Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 280. Hong Cao Yun


__ADS_3

Di tempat para murid yang sedang menyaksikan pertarungan, tubuh Cui Hui bergidik ngeri ketika melihat keadaan teman-temannya yang telah dihajar dan dipermalukan oleh Ling Tian. Dia merasa sangat beruntung karena sebelumnya Hong Cao Yan telah menyuruhnya untuk membawa pergi tubuh Dugu Qiu Li yang tak sadarkan diri.


Jika saja tadi dia masih tetap berada di atas panggung bersama Hong Cao Yan dan yang lainnya, maka sudah pasti sekarang dia juga akan menjadi salah satu orang yang terkapar di atas arena tersebut.


Sementara itu, Niu Lang, Xuan Jirou, Tang Fei serta Pang Huaxian telah menghentikan sorakannya untuk Ling Tian. Yang mereka lakukan sekarang hanyalah terdiam dengan mulut terbuka lebar karena semakin terkejut dengan kekuatan yang ditampilkan oleh Ling Tian.


Di atas arena, Ling Tian berjalan santai menghampiri para murid yang sudah terkapar di lantai. Sambil menyeringai jahat, ia pun berbicara kepada mereka, “Kalian seharusnya merasa bersyukur telah menjadi murid di sekte ini! Jika itu adalah orang lain, mungkin aku sudah mengambil nyawa kalian semua karena berniat ingin membunuhku. Meskipun kalian hanyalah beberapa ekor semut, namun kalian juga masih sangat berguna bagi sekte ini.”


“Ehem ... Jadi, karena aku telah berbaik hati melepaskan kalian semua, maka sebagai kompensasinya serahkan Cincin Ruang kalian kepadaku. Anggap saja itu sebagai bayaran karena telah membuatku kelelahan bermain bersama kalian,” lanjut Ling Tian lagi.


Mendengar perkataan Ling Tian tersebut, semua murid yang berada di atas arena hanya mampu menunjukkan wajah suramnya. Sebab, Cincin Ruang mereka merupakan harta penting karena berisi sumber daya yang telah lama mereka kumpulkan demi meningkatkan kultivasinya masing-masing.


“Huuhh ... Apanya yang kelelahan? Bahkan tak ada setetes pun keringat yang mengalir di tubuhnya.”


“Ciihh ... Ini sama halnya dengan pemerasan! Tetap saja dia mau mengambil keuntungan dari kami.”


“Jika kamu memang berbaik hati, maka seharusnya kamu lepaskan saja kami tanpa perlu meminta kompensasi.”

__ADS_1


Berbagai macam keluhan muncul di dalam hati orang-orang itu. Meski mereka tak rela untuk memberikan Cincin Ruangnya kepada Ling Tian, namun mereka tetap saja menyerahkannya karena takut akan membuat Ling Tian marah.


Ketika hampir giliran Hong Cao Yan yang akan memberikan Cincin Ruangnya, terlebih dahulu ia mengeluarkan sebuah batu kristal berwarna ungu yang sama persis dengan batu kristal yang dihancurkan oleh sang wasit. Dengan cepat, ia pun segera menghancurkan batu kristal tersebut tanpa sepengetahuan yang lainnya.


Walau Hong Cao Yan ingin menyembunyikan tindakannya itu dari Ling Tian, tetapi di mata Ling Tian pergerakan Hong Cao Yan tersebut masih sangatlah lambat. Sehingga, Ling Tian dapat melihat dengan jelas apa yang telah dilakukannya.


“Hmmm ... Kristal Pemanggil! Ternyata benda seperti itu ada di Benua Langit Tingkat Atas ini.” Ling Tian membatin seraya mengernyitkan alisnya. “Ternyata semut arogan ini masih belum mau menyerah. Kalau begitu, mari kita lihat siapa yang telah dipanggil untuk datang membantunya di sini!”


Setelah mengambil semua Cincin Ruang dari Hong Cao Yan dan para antek-anteknya, Ling Tian pun berkata sembari tertawa lirih, “Hehehe ... Terima kasih atas kompensasi dari kalian semua. Di lain waktu, jika kalian ingin kembali bermain denganku, jangan lupa untuk menyiapkan imbalan juga untukku.”


Sekali lagi perkataan Ling Tian membuat Hong Cao Yan dan yang lainnya menjadi sangat kesal. Wajah mereka tampak terlihat semakin suram. Meski demikian, mereka hanya berani mengutuk keras di dalam hatinya masing-masing.


Walaupun Ling Tian tahu bahwa saat ini orang-orang tersebut sangat marah terhadap dirinya karena telah mengambil sumber daya mereka, namun ia sama sekali tak menghiraukannya. Sebab menurut Ling Tian, dia sudah cukup berbelas kasihan karena tidak membunuh mereka.


Sumber daya bisa dicari, tetapi nyawa tidak akan bisa kembali lagi jika telah mati. Itu berbeda dengan Ling Tian yang memiliki Api Ilahi sebagai pelindungnya. Meski demikian, Ling Tian juga bisa mati bila jiwanya hancur tanpa perlindungan dari Api Ilahi.


Baru saja Ling Tian selesai memasukkan semua Cincin Ruang tersebut ke dalam Cincin Ruang milik Hong Cao Yan, ia merasakan adanya aura kuat yang melesat dengan sangat cepat menuju ke arah arena pertarungan.

__ADS_1


Dalam sekejap, sebuah sosok pria berbadan tegap telah berdiri di sebelah Hong Cao Yan. Jika dilihat dengan saksama, wajah pria itu tampak sedikit mirip dengan tampang Hong Cao Yan.


“Aahh ... Ini ... Bukankah dia adalah kakak Hong Cao Yan, yaitu Hong Cao Yun?”


“Yah, itu benar dia! Sepertinya masalah ini akan menjadi lebih besar jika Hong Cao Yun telah turun tangan.”


“Aaiihh ... Pemuda itu benar-benar dalam masalah sekarang! Hong Cao Yun pasti tidak akan melepaskannya.”


“Meskipun pemuda tersebut sangat kuat karena mampu mengalahkan Hong Cao Yan dan kawan-kawannya, tetapi ia takkan sanggup menghadapi Hong Cao Yun yang tingkat kultivasinya telah berada di tahap kedua Bintang Langit.”


Para murid mulai berkomentar kembali saat melihat kedatangan kakak Hong Cao Yan di atas arena pertarungan. Bahkan Niu Lang dan lainnya yang sebelumnya takjub dengan kekuatan yang ditunjukkan oleh Ling Tian, kini menjadi gugup dengan kedatangan Hong Cao Yun tersebut.


“Ugh ... Kakak, akhirnya kamu datang!” seru Hong Cao Yan pelan seraya memegang wajahnya dan meringis kesakitan.


“Yan'er! Ada apa ini?” tanya Hong Cao Yun dengan nada berat.


“Itu karena dia, Kakak!” jawab Hong Cao Yan sambil menunjuk ke arah Ling Tian. “Kami telah kalah bertarung dengannya. Hal itu wajar karena mungkin kami lebih lemah darinya. Tetapi, dia mengambil semua Cincin Ruang kami yang merupakan sumber daya yang sangat penting bagi kemajuan tingkat kultivasi kami masing-masing.”

__ADS_1


“Hmmm ... Rupanya seperti itu!” balas Hong Cao Yun singkat. Tanpa menoleh ke arah Ling Tian, ia mengulurkan tangannya dan berkata dengan nada memerintah, “Cepat kembalikan Cincin Ruang mereka!”


“Ooh ... Begitukah?! Jika aku tidak mau, apa yang akan kamu lakukan?” tanya Ling Tian sembari mengangkat bahunya. Ekspresinya tetap santai, seolah kehadiran Hong Cao Yun di atas arena tersebut tidak sedikit pun membuatnya takut.


__ADS_2