jika mereka melatih teknik beladiri tersebut, kemampuan mereka juga akan menjadi lebih hebat lagi.
Yun Feilong sendiri pun tertarik pada teknik beladiri Tingkat Langit itu. Meskipun kultivasinya sudah berada pada tahap kelima Bintang Bumi, tetapi jika tidak ditunjang dengan teknik beladiri yang kuat, maka bisa dibilang bahwa kemampuan bertarungnya juga terbatas.
"Baiklah! Harga awal untuk teknik beladiri ini adalah 700 juta koin emas. Setiap penawarannya akan memiliki kelipatan 20 juta koin emas."
"800 juta...."
"820 juta...."
"900 juta...."
Para tamu sudah mulai kembali meneriakkan penawaran mereka. Hanya dalam waktu singkat, harga teknik beladiri tersebut telah mencapai 2 miliar koin emas.
"Ketua Dugu! Sepertinya aku harus ikut bersaing untuk memenangkan teknik beladiri Tingkat Langit itu," kata Yun Feilong dengan nada bersemangat.
"Hmmm... Sebenarnya aku juga tertarik pada teknik beladiri tersebut. Tetapi karena klan Dugu kami sudah memiliki teknik beladiri Tingkat Langitnya sendiri, aku membiarkannya saja untuk di lelang," balas Dugu Changfeng seraya tersenyum kecil.
"2,7 miliar...."
"2,8 miliar...."
"3,2 miliar...."
__ADS_1
Penawaran pada teknik beladiri itu meningkat dengan cepat. Para patriark klan dan pemimpin Sekte besar terus bersaing meneriakkan tawaran mereka. Suasana di dalam aula pun menjadi semakin memanas. Beberapa orang juga sudah terlihat bersitegang dan tak ada yang mau mengalah.
"Jika kita mendapatkan teknik beladiri ini, yayasan fondasi pada klan kita akan menjadi lebih kuat lagi."
"Sekte kita harus memenangkan teknik beladiri itu! Meskipun kita juga sudah memiliki beberapa teknik beladiri tingkat langit, namun bila ditambah dengan teknik beladiri tersebut, kekuatan pada Sekte kita akan semakin bertambah."
Di dalam ruangan mereka sendiri, para patriark klan saling berdiskusi dengan anggota klannya masing-masing. Begitu pula yang dilakukan oleh para pemimpin Sekte besar. Mereka semua sangat menginginkan teknik beladiri Tingkat Langit yang sedang di lelang oleh Asosiasi Harta Kuno itu.
"5,4 miliar...."
"5,5 miliar...."
"5,8 miliar...."
Harga penawaran yang diteriakkan oleh para tamu kian melambung tinggi. Persaingan mereka juga berlangsung semakin sengit dengan meneriakkan harga menggunakan nada ancaman pada lawan-lawan mereka.
"8,5 miliar...."
"Ciihh... Mengapa kalian semua tak menyerah saja?! Kalau begitu aku akan menawar 9 miliar!"
"Kamu saja yang menyerah! Sekte Gunung Kembar kami akan menaikkan tawarannya menjadi 9,5 miliar!"
"Maaf, klan Jiu kami juga takkan menyerah. Penawaran kami selanjutnya 9,6 miliar!"
Di dalam ruangan, Yun Feilong masih duduk dengan tenang menunggu para tamu yang meneriakkan penawarannya semakin berkurang. Bila harga kian meningkat, orang-orang yang bersaing untuk memperebutkan teknik beladiri tersebut menjadi semakin sedikit.
Seperti dugaannya, saat harga telah meningkat menjadi 13,7 miliar, satu per satu dari para tamu itu mulai menyerah meneriakkan tawaran mereka. Namun, ketika Yun Feilong hendak mengatakan harga penawarannya, ia segera berhenti saat mendengar suara Xiao Jun yang setengah berbisik pada Ling Tian.
"Apa yang terjadi, Guru? Mengapa wajahmu cemberut seperti itu?"
"Aaiihh... Aku hanya terkejut ketika mengetahui bahwa harga teknik beladiri sampah seperti itu bisa menjadi semahal ini," jawab Ling Tian dengan nada mengeluh.
Dugu Changfeng sekali lagi langsung menyemprotkan anggur yang masih berada di dalam mulutnya saat mendengar perkataan Ling Tian. Sementara untuk Yun Feilong sendiri, matanya seketika melotot seakan tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.
"P-pemimpin!" ucap Yun Feilong terbata seraya menoleh ke arah Ling Tian.
Dugu Changfeng hendak menegur Ling Tian karena perkataannya terdengar kasar dan juga merendahkan barang yang sudah di lelang oleh Asosiasi Harta Kuno miliknya. Namun, ketika ia mendengar Yun Feilong memanggil Ling Tian dengan sebutan pemimpin, Dugu Changfeng segera mengurungkan niatnya.
"Tak perlu terkejut seperti itu! Aku memang mengatakan hal yang sebenarnya bahwa teknik beladiri tersebut hanyalah berada pada Tingkat Langit kelas rendah. Bila saja itu berada pada Tingkat Langit kelas tinggi, mungkin harga yang ditawarkan oleh mereka akan sepadan." ucap Ling Tian dengan nada santai sambil mengangkat bahunya.
"Jadi, untuk apa saudara Yun membuang-buang uang yang sangat banyak hanya untuk sebuah teknik beladiri sampah?"
"T-tapi, pemimpin...."
__ADS_1
"Tak ada kata TAPI! Sebaiknya gunakan keuangan Asosiasi untuk membeli hal yang lebih berguna seperti Ramuan Roh yang sangat langka ataupun bahan-bahan untuk menempa senjata."
"Hehehe... Aku lupa memberitahu padamu bahwa semua anggota Sekte kita paling rendah mengolah teknik beladiri Ting Raja kelas tinggi. Aku juga nantinya akan memberikan beberapa teknik seperti itu kepada kalian semua."
Mendengar penjelasan Ling Tian, wajah Yun Feilong seketika berubah menjadi sangat bersemangat. Sedangkan untuk Dugu Changfeng, gelas yang berisi anggur di tangannya langsung terjatuh ke lantai dan pecah.
"Hmmm... Bila seperti itu, aku akan menuliskan teknik beladiri Tingkat Langit kelas tinggi untuk ikut di lelang juga. Mari kita lihat seberapa besar harga yang ditawarkan oleh orang-orang kaya tersebut!"
Setelah mengatakan hal itu, Ling Tian segera mengeluarkan beberapa kertas, kuas, dan tinta dari Cincin Ruangnya. Kemudian dengan gerakan tangan yang sangat cepat ia langsung menuliskan teknik yang ingin dijualnya pada acara pelelangan tersebut.
"Silakan diperiksa, Tuan!" Setelah selesai, Ling Tian memberikan teknik beladiri yang ditulisnya kepada Dugu Changfeng.
"I-ini... Ini!" Dugu Changfeng tergagap saat melihat kertas yang ada di tangannya.
Sementara di luar, harga penawaran pada teknik beladiri yang sebelumnya sudah mencapai 15,3 miliar koin emas. Para tamu yang juga meneriakkan tawaran mereka menjadi semakin sedikit.
"Aku akan langsung menaikkan harganya menjadi 17 miliar. Bila ada penawaran yang lebih tinggi dariku, maka kami dari Sekte Gunung Kembar akan menyerah!"
Ruangan aula akhirnya menjadi hening setelah mendengar suara pemimpin Sekte Gunung Kembar mengatakan penawaran terakhirnya.
Ning'er yang melihat keadaan itu segera berkata sambil memandang ke arah para tamu, "Jika tak ada lagi yang akan memberikan tawarannya, maka aku akan mulai menghitungnya."
"17 miliar, pertama!"
"17 miliar, kedua!"
"17 miliar, ketiga! Teknik beladiri ini terjual pada Sekte Gunung Kembar yang berada di ruangan nomor 2."
Setelah memberikan tanda pada petugas untuk mengantarkan teknik beladiri tersebut, Ning'er pun berkata lagi, "Baiklah! Benda selanjutnya yang akan di lelang adalah...."
"Tunggu!"
Sebelum Ning'er menyelesaikan kalimatnya, Dugu Changfeng telah menghentikannya terlebih dahulu. Dengan wajah yang sangat bersemangat, Dugu Changfeng segera berjalan naik ke atas panggung.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.
__ADS_1